Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (2008)

Mengecewakan.

Awas.. spoiler warning….

Ya, satu kata itu yang kurasakan setelah menonton film yang ditunggu-tunggu ini. Ide ceritanya benar-benar dipaksakan. Aksi mendebarkan yang ditunggu-tunggu nan penuh misteri tidak muncul seperti yang diharapkan. Ford bener-bener kelihatan tua sekali. Aku lebih suka dia di What Lies Beneath, atau di Air Force One. Meski Shia LaBeouf diajak main, kelihatan sekali kalau pangsa pasarnya nggak mau yang nonton kakek-kakek atau nenek-nenek. Aduh duh.. ngantuk aku nonton film ini. Ide harta karun berupa ilmu pengetahuan, udah pernah muncul di film lain. Alien? Oh please deeh… Basi banget deh idenya.

Aku nggak tahu kalau kamu suka film ini, tapi buatku film ini justru malah lebih buruk ketimbang trilogi sebelumnya.

Buruknya cerita film ini didasari dari penulis ceritanya yang ngejar deadline, karena bolak-balik nggak kelar-kelar. Mau nonton film ini karena penasaran? Tentu saja boleh. Tapi jangan bawa harapan besar ke dalam bioskop. Mendingan nunggu film ini ajah.

Death Sentence

Film arahan sutradara kelahiran Malaysia ini rupanya hampir sama dengan filmnya yang lain yang terkenal, Saw dan sekuelnya. Aku nonton ini karena Kevin Bacon main film ini. Nggak nyangka dia mau film kelas ginian. Nggak laku apa gimana nih gak tahu juga. Main embat film kacangan.

Death Sentence (DS) mengumbar aksi laga dengan banyak plot holes atau ketidakmasukakalan yang luar biasa. Namanya juga film? Nggak juga. Kalau terlampau ngawur, bikin senewen doang.

Spoiler Warning: (jangan teruskan baca kalau mau nonton filmnya)

Hal yang aku gemes karena ngawur:
1. Begitu ditembaki kawanan gank, bukannya mengungsikan anak dan istri ke luar kota, malah ngantor!
2. Meninggalkan dompet dan identitas pribadi untuk diambil penjahat dan mempercepat proses searching keluarganya sendiri
3. Waktu menerobos parkir, udah jelas parkirnya pake sistem komputerisasi. Pasti dapat dilacak, mobil mana yang nggak ada padahal belum keluar dari sistem. Polisi kayaknya bego banget
4. Udah jelas jadi inceran gank mafia, yang nungguin rumah cuma polisi makan donat dan nggak ada inisiatif pindah ke hotel atau luar kota
5. Ahli analisis resiko mendadak jadi jago tembak, dalam keadaan penuh luka bekas kabur dari rumah sakit karena ditembak penjahat

Adegan aksinya sih lumayan menghibur dengan darah dan tubuh ancur ketembak kaliber gede. Tapi ya itu.. sutradara ini miskin otak, kaya akan darah dan penyiksaan.

Kesimpulan akhir: mengecewakan.

The Chronicles of Narnia: Prince Caspian

Film yang pertama menurutku boring abis. Lambat banget temponya. Yang kedua masih rada boring, tapi lebih baik dari yang pertama. Spesial efek keren. Cerita biasa saja. Nggak ada yang bisa dikenang.

Nonton film ini karena nggak ada yang lebih baik. Speed racer mungkin dvd aja. Yah nungguin Indiana Jones sebenernya.

Spoiler warning : (jangan baca kalau belum nonton filmnya)
==========================================
Yang aku nggak ngerti kenapa Aslan di bagian akhir nongkrong aja? Kenapa waktu terompet dibunyikan dia nggak ngumpul kayak Narnians lainnya?

The Kite Runner

Ketika buku ini akan kubaca, filmnya dah siap juga. Jadi setelah selesai membaca novelnya mau langsung menonton filmnya.

Kisahnya bercerita tentang persahabatan dua anak lelaki, Amir dan Hassan. Hassan adalah anak pembantu dari ayah Amir, Ali. Ali telah hidup bersama dengan ayah Amir sejak kecil, sebagaimana Amir dan Hassan.

Sebagaimana layaknya anak kecil di Afghanistan, Amir dan Hassan suka sekali bermain layang-layang. Amir yang menerbangkan, Hassan mengendalikan benang gelasan. Hassan jago mengejar layang-layang putus hasil aduan. Intuisinya sangat tajam. Ia bisa berlari tanpa melihat langit dan bisa menebak ke mana layang-layang yang putus akan jatuh.

Amir dan Hassan hidup tanpa Ibu di sisi mereka. Ibu Amir meninggal sewaktu melahirkan Amir kecil, dan Ibu Hassan meninggalkan Ali waktu Hassan lahir. Mereka berdua sangat dekat. Hassan yang lebih kecil, sering menjadi pelindung Amir bila ada anak yang mengganggu. Hal inilah yang membuat sedih Baba, ayah Amir. Baba sering berharap Amir sekuat dan setangguh Hassan. Hal ini membuat Amir agak membenci ayahnya, yang mengira membencinya karena membunuh ibunya waktu melahirkannya.

Suatu ketika suatu hal yang buruk terjadi pada Hassan. Amir sebenarnya dapat berbuat sesuatu untuknya. Namun alih-alih Amir membantu Hassan, Amir justru berlari meninggalkan Hassan. Padahal ketika itu Hassan sedang merebut layang-layang putus untuk Amir.

Hal ini membuat Amir terus merasa bersalah dan tidak kuasa berdekatan dengan Hassan dan membuatnya insomnia.

Hingga beberapa tahun kemudian, sebuah telpon dari Rakhim Khan, tangan kanan ayahnya yang dulu dekat dengan Amir, meminta Amir kembali ke Afghanistan. Saat itu Amir telah hijrah ke Amerika. Rakhim Khan mengatakan bahwa masih ada peluang untuk berbuat baik, untuk menghapus dosa dan penyesalan yang pernah terjadi…

Akankah Amir kembali untuk menghapus dosa-dosanya? Ataukah ia memilih lari dari penyesalannya? Akankah inti cerita Atonement menjadi tema cerita ini juga?

Silakan baca bukunya atau tonton filmnya. Mau beli online?

Sekedar tambahan informasi:
The Kite Runner, sebuah novel perdana Khaled Hosseini, telah mencatat berbagai prestasi:

1. Diterjemahkan ke dalam 42 bahasa.

2. Terjual lebih dari 8 juta kopi di seluruh dunia.

3. Lebih dari 2 tahun bertengger di daftar New York Times Bestseller.

4. Paramount Pictures telah membuat filmnya.

=========================================================

Setelah membandingkan novel dan filmnya, untuk Anda yang sudah membaca novelnya, sebaiknya jangan menonton filmnya, kecuali Anda akan kecewa. Hubungan yang sangat dekat antara Hassan dan Amir kurang digambarkan dengan baik. Demikian juga hubungan Baba dan Amir yang renggang kurang digambarkan dengan tepat. Padahal keduanya mengandung kunci sangat penting untuk keseluruhan cerita. Tapi kalau nggak pengen baca novelnya, boleh nonton filmnya. Sutradaranya, Marc Foster, yang juga bikin Finding Neverland dan Monster’s Ball.

Eniwei, tidak seperti Disclosure, novel Michael Chrichton yang film dan novelnya sama-sama hebat, novel The Kite Runner tetap menarik untuk dibaca. Saya ingin sekali mendengar komentar Anda.

Ya udah, buruan sana baca. Kalau dah kelar segera posting komen. Ayo kita diskusikan. Jangan lupa pasang SPOILER WARNING kalau ada yang mau membahas hal yang bisa mengganggu orang lain yang belum membacanya.

Awas, filmnya untuk 13 tahun ke atas. Bukan untuk semua umur.

(gambar dari http://en.wikipedia.org/wiki/The_Kite_Runner_(film))

Delphi Berganti Pemilik

Akhirnya… Delphi tidak lagi di bawah payung Borland. Code Gear, divisi Borland yang bertujuan mengembangkan seluruh IDE Borland, dijual ke Embarcadero.

Reaksiku pertama kali mendengarnya adalah NOW WHAT? Haduuuh apa lagi sih ini? Ya udahlah haknya Borland untuk menjual divisinya dan konsentrasi di ALM. Dan mungkin ini yang terbaik buat Delphi terus berkembang. Eniwei, aku sih tetap akan belajar dan tidak tergantung dengan satu tool. Delphi masih akan aku pakai selama dia nggak mati dan kebutuhan customer terpenuhi.

Kita lihat deh kelanjutannya.

Iron Man

Not bad lah, sebagai film pembuka musim panas. Actionnya memang masih belum banyak, karena memang tahap perkenalan. Tapi menghibur dengan humor dan beberapa dialognya.

Robert Downey Jr, yang memang rada berantakan hidupnya, rada terwakili di film ini. Aku suka sama Jeff Bridges yang tampil plontos dan bermain sebagai antagonis. Beda banget ama film-film sebelumnya, terutama di notorious Arlington Road. Udah keliatan tua banget nih orang.

Aku lebih suka Iron Man yang ini ketimbang Iron Man yang kartun. Buat yang suka film superheroes, nggak mau terlalu pusing masuk akal nggaknya film ini, bolehlah jadi inceran pekan ini.

Foto dari IMDB.com

P.S. I Love You

Akhirnya ketonton juga film ini. Abis subuh tadi pagi, nyetel ama Istri. Ciee… biar rada romantis gitu… Hahaha..

Eniwei (maaf kalo mengandung SPOILER), film ini berkisah tentang seorang istri yang dirundung nestapa ketika di usia perkawinan yang masih sangat muda, suami tercinta meninggal karena kanker otak. Di luar dugaan, sang suami telah merencanakan kejutan untuk istrinya bila ia meninggal kelak.

Sang suami rupanya mengirimkan kue ulang tahun pada ulang tahun istrinya dengan surat yang memintanya melakukan sesuatu. Surat-surat itu bersambung dan muncul di beberapa occasion. Intinya adalah sang suami menghendaki sang istri untuk move on, melanjutkan hidupnya dan tidak terus dalam kesedihan.

Film yang dibintangi oleh Hillary Swank (Boy’s Don’t Cry) dan Gerard Butler (300) ini banyak menghibur lewat kalimat yang lumayan lucu dan pemandangan indah Irlandia. Film ini juga menginspirasikanku untuk membuat sebuah software yang bisa menyimpan blog, suara, video untuk orang yang kita cintai, kalau kita meninggal kelak. Program ini bahkan bisa otomatis menguploadnya ke Multiply. Berminat?

Once blogging, keep blogging eternally! (Membuat kalimat “Blogging itu hanya trend sesaat” menjadi basi se basi-basinya).

Foto dari imdb.com