Misteri TObjectList

Kalau kebetulan menggunakan collection TObjectList, pastikan waktu create objectnya memperhatikan parameternya dengan baik. Kalau ingin memusnahkan masing-masing object di array sendiri, pastikan parameter Createnya diisi False. Jangan dibiarkan saja, karena defaultnya True. Kalau True maka asumsinya si TObjectList yang akan memusnahkan masing-masing objectnya. Sehingga kalau kita hanya panggil constructor Create tanpa parameter (which is dianggap kita tidak akan memusnahkan elemen di array secara manual) lalu kita panggil Free untuk TObjectListnya, dia akan upset. Sepertinya banyak programmer yang terjebak di sini. Mungkin desain TObjectList kurang benar. Seharusnya defaultnya bukan True, tetapi False.

Mau lihat contoh kodenya? Coba tengok di sini.

Untuk constructornya sendiri di Help bisa dilihat:

constructor Create(Collection; AOwnsObjects: Boolean = True);

 The AOwnsObjects parameter is a boolean that indicates whether object entries are owned by the list. If the object is owned, when the entry is removed from the list, the object is freed. The OwnsObjects property is set from the value of this parameter. The default is true.

Tulisan ini dibuat sebagai pengingat diri sendiri yang sudah 
dua kali terjatuh dalam jebakan yang sama, 
walau rentang waktunya memang sangat berjauhan. :D

Film Pilihan Minggu Ini

Week end ini ada beberapa film pilihan yang layak tonton. Langsung aja ya.

Buat penggemar action, ada Premium Rush, sebuah aksi laga tentang kurir dengan sepeda di kota besar Amerika. Dibintangi oleh Joseph Gordon Levitt, yang lagi naik daun, layaknya ulat bulu. Ceritanya sangat ringan namun menghibur dengan story telling yang unik. Sang pemeran utama, seorang kurir sepeda mendapat paket yang akan dirampas seorang polisi korup. Beberapa kali ia harus mempertahankan nyawanya demi paket terkutuk tersebut. Apakah isi paketnya? Berhasilkah ia menyerahkan paket ke tujuannya? Premium Rush sudah bisa ditonton pada jam normal. Saksikan kelincahan Joseph mengendarai sepeda di tengah kota Manhattan menghindari lalu lintas gila, pejalan kaki, dan taksi yang bisa membunuh kapan saja!

Premium Rush Poster

Buat para kalong yang kuat nonton Midnight, film aksi yang tidak kalah seru, juga dibintangi Joseph Gordon Levitt dan Brice Willis, ada film berjudul Looper. Joseph adalah pembunuh bayaran yang ditugasi membunuh orang dari masa depan. Tanpa ia sadari ia mendapat tugas membunuh dirinya sendiri di masa depan. Dengan score di IMDB dan Rotten Tomatoes yang tinggi, film ini layak tonton buat penggemar aksi, Bruce Willis, dan Science Fiction.

Di jajaran film drama, film dari Iran yang berjudul A Separation juga layak tonton. Sebuah keluarga dihadapkan pada buah simalakama. Memindahkan anak ke luar negeri untuk kehidupan lebih baik atau merawat orang tua mereka yang terkena alzheimer dan tetap tinggal di Iran.

Poster A Separation

Untuk kategori film komedi dewasa, Ted, yang dibintangi Mark Wahlberg bisa menjadi pilihan buat cowok-cowok yang mau nonton rame-rame. Awas jangan bawa anak kecil karena banyak humor dewasa dalam film ini.

Terakhir, buat pecinta misteri dan penggemar John Cusak bisa menonton Raven, tentang serial killer yang meniru novel Edgar Allan Poe yang akan dihentikan oleh detektif dan Poe sendiri.

Happy Weekend!

Spy Mouse – Game untuk iPad dan Android

Sebuah game baru buat penggemar puzzle dan adrenalin telah datang dari EA Games. Tujuannya adalah si Agent Squeak ini mengumpulkan keju tanpa ditangkap si kucing. Ada beberapa kucing lucu di sini, dari kucing hitam pengintai, kucing buta, kucing manja, sampai kucing ninja yang bisa melemparkan shuriken!

Tutorialnya mudah membuat kita mengerti cara memainkannya. Layaknya agen rahasia, si agen juga bisa mengandalkan senjata rahasia ala James Bond, dari kulit pisang yang bisa membuat kucing terpeleset, tepung yang bisa menyamarkan keberadaan, skateboard yang bisa membuat si agen bergerak kencang, dan sebagainya.

Spy Games

Aplikasinya gratis, namun kalau ingin lebih mudah memainkan gamenya dengan menggunakan senjata rahasia secara cepat, kita bisa membeli keju yang bisa ditukar dengan senjata rahasia.

Ini salah satu game yang memutar otak sambil dihibur dengan kualitas gambar dan animasi yang jempolan.

4,5/10. Must have game for puzzle and spy thingy genre lovers!

Tengok trailernya di sini.

 

The Cabin in the Woods (2011)

Film ini disutradarai oleh Drew Goddard, yang terlahir sebagai Andrew Goddard. Siapa sih dia?

  1. Menulis naskah film ini bersama Joss Whedon yang menyutradarai The Avengers
  2. Menulis beberapa episode serial TV terkenal, Lost, Buffy Vampire Slayer, dan Alias
  3. Menulis naskah Cloverfield
  4. Didapuk sebagai penulis skenario Robopocalypse, film robot teranyar dari Spielberg

Di usianya yang baru menginjak 37 tahun ini, prestasinya sudah cukup baik di kancah dunia perfilman. Ketika akan menonton sebuah film, mengenali jajaran penulis cerita dan sutradara bisa membantu kita memperkirakan seperti apa hasil karyanya nanti. Portofolio tidak bohong. Mengenali jajaran kru di belakang layar bisa membantu kita menentukan perlu menonton filmnya atau tidak.

Dari divisi akting, Chris Hemworth (pemeran Thor) menjadi leader dari 5 remaja yang berlibur ke sebuah rumah di tengah hutan. Tidak ada yang menyadari kalau mereka berlima sebenarnya diamati oleh sekelompok orang dalam sebuah organisasi dari sebelum berangkat hingga mereka tinggal di sana. Yang tadinya bersenang-senang, tiba-tiba mereka mendapatkan teror dari makhluk undead yang tinggal di sekitar rumah itu.

Pertanyaannya adalah, apa maksud mereka diamati dan seolah-olah dijebak tinggal di rumah angker itu? Makhluk apa saja yang mengintai mereka?

Dari sisi originalitas cerita, film ini mendapat tanggapan bagus dari Rottentomatoes yang mengganjar dengan tomat merah segar di tingkat 90%. Artinya 9 dari 10 kritikus sangat menyukai film ini sebagai film horor yang tidak kacangan, dengan script yang cerdas, memberikan kesan lucu, aneh, dan menakutkan secara bersamaan.

Buat Anda penggemar horor yang digabung dengan teori konspirasi sekaligus mitologi, film ini cocok buat Anda. Jangan hiraukan endingnya, nikmati adrenalin dalam mengendarai rollcoaster filmnya.

Tips: jangan bawa anak-anak, karena sebelum horornya dimulai, banyak adegan yang kurang pantas dilihat anak di bawah umur. Cocok untuk 17 tahun ke atas saja.

7/10, cocok buat pecinta film horor. Nggak klise cenderung nyentrik.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bourne Legacy (2012)

Film Bourne Legacy ini merupakan lanjutan dari trilogi Bourne yang sudah selesai sebenarnya. Melihat kesuksesan ketiga film itu, pihak studio memutuskan untuk mendulang lebih banyak dolar dengan meminta penulis skenario trilogi film itu Tony Gilroy menyutradarai Bourne Legacy. Ceritanya bukan lagi terpusat pada Jason Bourne, namun pada salah satu rekannya yang bernama Aaron Cross yang dibintangi Jeremy Renner. Aaron terpaksa melindungi dirinya sendiri ketika program pemerintah di mana ia ditugaskan akan ditutup selamanya. Satu demi satu agennya dibungkam, termasuk Aaron. Ketika pembantaian massal di sebuah lembaga riset terjadi, satu-satunya korban yang selamat adalah salah satu peneliti yang bernama Dr. Marta Shearing yang diperankan Rachel Weisz yang sekarang menjadi Nyonya Bond yang baru, Daniel Craig. Aaron yang harus mengkonsumsi obat-obatan seara rutin kelimpungan begitu pasokan obatnya terhenti. Walhasil Aaron menyelamatkan Marta yang juga menjadi target cleansing agar ia bisa menghentikan ketergantungan pada obat-obatan itu. Tentu saja upaya ini disertai dengan percobaan pembunuhan berkali-kali kepada mereka berdua yang terpaksa harus terbang ke Manila di mana obat-obatan itu  diproduksi.

Dari segi laga jarak dekat, porsinya tidak sebanyak dengan trilogi sebelumnya. Hal ini cukup masuk akal karena Greengrass yang sebelumnya menyutradarai 2 film Bourne sebelumnya digantikan posisinya oleh Gilroy. Christopher Rouse yang menyabet Oscar di Bourne Ultimatum di departemen Film Editing digantikan oleh John Gilroy (KKN hehehe). Bourne Legacy juga menitikberatkan pada perkenalan siapa itu Aaron, dan apakah dia sehebat Bourne. Itulah mengapa laga jarak dekat khas Bourne memang tidak sebanyak trilogi sebelumnya. Meskipun demikian, film yang laga pamungkasnya berupa kejar-kejaran di jalanan macet Manila ini cukup menarik untuk disimak sebagai tontonan penggemar aksi dan thriller.

Rachel Weisz dalam usianya yang sudah tidak muda lagi tetap tampil manis dengan akting yang meyakinkan. Edward Norton yang berperan di sisi antagonis yang ditugasi proses cleansing ini juga tampil sebagai seorang analis yang handal. Dia bisa mencium dan melacak para agen-agen yang akan dihabisi dengan segala pertimbangan bagaikan bermain catur.

7/10, masih layak tonton!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.