Artikel yang Anda Sukai

Sekalian mencoba fitur polling di WordPress, saya ingin meminta rekan-rekan sekalian memberikan voting untuk artikel yang dimuat di blog ini. Sebenarnya yang paling kalian suka itu apa.

Terima kasih atas waktunya!

Iklan

The Dark Knight Rises (2012)

Inilah film ketiga dari trilogi Batman besutan Christopher Nolan (Memento, The Prestige, dan Inception) yang merupakan film yang paling ditunggu-tunggu sepanjang tahun ini. Gaungnya jauh melebihi Amazing Spiderman maupun serial James Bond terbaru Skyfall yang rencananya baru keluar November ini. Bahkan prekuel Lord Of The Rings, the Hobbit: An Unexpected Journey yang bakal muncul Desember ini, masih kalah dalam hal antisipasi dari para moviegoers. Tidak salah kalau film ini dipasang di puncak summer time.

Film yang juga dirilis dalam format IMAX tanpa 3D ini aku tonton di Gandaria City IMAX hanya dengan membayar 1 rupiah saja. Salah satu kartu kreditku memberikan tantangan belanja berapapun antara 18-29 Juli 2012, foto di depan poster Batman, lalu mentweet foto dengan mention dan hashtag film ini, akan diganjar 2 tiket IMAX (senilai 150 ribu di Jumat dan 200 ribu di weekend) hanya dengan membayar 1 rupiah saja. Jumat kemarin aku Jumatan di Gandaria City untuk mengambil tiketnya dan berhasil nonton pada hari pertama di IMAX. Awesome gak sih? Gilanya, pas ditengah-tengah nonton aku sempat melirik Blackberry Messengerku, dan kaget rupanya di Amerika yang tengah pertunjukan perdana film ini, ada orang gila membunuhi penontonnya. Sekitar 14 orang tewas dan puluhan lain luka-luka, termasuk WNI yang sedang menonton di sana. Saya mengutuk aksi brutal ini yang bisa membuat trauma banyak moviegoers.

Kembali ke film, Nolan berhasil dengan baik mengarahkan film ini, di mana Batman sang superhero menjadi semakin manusiawi. Musuh utamanya adalah Bane, teroris yang sangat kuat dan setara dengan kekuatan Batman sendiri. Kali ini Batman juga ditemani Cat Woman yang diperankan si cantik Anne Hatheway yang baru kali ini bekerja sama dengan Nolan. Tokoh baru lainnya yang muncul di film ini adalah Blake yang diperankan oleh Joseph Gordon-Levitt, yang pernah kerja sama dengan Nolan di Inception. Total ada lima aktor Inception yang dibawa serta Nolan di film ini. Joseph Gordon-Levitt (Blake), Michael Caine (jadi Alfred), Marion Cotillard (jadi Miranda), Tom Hardy (jadi si jahat Bane), dan Cillian Murphy (Scarecrow).

Ceritanya Gotham disatroni teroris bernama Bane yang bermaksud menghancurkan kota Gotham. Bruce Wayne yang sudah lama tidak keluar sebagai Batman terpaksa harus keluar kandang dan menyelamatkan kotanya. Rupanya musuhnya kali ini benar-benar sangat kuat dan sangat pandai bertarung. Batman benar-benar sangat kewalahan melawannya. Akankah Batman berhasil mengalahkan Bane yang sangat hebat itu? Ataukah Alfred akan menguburkan Bruce Wayne seperti ia menguburkan orang tuanya? Apakah twist ending di akhir cerita yang sangat tidak terduga?

Film ini saking sempurnanya menurut saya, saya ganjar dengan skala 10/10. Trilogi Batman jauh lebih dalam, lebih gelap, dan lebih hebat ketimbang trilogi Spiderman dari Sam Raimi. Sudah jelas aktor-aktor papan atas sekarang mengantri agar bisa diarahkan oleh Christopher Nolan. Lihat saja Guy Pearce yang jadi hebat di Memento. Hugh Jackman dan Christian Bale di Prestige. Heath Ledger sebagai Joker. Anne Hathaway aja jingkrakan kesenengan begitu tahu dia yang dipilih sebagai Cat Woman setelah gagal jadi Black Cat di Spiderman 4 yang batal dibuat :).

Pendeknya, film ini adalah film laga terbaik sejauh ini di tahun 2012. Sangat direkomendasikan untuk ditonton.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

The Amazing Spider-Man (2012)

Spiderman terpaksa dibuat ulang, karena sutradara tiga film Spiderman terakhir batal menyutradarai Spiderman 4. Alasannya karena Sam Raimi diberi jadwal yang terlalu ketat dan dia tidak merasa bisa menyelesaikannya. Entah ini alasan yang sebenarnya atau bukan, yang jelas hengkangnya Sam Raimi dan rombongan aktornya membuat Sony terpaksa me-reboot Spiderman dan diulang dari awal.

Aktor pengganti Tobey Maguire yang sempat jadi pilihan adalah Taylor Lautner, Josh Hutcherson, Joseph Gordon-Levitt, Logan Lerman, Robert Pattinson, Jamie Bell, Daniel Radcliffe, Michael Angarano, Michael Cera, Alden Ehrenreich, Zac Efron, Aaron Johnson, Xavier Samuel, Jim Sturgess, Andrew Garfield, dan Anton Yelchin. Ternyata pilihan jatuh pada Andrew Garfield yang memerankan Eduardo Saverin (co founder Facebook) di film The Social Network.

Kekasih Peter Parker bukan Mary Jane, namun Gwen Stacy yang muncul di Spiderman 3 sebagai kekasih Eddie Brock. Gwen diperankan oleh Emma Stone yang pernah main di Superbad dan Zombieland. Dibandingkan Kirsten Dunst, saya sendiri lebih suka akting Kirsten. Kalau cakepan sih cakepan Emma Stone 🙂

Berbeda dengan Spider-Man ala Sam Raimi, Peter Parker mengeluarkan jaringnya tidak secara biologi dari dalam tubuhnya melainkan dengan menggunakan alat. Ini lebih sesuai komiknya sebenarnya. Andrew Garfield memerankan Peter Parker lebih ke arah geek dan agak narsis. Berbeda sekali dengan karakter Tobey Maguire yang lebih introvert, kalm, dan merasa minder.

Untuk paman dan bibi Peter, Paman Ben dan Bibi May, menurutku lebih cocok yang versi Raimi. Terutama Bibi May, tuanya pas banget. Kalau di sini masih agak muda. Martin Sheen sih lumayan cocok sebagai Paman Ben.

Untuk musuh besar Spiderman, untungnya tidak mengambil musuh yang pernah dibuat sebelumnya. Musuhnya kali ini adalah Lizard Man, alias manusia kadal. Efeknya bagus, dan kekuatannya lumayan menyeramkan.

Dari sisi sutradara, Marc Webb, sebenarnya bertaruh besar dengan film ini. Bagaimana tidak? Ia belum pernah membesut film aksi sebelumnya. Film layar sebelumnya cuma film drama romantis, 500 Days with Summer, yang menurutku sangat berhasil memang. Jadi ini film layar keduanya yang kedua, beda genre pula. Tetapi boleh dibilang film Spider-Man garapannya ini cukup sukses. Tidak mengecewakan.

Overall, rebootnya boleh dibilang berhasil dan saya kasih rating 8/10. Film Spiderman terbaik adalah versi Raimi yang kedua, yaitu versi Doc Oct. Molina bermain sangat natural dan believable sebagai super villain.

Tips:

  1. Filmnya kurang ramah buat anak di bawah umur. Banyak adegan nyosornya.
  2. Secara film sebelumnya bergenre drama romantis, maka warna Spiderman ala Marc Webb ini lebih kuat di dramanya. Jadi maklum kalau aksi laganya mungkin tidak sebanyak versi Raimi.
  3. Sebelum menonton, jangan berekspektasi lebih dari film Spidermannya Raimi. Kasihlah kesempatan kepada Marc Webb. Jangan bawa ekspektasi terlalu besar. Bisa kecewa nantinya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.