Cee’s Fun Foto Challenge: Wood

This week’s Fun Photo Challenge theme is Wood. I took the capture few days ago in a train station when I was on the way to my office. I work 5 days a week in an area full of concretes from 7 am to 8 pm. It was rather difficult for me to hunt woods when the challenge came 🙂

I took the photo using my Blackberry Torch 2 and isolated the red-brown color from other colors using Lightroom.

Wood
Wood

Weekly Photo Challenge: Love

Weekly Photo Challenge this week is Love. I present you a rather abstract concept of love. I took this picture on a travel to my home town, 330 km away from my residence, several years ago. In the middle of the journey, I saw those trees, and then I stopped my car, took out my Canon 550D, and captured them. Somehow, the trees like telling the world that there are so many trees in this world, but here we are, just you and me, close each other, live happily ever after…

Just U and Me
Just U and Me

The other obvious candidate of love images are:

  1. Me and my wife on our wedding day (new couple in love)
  2. A gift to orphans in a religious event (empathy)
  3. My Dad and My Mom (long love husband and wife)
  4. My Son and My Daughter (love brother to his sister)
  5. My Wife’s aunt who just lost her husband (love that never die)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sulap Matematika – Radar Angka

Siapa yang bilang matematika itu tidak menyenangkan? Banyak memang yang bilang. Hehehe… Tapi jangan khawatir, tulisan ini akan menunjukkan matematika juga bisa mengasyikkan. Sulapnya sederhana, tetapi bisa membuat orang terkesan.

Ilustrasi:

Ada 7 kartu berisi deretan angka-angka. Minta seseorang memikirkan sebuah angka dari 1 hingga 100. Minta ia untuk mencari angka yang ia pikirkan dan beritahu di kartu mana saja angka itu berada. Dengan sekejap Anda bisa menebak angkanya dengan tepat.

Berikut adalah daftar kartu-kartunya.

Kartu Ke-1
Kartu Ke-1
Kartu Ke-2
Kartu Ke-2
Kartu Ke-3
Kartu Ke-3
Kartu Ke-4
Kartu Ke-4
lima
Kartu ke-5
Kartu ke-6
Kartu ke-6
Kartu Ke-7
Kartu Ke-7

Bagaimanakah cara menebaknya? Mudah sekali! Jumlahkan saja angka terkecil dari semua kartu yang berisi angka yang dipikirkan oleh kawanmu.

Contoh:

Jika temanmu mengatakan angka yang ia pikirkan ada di kartu ke-1 dan kartu kartu ke-7, maka angkanya adalah 65. Cara mengetahuinya adalah dengan menjumlahkan angka terkecil di kartu ke-1 yaitu 1 dan angka terkecil di kartu ke-7, yaitu 64. Jumlahnya adalah 1 + 64 = 65.

Ingin mencobanya?

  1.  Cetak ketujuh kartu di atas menjadi 7 kartu yang terpisah
  2. Minta temanmu memikirkan sebuah angka dari 1-100 lalu pikirkan dan cari di masing-masing kartu
  3. Minta temanmu memberikan kartu yang ia bilang ada kepadamu
  4. Jumlahkan angka terkecil di masing-masing kartu, itulah angka yang benar

Ingin lebih mengesankan?

Tutup matamu dengan sapu tangan atau kain tebal. Minta temanmu menyebutkan nomor kartu di mana angka yang ia pikirkan ada.
Angka terkecil dari setiap kartu dapat dicari dengan rumus 2 pangkat (nomor kartu – 1).
Misal ada di kartu 1 dan kartu 7, maka angka yang dipikirkan adalah 2^(1-1) + 2^(7-1) = 2^0 + 2^6 = 1 + 64 = 65.
Jika ada di kartu 2 dan kartu 3, maka angka yang dipikirkan adalah 2^(2-1) + 2^(3-1) = 2^1 + 2^2 = 6.

Ingin lebih mengesankan lagi?

Buang kartu ke-1, ganti pertanyaannya menjadi angkanya ganjil atau genap? Jika ganjil berarti ada di kartu pertama. Genap berarti tidak ada.

Mudah kan?

Tebak-tebakan ini aku temukan waktu kelas 4 SD, ketika ayahku memintaku membelikan koran Kompas. Di toko buku aku melihat permainan Radar Angka ini, lalu tertarik dan membelinya. Aku pelajari dan mencari polanya.

Sebenarnya batasan angka bisa dikembangkan menjadi tak terbatas dan jumlah kartu pun bisa dibuat sebanyak mungkin.

Pola untuk menghasilkan angka tersebut adalah:

  1. Kartu ke-n memiliki angka terkecil 2^(n-1)
  2. Ada n angka berurutan dalam setiap kartu dan jarak satu barisan yang urut ke baris urut berikutnya adalah n + 1

Contoh:

Di kartu ke-1, angka terkecil adalah 2^(1-1) yaitu 2^0 = 1. Ada 1 angka urut, dan jaraknya ke angka urut berikutnya adalah 1 + 1. Sehingga barisannya adalah 1, 3, 5, … (barisan bilangan asli yang ganjil).

Di kartu ke-3, angka terkecil adalah 2^(3-1) yaitu 2^2 = 4. Ada 4 angka urut, dan jarak ke barisan angka urut berikutnya adalah 4 + 1. Sehingga barisannya adalah 4, 5, 6, 7,     12, 13, 14, 15,      20, 21, 22, 23, ….

Ingin menghasilkan angka secara otomatis yang lebih besar? Buat kamu yang mengenal pemrograman Pascal, bisa melihat source code petunjuknya di sini.

Selamat bermain sulap dan mulai mencintai Matematika 🙂

Cocok untuk kegiatan Pramuka, Pesta Ulang Tahun, Belajar Matematika, Jam Pelajaran Kosong, Memikat Wanita Pujaan, dan sebagainya 🙂

Weekly Photo Challenge: Beyond

This week’s WordPress Photo challenge is beyond. I’ve got 3 images in my collection that felt “beyond” to me.

 

My daughter between my wife and my father and my son
My daughter between my wife and my father and my son

The image above shows my daughter at her 3 years birthday, having hair cut at Kiddy Cut. If you see the blurred face very close to the camera, actually it’s my wife. If you look beyond my daughter there are two people sitting, the big one in white is my father and a boy next to him is my son. I took the image deliberately to put my daughter in the middle of two blurred areas. Something that quite rare for me to do, since usually I just create two areas when playing depth of field, the bokeh usually in the background. I use my Canon 550D with fix len 50 mm, f1.8.

My son, Rayyan, beyond the ice cream
My son, Rayyan, beyond the ice cream

The image above I took it when we had a vacation to Puncak Bogor West Java, Indonesia. It shows my 8 years old son holding an ice cream in his hand. I set the focus point to the ice cream, so basically my son is beyond the ice cream :). I took it using my 70-200 f2.8 lens.

A pelican beyond trees
A pelican beyond trees

This one I took at Safari Garden, Cisarua, West Java, Indonesia. A pelican swam toward me and I captured it when exactly beyond the trees. This one also using the 70-200 f2.8 lens.

Well, those are my beyonds. What’s yours?

 

Les Miserables (2012)

Film ini diangkat dari novel karya Victor Hugo yang sangat terkenal di jamannya. Mas Victor ini asli Perancis, lahir tahun 1802, kira-kira ketika Pangeran Diponegoro mencapai sweet seventeen. Karyanya yang berjudul Les Miserables ini artinya lebih kurang adalah orang-orang yang menderita, telah difilmkan puluhan kali di lebih dari 40 negara. Les Miserables pernah difilmkan Holywood sebelumnya sekitar tahun 1998. Saya termasuk yang suka sekali dengan film ini. Ketika film ini kembali difilmkan oleh Tom Hooper yang sukses dengan film The King’s Speech (2010), saya kembali tertarik untuk menontonnya. Beda dengan film sebelumnya, versi kali ini dibuat dalam bentuk musikal. Buat mereka yang susah menghayati film musikal, mungkin sebaiknya menonton (dulu) yang versi 1998.

Kisahnya bercerita tentang seorang lelaki bernama Jean Valjean yang dipenjara selama 20 tahun karena mencuri sepotong roti untuk keluarganya.  Begitu keluar dari penjara, ia mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan karena riwayatnya yang pernah menjadi narapidana. Sampailah ia pada sebuah rumah milik pendeta yang memberikan ia makanan dan minuman. Keesokan paginya ia kabur membawa peralatan makan perak milik si pendeta dan tertangkap oleh polisi yang membawanya kembali ke rumah pendeta, karena ia mengaku tidak mencurinya melainkan diberi oleh sang pendeta. Tanpa diduga sang pendeta membenarkan apa yang dikatakan Valjean bahkan menambahkan beberapa peralatan yang dikatakannya tertinggal. Tersentuh oleh kasih sayang sang pendeta, Valjean bertekad ingin menjadi orang yang baik mulai saat itu. Dari situlah cerita mulai bergulir di mana ia terus memberikan cinta kasih kepada sesamanya, termasuk kepada seorang wanita bernama Fantine yang terpaksa melacurkan dirinya demi membebaskan anaknya yang ia titipkan pada orang lain karena masalah hutang. Berbagai konflik datang silih berganti hingga akhir hayatnya, termasuk inspektur polisi bernama Javert yang diperankan Russel Crowe, yang terus memburunya karena Valjean tidak melaporkan secara rutin ke kepolisian setelah ia bebas. Cerita lengkapnya akan lebih asyik kalau Anda menonton langsung sendiri filmnya.

Keunggulan film ini ada pada kehebatan akting dan suara Hugh Jackman (Wolverine) yang memerankan Jean Valjean dan Anne Hathaway (Dark Knight Rises) yang memerankan Fantine. Keduanya diganjar Golden Globe 2013 belum lama ini karena totalitas aktingnya. Susah loh, berakting sambil menyanyi. Kalau nggak jago, hasilnya menyonyo. Sacha Baron Cohen menjadi satu-satunya aktor yang bisa membuat kita tertawa dalam kepedihan film ini. Casting yang luar biasa. Sacha memerankan tokoh lelaki yang dititipi anak Fantine yang bernama Cosette.

Oh ya, pernah lihat video Susan Boyle yang mencengangkan umat manusia di ajang acara Britain Got Talent? Nah lagunya yang fenomenal dan grande yang berjudul I Dreamed a Dream itu dinyanyikan dengan super duper totally amazing oleh Anne Hathaway pada adegan yang sangat luar biasa pas. Dulu ketika mendengarkan videonya Susan Boyle aku tahu ini lagu sedih tapi belum pernah merasakan pasnya lirik lagu ini selain di adegan Fantine berduka dengan nasibnya yang kurang beruntung itu. Pada saat film menjelang berakhir, aku ambil iPad dari tas, buka iTunes, search Susan Boyle, Pilih I Dreamed a Dream, Klik Buy, isi password, lalu aku masukkan iPad kembali ke tas. Setelah film selesai lagunya selesai terunduh dan aku putar sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Superb, bikin merinding dan hati banjir.

Well, di samping kepiawaian Tom Hooper mengarahkan film ini, ada beberapa hal yang menurut saya agak kurang. Pertama, hampir seluruh dialognya dibuat musikal. Padahal banyak film lain yang musikal hanya di beberapa bagian penting. Dengan durasi 2 jam 37 menit, beberapa adegan memang tampak membosankan kalau dinyanyikan. Dengan sedikit editing untuk menjadikan film ini di sekitar 2 jam, hasilnya mungkin akan lebih lovable. Russle Crowe sebenarnya cocok menjadi inspektur polisi Javert yang kaku itu. Namun sayang kemampuan tarik suaranya paling pas-pasan dibalik aktor lainnya.

Eniwei baswei, buat Anda pecinta film berkualitas, jangan lewatkan film ini. Siapkan tissue atau minimal jangan pake You Can See agar lengan baju bisa digunakan untuk menyeka butiran air mata yang akan menggenangi sudut pelupuk mata dan rongga hati Anda. Lebay? No. Totally recommended, 8/10. Ketika review ini ditulis, film ini mendapat 8 nominasi Oscar. Kita lihat nanti dapat berapa Februari nanti.

Saya cuplikkan lirik lagu I Dreamed a Dream yang sangat saya suka ini.

I Dreamed a Dream

I dreamed a dream in times gone by
When hope was high
And life worth living
I dreamed that love would never die
I dreamed that God would be forgiving
Then I was young and unafraid
And dreams were made and used and wasted
There was no ransom to be paid
No song unsung No wine untasted

But the tigers come at night
With their voices soft as thunder
As they tear your hope apart
And they turn your dream to shame

He slept a summer by my side
He filled my days with endless wonder
He took my childhood in his stride
But he was gone when autumn came

And still I dream he’ll come to me
That we’ll live the years together
But there are dreams that cannot be
And there are storms we cannot weather
I had a dream my life would be
So different from this hell I’m living
So different now from what it seemed
Now life has killed the dream I dreamed

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Django Unchained (2012)

Film terbaru dari Quentin Tarantino (QT) ini benar-benar tidak boleh dilewatkan buat pecinta action western atau penggemar film-film nyentrik QT. Ceritanya berkisah tentang seorang budak bernama Django yang diperankan Jamie Foxx (Ray, Collateral), yang dibebaskan seorang dokter gigi yang beralih menjadi pemburu bayaran bernama Dr. King Schultz, yang diperankan sangat baik oleh Christopher Waltz (Inglouriuos Basterds, Water for Elephants). Dengan imbalan menjadi manusia merdeka tak terbelenggu dan sejumlah uang, Django diajak berkelana untuk menyertai Schultz memburu para kriminal. Salah satu tujuan hidup Django lainnya adalah mencari istrinya yang dijual menjadi budak di tempat lain. Ia harus mencari dan membebaskan istri yang sangat dicintainya.

Saya sendiri dulu pernah menonton film Django yang diperankan oleh Franco Nero di bioskop. Jagoan pembawa peti mati ini benar-benar luar bisa keren. Django ala QT benar-benar menarik karena faktor berikut ini:

1. Soundtrack asli Django yang dulu semuanya ada, dan lagunya bagus-bagus!

2. Christopher Waltz bermain sangat cemerlang, nyebelin tapi jago banget, khas Hans Landa, tapi protagonis

3. DiCaprio menjadi tokoh antagonis yang berakting dengan baik sekali

4. Actionnya lumayan sadis, ala Expendables, tapi fun untuk dinikmati

5. Humornya khas banget ala QT, konyol tapi keren

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebagai hiburan 8/10. Recommended.