Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor

Akhirnya,selesai juga baca tiga memoar Andrea Hirata dari tetraloginya.Pertama yang kubaca adalah Laskar Pelangi. Baru membaca beberapa bab,dipinjam client pas membaca di sana. Seorang ibu-ibu yang naksirLaskar Pelangi. Ya udah.. nggak tega nggak minjemin… Sementara menunggu dikembalikan, aku memulai Sang Pemimpi. Benar-benar dikocokhabis perutku oleh humor yang dibawakan Andrea dengan baik. Aku tahubahwa Arai adalahLanjutkan membaca “Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor”

Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street

Ini film yang juga dapat Oscar 2007 untuk Art Direction, namun juga berdarah-darah. Cuma karena dibuat musikal jadinya nggak terlalu tegang. Filmnya tentang balas dendam. Seorang tukang cukur yang beristri cantik dan memiliki anak balita difitnah oleh hakim kejam. Dipenjara tanpa salah selama 15 tahun, istrinya diganggu oleh sang hakim, dan anaknya dipelihara si hakim,Lanjutkan membaca “Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street”

There Will Be Blood

Judulnya aja udah menjanjikan bahwa film ini bakalan berdarah-darah. Seperti film yang aku review sebelumnya, film ini juga banyak menampilkan kekerasan. Ceritanya tentang seseorang yang tamak, tidak menyukai orang lain pada umumnya (cenderung narsis), dan mudah untuk mencabut nyawa orang lain. Film ini memenangkan dua oscar, satu untuk sinematografi yang sangat indah, dan satu lagiLanjutkan membaca “There Will Be Blood”

No Country for Old Men

Aku nonton film ini karena penasaran. Gimana nggak? Dapet penghargaan oscar: Best Achievement in Directing (Ethan Coen dan Joel Coen), Best Motion Picture of the Year (Scott Rudin, Ethan Coen, Joel Coen)Best Performance by an Actor in a Supporting Role (Javier Bardem)Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published (Joel Coen Ethan CoenLanjutkan membaca “No Country for Old Men”