Weekly Photo Challenge: Transition

This week’s challenge is transition. From Google we can get the definition of “transition”:

tran·si·tion
tranˈziSH(ə)n,tranˈsiSH(ə)n/
noun
noun: transition; plural noun: transitions
  1. 1.
    the process or a period of changing from one state or condition to another.
    “students in transition from one program to another”
    • a passage in a piece of writing that smoothly connects two topics or sections to each other.
    • MUSIC
      a momentary modulation from one key to another.
    • PHYSICS
      a change of an atom, nucleus, electron, etc., from one quantum state to another, with emission or absorption of radiation.

Here is my interpretation of the word “transition”, a changing of the stability of the bucket containing hot water at Puncak Darajat, Garut, West Java, Indonesia.

water
Transition

 

Weekly Photo Challenge: Trio

Trio
Trio Seashells

A seashell or sea shell, also known simply as a shell, is a hard, protective outer layer created by an animal that lives in the sea. The shell is part of the body of the animal. Empty seashells are often found washed up on beaches by beachcombers. The shells are empty because the animal has died and the soft parts have been eaten by another animal or have rotted out or change a new home, perhaps?

Those shells are located inside my table in the living room as accessories. We see the beauty of the shape while realizing that living organisms has dwelt those solid shells for a period of time.

Just like our body, our shell of our soul, someday we will leave it, we don’t know when. Our skeleton will remain six feet under, our soft tissues will be gone, and our soul will return to The Creator.

Every soul will taste death, and you will only be given your [full] compensation on the Day of Resurrection. So he who is drawn away from the Fire and admitted to Paradise has attained [his desire]. And what is the life of this world except the enjoyment of delusion.

 

Img2.jpg

Qur’an, Ali Imran:185.

 

Camping di Agathis Camp – Cidahu – Sukabumi

Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman kantor berkesempatan camping bersama di Agathis Camp, Cidahu, Sukabumi. Tempatnya dekat dengan Gunung Salak. Proses evakuasi jatuhnya Sukhoi beberapa waktu silam dimulai dari daerah ini. Kalau mau lihat posisinya di peta, lebih kurang sebagai berikut. Tempat camping ini juga dekat dengan perkemahan Batu Tapak dan Bravo Camp.

Img2
Peta arah dari Jakarta ke Camp Agathis

Meskipun naik kendaraan bila lancar cukup sekitar 2 jam saja ke lokasi, namun kami memutuskan naik kereta dari Stasiun Paledang – Bogor untuk menghindari kemacetan. Selain itu juga lebih santai dan lebih menyenangkan saja sepertinya bila naik kereta.

Stasiun Paledang letaknya persis setelah Stasiun Bogor kalau dari arah Jakarta. Saya dan beberapa rekan menginap di orang tua Pras, di daerah Sasak Panjang. Pertimbangannya agar cukup istirahat malam sebelum berangkat (malam Sabtu), karena jadwal kereta yang kami pilih Sabtu pagi, jam 8 pagi kurang lima menit. Kami naik angkot ke stasiun, lalu naik KRL ke Stasiun Bogor. Dari Stasiun Bogor kami keluar dan berjalan kaki menuju Stasiun Paledang.

stasiun_depan

paledang

Buat yang ingin mencoba naik kereta ini, sebaiknya membeli tiketnya secara daring via situs web atau lewat toko penjual rekanan PT. KAI, karena trayeknya lumayan diminati masyarakat. Dengan tiket yang dibandrol hanya 20 ribu perak, penumpang akan mendapat tambahan diskon 5 ribu perak bila beli secara daring. Jangan lupa bawa KTP karena tiket yang sudah dibeli akan dibandingkan identitas namanya. 

tiket

Keretanya bersih, ada AC split, bebas asap rokok, dan bisa pesan makanan. Tidak heran banyak penumpang yang memilih naik kereta untuk pergi ke Sukabumi.

di kereta

Makan nasi goreng atau pop mi sambil minum kopi atau es teh manis adalah salah satu pilihan buat menghilangkan lapar bila belum sarapan. Saya sempat membeli beberapa pisang goreng yang ada di sekitar stasiun, cocok untuk cemilan. Ngobrol dan makan di kereta membuat perjalanan sekitar satu jam tidak berasa. Tahu-tahu kami sudah sampai di Stasiun Cicurug.

cicurug

Dari Cicurug kami mencarter dua angkot menuju lokasi. Sekitar 30 menit sudah sampai di tempat.

di angkot
Di dalam angkot

Setelah sampai di tempat parkir, kami harus berjalan kaki sekitar 15 menit menuju lokasi. Lumayan juga kalau membawa anak-anak karena jalannya naik turun. Yang agak disayangkan, Camp Agathis tidak memberi papan petunjuk arah yang jelas dari tempat parkir hingga lokasi. Berbeda dengan Camp Bravo yang memberikan petunjuk dari awal hingga lokasi sehingga tidak perlu membuat kami bertanya kepada penduduk setempat lokasi tepat Agathis Camp.

agathis camp
Sampai di lokasi

Salah satu kata kunci berkemah adalah permainan yang direncanakan dengan baik. Apalagi jika kita mengajak anak-anak yang pada umumnya mudah bosan bila lama tidak ada aktivitas. Pastikan banyak media permainan bila membawa anak-anak, misalnya:
– layang-layang
– drone
– bumerang
– kasti
– aneka board game
– dart
– dsb

Jika ada organizer, panitia bisa menyiapkan permainan yang seru, sesuai dengan usia pesertanya. Pada saat kami camping, panitia sudah menyiapkan berbagai games seru, misalnya:
– peserta dibagi dalam beberapa group, masuk ke sungai, berlomba mengeluarkan bola pingpong dalam bambu yang berlubang
– melempar pisau ke kayu (sepertinya mudah, ternyata cukup sulit)
– latihan kerja sama tim dan kepercayaan. Ketua regu memimpin anak buahnya melewati halang rintang di mana semua anak buahnya ditutupi matanya dan melewati berbagai rintangan
– latihan melakukan tulup

carlos
Carlos menulup

Setelah puas bermain, kami diajak berenang dan bermain air di sungai tak jauh dari tempat lokasi berada. Banyak anak SD yang senang berenang di sana sebagai hiburan murah meriah.

boys
Dion, Irfan, Tedi, dan Dony Alpha
smiling boys
Gak ada elo gak rame

Malam harinya kami mengadakan acara api unggun dengan membakar sosis, bermain kartu domino, dan menembangkan lagu-lagu dengan iringan gitar dan cahon. Ada yang ngobrol sambil mneyeruput susu jahe dan roti bakar. Aih asyiknya.

Keesokan paginya, setelah sarapan kami berangkat ke air terjun yang jaraknya sekitar 30 menit dari lokasi. Kami melewati Camp Bravo dan Camp Batu Tapak. Kedua tempat tadi sekilas lebih bagus dari Camp Agathis. Mungkin lain kali mencoba kedua tempat tadi.

Camp Agathis memiliki dua tempat terpisah, bagian depan dan bagian belakang. Yang bagian depan adalah tempat kami menginap, lebih kecil namun diapit dua sungai. Asyik juga untuk bermain air dan makan siang sambil menikmati gemercik air. Sesuatu yang sulit didapat di belantara beton ibu kota.

Dari sisi fasilitas cukup lumayan. Ada toilet yang cukup bersih meski lokasinya agak naik ke atas. Kalau malam sebaiknya membawa penerangan, misalnya senter.

Dari pengalaman camping sebelumnya, saya masih paling suka di Rancaupas, Ciwidey, Bandung. Alasannya ada pemandian air panas, penangkaran rusa, paint ball, flying fox di atas danau, trekking ke bukit, sepeda, dan banyak warung makan.

Tempat favorit berikutnya adalah di Sukamantri, Bogor. Tempatnya luas, tidak berundak-undak seperti di Agathis, cocok buat anak-anak (Agathis ini memang lebih cocok untuk outbound bersama kolega daripada bersama keluarga). Lokasi Sukamantri yang tidak jauh dari Jakarta juga menjadi alternatif pelepas lelah di akhir pekan.

Pembaca, di mana lokasi favorit camping kalian? Share ya di komentar berikut ini…

 

Allah Maha Baik

Pengajian malam ini bersama Aa Gym di Masjid Daarut Tauhid.
Selalulah berprasangka baik kepada Allah SWT.  

 Contoh:

Ada ajudan yg selalu berpikir semua yg terjadi adalah yang terbaik dari Allah SWT. Suatu ketika raja sedang berburu jempolnya digigit sampai buntung ama macan. Ajudan bilang ini pasti yang terbaik. Raja kesal ajudan dimasukkan ke dalam penjara. Beberapa waktu kemudian Raja berburu lagi tapi tertangkap suku kanibal. Pas mau dipersembahkan raja ketahuan buntung jempolnya lalu dilepas karena dianggap cacat. Saat itulah raja menyadari buntungnya jempolnya adalah yang terbaik dari Allah. Dia kembali ke istana mengeluarkan ajudanny dan mengaku salah. Dia bertanya bagusnya apa buatmu masuk penjara? Ajudannya bilang kalau gak di penjara ia akan menemani raja dan mati dibunuh suku kejam itu.

Alhamdulillah kita jadi manusia.
Coba jadi penguin. Jadi lelaki nungguin telor tiga bulan. Coba jadi nyamuk. Cari nafkah jiwanya selalu terancam. Belum makan kadang sudah mati. Udah makan dikejar karena dendam.

Fa bi ayyi alaa i rabbi kumaa tukadzdzibaan.. Nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan.

Termasuk waktu kejadian dulu gonjang-ganjing Aa nikah lagi. Kejadian itu justru menambah kedekatan Aa dengan Allah SWT. Kota di mana DT sedang dibangun masjid yang bagus. Bisnis lebih profesional dst.

Contoh lain ttg permainan sepakbola. Masalah goal mah biasa. Itu masalah takdir. Yang indah adalah bagaimana para pemain memiliki koordinasi tinggi, kombinasi tekanan darah, adrenalin, jantung, motorik, dst. Itulah keindahan yang sebenarnya.

Alkisah ada orang kaya yang tanahnya luas, tinggal sepetak milik kakek miskin. Si kaya hidupnya sengsara karena mikirin rumah kecil itu. Pas dikunjungi si kakek lagi bersyukur alhamdulillah. Diucapkan salam sama si kaya, si kakek menjawab salam sambil alhamdulillah. Karena berarti dia memiliki telinga yg bisa mendengar. Bersyukur bisa melihat tamunya. Akhirnya si kaya sadar kesengsaraannya karena ia kufur nikmat.

Meskipun hujan, datang ke majelis taklim insya Allah banyak manfaatnya. Malaikat datang mengampuni dosa-dosa, sesuatu yang mungkin tidak didapat ketika kita hanya baca via internet, radio, dan remote distance learning lainnya.

Weekly Photo Challenge: Victory

In your photo this week, focus on the win, the victory — that moment of glory and pride you’ll remember forever.

Three months ago, me and my colleagues went to Mount Rinjani (3726 m above sea level, second highest mountain in Indonesia) for trekking. This was my second trekking after trekking at Mount Gede (2958 m above sea level).

Around 2:00 AM in the morning, in the middle of cold and windy weather we must woke up and prepare everything for summit attack. Some of my colleagues couldn’t continue to reach the summit for several reasons. It took me 9 hours to tell my self to continue, to not balking from our goal. It was really-really hard. The ground was sandy and forcing me to step back by gravity. But the summit is right in front of my eyes. Take little steps. Stop when you almost running out of breath. Continue with baby steps but just don’t stop. Finally I cried there, remembering my belated father who was love trekking too, and thanking Allah SWT for giving me enough power to reach the summit.

Here is my victory moment…

Syukur Alhamdulillah
Syukur Alhamdulillah

Weekly Photo Challenge: Ornate

Me wearing Sasambo
Me wearing Sasambol

This week’s challenge is Ornate.

or·nate
ôrˈnāt/
adjective
made in an intricate shape or decorated with complex patterns.

For this challenge I show you Sasambo and Lombok’s handicraft that has ornate design.

MATARAM – Lombok Island located in West Nusa Tenggara (NTB) has a distinct batik named as sasambo. Sasambo derives from three big tribes in Lombok. Sa from Sasak tribe, Sam for Samawa tribe (Samawa is people from Sumbawa) and Bo from Bojo tribe (Bojo is people from Bima).

The pattern of Sasambo is traditional house from Sasak, Samawa, and Bojo. It also portrays the picture of red pepper and lizards, the local animal from Lombok.