Review Kumpulan Cerpen DUNIA SUKAB

Sudah lama sekali saya baru bisa menyelesaikan sebuah buku. Padahal ada beberapa buku yang saya beli, namun selalu terhenti di tengah jalan. Penyebabnya ada beberapa. Di antaranya: – kehilangan motivasi karena merasa kok tulisannya tidak seperti yang diharapkan – beli bukunya dulu mungkin karena lapar mata – gangguan telepon pintar, saking pintarnya membuat kita semakinLanjutkan membaca “Review Kumpulan Cerpen DUNIA SUKAB”

#FF Kamis – Inem yang Bawel

“Mar, rumahmu mati lampu, gak?” tanya Inem. “Sekarang? Nggak tuh Nem. Nyala kok.” jawab Marni. “Kamu mah enak. Rumah lega. Viewnya keren. Lah aku? Mana sempit, panas pula!” gerutu Inem. “Apa yang salah coba? Rumah gelap terus. AC mati. Bisa mati aku lama-lama.” “Sabar saja Nem. Kita harus bersyukur apa yang diberikan kepada kita. JanganLanjutkan membaca “#FF Kamis – Inem yang Bawel”

Prompt #109 – Suatu Hari di Kembara Kala

“Selamat datang di Stasiun Kembara Kala. Ada yang bisa kami bantu?” tanya seorang penjual tiket kereta. “Satu tiket Mas.” jawab Kelana. “Tujuan?” “Kota Tegal, 23 tahun lalu, posisi latlong 6°52’01.9″S 109°08’33.4″E, pukul 16:00 WIB.” “Satu kali jalan, atau return?” “Satu kali jalan saja. Nanti tiket kembali saya beli dari sana.” Kelana sengaja meminta kedatangan diLanjutkan membaca “Prompt #109 – Suatu Hari di Kembara Kala”

Prompt #110 – Surga Dunia

“Dina, mau tidak bertemu Ibu?”, tanya Ian kepada putrinya pada suatu hari libur setelah mereka selesai sarapan. “Bukankah.. Ibu sudah lama di surga, Yah?” “Karena izin Tuhan, kita bisa bertemu kembali dengan Ibumu.” “Benarkah? Ayah tidak sedang berbohong, kan?” “Tidak, sayang. Mari kita temui Ibu di Rumah Sakit.” “Horeeeee!!! Aku kangen sekali sama Ibu!!” teriakLanjutkan membaca “Prompt #110 – Surga Dunia”

Prompt #108 – Karma

“Rara, cepat pakai sepatumu. Nanti kamu terlambat ke sekolah!” “Baik, Ma!”, jawab anakku sambil mengambil sepatunya. Aku selalu menyembunyikan perasaaanku setiap kali melihat senyumnya yang manis. Persis seperti senyum ayahnya. Matanya yang tenang dan menghanyutkan adalah duplikat yang sempurna. Hati ini selalu sesak bila teringat hari ketika ayahnya pergi dari kehidupanku untuk selamanya. Kalimat terakhirnyaLanjutkan membaca “Prompt #108 – Karma”

#FF Kamis – Menang Tender

“Mah, alhamdulillah project Papah goal, Mah! Project yang sudah lama Papah harapkan!”, teriak Toni pada istrinya via telepon. Istrinya tetap bergeming, meneteskan air mata. Tanpa suara. “Mah, mengapa diam saja? Mengapa kau menangis, Mah? Harusnya Mamah gembira!”, lanjut Toni tak habis pikir. “Bertahun-tahun kita berusaha agar project ini bisa kita dapatkan dengan susah payah. Setelah kitaLanjutkan membaca “#FF Kamis – Menang Tender”

Prompt#107 – Dompet Simalakama

“Bang! Bang! Stop bentar Bang!” kataku pada Abang Gojek yang kunaiki. Aku turun nyaris melompat dari motor dan segera berlari beberapa meter di belakang motor. Kupungut dompet dari jalan yang terkena cipratan lumpur beceknya jalanan. Sesampainya di rumah kulihat-lihat isi dompet yang baru kutemukan tadi. “Dompet siapa itu, Wan?”, tanya ibuku dari sofa. “Nggak tahu,Lanjutkan membaca “Prompt#107 – Dompet Simalakama”