Accidentally in Vacation Part Deux: Hotel Puri KIIC + Walahar Dam Karawang


Hari Jumat yang lalu istri salah satu sahabatku dari SMP dulu mengirimkan BBM menawarkan untuk bersilaturahmi ke salah satu sahabat kami, satu SMA, yang rumahnya di Karawang. Kebetulan kedua sahabatku itu tinggal di Karawang. Hmm… good idea pikirku karena sekali datang bisa silaturahim ke dua teman sekaligus. Kebetulan hari itu belum ada jadwal silaturahim ke tempat lain. Akhirnya selepas sholat Jumat kami berangkat ke Bekasi dahulu untuk silaturahim di keluarga Mbah dari ayahku. Selepas ashar kami bertolak menuju Karawang. Aku set Google Mapsku ke arah Karawang Barat.

Hmm.. di Google Maps muncul Soto Lamongan Perumnas Teluk Jambe. Biarin deh menujunya Soto Lamongan itu. Pikir-pikir yang penting kalau dapat sotonya pasti dapat perumahannya hehehe.. The worst case minta dijemput ke tempat sotonya sambil nyoto hahaha.. Dan ternyata Google Maps dari Samsung S4ku cukup akurat untuk menunjukkan arah, termasuk kapan mesti belok kanan dan belok kiri. Termasuk peringatan 100 meter sebelumnya dan berikutnya akan belok ke mana. Bila saran Google Maps tidak kita acuhkan, misal dia bilang kita harus belok kiri tapi malah terus (misal jalannya di verboden), maka ia akan membuat rute baru ke tempat tujuan dari posisi kita yang terbaru. Fitur yang cerdas.

Begitu sudah sampai perumahannya, aku telpon sahabatku dan memberikan petunjuk rinci untuk sampai ke rumahnya. Setelah berbincang-bincang, selepas sholat maghrib kami pamitan. Setelah sholat pembicaraan mengarah ke tempat wisata sekitar Karawang. Satu tempat yang sudah lama aku incar adalah Bendungan Walahar, yang di samping cukup bagus untuk hunting fotografi, ada wisata kuliner pepes jambal yang sangat laris dan terkenal. Coba saja google : pepes jambal. Ranking 2 dan seterusnya, menyebutkan pepes jambal Haji Dirdja Karawang di Bendungan Walahar! Saking terkenalnya wisata kuliner ini!

Jiwa petualanganku kembali mengalir. Masih ingatkan dengan Accidentally in Vacation sebelumnya? Kalau aku menginap malam ini di Karawang, maka besok bisa silaturahim ke rumah sahabatku yang satunya lagi dan bertemu dengan keluarga mertuanya yang sudah cukup dekat, hunting fotografi di Bendungan Walahar, dan jika beruntung menikmati Pepes Jambalnya yang terkenal.

Ok. First challenge is to determine where would we stay that night. Pilihannya dari menginap di rumah sahabatku yang besok akan dikunjungi (cukup jauh dan medannya cukup menantang di malam hari), menginap di rumah saudara di Bekasi (bisa 40 km-an), atau mencari hotel dekat situ. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk histerisnya anakku pengen sekalian liburan ke hotel, akhirnya Bapaknya ngalah untuk cari hotel dekat situ.

Masukan dari sahabatku adalah Citra Grand Hotel di Teluk Jambe yang sangat dekat dari perumnas Teluk Jambe. Sayang, kamar yang cukup untuk kami berempat semuanya telah dipesan – maklum hotel baru empat bulan dibuka. Akhirnya berdasarkan masukan dari karyawan hotel disarankan ke Hotel Delonix. Setelah telpon 108 untuk mencari tahu nomor telepon hotel tersebut (dari internet nomornya tidak bisa dihubungi), saya menanyakan tarif dan fasilitas dan kapasitas kamarnya. Harganya cukup fantastis, bisa dilihat sendiri di Agoda. Akhirnya kami mencoba ke sana. Rupanya Delonix masuknya cukup dalam, sekitar 100 meter sebelum pintu masuk tol Karawang Barat (kalau dari Teluk Jambe). Sebelum sampai di sebelah kiriku ada bangunan mirip hotel, namanya Puri KIIC. Iseng bertanya kepada satpamnya, dibilang ini juga hotel. Akhirnya sebelum ke Delonix saya menyempatkan untuk melihat kamar, tarif, dan fasilitasnya, untuk perbandingan harga dan fasilitas.

Setelah bertanya kepada resepsionis Delonix, ternyata di Delonix tidak ada kolam renang. Hanya ada tempat mandi air panas. Jelas bukan pilihan anak-anak. Coret. Akhirnya balik ke Puri KIIC, dan mengambil kamar yang bertarif 1.3 jt. Kamarnya SANGAT BESAR. Ada dua pintu kamar di dalam kamar itu. Ada dapur dan ruang tamu. Jadi ada 3 AC dengan 3 merek berbeda di pasang. Satu di ruang tamu, satu di kamar tidur (single bed untuk satu orang), dan satu lagi single bed King Size. Wifi terpasang dengan kencang, ada 2 TV. 1 di ruang tidur utama dan satunya di ruang tamu. Kamar mandi ada bath tub dan shower. Tempat masak dilengkapi kompor listrik dan tempat minum galon air mineral. Ada meja makan full dining setnya.

Untungnya, pas mau bayar saya lihat ada promo Jumat – Minggu sampai tanggal 31 Agustus 2013. Dari 1,3 juta saya dipotong 430 ribu.. Yay!! Lumayan bisa menghemat. Untuk makan, sarapan termasuk 2 orang. Jika ada tambahan, per kepala kena 121 ribu untuk makan all you can eat di restorannya. Sebenarnya hotel-hotel di Karawang itu didominasi oleh pekerja Jepang yang bekerja di seputaran Kawasan Industri dekat situ. Jadi memang tarifnya lumayan premium. Kamar yang kami ambil adalah tipe C dengan luas 71 meter persegi.

Anak-anak dan istri sangat menyukai tempatnya. Sebenarnya kalau membawa kasur pompa, bisa untuk dua keluarga yang menginap di sini 🙂 Atau bisa juga ambil kamar yang paling murah 600 ribuan, dengan 1 kasur pompa. Beres deh. Tinggal menyesuaikan saja, mau hemat atau nyaman. 🙂

Panoramic View dari Kamar Hotel

Panoramic View dari Kamar Hotel

Sabtu paginya, setelah sarapan, saya dan Rayyan berolahraga di fitness center, mencoba pingpong, mini golf, sepeda, dsb. Setelah itu kami berdua berenang di kolam renangnya yang bersih. Berikut ini adalah foto-foto yang diambil di sekitar hotel.

Nah setelah check out, kami berempat menuju rumah sahabat kami yang ada di sekitar Cilewo. Lagi-lagi dengan mengandalkan Google Maps, kami bisa menuju ke sana dengan mudah. Setelah sholat ashar kami konvoi ke Bendungan Walahar. Penasaran seperti apa sebenarnya tempatnya.

Sesampai di sana kami cukup kagum melihat bendungan yang sudah berdiri sejak awal tahun 1900-an. Berarti bangunan tersebut hampir berusia sekitar seabad. Luar biasa sekali kualitas bangunan zaman Belanda ini. Bangunan yang diperuntukkan untuk irigasi puluhan ribu hektar sawah di sekitar Karawang ini menyimpan debit air yang sangat besar. Di samping bermanfaat untuk pengairan, tempat ini juga bisa menjadi lahan pencaharian bagi warga setempat untuk mencari ikan dan berjualan di sekitar bendungan. Tengoklah gambar-gambarnya berikut ini.

Tips untuk Accidentally in Vacation dan khususnya ke Bendungan Walahar:

  1. Selalu membawa pakaian cadangan di mobil untuk anggota keluarga akan menghemat biaya beli pakaian kalau terpaksa menginap seperti ini (kebetulan kami semua punya cadangan di mobil sehingga hanya perlu membeli sikat gigi dan daleman saja hehehe)
  2. Punya kasur pompa dan pompa elektriknya di mobil akan sangat membantu mengurangi anggaran extra bed atau extra larger room
  3. Kalau mau mencicipi Pepes Jambal di Bendungan Walahar sebaiknya sampai di sana jam 10 pagi agar tidak kehabisan. Untuk memastikan kuliner Pepes Jambal buka, telepon dahulu di 0813-1437-2848 atau di 0267-435032, semoga nomornya belum diganti 😀
  4. Membawa celana pendek untuk cadangan akan bermanfaat kalau mau turun mendekati air untuk sekedar melihat dari dekat, motret, atau mancing di bendungan (bisa dilakukan dengan menyeberangi jembatan, lalu turun ke bawah)
  5. Jika ingin mencoba kuliner lain di daerah Karawang, resto cabang Sindang Reret bisa jadi pilihan. Kami sempat makan malam di sana, dan sebagian besar menunya kami suka! Kalau suka bebek pedes, coba Bebek Bakar Nawewet… bisa dijamin Anda jadi cerewet setelah memakannya 🙂 Minumnya jeruk nipis hangat! Cocok kalau sedang lelah dan habis makan pedas 🙂
  6. Menggunakan gadget yang tepat untuk memandu perjalanan Anda seperti iPad, iPhone, Samsung S4, atau Lumia 920 bisa memudahkan Anda mencari perjalanan. Rekomendasi: Samsung S4 dengan Google Mapsnya 🙂 Yang biasa ber-sygic juga OK.
  7. Bawa tripod untuk slow speed di Bendungan Walahar jika Anda suka motret dengan DSLR

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Posted on Agustus 12, 2013, in Fotografi, Tips, Ulasan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 13 Komentar.

  1. beuuh….. liburan yang menyenangkan

  2. Ooh, kemaren lagi accidental vacation toh. Mau pepes jambalnya… lapar!

  3. Outstanding! Who won the ping pong game by the way? 😛

    • We didn’t compete actually, just passing the ball each other. Rayyan was practicing with me for about an hour.

      It was a fun vacation 🙂

      Sent from my iPhone

  4. wah tempat pemancingannya oke juga nih..

  1. Ping-balik: Accidentally in Vacation @ Michael Resort Gunung Bunder | Untold Contemplation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: