Mendongeng di Zaman Tablet

Adalah Book Creator, sebuah aplikasi untuk iPad yang memungkinkan Anda untuk membuat buku digital secara cepat dan mudah! Saya termasuk ayah yang suka mendongeng anak-anaknya sebelum tidur. Dulu waktu Rayyan masih kecil, saya tidak pernah alpa untuk mendongeng sebagaimana ia tak pernah kehilangan antusias untuk mendengarkanku mendongeng. Bahkan dulu waktu adik saya Fiky yang berbeda 15 tahun masih kecil, saya juga suka mendongengkan cerita.

Pada zaman tablet ini, di rumah ada iPod Touch, iPad generasi pertama, dan iPad generasi ketiga alias new iPad. Begitu mendapat info dari rekan blogger Bee yang punya blog ini, aku langsung membeli aplikasi ini. Hasilnya, dalam waktu kurang dari 10 menit bisa membuat buku ePub lengkap dengan gambar dan suara!

Kelebihan aplikasi ini adalah antarmukanya yang sederhana dan mudah sekali digunakan. Ketika menunggu kereta malam ini di stasiun saya mulai menggambar untuk membuat buku dongeng buat Aila. Sampai di stasiun tujuan saya berhenti sebentar untuk merekam suara sesuai halamannya. Hasilnya? Aila senang sekali!!!

Untuk melihat contoh ePub yang saya buat dalam waktu sangat singkat silakan unduh di sini dan di sini. Untuk membuka di iPad Anda, download lalu email dan unduh di iPad. Bisa juga dengan menyimpannya di Dropbox folder, lalu dibuka di iPad dengan iBooks. Nah buat Anda yang tidak mempunyai iDevice baik iPad ataupun iPod Touch, bisa melihat gambarnya (tanpa suara) dengan plug ins Firefox EPubReader yang bisa diunduh di sini.

Dengan 4,99 USD, aplikasi ini sangat wajar dan wajib diunduh untuk membantu kita mendongeng di Zaman Tablet.

Tap Izy – The Chaos Continues

Kalau belum membaca postingan sebelumnya, Tap Izy – Not That Easy, sebaiknya baca dulu di sini.

Masih belum kapok juga dengan Tap Izy, aku mencoba mengisi ulang di beberapa Seven Eleven, Indomart, dan Alfamart. Hasilnya nihil. Dari tidak ada saldo di merchant sampai pegawainya sendiri tidak tahu cara mengisinya hingga mesin yang rusak.

Di salah satu Alfamart di sektor 1.1 BSD, petugasnya baru bertugas 1 hari, dua lainnya buta sama sekali dengan Tap Izy. Ketika mencoba isi ulang, saldo merchant hanya 11 rupiah 🙂 Sepertinya mekanismenya adalah merchant mengisi saldo mereka sendiri, lalu mereka menjual saldo tadi ke pengguna tap izy. Jika mereka tidak punya saldo maka mereka tidak bisa memberikan layanan isi ulang. Menggelikan sekali. Tidak seperti Flazz BCA atau Mandiri Prabayar yang bahkan bisa isi ulang dengan uang cash, skema isi ulang Tap Izy sangat menyusahkan penggunanya. Ketika petugasnya menyerah tidak bisa isi ulang, akhirnya saldo 11 ribu sekian ini aku belikan sirup marjan yang sedang promo. Pelanggan lainnya cukup terheran-heran, menempelkan handphone saja dikasih sirup. Hahaha…

Menelpon Veronica di 133 juga tidak membantu. Sebagian besar petugasnya juga bingung tidak tahu harus bagaimana, selain menyarankan isinya di Grapari saja 🙂

Kali ini kecewa #7. 😀

Percayalah, sirup ini jauh lebih mantap ketimbang pengalaman menggunakan Tap Izy 😀