Phoneography Challenge, The Phone as Your Lens: Youth Monument

 

Youth Monument
Youth Monument

This week’s challenge is: Challenger’s Choice (Pick One: Abstraction, Architecture, Food Photography, Night Photography, Portraiture, Still Life, Street Photography, and Travel).

The Youth Monument above is located at Senayan, Jakarta, Indonesia. Taken using Nokia Lumia 1020, edited with Yellow Warm and Tilt Lens effect using Fotor for Windows.

Samsung Galaxy Gift

Samsung Gift
Samsung Gift

Para pengguna Samsung Galaxy S4 dan beberapa seri Samsung lainnya bisa menginstall aplikasi Samsung Galay Gift ini. Idenya cukup cerdas. Samsung bekerja sama dengan beberapa merchant seperti Burger King, Pancious, Chatime, dsb. Mereka membagikan ratusan hadiah gratis. Pengguna cukup redeem ketika voucher ini dibroadcast. Jika cukup cepat bisa mendapatkannya. Hadiahnya ada yang bernilai 500 ribu, 300 ribu, dsb. Pengguna Samsung senang, merchant senang karena produknya diiklankan, dan Samsung juga terkenal karena dibicarakan dari mulut ke mulut atau diiklankan via social media.

Pernah dalam satu hari saya mendapat dua hadiah sekaligus. Yummy. Hari ini saya kembali mendapat hadiah BK, dan saya ingin membaginya dengan rekan-rekan di kantor. Syaratnya mudah, cukup menjawab pertanyaan di bawah ini melalui komentar di blog ini, lalu share URL postingan ini di FB, dan tag saya.

Pertanyaannya sederhana, untuk mengenang pendiri Samsung yang perusahannya menjadi sukses sekali saat ini, apa weton lahir pendiri Samsung? Misal: Jumat Kliwon, Rabu Pon, atau apa?

Jawaban yang memenuhi syarat di atas akan mendapatkan gift di atas, ditunggu paling lambat jam 11:59 siang ini 🙂

Weekly Photo Challenge: Juxtaposition

This week’s challenge is Juxtaposition.

From the Dictionary.com:

jux·ta·po·si·tion [juhk-stuh-puh-zish-uhn]
noun
1. an act or instance of placing close together or side by side, especially for comparison or contrast.
2. the state of being close together or side by side.

I present you kissing dolphins 🙂

Juxtaposition
Juxtaposition

Captured using Lumia 1020.

Phoneography Challenge, the Phone as Your Lens: Sleeping Under A Tree

This week’s challenge, third Monday, is Black and White.

I present you a picture that I took several weeks ago when I went out for jogging about 15 km around my home. I usually bring either my iPhone or my S4 to take pictures during my jogging and track my exercise using Endomondo.

There was a boy who was sleeping under a tree when his parents were selling meats and vegetables using a car not far from him. If I were his parents, I would never put him far from my attention. Just imagine if there was animals like wild dog biting him or fire ants or even worse, somebody kidnap him.

Sleeping Under a Tree
Sleeping Under a Tree

The photo was taken using S4 and edited with Fotor for Android for the Black and White and Tilt Effect.

Phoneography Challenge, the Phone as Your Lens: Snails Race

How long it will take to the roof?
How long it will take to the roof?

This week’s challenge, the second Monday of the month, is macro. I just went out of my home and captured these pics using my iPhone 5 and edited with Fotor for Win8.

 

 

Jalan-jalan ke Kampung Gajah dan Kampung Daun

Beberapa waktu yang lalu kami sekeluarga memutuskan untuk pergi ke Bandung setelah mungkin sekitar 3-4 tahun tidak pergi ke sana. Alasannya adalah trauma. Trauma dengan macet di Bandung dan Puncak. Jadi kami sangat menghindari pergi ke Puncak atau ke Bandung. Sehari sebelumnya, pas hari Jumat, saya bertanya kepada teman-teman di kantor. Ke mana lagi ya liburan di seputar Jakarta? Taman Mini bosen. Dufan bosen. Tenda Mongolia sudah. Michael Resort sudah. Sentul dan sekitarnya sudah. Ragunan bosen. Taman Safari sudah. Gunung Bunder dan air terjunnya sudah. Anyer gitu-gitu aja. Ujung Genteng, Tanjung Lesung, dan Sawarna kejauhan. Musti cuti 1 atau 2 hari di luar Sabtu Minggu supaya tidak terlalu lelah dan liburannya cukup dinikmati. Mal bosen. Museum? Di TMII bosen. Di luar TMII biasanya tidak terawat, bau debu, dan auranya Conjuring. Trus aku lebih suka outdoor. Mau camping lagi musim hujan. Akhirnya ada yang menganjurkan ke Kampung Gajah di Lembang. Setelah google, foto-fotonya sepertinya asyik. Ya sudah Sabtu habis subuh langsung google cari hotel. Sari Ater yang ada air panasnya habis. Full booked. Akhirnya nemu di Setiabudi, Banana Inn Hotel yang berbintang 4. Not bad, affordable, gak terlalu jauh dari kota, dan gak terlalu jauh juga dari Kampung Gajah. Dekat Paris Van Java kalau mau ke mal.

Berikut adalah foto-foto di hotel.

Hari pertama kami berencana ke Tangkuban Perahu, namun karena hujan dan sudah sore dianjurkan tidak ke sana oleh teman yang tinggal di Bandung. Diusulkan pagi harinya saja, baru ke Kampung Gajah. Jadi sore itu kami berenang saja di hotel.

Paginya setelah sarapan mereka berenang lagi di hotel setelah sarapan. Akhirnya keluar hotel pas check out dan langsung ke Kampung Gajah. Sayang di sana hujan terus sehingga sebagian besar permainan outdoor tidak dioperasikan. Akhirnya kami hanya mencoba naik robot Bumblebee (sangat tidak sepadan dengan harganya, 150 ribu rupiah hanya untuk 2 putaran). Mesinnya dari motor Mio yang tidak bertenaga dengan beban berat di atasnya. Menurut saya, tidak perlu dicoba. Anak-anak sih senang. Tapi harganya semahal itu, sangat tidak layak untuk dicoba. Yang kedua kami mencoba Rumah Teror, di man pengunjung wahana naik kereta di atas rel masuk ke ruangan super gelap, dengan boneka, pocong, dan petugas berpakaian yang mencoba menakut-nakuti kami. Sebagai penggemar film Conjuring dan Insidious, wahana ini tampak menggelikan ali-alih menakutkan. Hanya saya dan Rayyan yang mencoba. Aila dan mamahnya lihat-lihat baju di toko. Tipikal para wanita. Sigh.

Setelah itu kami cabut untuk makan siang di Kampung Daun. Begitu parkir dan mencoba reservasi, menunggu antrian ke-10. Akhirnya sambil menunggu reservasi saya memesan 3 kerak telor, bala-bala, ketan bakar, pisang aroma, dan segelas bandrek. Suhu yang dingin dibalut hujan yang tak berhenti dibalas dengan kenikmatan bandrek hangat dengan kelapa dan jagung muda. Rasanya AMAZING.

Setelah kami mendapat giliran, di dekat air terjun, perut kami sudah kenyang, sehingga hanya memesan minum saja. Harga makanannya cukup mahal. Tempatnya sangat bagus. Romantis dan indah. Yang dijual di sini adalah keindahannya. Setelah puas berfoto-foto, kami pulang ke Jakarta, dengan tidak lupa memakan dengan nikmat ikan wader garing dan ayam goreng Ciganea di Rest Area tol. AMAZING. Murah dan super nikmat.

Kesimpulan:

– Pesan hotel jauh-jauh hari, lewat online lebih murah daripada telpon langsung ke hotelnya
– Bawa kasur pompa supaya tidak perlu bayar extra bed
– Ke Kampung Gajah, datanglah di musim panas. Jangan musim hujan. Tidak seperti di Trans Studio yang tertutup, aman segala cuaca.
– Ke Kampung Daun enaknya minum-minum dan makan cemilannya. Makan di luar yang enak dan murah, mampir ke Kampung Daun untuk dapat suasananya

Selamat berlibur.

Kalau ada yang punya alternatif fotografi outdoor di Jakarta atau tempat wisata seputar Jakarta lainnya, mohon dishare di komentar yaa.. TIA.