Nyaris Tertipu Untuk Kedua Kali

Beberapa tahun yang lalu…Sahabat Gue: “Wis, ada peluang proyek nih…”.Gue: “Proyek apaan?”Sahabat Gue: “Justru itu.. Elo bisa dateng nggak ntar malem? Ntar gue ketemuin sama temen Gue. Dia bakal jelasin semua ke elo.”Gue: “Ok, boleh juga. Ntar malem di mana?”Sahabat Gue menyebutkan waktu dan tempat.Gue: “Ok, Insya Allah, gue ke sana deh”.Sampai di tempat, banyakLanjutkan membaca “Nyaris Tertipu Untuk Kedua Kali”

Kode Program yang Paling Membingungkan

C adalah bahasa yang sangat fleksibel dan powerful. Namun kelebihannya seperti dua sisi mata pedang. Tajam namun bisa membahayakan kita bila tidak berhati-hati menggunakannya. Contohnya bisa dilihat di site ini. Contoh coding yang GILA dan HEBAT adalah berikut ini: #include <stdio.h>char*T=”IeJKLMaYQCE]jbZRskc[SldU^VX|/_<[<:90!”$434-./2>]s”,K[3][1000],*F,x,A,*M[2],*J,r[4],*g,N,Y,*Q,W,*k,q,D;X(){r [r[r[3]=M[1-(x&1)][*r=W,1],2]=*Q+2,1]=x+1+Y,*g++=((((x& 7)-1)>>1)-1)?*r:r[x>>3],(++x<*r)&&X();}E(){A||X(x=0,g =J),x=7&(*T>>A*3),J[(x[F]-W-x)^A*7]=Q[x&3]^A*(*M)[2 +(x&1)],g=J+((x[k]-W)^A*7)-A,g[1]=(*M)[*g=M[T+=A ,1][x&1],x&1],(A^=1)&&(E(),J+=W);}l(){E(–q&&l ());}B(){*J&&B((D=*J,Q[2]<D&&D<k[1]&&(*g++=1 ),!(D-W&&D-9&&D-10&&D-13)&&(!*r&&(*g++=0) ,*r=1)||64<D&&D<91&&(*r=0,*g++=D-63)||D >=97&&D<123&&(*r=0,*g++=D-95)||!(D-k[ 3])&&(*r=0,*g++=12)||D>k[3]&&D<=k[ 1]-1&&(*r=0,*g++=D-47),J++));}j( ){putchar(A);}b(){(j(A=(*K)[D* W+r[2]*Y+x]),++x<Y)&&b();}t (){(j((b(D=q[g],x=0),A=W)Lanjutkan membaca “Kode Program yang Paling Membingungkan”

Film Serial TV Status

Mulai saat ini status film serial TV akan diupdate di sini. Kalau ada yang lihat statusnya akan dibeli dan kalian punya, cegah saya segera dan pinjami saya (khususnya buat Winda). Judul Film Genre / Sinopsis Status Dead Zone, season 1-2 Mystery, phsychic Selesai ditonton 4400, season 1,2. dan 3 Sci Fi (sejenis dengan Taken) SelesaiLanjutkan membaca “Film Serial TV Status”

Kembalinya Mas Parman

Dia bukan penduduk asli kampung ini. Ketika berumur hampir setahun, orang tuanya mengalami kecelakaan di tikungan, dekat balai desa. Ayah dan ibunya meninggal seketika, dan dimakamkan di TPU, satu setengah kilometer dari rumahku. Akhirnya Pak Parto dan istrinya, sepasang petani yang sudah tua dan tidak memiliki anak, memutuskan untuk memungutnya dan memberinya nama Suparman. KataLanjutkan membaca “Kembalinya Mas Parman”