Journey to the Center of Mang Engking


Setelah tiga week end terakhir sibuk terus, akhirnya week end kemarin bisa benar-benar meluangkan waktu buat Rayyan. Sabtu pagi menanyakan mau jalan ke mana hari itu. Aku jawab, terserah kakak deh.. mau berenang atau jalan-jalan naik kereta. Kebetulan Rayyan seperti aku dan adikku dulu waktu masih kecil, doyan banget sama namanya kereta. Bram adikku malah pernah nangis gegulingan minta dibelikan kereta mainan di Tegal dulu. Hihihi Bram, piss yoo.. sapa suruh dulu guling-gulingan nangis kejer minta kereta.. wakakaka..

Nah Sabtu kemarin pas jam 9 Rayyan baru ngomong ke aku, dan aku bilang kereta express sudah lewat. Kelihatan sekali dia manyun di kamar. Hehehe.. Akhirnya aku bilang, “Kak, coba majalah kereta apinya dibuka, ayah mau lihat jadwal kereta lainnya”. Sontak wajahnya cerah kembali dan bersemangat membuka majalah. Sayang di sana tidak ada jadwal KRL Serpong – Manggarai. Akhirnya kutelpon KRL Online di 0213807777, dan ternyata ada KRL Ac Ekonomi Ciujung Serpong – Manggarai jam 11.30. Akhirnya aku, Willia, dan Rayyan bergegas menuju Stasiun Rawa Buntu untuk naik KRL yang tiketnya 5500 tersebut.

Menunggu kereta datang di Rawa Buntu

Nah.. pas di Stasiun Manggarai tas merah yang dibawa Rayyan tertinggal. Salahku juga sih. Naruh di atas patron tempat barang, pas turun kelupaan. Hihihi.. Keasyikan bercanda. Langsung menghubungi petugas informasi, dan masinis dihubungi via radio. Untungnya keretanya masuk ke Depo Bukit Duri, bukan ke Kota. Kalau ke Kota bisa amblas.. Setelah ditelpon ternyata masih ada. Alhamdulillah. Langsung aku naik ojek ke Depo Bukit Duri, dan mengambil tas Rayyan. Seperti biasa, ditanya isinya apa saja Pak.. Aku jawab ada kaos, dan majalah Kereta! Hehehe.. Pak Denny dan Pak Sutrisno tampak senang kami menggemari kereta. Alhamdulillah, tas berisi pakaian dan majalah tidak hilang. Masih rezeki. Nah sekalian di Depo, aku mengambil gambar-gambar untuk Rayyan. Aku yakin dia pasti suka. Dan benar, dia menyukai sekali semua gambar kereta yang ada (termasuk bapaknya huahuahuahua).

Di Manggarai kami naik kereta AC ekonomi jurusan Kota – Depok, tarif kalau gak salah juga 5500 perak, dan turun di Stasiun UI, karena Willia mengusulkan kita makan di Mang Engking, yang reviewnya keren di mana-mana. Dari stasiun UI kami naik ojek ke gubuk makan Mang Engking, sekali naik 6000 perak. Sampailah kami di stasiun UI sekitar jam 2 siang.

RECOMMENDED MENU: Udang Galah Bakar Madu dan Gurame Asam Manis.

Ada yang tahu, kenapa kalau hujan ikan bergerombol? Apakah untuk menghangatkan badan? Atau berkumpul menadah makanan yang berada di dekat air yang mengucur dari tempat yang lebih tinggi?

Rayyan yang puas sekali dengan jalan-jalan naik kereta dan ke tempat makanan yang a
sri dan mak nyus!! Alhamdulillah, rikhlah yang menyenangkan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s