Tergila-gila dengan Tokyo Flash

Ceritanya begini. Seorang teman kantor membeli sebuah jam di Mal Senayan City untuk istrinya sebagai hadiah ulang tahun pernikahan mereka. Sesampainya di kantor, ia membawa katalog jam yang dijual di toko tersebut. Salah satu yang menarik perhatian kami semua dan banyak teman-teman di kantor adalah merk Tokyo Flash. Jamnya sangat unik karena tidak langsung menunjukkan jam berapa seperti jam pada umumnya. Totally geek, narsis, amazing, you name it. Mau lihat jam apa saja contoh dari Tokyo Flash? Silakan lihat blognya di sini. Mau tahu jam Tokyo Flash yang paling susah dibaca? Coba tengok di sini. Eh, mau dapat duit sampai 200 jutaan? Posting ide gila kamu di sini.

Sorenya saya pergi ke Senayan City untuk melihat-lihat koleksi jam Tokyo Flash. Lucu-lucu tapi sayangnya yang saya suka koleksinya tidak ada di sana. Jadi setelah puas melihat-lihat saya pulang tanpa membelinya.

Ayo jam berapa coba?

Akhirnya iseng mencoba membuat jam ala Tokyo Flash sendiri menggunakan Delphi. Nggak tahu juga sudah pernah dibuat konsepnya atau belum karena belum melihat semua jenis jam yang sudah ada dan gagasan yang pernah nongol di blog resminya. Namanya juga coding cuma sekitar 1 jam dan belum memikirkan sekali konsepnya jadi ya ala kadarnya saja. Jam ini bisa dipasang di komputer Anda, bisa disetting warnanya. Hanya menunjukkan jam dan menit, tanpa detik. Masih belum menyimpan setting terakhir ketika aplikasi dimatikan (nanti sajalah hehehe). Bisa dibuat transparan dan bisa digeser-geser. Jamnya selalu On Top. Masih bisa dikembangkan seperti menggunakan Tray Icon dan menghilangkan iconnya di Taskbar. Kalau mau coba unduh saja secara gratis di sini.

The Dark Knight Rises (2012)

Inilah film ketiga dari trilogi Batman besutan Christopher Nolan (Memento, The Prestige, dan Inception) yang merupakan film yang paling ditunggu-tunggu sepanjang tahun ini. Gaungnya jauh melebihi Amazing Spiderman maupun serial James Bond terbaru Skyfall yang rencananya baru keluar November ini. Bahkan prekuel Lord Of The Rings, the Hobbit: An Unexpected Journey yang bakal muncul Desember ini, masih kalah dalam hal antisipasi dari para moviegoers. Tidak salah kalau film ini dipasang di puncak summer time.

Film yang juga dirilis dalam format IMAX tanpa 3D ini aku tonton di Gandaria City IMAX hanya dengan membayar 1 rupiah saja. Salah satu kartu kreditku memberikan tantangan belanja berapapun antara 18-29 Juli 2012, foto di depan poster Batman, lalu mentweet foto dengan mention dan hashtag film ini, akan diganjar 2 tiket IMAX (senilai 150 ribu di Jumat dan 200 ribu di weekend) hanya dengan membayar 1 rupiah saja. Jumat kemarin aku Jumatan di Gandaria City untuk mengambil tiketnya dan berhasil nonton pada hari pertama di IMAX. Awesome gak sih? Gilanya, pas ditengah-tengah nonton aku sempat melirik Blackberry Messengerku, dan kaget rupanya di Amerika yang tengah pertunjukan perdana film ini, ada orang gila membunuhi penontonnya. Sekitar 14 orang tewas dan puluhan lain luka-luka, termasuk WNI yang sedang menonton di sana. Saya mengutuk aksi brutal ini yang bisa membuat trauma banyak moviegoers.

Kembali ke film, Nolan berhasil dengan baik mengarahkan film ini, di mana Batman sang superhero menjadi semakin manusiawi. Musuh utamanya adalah Bane, teroris yang sangat kuat dan setara dengan kekuatan Batman sendiri. Kali ini Batman juga ditemani Cat Woman yang diperankan si cantik Anne Hatheway yang baru kali ini bekerja sama dengan Nolan. Tokoh baru lainnya yang muncul di film ini adalah Blake yang diperankan oleh Joseph Gordon-Levitt, yang pernah kerja sama dengan Nolan di Inception. Total ada lima aktor Inception yang dibawa serta Nolan di film ini. Joseph Gordon-Levitt (Blake), Michael Caine (jadi Alfred), Marion Cotillard (jadi Miranda), Tom Hardy (jadi si jahat Bane), dan Cillian Murphy (Scarecrow).

Ceritanya Gotham disatroni teroris bernama Bane yang bermaksud menghancurkan kota Gotham. Bruce Wayne yang sudah lama tidak keluar sebagai Batman terpaksa harus keluar kandang dan menyelamatkan kotanya. Rupanya musuhnya kali ini benar-benar sangat kuat dan sangat pandai bertarung. Batman benar-benar sangat kewalahan melawannya. Akankah Batman berhasil mengalahkan Bane yang sangat hebat itu? Ataukah Alfred akan menguburkan Bruce Wayne seperti ia menguburkan orang tuanya? Apakah twist ending di akhir cerita yang sangat tidak terduga?

Film ini saking sempurnanya menurut saya, saya ganjar dengan skala 10/10. Trilogi Batman jauh lebih dalam, lebih gelap, dan lebih hebat ketimbang trilogi Spiderman dari Sam Raimi. Sudah jelas aktor-aktor papan atas sekarang mengantri agar bisa diarahkan oleh Christopher Nolan. Lihat saja Guy Pearce yang jadi hebat di Memento. Hugh Jackman dan Christian Bale di Prestige. Heath Ledger sebagai Joker. Anne Hathaway aja jingkrakan kesenengan begitu tahu dia yang dipilih sebagai Cat Woman setelah gagal jadi Black Cat di Spiderman 4 yang batal dibuat :).

Pendeknya, film ini adalah film laga terbaik sejauh ini di tahun 2012. Sangat direkomendasikan untuk ditonton.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

The Amazing Spider-Man (2012)

Spiderman terpaksa dibuat ulang, karena sutradara tiga film Spiderman terakhir batal menyutradarai Spiderman 4. Alasannya karena Sam Raimi diberi jadwal yang terlalu ketat dan dia tidak merasa bisa menyelesaikannya. Entah ini alasan yang sebenarnya atau bukan, yang jelas hengkangnya Sam Raimi dan rombongan aktornya membuat Sony terpaksa me-reboot Spiderman dan diulang dari awal.

Aktor pengganti Tobey Maguire yang sempat jadi pilihan adalah Taylor Lautner, Josh Hutcherson, Joseph Gordon-Levitt, Logan Lerman, Robert Pattinson, Jamie Bell, Daniel Radcliffe, Michael Angarano, Michael Cera, Alden Ehrenreich, Zac Efron, Aaron Johnson, Xavier Samuel, Jim Sturgess, Andrew Garfield, dan Anton Yelchin. Ternyata pilihan jatuh pada Andrew Garfield yang memerankan Eduardo Saverin (co founder Facebook) di film The Social Network.

Kekasih Peter Parker bukan Mary Jane, namun Gwen Stacy yang muncul di Spiderman 3 sebagai kekasih Eddie Brock. Gwen diperankan oleh Emma Stone yang pernah main di Superbad dan Zombieland. Dibandingkan Kirsten Dunst, saya sendiri lebih suka akting Kirsten. Kalau cakepan sih cakepan Emma Stone 🙂

Berbeda dengan Spider-Man ala Sam Raimi, Peter Parker mengeluarkan jaringnya tidak secara biologi dari dalam tubuhnya melainkan dengan menggunakan alat. Ini lebih sesuai komiknya sebenarnya. Andrew Garfield memerankan Peter Parker lebih ke arah geek dan agak narsis. Berbeda sekali dengan karakter Tobey Maguire yang lebih introvert, kalm, dan merasa minder.

Untuk paman dan bibi Peter, Paman Ben dan Bibi May, menurutku lebih cocok yang versi Raimi. Terutama Bibi May, tuanya pas banget. Kalau di sini masih agak muda. Martin Sheen sih lumayan cocok sebagai Paman Ben.

Untuk musuh besar Spiderman, untungnya tidak mengambil musuh yang pernah dibuat sebelumnya. Musuhnya kali ini adalah Lizard Man, alias manusia kadal. Efeknya bagus, dan kekuatannya lumayan menyeramkan.

Dari sisi sutradara, Marc Webb, sebenarnya bertaruh besar dengan film ini. Bagaimana tidak? Ia belum pernah membesut film aksi sebelumnya. Film layar sebelumnya cuma film drama romantis, 500 Days with Summer, yang menurutku sangat berhasil memang. Jadi ini film layar keduanya yang kedua, beda genre pula. Tetapi boleh dibilang film Spider-Man garapannya ini cukup sukses. Tidak mengecewakan.

Overall, rebootnya boleh dibilang berhasil dan saya kasih rating 8/10. Film Spiderman terbaik adalah versi Raimi yang kedua, yaitu versi Doc Oct. Molina bermain sangat natural dan believable sebagai super villain.

Tips:

  1. Filmnya kurang ramah buat anak di bawah umur. Banyak adegan nyosornya.
  2. Secara film sebelumnya bergenre drama romantis, maka warna Spiderman ala Marc Webb ini lebih kuat di dramanya. Jadi maklum kalau aksi laganya mungkin tidak sebanyak versi Raimi.
  3. Sebelum menonton, jangan berekspektasi lebih dari film Spidermannya Raimi. Kasihlah kesempatan kepada Marc Webb. Jangan bawa ekspektasi terlalu besar. Bisa kecewa nantinya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Alien, Prometheus, dan Sejarah Umat Manusia

Bagi penggemar film Science Fiction, seharusnya tidak asing dengan film Alien yang berkali-kali dibuat saking larisnya.

Film Alien yang pertama hadir di tahun 1979 dan menempati ranking ke-41 dari 250 film terbaik sepanjang masa versi IMDB. Film yang dibesut oleh Ridley Scott ini memenangkan piala oscar untuk kategori Special FX terbaik dan berbagai penghargaan lainnya seperti Saturn Award, BAFTA Film Award, DVDX Award, Hugo, Sierra Award, dan National Film Registry. Bisa dibilang ini adalah salah satu film fiksi ilmiah terbaik di zamannya dan model aliennya menginspirasikan banyak film lain.

Sekuelnya, Aliens,  ditayangkan 7 tahun kemudian dengan sutradara besar James Cameron (The Terminator, The Abyss, Titanic, Avatar). Dari 250 film terbaik sepanjang masa versi IMDB film ini bercokol di tangga ke-59 ketika artikel ini ditulis. Film ini juga memenangkan 2 Oscar untuk Visual Efek dan Sounds Editing. Penghargaan lainnya adalah ASCAP Award, Saturn Award, BAFTA Film Award, DVDX Award, Hugo, dan Sierra Award.

Film berikutnya, Alien: Resurrection disutradarai Jean Pierre Jeunet (Amelie dan A Very Long Engagement), melempem dibandingkan kedua pendahulunya. Jean Pierre lebih sukses membintangi film drama dengan balutan cinta ketimbang action thriller.

Seperti kekurangan ide, film tentang alien dibuat dan dikawinkan dengan predator, demi menangguk pundi-pundi dari franchise Alien ini. Hasilnya sangat mengecewakan.

Kini Ridley Scott kembali memegang kursi sutradara, membintangi prekuel Alien. Film ini tidak menganut pendekatan slasher + rollcoaster yang justru diminati penggemar setia Alien, namun lebih ke arah filosofi dan perenungan. Bagi mereka yang mengharapkan aksi laga dari awal hingga akhir seperti Alien dan Aliens cenderung akan kecewa seberat-beratnya. Mungkin seiring berjalannya usia Ridley Scott yang sudah mulai menua, cerita yang ia coba sajikan lebih berat, lebih dewasa, dan lebih memikirkan tentang sejarah kehidupan itu sendiri, termasuk umat manusia.

Prometheus adalah pesawat luar angkasa yang berisi ilmuwan untuk menyelidiki kehidupan alien yang petunjuknya ditemukan di gua-gua di seluruh dunia. Ketika mereka sampai di planet yang diduga ada alien dan leluhur umat manusia, mereka menjumpai hal yang mengerikan yang tidak hanya mengancam seluruh kru, namun juga kelangsungan hidup seluruh umat manusia.

Penampilan Michael Fassbender (pemeran Magneto di X-Men First Class) sebagai android sangat meyakinkan dan memukau. Noomi Rapace yang menjadi tokoh wanita bad ass ala Sigourney Weaver cukup meyakinkan secara dia pernah memerankan wanita yang selalu mendapat kekerasan dari sekitarnya di trilogi The Girl with the Dragoon Tattoo. Charlize Theron yang memerankan sebagai pemimpin dalam perjalanan tersebut memiliki karakter dingin dan sinis, mirip penampilannya yang dingin di Snow White and the Huntsman.

Filmnya menurut saya cukup menarik, membuat penasaran, dan sedikit menguak misteri film Alien sebelumnya, dengan meninggalkan lebih banyak misteri.. Saya beri skor 8/10. Di akhir film ada indikasi akan adanya sekuel, yang diharapkan akan lebih menarik dan memuaskan para penggemar sejati Alien.

============================================================================

Berikut ini adalah tulisan mengenai misteri dalam film Prometheus yang dapat merusak misteri film bagi Anda yang belum menonton. Jika Anda belum menonton film Prometheus dan tidak ingin misterinya diketahui sebelum menonton, jangan teruskan membaca artikel ini. Nanti kalau sudah menonton filmnya, silakan buka kembali postingan ini.

============================================================================

Pada awalnya film Prometheus disebut sebagai prekuel Alien, namun Ridley Scott mengubah keputusannya dengan menjadikan film ini sebagai film yang berdiri sendiri, dan bukan prekuel langsung dari Alien. Melihat dari adegan di awal film, terlihat Ridley Scott merupakan pendukung teori Darwin. Adegan yang terlihat adalah sesosok tubuh mirip manusia dengan badan sangat atletis dan tinggi besar meminum sebuah cairan kental yang membuat tubuhnya hancur dan terurai di samping air terjun. DNA manusia itu kemudian melebur di dalam air sungai yang menjadi awal mula kehidupan di muka bumi. Sayang sekali saya sendiri bukan pendukung teori Darwin. Teori ini waktu aku SMA dulu sudah menuai kontroversi, karena guru Biologiku memulai pelajaran dengan kata-kata, “Mari kita kesampingkan dulu pelajaran agama yang pernah kita pelajari…”.

Ada dua hal yang buat saya tidak masuk akal, yaitu teori Darwin itu sendiri dan adegan awal Prometheus di mana nenek moyang manusia berasal dari alien yang menghancurkan tubuhnya dengan melarutkan DNAnya ke sungai. Untuk teori Darwin itu sendiri buat saya sudah hancur-sehancurnya, setelah membaca teori yang buat saya lebih masuk akal dengan cara membuktikan secara terbalik dan sesuai dengan hukum alam. Teori Darwin dibantah dalam 20 pertanyaan, yang dapat dibaca di sini. Untuk adegan di filmnya sendiri, pertanyaannya adalah mengapa si alien yang notabene manusia menghancurkan tubuhnya hanya untuk menghasilkan manusia juga? Mengapa tidak make love saja dengan alien wanita yang jelas tidak menyiksa dan lebih enak 🙂 Adegan setelah alien meminum dan tampak kaget juga membuat saya berpikir alien ini lagi dikerjain, dibohongi bahwa meminumnya akan membuatnya hebat, bukannya menjadi mati. Hanya Ridley Scott yang tahu jawaban pastinya. Prometheus sendiri adalah mitologi Yunani di mana ia adalah Titan pelayan dewa yang mencuri api untuk diberikan kepada manusia, yang berakibat baik dan buruk. Film ini seperti menceritakan pencarian jati diri Ridley Scott akan pertanyaan dalam hidup ini, apakah manusia diciptakan atau terjadi secara kebetulan melalui teori evolusi. Ridley dalam usianya yang senja mempertanyakan eksistensi Tuhan dan ia gambarkan dalam film ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

You Are What You Have in Your Tablet (iPad Application)

Kebiasaan hidup kita menunjukkan kepribadian dan karakter kita. Dari buku, koran, atau majalah yang kita baca biasanya merupakan cerminan kepribadian dan cara berpikir kita. Demikian juga dengan pilihan musik, film yang kita tonton, olahraga yang kita lakukan, semuanya mencerminkan diri kita.

Nah bagi para pemilik tablet atau smartphone, apa yang kita install di tablet atau smartphone kita, bisa menunjukkan minat kita. Pada artikel ini saya akan berbagi aplikasi yang terinstall di iPad. Sebagian akan saya tuliskan mengapa saya memasangnya dan bagaimana saya mengumpulkannya dalam folder.

Strategy

Favorit saya dalam bermain game adalah dari genre strategi. Kalau di PC saya lebih suka WarCraft dan StarCraft ketimbang First Person Shooter ala Counter Strike dan sejenisnya. Kadang saya suka rancu meletakkan mana yang masuk strategi dan mana yang masuk puzzle 🙂 Untuk aplikasi yang saya letakkan dalam folder ini, rekomendasi saya adalah:

  1. PvZ (Plants vs Zombie), mirip tower defense juga, saya memainkannya berkali-kali
  2. Epic War TD, juga jenis tower defense yang unitnya mirip unit di Star Craft 2
  3. TriDefense, jenis tower defense yang menarik secara visual dengan tingkat kesulitan yang sangat menantang
  4. Osmos HD merupakan game yang sangat unik, dengan music yang menenangkan, selalu menyenangkan setiap kali dimainkan
  5. Magic 2012, buat penggemar Card Trading Game ala Yu Gi Oh, game yang memungkinkan kita bermain campaign maupun multiplayer ini sangat addictive
Chess

Nah meski catur merupakan game strategi, saya buat folder khusus karena ada 3 aplikasi tentang catur. Karena keterbatasan jumlah aplikasi dalam setiap foldernya, maka jika sudah penuh beberapa aplikasi yang memiliki karakteristik sama saya pindahkan ke satu folder yang berbeda. Kalau kangen catur, saya selalu memainkan Chess Free.

Sports

Terus terang, untuk Sports tidak sering saya mainkan. FIFA 12 HD dan sejenisnya lebih sering dimainkan anak saya Rayyan 🙂

Racing

Untuk balapan, favorit saya Asphalt. Sebenarnya ada Asphalt 7, namun sepertinya updatenya kurang signifikan, mesti dibandrol 9000 perak. Berkali-kali saya dan anak bermain jaringan dengan Asphalt ini.

Table Games

Untuk table games atau ditakdirkan dalam satu folder dengan table games lainnya, favorit saya adalah Scrabble HD. Aplikasi ini bisa dimainkan oleh 4 orang sekaligus tanpa huruf di rak masing-masing terlihat yang lain. Gunakan 1 iPad dan 4 iPhone atau iPod touch untuk bermain di meja. Aplikasi di iPad akan auto rotate, mengingat posisi masing-masing posisi setelah minimal 1x merotate ke arah mana ia duduk! iPhone dan iPad akan menampilkan huruf-huruf di rak masing-masing dan bisa dijentikkan untuk masuk ke iPad di tengah meja!

Action

Untuk game-game laga favorit saya adalah Infinity Blade dan Street Fighter IV. Dua game itu yang paling sering sya mainkan. Favorit Rayyan selain kedua game tersebut adalah Bike Baron dan Real Steel.

Puzzle

Puzzle game termasuk favorit saya selain strategi. Andalan saya adalah:

  1. Gravity HD – game physics ala Incredible Machine
  2. Incredible Machine
  3. Blocks/Unblock Me
  4. Cut the Rope
  5. Ragdoll

Machinarium sangat unik, tetapi terlalu sulit dimainkan.

Photography

Selain games, dunia fotografi adalah salah satu kesukaan saya. Favorit yang saya suka adalah:

  1. Canon T2i, menjelaskan konsep penggunaan Canon 550D punyaku dan tips menggunakannya
  2. Eyewitness, menyajikan gambar berkualitas tinggi dengan deskripsi dan tips bagaimana menghasilkannya. Sangat recommended!
  3. DMD merupakan aplikasi untuk iPad berkamera yang digunakan untuk membuat foto panorama
  4. Camera Simulator menjelaskan konsep exposure di kamera, bagaimana efeknya kalau memanfaatkan shutter, ISO, dan aperture
Photo Editor

Fotografi membutuhkan aplikasi editor untuk foto. Berikut ini yang saya suka:

  1. Snapseed, mirip Instagram, mudah mengedit gambar, meski di kereta sekalipun
  2. Photo Booth (bawaan iPad), editingnya live dari gambar yang diambil
  3.  MySketch, Color Effects, dan Grungestastic HD menyajikan visual efek yang dramatis untuk diupload ke Facebook atau cross posting lainnya!
Islamic Stuffs

Favorit saya adalah iQuran dan iPray Lite untuk arah kiblat dan waktu sholat. iQuran saya nyalakan hampir setiap hari baik di rumah atau ke tempat baru misal hotel atau penginapan. Memberikan rasa tentram di hati.

Foodism

Bukannya suka masak ya, tetapi suka makan hehehe.. Aplikasi di atas paling untuk mencari referensi mau dimasakin apa di rumah atau mau cari makanan apa di luar 🙂

Movie Related

Kalau suka nonton wajib punya IMDB (Internet Movie DataBase). Bisa search movie, title, actor, dsb. GetGlue buat sharing ke social media apa yang kita tonton.

Linguistic

Aplikasi favorit adalah KBBI, meski kadang tidak lengkap 🙂

Literature

Aplikasi di Literature dan Linguistic suka campur baur. Menurut saya iTranslate dan WordFlex memang lebih cocok ke Linguistic. (Ya sudah nanti dipindahkan). Favorit saya adalah WordFlex yang menyajikan kamus offline terbaik sedunia yang pernah saya lihat. Kamus ini disajikan dalam bentuk Mind Map, sehingga ketika sebuah kata dicari, maka semua padanan resmi maupun slanknya akan tampil, lengkap dengan cara melafalkannya maupun penggunaannya dalam kalimat. Berikutnya kamus online yang menarik adalah iTranslate.

Mathematic

Favorit saya tentu saja WolframAlpha. Tanya apa saja tentang matematika, hampir pasti ada jawabannya.

Education

Aplikasi favorit saya adalah:

  1. TED, aplikasi yang berisi rekaman video orang -orang dengan gagasan inovatif singkat namun sangat inspiratif
  2. Our Choice, aplikasi dari Al Gore dengan interaksi gila yang sangat inovatif tentang pentingnya kita memelihara alam
  3. Magic of Reality, meski beberapa teorinya bukan favorit saya, namun penyajian ilmu pengetahuannya sangat menarik, mirip apa yang dilakukan Al Gore di Our Choice
  4. Sukarno, aplikasi sejarah tentang Presiden RI pertama Soekarno. Meski beberapa video mengambil dari YouTube dan tidak bisa dibuka, namun banyak fakta sejarah yang kita tidak ketahui tentang beliau. Menarik!
  5. iTunes U merupakan aplikasi dari Apple yang menyajikan konten pendidikan gratis!
Books

Favorit saya adalah:

  1. iBooks, aplikasi bawaan Apple. Luar biasa, interfacenya sangat intuitif. Sayang tidak bisa belanja buku di Indonesia
  2. Kobo HD, meski bukunya tidak selengkap Amazon, tetapi banyak buku asing yang bisa dibeli dari Indonesia
  3. Book Creator, pernah saya bahas di sini
News

Untuk Koran masih favorit Kompas.com.

Music

Aplikasi favorit jelas Music bawaan iPad sendiri dari Apple, pemutar lagu bawaan. Game favorit yang menarik adalah Pluto Music, bagus buat anak-anak atau orang dewasa yang suka bermain musik dan game sekaligus. GarageBand yang kondang masih belum aku beli karena merasa belum ada urgensi khusus dengan harga yang dibandrol.

Programming

Music otak kanan, programming otak kiri. Yang dieksplore baru cbmHandBasic dan Coders. Agar ketika mengerjakan soal-soal Project Euler bisa dilakukan di mana saja 🙂

Utilities

Favorit saya adalah:

  1. App Store, bawaan dari Apple untuk belanja aplikasi
  2. Maps, agar ketika malu bertanya, tidak sesat di jalan
  3. Compass, untuk melihat arah kalau mau sholat di tempat baru
  4. iUnarchive Lite, membuka Zip dan banyak tipe file lainnya
  5. App Shopper, untuk mengetahui aplikasi yang sedang diskon gila, sampai gratis sekalipun
  6. Find iPhone, menemukan device iPad dan iPod touch
  7. AccuWeather, untuk melihat cuaca, lumaya accurate
  8. World Atlas, melihat peta bumi seperti melihat langsung dari globe
Office Stuffs

Favorit aplikasi perkantoran saya adalah:

  1. Notes.  Cocok buat meeting, lalu email notulen ke peserta rapat
  2. DocsToGo untuk membuka aplikasi office secara cepat
  3. TeamViewer untuk meremote pc
  4. DropBox, membuat file penting ada di Web, Blackberry, Laptop, dan iPad
Kid’s Stuffs

Favorit anakku adalah:

  1. AlphabetWorld, pengenalan pada alphabet dengan lagu
  2. I Hear Ewe, suara banyak hewan dan alat transportasi
  3. SingSing, membuat anak ikutan menyanyi
  4. Shaun the Sheep (Fleece) balapan Shaun dan si babi
  5. Toca series (semuanya bagus!)
  6. DD the Show, mirip Pocoyo, tapi dari Korea
Kid’s Books

Timun Mas dan Akaneiro merupakan buku favorit anakku. Timun Mas OK, namun Akaneiro hanya berani di bagian awal. Bagian akhirnya lebih cocok untuk kakaknya karena agak seram 🙂

Social

Favorit saya adalah:

  1. Facebook
  2. Flipboard, menyajikan banyak content media dalam bentuk majalah
  3. Skype / Viber, untuk telpon langsung dari iPad
  4. Draw Some, PR gambar antar teman facebook

Sebenarnya masih banyak aplikasi yang saya punyai yang tidak ada di sini karena memang sedang tidak ingin dipasang dari iTunes. Jika Anda ada pengguna tablet, please share URL postingan Anda di komentar postingan ini ya. Greatly appreciated!

Marcopolo Adventure – Waterpark Serpong

Hari ini kami sekeluarga pergi mengisi liburan sekolah dengan mencoba sebuah Waterpark di kawasan Serpong. Selain dekat dari rumah, Ocean Park di BSD sudah sering dikunjungi. Marcopolo sendiri belum pernah kami kunjungi. Dari situs web tampaknya menarik. Dari Deal Keren ada tawaran menarik 20 ribu per tiketnya, diskon 60%. Itu berarti harganya dibandrol 50 ribu di weekend, lebih murah daripada di Ocean Park yang 70 ribu di weekend. Sayangnya tawaran Deal Keren baru berlaku tanggal 12 Juli 2012, atau 11 hari lagi. Berarti 4 tiket yang harus dibeli akan membutuhkan 200 ribu rupiah. Okelah.

Lokasinya sendiri persis sebelum masuk tol Tangerang – Jakarta sebelah kiri jalan. Parkir di lantai 5 gedung yang sangat sepi, mungkin bekas mal yang sudah tidak laku. Begitu mau parkir disambut seorang satpam yang menanyakan saya sudah memiliki tiket atau belum. Dia mengatakan hari Minggu tiketnya 50 ribu, lalu dia menawarkan tiket seharga 10 ribu, dan mengatakan terserah Bapak mau kasih saya uang rokok berapa. Nanti di dalam Bapak cukup bayar per tiketnya 10 ribu. Ya sudah saya kasih uang 20 ribu, sehingga uang saya keluarkan total (10 ribu x 4) + 20 ribu = 60 ribu, artinya 15 ribu per tiket. Hehehe lebih murah daripada Deal Keren. Alhamdulillah..

Begitu masuk wahana, langsung disambut angin kencang. Maklum kolam renangnya ada di atap gedung. Kami melihat-lihat tempatnya jauh lebih kecil daripada Ocean Park. Air tampak kotor dan terasa dingin. Kami mencoba masuk ke air setelah berganti pakaian, hanya sekitar 20 – 30 menit sudah keluar, karena Aila sudah kedinginan. Di tempat bilas, dari 3 keran yang tersedia, cuma 2 yang berfungsi. Loker tampak rusak, ruang ganti hanya 1 ruang yang memiliki lampu. Di kolam renang juga tidak terlihat petugas pengaman yang mengawasai kalau ada yang tenggelam. Sulit mencari petugas untuk ditanya tentang fasilitas. Ada terowongan di kolam arus yang sangat creepy. Panjang, gelap, dan sepi.

Berikut adalah pros dan cons kalau mau mengunjungi tempat wisata ini.

Pros:

– Murah, kalau dapat tiket promonya

– Boleh membawa makanan sendiri dari luar

Cons:

– Mahal, kalau menggunakan standar tiketnya

– Kotor dan seperti tidak rajin diganti airnya

– Sarana tidak terurus. Gantungan baju di ruang ganti banyak yang patah, lampu mati, loker rusak

– Tidak terlihat safety guard dan jarang petugas kolam renang

– Kolam kecil dan jadi tontonan penghuni apartemen di sekitar kolam renang

Berikut adalah gambar-gambar hasil kunjungan ke sana.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.