What’s wrong with you?


Pren, gue kira gue sohib elo.. and vice versa..
Biar gak pernah ketemu face 2 face, tapi honestly, gue respek ama elo. Banget.
Tapi… kalo gue uluk salam, gue berhak dong dapat jawaban dari elo…
Bukannya diem tanpa alasan..

Kalo gue nyebelin, bilang dong apa salah gue.. apa yang bikin elo susah or keki or whatever..
Kan gue bisa introspeksi, benerin kekurangan gue, biar kita asoy lagi.

Wish we could chat again, in a better IMVironment and audibles…

Your Bro

Blog Entry Mantan Mentri Agama Tersangka Korupsi Jun 17, ’05 4:36 AM
for everyone

Kompas :
Selasa, Polri Periksa Said Agil Husin Al Munawar

Jakarta, Jumat

Mantan Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar, tersangka tindak pidana korupsi penyimpangan biaya penyelenggaraan ibadah haji, akan diperiksa tim penyidik Mabes Polri mulai hari Selasa (21/6).

“Saya sudah dilapori oleh penyidik bahwa Bapak Agil yang statusnya sudah menjadi tersangka akan diperiksa hari Selasa pekan depan,” ungkap Kapolri Jenderal (Pol) Da’i Bachtiar di Jakarta, Jumat (17/6), seperti dilaporkan Liliek dari Radio Sonora.

Tim Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tim Tastipikor) yang diketuai Jaksa Agung Muda (JAM) Pidana Khusus, Hendarman Supandji, Kamis (16/6), telah menetapkan Said Agil sebagai tersangka. Sebelumnya, Tim Tastipikor juga telah menetapkan mantan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat dan Penyelenggaraan Haji Departemen Agama, Taufik Kamil, sebagai tersangka tindak pidana korupsi dalam kasus penyimpangan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2001-2005.

Ketika ditanya apakah Said Agil akan dilangsung ditahan pada hari Selasa itu, Kapolri mengatakan, semuanya tergantung hasil pemeriksaan. Jika yang bersangkutan memberikan keterangan dengan baik dan tidak berbelit-belit, maka tidak akan ditahan. Penahanan akan dilakukan, tersangka memberikan keterangan yang berbelit dan menyulitkan penyidik.(Nik)

Bayangin aja.. Menteri Agama… Memang belum terbukti, tapi kalo iya waduh, negeri ini mau dibawa ke mana? Seseorang yang harusnya menjadi panutan bangsa, justru (tersangka) bergelimang dosa. Tadi pas khutbah Jumat, khatib mengingatkan ayat berikut :

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian[841] kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.

(An Nahl 112)

Kelaparan? Berikut laporan dari Kompas:

Korban Busung Lapar 41 Orang

Mataram, Kompas – Kasus busung lapar yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur selama periode Januari hingga Juni 2005 sudah merenggut nyawa 41 anak usia di bawah lima tahun. Jumlah korban meninggal itu masing-masing 21 orang di NTB dan 20 orang di NTT. Saat ini puluhan penderita lainnya masih dirawat di rumah sakit di dua daerah tersebut.

Angka mutakhir itu terungkap saat istri Wakil Presiden Ny Mufidah Jusuf Kalla berkunjung ke dua daerah tersebut, Senin (13/6). Dalam kunjungan itu Ny Mufidah didampingi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Mesang.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyebutkan, sejak Januari sampai 11 Juni 2005 tercatat 847 anak balita penderita busung lapar, 21 di antaranya meninggal. Saat ini masih ada 13 penderita gizi buruk yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mataram.

Sementara itu, di RSU WZ Johannes Kupang, NTT, seperti diungkapkan Direktur RSU Hein Mooy kepada wartawan di sela-sela kunjungan Ny Mufidah Kalla, tercatat tujuh anak balita meninggal dari 41 pasien busung lapar yang dirawat selama Januari-Juni 2005.

Selain yang meninggal di RSU WZ Johannes, di Sumba Timur tercatat tiga korban meninggal, sedangkan 10 orang lainnya meninggal di panti perawatan Care International Indonesia (CII) di Timor Barat, yakni dua di Kabupaten Timor Tengah Utara serta delapan di Belu dan Timor Tengah Selatan. Dengan demikian, jumlah korban busung lapar di NTT yang meninggal sudah 20 orang.

Siapkan program

Banyaknya kasus anak balita yang terkena busung lapar dan gizi buruk tidak cukup diatasi hanya dengan memberikan makanan tambahan serta perawatan di rumah sakit. Pemerintah kini menyiapkan berbagai program untuk mengantisipasi bertambahnya penderita.

“Tiga hari lagi kami akan melakukan rapat kerja teknis dengan seluruh bupati dari NTB dan NTT untuk membicarakan bagaimana mengantisipasi bertambahnya penderita gizi buruk. Itu untuk jangka panjangnya. Kalau jangka pendek, kami sudah memberikan makanan tambahan sehingga penderita gizi buruk tidak perlu dikhawatirkan lagi,” kata Alwi Shihab di RSUD Mataram.

Sebelumnya Ny Mufidah Kalla berkunjung ke RSU WZ Johannes Kupang dan menyerahkan bantuan uang tunai, paket makanan, dan timbangan anak balita, serta melihat secara langsung kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) di Dusun Teloke, Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat.

Alwi menambahkan, saat ini pemerintah sedang memikirkan bentuk program jangka panjang yang bisa meningkatkan penghasilan masyarakat karena pemerintah tidak bisa terus-menerus memberikan makanan kepada masyarakat. Di samping itu, pemerintah juga akan menghidupkan kembali posyandu agar kondisi anak-anak balita cepat terdeteksi.

Ketakutan?

DELAPAN TERSANGKA BOM TENTENA DIBOYONG KE MAMASA

Tersangka Kasus Peledakan Bom Tentena Serahkan Diri
PALU–Tersangka kasus peledakan bom di Pasar Tentena Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyerahkan diri hari Jumat (4/6) di Polsek Wakai Kabupaten Tojo-Unauna (Touna), pemekaran dari Kabupaten Poso. Tersangka berinisial ND itu kemudian digiring petugas ke Ampana ibukota Kabupaten Touna dan selanjutnya digelandang ke Mapolres Poso.

Dengan tertangkapnya ND jumlah tersangka kasus peledakan bom Tentena yang menewaskan 21 orang serta melukai 53 lainnya sudah 18 orang dan sepuluh di antaranya masih ditahan di Mapolres Poso. Dari Poso dilaporkan puluhan petugas gabungan dari Mabes Polri, Polda Sulteng, dan Polres Poso terus mengepung sebuah pulau di gugusan Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo-Unauna, Sulteng, guna memburu Er dan AT yang diperkirakan melarikan diri ke sana sesaat setelah melakukan aksi pengeboman di Tentena.

Er dicurigai sebagai salah satu pelaku bom Tentena karena pada stang sepeda motor yang dikendarainya ditemukan serbuk TNT dan Amonium florat, mirip seperti barang bukti temuan di TKP yang dianalisis Laboratorium Forensik Polri. Serbuk bahan kimia serupa sebelumnya ditemukan polisi dalam mobil dinas Kepala Panti Jompo Tentena yang dikendarai AK. Sementara AT sendiri diperkirakan terlibat langsung dalam peledakan bom pada Sabtu pekan lalu (28/5), karena sejumlah saksi mata sempat melihatnya mondar-mandir di Pasar Tentena beberapa saat sebelum terjadi peristiwa naas tersebut.

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=200230&kat_id=3

Belum lagi bom Pamulang, serbuk putih di KBRI, dan banyak lagi cerita lainnya. Kita mesti gimana lagi sih agar mendung cepat pergi dari bangsa ini? Gimana nasib anak cucu kita? Gimana biar korupsi dan kebejadan moral enyah dari negeri ini?

Ini, puisi dari Taufik Ismail, berisi tentang kegeraman pada korupsi:

JANGAN-JANGAN SAYA SENDIRI JUGA MALING
Taufiq Ismail

Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda,
terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia.
Penganggur 40 juta orang, anak-anak tak bisa bersekolah 11 juta murid,
pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1,5 juta orang,
VCD koitus beredar 25 juta keping,
kriminalitas merebak di setiap tikungan jalan
dan beban hutang di bahu 1600 trilyun rupiahnya.

Pergelangan tangan dan kaki Indonesia diborgol
di ruang tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya,
dan di punggung kita dicap sablon besar-besar
Tahanan IMF dan Penunggak Hutang Bank Dunia.
Kita sudah jadi bangsa kuli dan babu,
menjual tenaga dengan upah paling murah sejagat raya.

Ketika TKW-TKI itu pergi lihatlah mereka bersukacita antri
penuh harapan dan angan-angan di pelabuhan dan bandara,
ketika pulang lihat mereka berdukacita
karena ada majikan mungkir tidak membayar gaji,
banyak yang dirotan disiksa malah diperkosa
dan pada jam pertama mendarat di negeri sendiri diperas pula.

Negeri kita tidak merdeka lagi, kita sudah jadi negeri jajahan kembali.
Selamat datang dalam zaman kolonialisme baru, saudaraku.
Dulu penjajah kita satu negara, kini penjajah multi-kolonialis banyak
bangsa.
Mereka berdasi sutra, ramah-tamah luarbiasa dan berlebihan senyumnya.
Makin banyak kita meminjam uang mereka makin gembira
karena leher kita makin mudah dipatahkannya.

Di negeri kita ini, prospek industri bagus sekali.
Berbagai format perindustrian, sangat menjanjikan, begitu laporan
penelitian.
Nomor satu paling wahid, sangat tinggi dalam evaluasi,
hari depannya penuh janji,
adalah industri korupsi.

Prosedur investasi industri korupsi tidak dipersulit birokrasi sama sekali,
karena iklim kondusif, banyak fihak partisipatif, cerah secara prospektif,
sehingga sangat atraktif, pasti produktif, semangatnya kreatif,
dan terhadap mereka yang reaktif dan negatif,
akan dipasang penangkis kuda-kuda antisipatif.

Shareholder, stakeholder dan keyholder industri korupsi ini lebar sekali,
meliputi semua potongan hidung -- pesek dan mancung --,
lalu bentuk mata - sipit dan membuka --,
visi dan misi, kelompok politisi, praktisi ekonomi seluas-luas profesi,
dipayungi oleh kroni, hubungan famili, ikatan ideologi, suku itu dan ini
dari mana saja provinsi.

Apalagi di negeri kita lama sudah tidak jelas batas halal dan haram,
ibarat membentang benang hitam di hutan kelam jam satu malam.

Bergerak ke kiri ketabrak copet, bergerak ke kanan kesenggol jambret,
jalan di depan dikuasai maling, jalan di belakang penuh tukang peras,
yang di atas tukang tindas.
Untuk bisa bertahan berakal waras saja di Indonesia hari ini, sudah untung.

Penamaan koruptor sudah tidak menggigit lagi kini,
istilah korupsi sudah pudar dalam arti.
Lebih baik kita memakai istilah malling.
Malling dengan dua el, membedakannya dari maling dengan satu el.

Lihatlah para malling itu kini mencuri secara berjamaah.
Mereka bersaf-saf berdiri rapat, teratur berdisiplin dan betapa khusyu'.
Begitu rapatnya mereka berdiri susah engkau menembusnya.
Begitu sistematik prosedurnya tak mungkin engkau menyabotnya.
Begitu khusyu'nya, engkau kira mereka beribadah.
Kemudian kita bertanya, mungkinkah ada malling yang istiqamah?

Lihatlah jumlah mereka, berpuluh tahun lamanya,
membentang dari depan sampai ke belakang,
melimpah dari atas sampai ke bawah,
tambah merambah panjang deretan saf jamaah.
Jamaah ini lintas agama, lintas suku dan lintas jenis kelamin.

Bagaimana melawan malling yang mencuri secara berjamaah?
Bagaimana menangkap malling yang prosedur pencuriannya
malah dilindungi dari atas sampai ke bawah?
Dan yang melindungi mereka, ternyata,
bagian juga dari yang pegang senjata dan yang memerintah.
Bagaimana ini?

Tangan kiri jamaah ini menandatangani disposisi
MOU (Memorandum of Understanding) dan MUO (Mark Up Operation),
tangan kanannya membuat yayasan beasiswa,
asrama yatim piatu dan sekolahan.

Kaki kiri jamaah ini melakukan studi banding pemerasan
dan mengais-ngais upeti  ke sana ke mari,
kaki kanannya bersedekah, pergi umrah dan naik haji.

Otak kirinya merancang prosentase komisi pembelian,
pembobolan bank dan pemotongan anggaran,
otak kanannya berzakat harta, bertaubat nasuha
dan memohon ampunan Tuhan.

Bagaimana caranya melawan malling begini yang mencuri secara berjamaah?
Jamaahnya kukuh seperti benteng kraton,
tak mempan dihantam gempa dan banjir bandang,
malahan mereka juru tafsir peraturan dan merancang undang-undang,
penegak hukum sekaligus penggoyang hukum, berfungsi bergantian.

Bagaimana caranya memroses hukum malling yang jumlahnya ratusan ribu,
bahkan kini sudah jutaan, cukup membentuk sebuah negara mini,
meliputi mereka yang pegang kendali perintah,
eksekutif, legislatif, yudikatif dan dunia bisnis,
yang pegang pestol dan mengendalikan meriam, yang berjas dan berdasi.
Bagaimana caranya?

Mau diperiksa dan diusut secara hukum?
Mau didudukkan di kursi tertuduh sidang pengadilan?
Mau didatangkan saksi-saksi yang bebas dari ancaman?
Hakim dan jaksa yang steril
 bersih dari penyuapan?
Percuma. Buang tenaga.
Seratus tahun pengadilan, setiap hari 12 jam dijadwalkan
Insya Allah tak akan habis, tak akan terselesaikan.
Dua puluh presiden kita turun dan kita naikkan,
Masalah ruwet kusut ini tak habis teruraikan.

Kita selama ini sudah terperangkap, terjerembab, terikat, terjerat
dalam sistem yang kita sendiri buat,
sistem yang ruwet, kusut, keriting dan berbelit sangat,
yang dari padanya, rakyat tidak mendapat manfaat.
Dan karena kita semua terlibat,
merubahnya seperti kita tak lagi dapat.

Jadi, saudaraku, bagaimana caranya? Kita harus membujuk mereka.
Bagaimana caranya supaya mereka mau dibujuk, dibujuk, dibujuk
agar bersedia mengembalikan jarahan yang bertahun-tahun
dan turun-temurun sudah mereka kumpulkan.
Kita doakan Allah membuka hati mereka,
terutama karena terbanyak dari mereka orang yang shalat juga,
orang yang berpuasa juga, orang yang berhaji juga,
orang yang melakukan kebaktian di gereja, pergi ke pura dan vihara juga.
Kita bujuk baik-baik dan kita doakan mereka,
agar bersedia kepada rakyat mengembalikan jarahan mereka.

Celakanya, jika di antara jamaah malling itu ada keluarga kita,
ada hubungan darah atau teman sekolah, maka kita cenderung tutup mata,
tak sampai hati menegurnya.

Celakanya, bila di antara jamaah malling itu
ada orang partai kita, orang seagama atau sedaerah,
kita cenderung menutup-nutupi fakta, hukumnya lalu dimakruh-makruhkan
dan diam-diam berharap semoga kita mendapatkan cipratan harta
tanpa ketahuan siapa-siapa.

Malling ini adalah kawanan anai-anai dan rayap sejati.
Dan lihat kini jendela dan pintu rumah Indonesia dimakan rayap.
Kayu kosen, tiang, kasau, jeriau rumah Indonesia dimakan anai-anai.
Dinding dan langit-langit, lantai rumah Indonesia digerogoti rayap.
Tempat tidur dan lemari, meja kursi dan sofa, televisi rumah Indonesia
dijarah anai-anai.
Pagar pekarangan, bahkan fondasi dan atap rumah Indonesia
sudah mulai habis dikunyah-kunyah rayap.
Rumah Indonesia menunggu waktu, masa rubuhnya yang sempurna.

Aku berdiri di pekarangan, terpana menyaksikannya.
Tiba-tiba datang serombongan anak muda dari kampung sekitar.
"Ini dia rayapnya! Ini dia Anai-anainya!" teriak mereka.
"Bukan. Saya bukan Rayap, bukan!" bantahku.

Mereka berteriak terus dan mendekatiku dengan sikap mengancam.
Aku melarikan diri kencang-kencang.
Mereka mengejarkan lebih kencang lagi.
Mereka menangkapku.
"Ambil bensin!" teriak seseorang.
"Bakar Rayap!" teriak mereka bersama.
Bensin berserakan dituangkan ke kepala dan badanku.
Seseorang memantik korek api.

Aku dibakar.
Bau kawanan rayap hangus.
Membubung
Ke udara.

Duh Gusti, berikan petunjukMu agar bangsa ini bangkit dari keterpurukan dan kemaksiatan.
Tapi Engkau juga berfirman, bahwa Engkau tidak akan mengubah nasib suatu kaum, hingga kaum itu berupaya mengubah mereka
sendiri... Guys, yuk kita berbuat sesuatu agar negeri ini lebih baik. Dari hal yang kecil, dari kita sendiri, dan mulai saat ini.

div.itemactions a, div.ritemactions div.addthis_toolbox a { text-decoration: none !important; border: 0 !important; -moz-box-shadow: none !important; -webkit-box-shadow: none !important; box-shadow: none !important;; padding: 0px !important; background: none !important; }

Blog Entry Ngantuk Jun 16, ’05 2:50 AM
for everyone
Asli, siang ini, habis makan siang, ngantuk banget. Huh, penyakit lama neh. Iseng-iseng googling, dapet faktanya :

Mengurangi Rasa Lelah dan Mengantuk

Anda sudah tidur cukup, tapi masih mengantuk atau kelelahan juga? Cobalah kiat berikut:

1. Kurangi kegiatan fisik. Tinggalkan aktivitas fisik yang tidak penting dan melelahkan. Kalaupun harus bekerja, jangan forsir tenaga.
2. Beristirahatlah setiap 2-3 jam. Setelah bekerja di depan komputer selama 2 jam, misalnya, berhentilah untuk berdiri atau berjalan-jalan sebentar ke ruangan lain.
3. Gerak badan ringan. Menggerak-gerakkan anggota tubuh, apalagi setelah terlalu banyak berdiam diri, akan membantu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, dan dengan sendirinya melancarkan aliran oksigen ke otak.
4. Perhatikan porsi makan. Makan terlalu banyak justru akan membuat tubuh capek dan mengantuk, karena tubuh harus mengeluarkan banyak energi untuk mencerna makanan tersebut.
5. Perhatikan kombinasi makanan. Kombinasi makanan tertentu, menurut kaidah Food Combining, membuat proses pencernaan lebih lama dan lebih menghabiskan energi. Misalnya, pati (nasi, roti) dikombinasikan dengan protein hewani (daging, telur, susu).
6. Tarik nafas panjang. Menarik nafas panjang dan dalam akan membantu menambah pasokan oksigen ke otak dan mengurangi kantuk.
(http://www.parentsguide.co.id/tips.php?ss=det&ID=47)

Mengapa kita mengantuk sesudah makan siang ?

Mengapa kita mengantuk sesudah makan siang ?
Oleh : Silvia Iskandar

Jam-jam setelah makan siang, biasanya adalah masa-masa yang paling susah dilewati. Walaupun malam sebelumnya kita sudah cukup tidur, tetap saja kita merasa mengantuk. Ada dua hal yang menyebabkan kita merasa ingin tidur siang

1. L-Tryptophan
L-Tryptophan adalah asam amino yang menjadi bahan dasar terbentuknya niacin, vitamin B. Niacin sendiri akan dipakai untuk membuat serotonin, zat penghantar sinyal di otak yang dapat menimbulkan perasaan nyaman dan menyebabkan kita jatuh tertidur. Makanan yang kaya karbohidrat seperti nasi, akan merangsang pankreas untuk memproduksi insulin, yang akan menyimpan makanan dalam tubuh. Beberapa asam amino lain yang tadinya terkandung di dalam darah bersama-sama dengan L-Tryptophan, akan masuk ke dalam sel otot. Akibatnya, akan terjadi peningkatan pada konsentrasi relatif L-Tryptophan dalam darah dan serotonin yang terbentuk membuat kita mengantuk.

2. Proses pencernaan makanan
Tubuh akan mengirimkan darah ke sistem pencernaan karena proses pencernaan membutuhkan energi yang cukup besar, apalagi kalau makanan yang perlu dicerna mengandung banyak lemak. Energi yang diperlukan juga akan semakin bertambah besar seiring dengan semakin banyaknya makanan yang kita konsumsi. Pada saat ini, sistem saraf juga menyumbangkan sebagian stok darahnya dan sebagai akibatnya, sistem saraf akan mengalami kekurangan oksigen untuk sementara. Menurunnya efektivitas kerja saraf pada saat sistem pencernaan
bekerja inilah yang juga membuat kita ingin tidur siang.
(http://www.chem-is-try.org/?sect=tanyapakar&ext=15)


(http://www.wiredlibrarian.com/elsa/4-15-04/Sleepy%20girl.jpg)

Hoi ngantuk ngggak?

Iklan

Posted on Juni 20, 2005, in Kontemplasi and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: