The Raid: Redemption (2011) aka Serbuan Maut

Setelah menggebrak dunia perfilman Indonesia dengan film Merantau, Gareth Evans kembali menyutradarai film laga yang brutal dan menghibur para penggemar film bergenre ini. Ceritanya berkisah mengenai sekelompok pasukan elit berjumlah 20 orang yang mencoba menangkap mafia sadis bernama Tama (Ray Sahetapy) di sebuah rumah susun kumuh berlantai 30. Tama dilindungi oleh banyak kriminal di sekitarnya yang rela mati melindunginya dari sergapan aparat. Tanpa diduga, aktor gaek Ray Sahetapy berhasil meyakinkan penonton dengan aktingnya sebagai boss mafia kejam. Pandangan mata dan cara berbicaranya yang sinis benar-benar menghibur penonton.

Kurangnya pengalaman pasukan yang dikirim dan tanpa adanya back up, membuat mereka kocar-kacir digempur para penjahat. Iko Uwais memerankan Rama, salah seorang anggota pasukan elit yang digambarkan taat beribadah, memiliki ketrampilan bela diri, dan hampir menjadi seorang ayah. Keikutsertaan Rama rupanya tidak hanya mengikuti perintah atasan, namun ada agenda lainnya. Berhasilkah pasukan elite ini menyeret sang mafia ke penjara? Ataukah mereka habis seperti pasukan-pasukan lain yang sebelumnya mencoba menyerang para kriminal itu?

Film yang berdurasi 101 menit ini sarat dengan darah dan adegan kekerasan dengan efek spesial yang halus dan realistis. Adegan perkelahiannya spektakuler dan mengundang decak kagum, apalagi semuanya diperankan oleh aktor Indonesia. Jangan bawa anak di bawah umur untuk menonton film ini karena terlalu keras. Salah satu tokoh antagonis yang memiliki ketrampilan laga yang hebat adalah Yayan Ruhian yang memerankan Mad Dog, tangan kanan Tama.

Dibiayai 1.1 juta dolar (hampir 10 miliar rupiah), film ini telah memenangkan berbagai penghargaan di antaranya adalah Audience Award, Dublin Film Critics Award, dan People’s Choice Award dalam dua festival berbeda, Dublin International Film Festival dan Toronto International Film Festival. Holywood juga turut membuat ulang film ini.

Jika Anda pecinta film laga dan tidak bermasalah dengan adegan brutal, film ini wajib ditonton. 8/10.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebingkai Tanya Seorang Anak Kepada Ayah dan Ibunya

Seorang anak duduk diam di depan pintu rumahnya

Memandang sayu ke jalan yang ramai kendaraan lalu lalang

Bertanya ia mengapa lengan kokoh ayahnya tak lagi memeluk dirinya

Bertanya ia mengapa cium dan manja ibunya tak lagi ada

Bertanya ia mengapa cinta mereka berubah menjadi petaka

Bertanya ia mengapa ayahnya bersama ibu yang tak melahirkannya

Bertanya ia mengapa ibunya bersama ayah yang tak pernah ia tahu namanya

Bertanya ia apa salahnya mengapa mereka tak lagi di sampingnya

Mengalir sebentuk air mata penuh tanya dari sudut mata polosnya

Menetes membasahi pipi meninggalkan gegar dalam hatinya yang penuh luka

Galau membadai dalam jiwanya…

…berharap cinta yang tak kunjung tiba.

Jakarta, 29 Maret 2012

-Didedikasikan bagi semua anak korban perceraian orang tuanya-

Aku Rindu Padamu

Aku rindu padamu
Dengan pelangi yang selalu menghiasi wajahmu di kala mendungku
Dengan setiamu yang sekokoh batu karang di kala terpurukku
Dengan ribuan doamu yang terpanjat di kala gelisahku
Dengan kesabaranmu yang melunakkan triwikramaku
Dengan lembut bisikanmu di atas dadaku
Dengan jutaan kupu-kupu cantik yang kau lesakkan dalam hatiku
Dengan hari-hari indah penuh canda bersama anak-anak yang kau dulu jaga dalam rahimmu

Aku rindu padamu ketika habis aksaraku merindukanmu.

Jakarta, 28 Maret 2012
To my lovely wife, Wilia Ningsih

Diganggu Jin (lagi)

Anakku diganggu jin (lagi) ketika kami lagi di mobil. Kami semua baca ayat suci Al Quran, terutama ayat Qursi. Handphone distel Al Baqarah. Anakku menjerit keras, menangis tanpa air mata, mencakar, dan sempat membisikkan ke telinga istriku: Dengerin tuh. Bilang amiiin! Kami tak berhenti membaca ayat qursi, membacakan al fatehah ke aqua dan membasuh mukanya dan meminumkannya. Anakku menjerit dan sempat bilang mamah peluk ke kursi belakang yang kosong. Sepertinya si jin menyerupakan istriku. Alhamdulillah, setelah berkali-kali menyebut asma Allah dan ayat qursi tiada henti, jin itu pergi. Sesampai di rumah orang tuaku, Aila bilang: Aila takuut. Kami semua memeluknya dan kami langsung sholat berjamaah bersyukur jin itu telah pergi.

Aila, menurut tukang urutnya dari masih di kandungan, iganya jarang-jarang, sehingga ia dikaruniai kemampuan bisa melihat jin. Berbeda dengan kakaknya, Rayyan, yang tidak pernah mengalami hal ini. Ia termasuk indigo, dan kami menerima takdir Allah ini. Setiap serangan itu tiba, hasbunallah wa ni’mal wakiil ni’mal maula wa ni’mannashiir… Hanya Allahlah pelindungku, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung. Kepunyaan Allahlah langit dan bumi, tak ada yang bisa terjadi tanpa izinNya. Dia hidup terus menerus kekal abadi, tak pernah mengantuk dan tak pernah tidur. Kami sadar bumi ini tempat berbagi dengan makhluk ghaib lainnya. Kadang kami dizalimi sesama manusia, kadang oleh jin. Apapun itu, hanya Allahlah pelindung kami…

-Sent using Wishberry-

Keberkahan Seuntai Kalung

RT dari Yusuf Mansur

KEBERKAHAN SEUNTAI KALUNG – Ada Orang tua menghampiri Nabi dan ia berkata : ” Ya Rasulallah, aku kelaparan, berilah aku makan, aku tidak punya pakaian, beri aku pakaian dan aku miskin beri aku kecukupan “. Rasul yang dermawan itu berkata : ” Aku tak punya apapun untukmu, akan tetapi orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan ganjarannya sama dengan orang yang melakukannya, karena itu cobalah datang ke rumah orang yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai oleh Allah dan RasulNya, tentu dia akan mendahului Allah ketimbang dirinya sendiri, pergilah ke rumah Fatimah, hai Bilal, tolong antarkan ia ke rumah Fatimah.

Maka berangkatlah mereka ke rumah putri Rasul yang mulia Fatimah, sesampainya didepan rumah Fatimah, ia memanggil dengan suara keras : assalamu`alaikum, wahai keluarga Nabi shallallahu alaihi wa sallam, keluarga dimana Jibril as menurunkan alqur`an dari Rab semesta alam “. Setelah menjawab salam, Fatimah bertanya : ” siapakah bapak? ” Ia menjawab : ” aku orang tua dari suku arab baduy, aku telah bertemu ayahmu, pemimpin umat manusia, sementara aku wahai putri Rasul, adalah orang yang tidak berpakaian, lapar dan miskin, bantulah aku, semoga Allah memberkahimu “.

Fatimah mengambil kalung yang dikenakanya dan hanya itulah satu-satunya milik yang paling berharga, diserahkanya kalung tersebut sambil berkata : ” Ambillah ini dan juallah. Semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik “. Orang itupun menerima kalung itu dengan gembira lalu pergi ke masjid untuk menjumpai Rasulullah, sesampainya di masjid ia menigatakan kepada Rasulullah : ” Ya Rasulallah, Fatimah putrimu telah memberikan kalung ini dan ia berkata : ” Juallah kalung ini, semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik “.

Mendengar itu, Rasulullah pun menangis. Ammar pun berdiri seraya berkata : “Ya Rasulallah apakah anda mengizinkanku untuk membeli kalung itu? “. Rasulullah menjawab : ”Belilah wahai Ammar..”. Ammar bertanya : ”Dengan harga berapa engkau akan menjual kalung itu wahai saudaraku?”. Orang itu menjawab :”Seharga roti dan daging yang akan menghilangkan rasa laparku, selembar kain yaman yang akan menutupi auratku agar aku dapat shalat menghadap Rabbku dan satu dinar uang untuk pulang menemui keluargaku”.

Kemudian Ammar menjual bagian harta rampasan perang yang didapatkannya dari Rasulullah, tidak ada yang tersisa sedikitpun, ia berkata kepada orang arab baduy itu : “Anda akan saya beri uang 20 dinar 200 dirham, sehelai kain yaman, kendaraanku untuk mengantarkanmu sampai ke rumahmu dan rasa kenyang dari roti dan daging”. Orang itu berkata : “Duhai, betapa pemurahnya tuan ini. Semoga Allah memberkahi anda wahai tuan yang mulia”.

Ammar mengajak orang itu ke rumahnya dan memberikan semua yang dijanjikan kepadanya. Kemudian orang itu menjumpai Nabi shallallahu alaihi wa sallam, yang kemudian berkata : ”Sudahkah anda kenyang dan berpakaian?” Orang itu berkata : “Sudah Ya Rasulallah, bahkan demi Allah, aku menjadi orang yang kaya saat ini”.
Ammar pulang ke rumahnya mengambil kalung itu lalu meneteskan minyak misik dan membungkusnya dengan kain Yaman, ia memiliki seorang budak yang bernama Sahmun yang ia beli dari ghanimah yang didapatkannya saat perang kahibar. Kalung itu diserahkan kepada budaknya seraya berkata : ”Berikan ini kepada Rasulullah dan engaku sendiri aku hadiahkan untuk beliau”.

Budak itupun mengambil bungkusan kalung tersebut dan membawanya kepada Rasulullah lalu menyampaikan apa yang dikatakan Ammar. Rasulullah bersabda : “Pergilah kepada Fatimah, berikan kalung itu kepadanya dan engkau menjadi miliknya”. Datanglah budak itu menyampaikan apa yang dikatakan Rasulullah kepada Fatimah, Fatimah lalu menerima kalung itu, kemudian membebaskan Sahmun dari statusnya sebagai budak. Sahmun pun tertawa.

Fatimah bertanya :” Apa yang membuatmu tertawa ya ghulam?” Sahmun berkata : “Betapa besarnya keberkahan kalung ini, inilah yang membuatku tertawa. Kalung ini telah mengenyangkan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang telanjang, menjadikan kaya orang yang miskin dan memerdekakan seorang budak, lalu kembali kepada pemiliknya”.

Jalan-jalan ke Puncak

Sudah bertahun-tahun lamanya aku menghindari Puncak, karena trauma mendengar kemacetan luar biasa yang pernah dialami orang. Tapi entah mengapa week end kemarin kok semangat mengajak keluarga jalan ke sana. Sekalian mengajak anak-anak ke Taman Safari. Kami berenam ke sana, aku, istri, Rayyan, Aila, Angga adik istri, dan kakek Sidik – mertuaku. Dari semuanya yang sudah pernah ke Taman Safari hanya Rayyan, yang kebetulan pernah tamasya bersama teman-teman sekolahnya.

Aku berangkat dari Serpong Sabtu siang, istirahat sholat Dzuhur di rest area pompa bensin Ciawi sebelum melanjutkan perjalanan ke Cisarua. Di sana iseng mampir ke Pusat Informasi Turisme, dan mendapat banyak brosur penginapan. Tadinya dapat saran dari teman kantor untuk menginap di Hotel Seruni. Tapi kok melihat brosur Hotel Safari Royal Garden jadi tertarik. Konsepnya resort dan penginapan. Ada kolam renang berupa permainan air, flying fox, berkeliling dengan gajah, sepeda air, mini golf, kereta-keretaan, dsb. Tadinya mau dibandingkan denga Seruni, tapi setelah melihat tempatnya cukup OK ya sudah diputuskan untuk menginap di sana. Lain kali insya Allah mau mencoba Hotel Seruni.

Berikut adalah foto-foto yang diambil di Hotel Safari Royal Garden dan sekitarnya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.