Bedtime Stories (2008)


Film ini aku tonton bersama Nyokap tercinta yang lagi main ke Jakarta dari Tegal. Kami nonton berlima di Summarecon XXI, Iyan dan Mamahnya juga ikutan.

Film Adam Sandler terbaru ini lebih ke arah Kids and Family ketimbang sekedar banyolan konyol.

Awas SPOILER.. jangan teruskan kalau mau menonton..

Ceritanya mengetengahkan kekuatan dongeng dan imajinasi. Adam Sandler berperan sebagai Skeeter Bronson, anak pemilik hotel keluarga yang akhirnya terpaksa harus menjual hotelnya karena kesulitan keuangan. Si pembeli, Barry Nottingham, menjanjikan anaknya Bronson, si Skeeter, akan mengelola hotel masa depannya. Ternyata Skeeter cuma dijadikan tukang bersih-bersih dan tukang reparasi, alias The Fix Everything Man. Namun ia tidak mengenal lelah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya.

Alkisah hotel yang ia kelola akan ditutup dan akan dikembangkan di kawasan baru. Barry menjanjikan tangan kanannya Kendall (diperankan Guy Pearce) untuk menjadi manager di hotel yang baru. Sudah jelas si Skeeter kecewa. Ia mengira 25 tahun di hotel itu ia akan diperhatikan oleh Barry.

Sementara itu saudara Skeeter, Wendy, diperankan Courtney Cox (pemeran Monica di serial Friends) lagi mau cari kerja di luar kota, dan ia barusan ditinggal pergi suaminya (secara harfiah). Ia meminta Skeeter mengawasi keponakannya di malam hari, bergantian dengan temannya Jill (Keri Russel – pemeran film di August Rush dan Felicity).

Akhirnya tiap malam Skeeter mendongeng di depan dua ponakannya. Ajaibnya apa yang didongengkan (dengan campur tangan keponakannya menentukan jalan cerita) terjadi keesokan harinya dalam kehidupan nyata Skeeter. Dan itu berlanjut setiap hari.

Di tempat kerja, seperti dalam salah satu cerita dongeng Skeeter, ia mendapatkan kesempatan untuk bersaing dengan Kendall tangan kanan si Boss untuk menentukan tema hotelnya. Mereka berdua diberi kesempatan untuk presentasi tema hotel dan menyajikannya pada saat ulang tahun Barry.

Siapakah yang berhasil menjadi pemenangnya, apakah Kendall atau Skeeter?

30% film di awal humornya kriuk sekali, sementara film mulai menarik setelah dongeng Skeeter divisualisasikan dengan menarik dan lucu, sekitar 60 menit terakhir. Seperti biasa, Rob Schneider, sohib Adam Sandler selalu muncul sebagai salah satu tokoh lawak. Jadi kalau di awal merasa agak boring, sabar, karena di bagian akhir akan ada moral of the bed stories, yaitu kekuatan imajinasi!

Saya suka film ini, secara saya juga hobby mendongeng hampir setiap malam kepada Rayyan.

Saya merekomendasikan Anda menonton film ini bersama anak dan istri. It is family movie. Kalau belum berkeluarga, Anda akan belajar pentingnya mendongeng. Jika Anda merasa tidak bisa mendongeng, Anda harus berusaha untuk melakukannya, meski porsinya lebih kecil.

Manfaat untuk mendongeng bisa Anda baca di sini dan di sini.

Iklan

Posted on Januari 1, 2009, in Ulasan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: