Suatu Sore di Alun-alun Masjid Agung Tegal

Mudik 1433H tahun ini ke Tegal tidak lupa menyempatkan diri ke alun-alun Mesjid Agung Kota Tegal. Tempat ini sudah menjadi bagian dari kehidupanku sejak kecil. Ada beberapa yang hilang seperti Bioskop Dewi dan Bioskop Dewa. Keduanya sudah bangkrut tidak kuat menahan laju DVD bajakan. Bangunan lain menggantikannya dengan fungsi lain. Dulu waktu aku masih SD, penjual makanan tidak berada di jalanan di tepi alun-alun, melainkan tepat di atas alun-alunnya. Sekarang tidak lagi di atas, namun ada di sepanjang jalanannya.

Makanan yang dijual sangat bervariasi, yang menjadi favorit adalah kupat glabed (ketupat dengan kuah kuning kental dari tempe) dengan topping krupuk kuning dan sate pilihan (ayam, kerang, atau kambing). Penjual lainnya adalah tahu gejrot khas Cirebon, berupa tahu kosong dengan kulit coklat diiris-iris dengan kuah manis khusus dengan bawang putih dan cabai. Sangat segar rasanya. Gorengan dan lontong juga tersedia sebagai makanan alternatif. Penjual lainnya yang lebih lama tutupnya adalah nasi goreng dan bubur ayam. Tidak jauh dari alun-alun, di balik Toko Pelangi ada beberapa warung yang dikenal dengan Warung Senggol, yang menyediakan sauto (soto dengan tauco), sate kambing, nasi lengko, sop ayam, dsb. Really recommended kalau bisa main ke Tegal.

Disamping makanan, banyak juga wahana permainan untuk anak-anak yang murah meriah, sebagai alternatif hiburan ala Time Zone yang sudah menjamur di mal-mal Tegal.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.