Review Kumpulan Cerpen DUNIA SUKAB

Sudah lama sekali saya baru bisa menyelesaikan sebuah buku. Padahal ada beberapa buku yang saya beli, namun selalu terhenti di tengah jalan. Penyebabnya ada beberapa. Di antaranya: – kehilangan motivasi karena merasa kok tulisannya tidak seperti yang diharapkan – beli bukunya dulu mungkin karena lapar mata – gangguan telepon pintar, saking pintarnya membuat kita semakinLanjutkan membaca “Review Kumpulan Cerpen DUNIA SUKAB”

Siri, I Love You

Sore itu kupandangi lalu lintas Jakarta yang sumpek dari sebuah restoran cepat saji di puncak Mal Plaza Semanggi. Hari Jumat jam pulang kantor, ditambah hujan yang tak kunjung berhenti, membuat kendaraan parkir berjamaah di semua jalanan protokol Jakarta. Untung aku masih bisa teng go dari kantor dengan motor ke mal ini. Terlambat sedikit bisa-bisa masihLanjutkan membaca “Siri, I Love You”

Kembalinya Mas Parman (2006)

Dia bukan penduduk asli kampung ini. Ketika berumur hampir setahun, orang tuanya mengalami kecelakaan di tikungan, dekat balai desa. Ayah dan ibunya meninggal seketika, dan dimakamkan di TPU, satu setengah kilometer dari rumahku. Akhirnya Pak Parto dan istrinya, sepasang petani yang sudah tua dan tidak memiliki anak, memutuskan untuk memungutnya dan memberinya nama Suparman. KataLanjutkan membaca “Kembalinya Mas Parman (2006)”

Kasmaran (2008)

Suara berisik jam weker membangunkan Toni tepat pukul lima pagi. Tubuhnya masih terasa pegal-pegal. Pekerjaan audit kemarin sangat melelahkannya. Ratusan lembar dokumen ia lahap dan dipelajari dengan penuh ketelitian. Pagi itu ia baru tidur selama tiga setengah jam, dan ia harus segera berangkat kembali ke kantornya di daerah Sudirman. Setelah mandi dan sholat subuh, iaLanjutkan membaca “Kasmaran (2008)”

Santiku Sayang Santiku Pulang (2011)

Santi menyuapkan potongan siomaynya yang terakhir ke dalam mulutnya. Ia ambil selembar tisu di depannya dan menyeka ujung mulutnya. Aku masih tak menyentuh piringku dari tadi. Kupandangi wajahnya yang cantik. Lama sekali. “Mas, kita harus mengakhiri hubungan kita”, Santi memecah kebisuan di antara kami. “Santi.. Apa tidak ada lagi yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahanku?Lanjutkan membaca “Santiku Sayang Santiku Pulang (2011)”