5 Alasan Harus Nonton Parasite (2019)

Kemarin pagi saya baca cuitan dari Om Joko Anwar, beliau menyarankan pencinta film untuk menonton film Parasite yang judul aslinya Gisaengchung. Setelah melihat peringkatnya di Rotten Tomatoes mencapai 98% dari sisi kritikus, saya langsung cari bioskop yang memutarnya. Apalagi film ini juga memenangkan film terbaik di Canness Film Festival dengan meraih Palme d’Or.

Film Korea pertama yang meraih penghargaan Palme d’Or

Ternyata Joon-ho Bong yang menyutradarai film ini juga menyutradarai film The Host (2006) yang juga dibintangi aktor yang sama, Kang-ho Song. 13 tahun lalu saya terkesima melihat film Korea dengan visual efek yang ciamik dan cerita yang tidak umum. Dua tiket langsung saya beli di CGV dekat kantor untuk menontonnya bersama istri.

Premis singkatnya:

Ada sebuah keluarga yang hidup miskin, terdiri atas suami istri dan dua anak pra dewasa.

Keluarga Kim yang miskin

Ketika si anak lelaki mendapat kesempatan menjadi guru privat seorang anak dari keluarga kaya raya, ia memikirkan cara bagaimana saudara perempuannya bisa bekerja juga di keluarga tersebut.

Lama-lama mereka sekeluarga merencanakan plot licik agar semuanya bisa bekerja di keluarga kaya itu, dan menjadi parasit yang tak terlihat bagi mereka, terutama para pekerja yang ada agar bisa mereka gantikan. Namun ada sebuah fakta mengejutkan yang bisa menghancurkan rencana keluarga jahat itu.

Ada setidaknya lima alasan, mengapa kamu harus menonton film yang keren ini:

1. Film ini memiliki unsur yang bertolak belakang. Ada komedi dan ada tragedi. Ada kelembutan dan ada kebrutalan. Ada kemiskinan dan ada kemewahan. Ada kesederhanaan dan ada ketamakan. Coba film apa yang pernah kamu tonton yang mengandung tema kontradiksi seperti itu:

2. Komedinya mengocok perut, benar-benar menghibur kita dari awal hingga pertengahan

3. Ketegangan yang muncul di tengah film benar-benar bisa membuat kita berteriak. Sangat menegangkan dan tak dapat diduga sama sekali

4. Film yang sederhana ini benar-benar tak terpikirkan oleh kita idenya. Begitu orisinal dan menyegarkan para pencinta film!

5. Kekuatan akting dari para pemainnya membuat kita begitu percaya dengan pendalaman karakter mereka. Kita akan peduli dengan para tokohnya.

Nah cinephile, tunggu apa lagi? Segera tonton film keren dari Korea ini. Dijamin tak akan mengecewakan!

Poster film Parasite

Saya memberi nilai 8.5/10 untuk film ini!

Inilah trailer dari film Parasite:

Quora World Meetup Tangerang Selatan di Tandon Ciater – 22 Juni 2019

Hari Sabtu yang lalu, tepat tanggal 22 Juni 2019, saya menjadi host untuk acara Quora World Meetup 2019 tahunan resmi yang diakui oleh Quora International. Setiap tahunnya, Quora International memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk mengadakan pertemuan pada pekan Quora World Meetup, di setiap kotanya. Asal memenuhi kuota 10 orang dan melaporkan kepada Quora kita akan melakukan pertemuan pada batas tanggal waktu yang ditentukan mereka, maka pertemuan itu menjadi resmi diakui oleh Quora International.

Tahun lalu acaranya berlangsung di Sarinah dan Galeri Nasional, yang sebelumnya pernah saya tuliskan di Quora World Meetup 2018. Nah, tahun ini saya ingin menyehatkan para Quorawan dan Quorawati. Awalnya saya hanya ingin bertemu sapa dengan mereka lalu main Board Game sepuasnya. Namun tempat yang tersedia kalau tidak di kafe ya restoran. Padahal kalau di sana ada komitmen uang dan tempatnya pun terbatas. Akhirnya saya punya ide untuk mengadakan di Tandon Ciater. Alasannya adalah:

  • Tandon Ciater hanya perlu membayar parkir kendaraan. Tak ada biaya masuk apapun;
  • Belum banyak orang Tangerang Selatan yang tahu fasilitas umum yang bisa digunakan untuk bersosialisasi dan berolahraga ini;
  • Ada rumah Blandongan di dalam area tandon yang bisa dipinjam untuk berkumpul dan bermain board games (paling patungan ala kadarnya untuk uang kebersihan dan listrik);
  • Sebelum bertemu, semua peserta bisa berolahraga berjalan kaki sejauh 2-3 putaran untuk memperlancar peredaran darah, dan mengingatkan Quorawan bahwa jawaban sehat didapatkan dari badan yang sehat;
  • Akhirnya sekitar satu setengah bulan sebelumnya, saya membuat pertanyaan di Quora tentang Meetup ini. Tak diduga antusiasme rekan-rekan di Quora begitu besar. Dokter Sandra dan dokter Alrein menyatakan kesanggupannya untuk datang. Bahkan dokter Sandra bersedia berbagi informasi bagaimana melakukan CPR jika diperlukan sewaktu-waktu di rumah kita. Pembicara lainnya saya minta Winner Wijaya, sutradara muda yang berhasil membuat film dokumenter Ojek Lusi (Lumpur Sidoarjo) yang memenangkan penghargaan dan nominasi Piala Citra, untuk ikut berbagi pengalamannya.

Setelah Quora International menerima proposal dari kami, akhirnya saya mengirimkan informasi alamat sebagai koordinator untuk menerima merchandise dari Quora. Beberapa minggu kemudian, merchandise berupa bendera Quora World Meetup, gelas stainless steel, stiker, label, dan poster saya terima.

Akhirnya tibalah hari-H yang dinanti-nanti. Kami berkumpul jam 7:45 pagi di Tandon Ciater, saling berkenalan, lalu melakukan pemanasan sebelum berjalan bersama-sama mengelilingi tandon.

Setelah berfoto bersama, kami berjalan mengelilingi tandon sambil berfoto-foto di beberapa titik. Rayner Wijaya, adik Winner, membawa drone untuk mengabadikan Tandon Ciater dari angkasa. Hingga tulisan ini ditulis videonya belum saya dapatkan, sehingga akan disusulkan nanti bila telah tersedia.

Memulai acara Quora World Meetup di Tandon Ciater Tangerang Selatan

Setelah selesai berjalan mengelilingi Tandon Ciater, karena matahari semakin menyengat, akhirnya dari rencana tiga putaran, kami memutuskan untuk menyudahi hanya dua putaran saja. Waktu bertambah karena banyak sesi foto-foto yang dilakukan selama memutari tandon.

Setelah memasukkan semua barang-barang ke dalam Rumah Blandongan Tandon Ciater, kami segera melakukan sesi perkenalan satu sama lain.

Setelah perkenalan satu sama lain, acara pertama adalah pemberian informasi mengenai teknik CPR oleh dr Sandra Suryadana.

Hal yang ditekankan oleh beliau adalah CCC ABC:

  • Clear the area
  • Check for consciousness
  • Call for Help
  • Air way
  • Breath
  • Circulation
Pemberian materi Teknik CPR oleh dr Sandra Suryadana

Setelah pemberian materi dan praktik, Winner Wijaya memberikan sedikit pengalamannya bagaimana ia membuat film dokumenter Ojek Lusi.

Setelah itu saatnya kami bermain Board Games! Saya, Oliver, Aldio, dan Sherly menjadi Game Master untuk mengajari rekan-rekan bermain Board Game. William Mamudi mengajarkan cara bermain Bridge. Saya sendiri menjadi Moderator untuk Game Werewolf yang terkenal.

Selain gelas dari Quora, Freddy menyumbangkan 10 mug bertuliskan Quora yang bagus sekali. Saya langsung membuat program kecil untuk mengundi yang beruntung. Terima kasih banyak ya Freddy!

Mug Quora

Setelah acara selesai, kami memberikan kenang-kenangan kepada Bapak Sutikno selaku pengurus Tandon Ciater berupa kaos Quora.

Pemberian kenang-kenangan kepada Bapak Sutikno

Berikut ini adalah ringkasan video kompilasi yang dibuat Winner dan adiknya Rayner.

Terima kasih banyak kepada Bapak Sutikno dan jajaran yang telah memberikan kesempatan kepada kami, Quorawan dan Quorawati yang berkumpul di Tangerang Selatan untuk bisa bersilaturahmi satu sama lain. Semoga kemesraan dan keceriaan ini terus mengingatkan kami semua pentingnya berbagi ilmu, melalui platform Quora atau dalam kehidupan kami sehari-hari.

Sampai jumpa di pertemuan Quora selanjutnya!