Sepiring Nasi Putih dan Azab Kubur

Kejadian ini diangkat dari kisah nyata. Untuk melindungi individu yang terlibat dalam cerita ini, saya akan menyamarkan identitas dengan nama lain. Jika ada kesamaan kisah dengan nama para tokoh, mungkin Anda memang terlibat dalam konspirasi ini.
Pada suatu siang yang mendung, Woko, Setio, Nowo, dan Donal makan siang di restoran favorit mereka, Itasuki. Resto ini menurut mereka paling enak kuah sambal coklatnya. Woko pernah makan di SukaSuki yang murah meriah, namun kualitas kuahnya tidak bisa menyaingi kuantitasnya. Setelah memesan berbagai topping untuk kuah tomyam, mereka memesan minum masing-masing. Setio yang masih kelaparan rupanya butuh tambahan kalori berupa nasi putih. Makanan ditutup dengan desert yang yummy, cakwe mayonnaise. Enak banget buat mengakhiri makan siang yang penuh dengan peluh itu.
Setelah sampai di kantor mereka segera membagi jatah yang harus dibayar masing-masing. Setelah diteliti rupanya Setio menemukan bahwa tambahan nasi putih tidak tertagih. Akhirnya Woko dan Setio memutuskan untuk kembali ke Itasuki setelah jam kantor untuk membayar nasi putih yang lupa ditagihkan. Banyaknya pengunjung siang itu membuat pelayan saji lupa menambahkan ke tagihan. Mereka tahu bahwa mereka harus berjalan kembali dari kantor ke restoran hanya untuk membayar nasi putih yang sebenarnya cukup melelahkan. Namun mereka sadar bahwa ada hak restoran Itasuki di sana. Setio khawatir nasi yang ia makan akan menjadi api karena mengandung hak orang lain. Mereka khawatir Allah SWT akan menanyakan integritas mereka di liang kubur kelak. Mereka tidak mau diazab dalam kubur hanya karena sepiring nasi. Sangat tidak sebanding.
Sepulang kerja Woko dan Setio langsung pergi ke Itasuki. Woko langsung masuk, menyeruak di tengah meja kasir yang kala itu dipenuhi pekerja Itasuki.
Woko, dengan mimik serius, bertanya kepada salah seorang wanita di meja itu, “Bisa saya bicara dengan supervisor Anda?”
Wanita itu menjawab, “Maaf, supervisornya sedang tidak ada.” Sebersit kekhawatiran mulai timbul di raut wajahnya.
Woko, “Baiklah, bisa saya bicara dengan Anda? Mohon Mbak bisa ke meja di pojok sana. Saya mau protes dengan tagihan siang tadi”.
Wanita itu menjawab dengan penuh tanda tanya. Salah apa mereka hingga mendapat keluhan dari pelanggan.
“Silakan duduk, Pak”, kata wanita itu dengan rasa waswas.
“Mbak tahu, tagihan siang ini bisa mengakibatkan kami mendapat siksa kubur?”, sergap Woko dengan intonasi tegas dan mimik serius.
Wanita itu terbengong-bengong, mulutnya menganga, antara bingung dan panik.
“Kami tadi memesan 5 nasi, namun hanya ditagihkan 4 nasi saja”, jelas Woko.
Wanita itu mulai tertawa kecil, ada lega di wajahnya.
“Mbak, kami serius. Tolong jangan tertawa. Mungkin buat Mbak sepiring nasi putih tidak ada artinya. Namun itu sangat besar artinya buat kami, Mbak. Apa yang kelak akan kami jawab di depan Allah SWT, akan nasi putih yang kami makan namun tidak kami bayar? Bahkan saya pernah mendengar cerita ada yang disiksa di dalam kubur mulutnya hingga berdarah hanya karena seseorang mengambil bambu kecil dari pagar rumah orang lain tanpa izin. Apalagi sepiring nasi putih? Itu bisa menjadi api dalam tubuh kami, Mbak! Tolong anggap serius permohonan kami, beritahu berapa yang harus kami bayar untuk sepiring nasi putih ini?”
Wanita itu kembali tertawa lepas, seolah sejuta beban hilang dari pundaknya.
“Maaf, ya Pak. Tadi pengunjung ramai sekali datang, sehingga mungkin pelayan kami ada yang lupa menambahkannya”, kata wanita itu.
“Iya, saya juga melihat, Mbak. Sepertinya banyak yang ulang tahun hari ini.”, kata Woko sambil cengengesan, merasa keusilannya berbuah manis. Di satu sisi hutang mereka lunas, di sisi lain wanita yang rupanya sedang hamil itu tidak mbrojol di tempat.
Setio hanya geleng-geleng kepala cengar-cengir melihat keisengan Woko yang sepertinya sudah akut itu. Akhirnya setelah nasi putih itu dibayarkan, mereka berdua meninggalkan restoran dengan hati lega. Mereka yakin bahwa amal kecil seperti ini tidak boleh diremehkan, karena bisa jadi dengan amalan yang kecil ini menjadi penentu apakah mereka layak masuk surgaNya kelak atau tergelincir ke dalam neraka yang mengerikan. Mereka hanya berharap Allah SWT sudi menerima amalan kecil ini dan dikategorikan sebagai ladang ibadah.
Itasuki Kuah Tomyam
Itasuki Kuah Tomyam

Berikut ini adalah ayat Al Quran yang selalu terbayang dalam pikiran Woko sepulang dari restoran.

Phoneography Challenge, the Phone as Your Lens: Sleeping on A Hammock Wannabe

This week’s phoneography challenge is one of Abstraction, Architecture, Food Photography, Night Photography, Portraiture, Still Life, Street Photography, and Travel.

I took the picture next to one of main road in Jakarta while waiting for a taxi. One man was sleeping on a hammock that created from an unused banner for advertisement when I stood near him. Even so many people were passing by, he slept tight as if sleeping in a very expensive hotel :).

Sleeping Beauty
Sleeping Beauty

 

Tasker – Aplikasi untuk Mengotomasi Android Anda

Salah satu teman saya, Dhiku, menyarankan sebuah aplikasi yang cukup keren, bernama Tasker.Aplikasi ini bisa diatur sedemikian rupa sedemikian hingga bila ada suatu kejadian terjadi kita bisa membuat smartphone Android kita melakukan sesuatu. Aplikasi ini memang tidak gratis, tapi menurut saya harganya sangat pantas jika dilihat kemampuannya. Memang pada awalnya akan membutuhkan learning curve untuk mempelajari event apa saja dan task apa saja yang bisa dikonfigurasikan. Kunjungi websitenya untuk melihat contoh dan memulai untuk mencobanya. Memang aplikasi ini tidak untuk semua orang. Namun, jika ada kemauan, bisa kok asalkan mau belajar. Buat yang memiliki latar belakang pemrograman, Tasker adalah mainan yang mengasyikkan.

Contohnya:

Mematikan Panggilan Ketika Sibuk

Kalau Anda sedang meeting atau sholat, Anda ingin telepon Anda tidak berbunyi, kan? Dengan aplikasi ini saya dapat meminta:

  1. Volume dering ditiadakan
  2. Kirim SMS ke pemanggil, misalnya : Maaf, saya sedang tidak bisa mengangkat telepon. Silakan SMS atau Whatsapp saja ya.
  3. Matikan panggilan telepon tersebut secara otomatis

Untuk melakukan hal ini saya tinggal membuat event yang saya beri nama “Sedang Tidak Bisa Telepon” menjadi ON. Kalau sedang bisa menerima telepon tinggal diset menjadi OFF. Mudah, kan?

Mencari HP Anda

Misal Anda punya dua HP. Ketika Android anda sedang dibuat GETAR atau SILENT sama sekali, dan Anda mencarinya, maka Anda bisa dibuat frustasi. Dengan tasker, jika dering HP tidak berbunyi, Android bisa diminta berteriak, misalnya: Missing me? I am here, Wish Knew! Suara ini bisa dibuat hanya dengan melakukan miss call dari HP Anda lainnya. Untuk membuat tidak sembarang Miss Call memicu teriakan ini, pastikan hanya nomor favorit (starred) yang bisa mengaktifkan fitur ini. Jika Anda tidak mengaktifkan fitur filter SMS Spam dari Samsung, sebenarnya Anda bisa menggunakan fitur SMS. Kirim saja sms ke nomor Android Anda, dengan teks: where are you, misalnya. Lalu dia akan teriak. Kebetulan fitur SMS Spam saya aktifkan, sehingga ketika ada sms, event ini tidak diterima Tasker.

Memberitahu Bila Baterai Sudah Penuh Ketika Dicharge atau Harus Dicharge

Bila sudah penuh, Android akan berteriak: Please unplug the charger. Battery is full. Sebaliknya kalau lowbatt bisa mengingatkan : Charge the battery!

Melakukan Rotasi ON Pada Aplikasi Tertentu

Pada saat Anda menonton YouTube atau Browsing atau melihat gambar di Gallery dan Anda merotasi HP Anda tapi Anda lupa menyalakan Rotasi Mode = ON, Anda bisa mengkonfigurasi aplikasi mana saja yang properti ini akan diset ON. Demikian juga kalau membuka Google Maps, Android bisa mengingatkan untuk menyalakan fitur GPS.

Menyapa Anda Ketika HP Menyala

Ketika baru dinyalakan Android bisa mengucapkan salam: Assalamu ‘alaikum Mas Wish Knew! Hehehe.. HPnya bisa dibuat Islami 🙂

Saat ini baru itu saja yang sudah dikonfigurasikan di Tasker saya, mungkin seiring berjalannya waktu akan saya tambahkan lagi sesuai kebutuhan, in shaa Allah akan saya bagikan di sini.

Anda juga punya Tasker? Apa konfigurasi yang sudah Anda atur? Silakan berbagi di komentar di bawah, ya!

Action List
Action List

PowerPoint Clicker using Mobile Phone

Apakah Anda ingin bisa mengontrol PC sewaktu presentasi menggunakan mobile phone Anda? Di internet banyak sekali aplikasi yang bisa melakukan hal ini, dan izinkan saya membagikannya salah satunya di sini. Setelah dulu terkesan 8 tahun lalu dengan aplikasi bawaan Nokia E51, saya juga membutuhkan aplikasi serupa dari Mobile Phone saya. Setelah melakukan pencarian di Internet saya mendapat beberapa kandidat. Setelah mencoba beberapa, saya tertarik dan langsung jatuh cinta dengan UnifiedRemote. Aplikasi ini tersedia untuk Windows Phone dan Android, serta masih uji coba di iOS.

Dengan aplikasi ini Anda bisa melakukan kontrol ketika melakukan presentasi dengan PowerPoint (standar Next, Prev, zooming in, zooming out, klik kiri dan kanan, pergi ke Slide tertentu, dsb). Kita juga bisa menelusuri folder di Windows Explorer lalu membuka file dari jauh. Berpindah dari aplikasi yang satu ke lainnya juga mudah dilakukan.

Dan hebatnya, untuk aplikasi seperti ini mereka menyediakan versi gratis yang bekerja dengan sangat baik. Fitur lebih lengkap bisa dilihat di sini.

 

Weekly Photo Challenge: Threes

This week’s challenge is Threes.

Michelle said :

If you want to try a three-picture story, great! If not, try three images of the same subject taken from different perspectives, three images of the same thing at different times, or even a single image inspired by “three” — three flowers blooming in a line, three dogs frolicking at the park, three cars waiting at a stoplight.

I present you three of my mobile phones, in three different Operating Systems and three different browsers, loading Weekly Photo Challenge: Threes, that showing three-picture story, as my contribution in this week’s challenge, Threes. 🙂

Three on Three
Three on Three

Dear Readers, show me your threes!

Phoneography Challenge, the Phone as Your Lens: Black-and-White of Ojek

Ojek (ou – jack) is how we, Indonesian people, call a motorcycle taxi. It is commonly referred to as a cart bike and is a licensed form of transport in some countries. Typically, the taxi carries one passenger, and sometimes two or more who ride as the pillion, behind the motorcycle operator.

I use ojek daily from a train station to my office, and from my office back to train station. I park my motorcycle in the train station close to my home. It take 15 minutes to ride to train station, 22 minutes in a commuter train, and 10 minutes using ojek to my office. In average it takes around one hour from my home to my office. If I drive my car, it will take around 1.5 until 2.5 hours, depend on the traffic and what time I leave home.

The picture was taken one day when I took ojek to my office. Have you ever tried ojek? If yes, how often you use their service?

Bad Traffic
Bad Traffic

Taken with my S4 and edited using Fotor.

Weekly Photo Challenge: Treasure

This week’s challenge is Treasure.

IN A NEW POST CREATED SPECIFICALLY FOR THIS PHOTO CHALLENGE CAPTURE SOMETHING YOU TREASURE.

Wow, what a challenge! In my life, I treasure my parents. Without them, I am nothing. Now, I have my own family, I treasure my wife and my children. I enjoy my life, I treasure this beautiful world. When I am sick, I remember when I am in a well condition, so I treasure healthy, to enjoy this life. I love technology and science, I treasure knowledge. I treasure movies, and art in common. I treasure computer science, especially Artificial Intelligence. I treasure photography, hence this challenge.

All of them, unfortunately, are transient. Impermanent. All of us will die. All of this universe will be gone. Only God, Allah, who will always be there, eternal, according to my belief as a Muslim.

So let me capture one verse in the noble Qur’an, from Adz Dzariyat: 56, something that I most treasure.

Treasure
Treasure

The verse in English : And I did not create the jinn and mankind except to worship Me. That’s the purpose of my life. Worship Him. How? To be a good person, give peace upon others, treasure this life to make this world a better place to live, to share happiness and love, and all of He says in Qur’an and examples from His Messenger, Muhammad – PBUH, and all of obligations that can be read here.

Dear Readers, what is you treasure most in this life?