Arsip Blog

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Berkemah di Cipamingkis – Bogor

Pengen liburan berkesan bersama teman atau keluarga yang terjangkau dan menarik? Yuk camping ceria di Cipamingkis Bogor! Rekreasi asyik itu tidak harus ke luar negeri, lho. Di Indonesia, begitu banyak tempat wisata menarik yang mudah dan murah dijangkau.

Berikut ini saya sampaikan lima alasan mengapa kamu yang tinggal di kawasan Jabodetabek harus berkemah di sini.

Alasan #1 – Dekat dari Jakarta

Di mana sih Cipamingkis ini? Tempat wisata ini terletak di Desa Wargajaya, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Lokasi Lat Longnya adalah 6° 38′ 24.65″ S  107° 0′ 41.40″ E. Untuk navigasi ke sana bisa menggunakan Waze atau Google Maps, dengan destinasi Curug Cipamingkis. Dari Depok lebih kurang 60 km. Tidak jauh, kan?

Img2

Alasan #2 – Murah Meriah

Tarif masuk tanpa menginap cuma 10 ribu rupiah saja. Kalau menginap 31 ribu per orang dewasa. Parkir motor 2000 rupiah, dan mobil 4000 rupiah. Boleh membawa tenda sendiri atau menyewa dari mereka. Tinggal bilang mau kapasitas berapa orang, akan langsung didirikan, diberi matras dan fly sheet. Kapasitas empat orang cukup membayar 150 ribu semalam. Saya sendiri sudah memiliki 4 tenda sehingga ketika berkemah di sini dengan total 15 orang, saya tinggal mendirikan tenda dan fly sheet.

Mobil atau Motor bisa diparkir di samping tenda. Jadi tidak perlu kesulitan membawa barang untuk dibawa keluar masuk mobil. Listrik kalau mau bisa sewa. Saya sendiri membawa kasur pompa dan menggunakan pompa listrik dengan ikut memompa di warung terdekat.

Alasan #3 – Fasilitas Lengkap

Di sekitar tenda banyak warung yang bisa melayani tamu untuk makan dan minum 24 jam! Dari minuman susu jahe, teh, hingga kopi semua siap! Anda membawa sendiri? Bisa minta air panas. Indomie telur siap, dengan berbagai rasa. Nasi putih dan nasi goreng ada. Gorengan tinggal comot.

cipamingkis (6 of 125)

Warung Makan Berjejer

WhatsApp Image 2017-04-04 at 7.03.30 PM

Memompa kasur tiup di warung

Toilet? Ada 12 pintu. Tinggal pilih saja. Kalau sudah membayar untuk menginap tidak lagi perlu bayar 2000 rupiah per ke kamar mandi.

WhatsApp Image 2017-04-04 at 7.03.29 PM (1)

12 pintu toilet jongkok dengan ember dan air yang mengucur 24 jam nonstop

Musholla? Lengkap dengan sajadah, sarung, dan mukena.

Alasan #4 – Banyak Instagrammable Spot

Ada beberapa spot yang bagus untuk dijadikan tempat selfie:

  • Air terjun

waterfall-1

 

  • Patung kuda

WhatsApp Image 2017-04-04 at 7.21.32 PM

  • Geladak kapal di atas sungai

cipamingkis (65 of 125)

  • Rumah Pohon

cipamingkis (115 of 125)

Alasan #5 – Cocok untuk Segala Usia

Banyak tempat wisata yang hanya cocok untuk pendaki gunung. Tempat ini cocok untuk segala usia. Kami menginap di sini total 14 orang, 9 dewasa, 3 anak, dan 2 balita. Berkemah melatih anak untuk mandiri, tidak takut dengan alam luas, terbiasa menghadapi segala cuaca, memecahkan masalah bersama secara gotong-royong, mengikatkan hubungan batin sesama anggota keluarga, mensyukuri karunia Ilahi akan keindahan alam dan berusaha terus menjaganya, dan banyak lagi alasan positif lainnya.

Nah, tunggu apa lagi? Ayoooo jangan mager! Cuma butuh niat aja kok buat ke sana.

Tips ke sana:

  • Jangan lupa bawa perlengkapan camping jika punya, jika tidak bisa sewa
  • Membawa kompor portable dan bahan makanan akan lebih menghemat
  • Membawa kendaraan dengan CC besar akan membantu karena banyak tanjakan terjal (30 derajat)
  • Lampu tenda akan membantu menghemat listrik (bohlam usb, dsb)
  • Payung dan jas hujan sebaiknya dibawa
  • Sendal gunung akan membantu ke air terjun, jangan sandal jepit biasa
  • Karena tidak ada sinyal provider saat tulisan ini ditulis di area camping, pastikan orang rumah atau keluarga tahu agar tidak khawatir. Semoga provider telko segera memberi akses buat warga setempat dan pengunjung yang datang.

Selamat berlibur dan terima kasih sudah mampir di sini. Oh ya kalau ada pertanyaan jangan ragu tanyakan di kolom komentar di bawah, ya!

Jalan-jalan ke Wisata Hutan Bakau di PIK

Wisata ini saya pilih untuk memperkenalkan kepada Aila dan Rayyan ekosistem hutan bakau di Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara. Merekalah generasi muda yang terancam budaya kecanduan gawai dan mager yang harus diajak untuk bergerak dan menikmati alam agar mereka tahu bahwa kelangsungan alam ini ada di tangan mereka. 
Pendidikan tidak hanya cukup dituturkan namun juga perlu dipraktekkan. Kalori terbakar, udara segar memenuhi paru-paru kita, dan kecintaan pada alam sebagai rasa syukur kepada Tuhan bisa bertambah.

Maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan? 

Bandingkan dengan hijaunya Singapur yang kebanyakan adalah artifisial atau buatan. Jakarta penuh wisata alam yang asri dan asli. Tarifnya juga relatif sangat murah.

Dari Serpong tempat ini berjarak sekitar 30 km dan perjalanan memakan waktu sekitar satu jam. Begitu keluar tol Pantai Indah Kapuk, sekitar lima menit sudah sampai.

Setelah membayar tiket yang cukup murah, kami mampir sejenak untuk sholat Dzuhur di Masjid Al Hikmah.

Masjid yang lantai dan dindingnya serba kayu ini terletak di atas air dan dikelilingi hutan bakau. Sungguh adem dan nyaman sekali.


Saya berjalan memutari masjid ini dan mengambil gambar hutan bakau yang indah.


Setelah shalat kami mengeksplorasi semua tempat di sana sambil berjalan membakar kalori. Para pengunjung di hari Minggu ini cukup ramai. Banyak muda-mudi jaman sekarang yang memanfaatkan untuk berfoto selfie atau sekedar berdua-duaan. Mereka merasa tempat itu adalah milik mereka berdua dan tak peduli terkadang membuat risih pengunjung lainnya.


Gambar di atas diambil di dekat tempat istirahat berpayung warna-warni dan kandang monyet.


Hati-hati bila dekat kandangnya karena ia bisa mengambil hp kita!

Sungguh disayangkan tempat indah ini menarik biaya satu setengah juta rupiah bagi mereka yang membawa kamera DSLR meski tidak untuk photo prewedding. Atur saja sehari maksimal tiga photo prewedding, gratiskan saja. Yang lain bebas membawa kamera DSLR untuk mengambil gambar alam dan photo keluarga. Di sini kita kalah telak dengan Singapur. Di mana saja di luar, kita dibebaskan mengambil gambar.


Wisata air yang tersedia juga cukup merogoh kantung kita. 


Di dekat jembatan kayu masih banyak terlihat sampah botol plastik. Mohon jangan buang sampah sembarangan karena sudah banyak tempat sampah yang disediakan.


Jembatan kayu yang tidak boleh dinaiki lebih dari lima orang ini kadang masih suka dilanggar pengunjung yang datang.


Foto berempat di dekat jembatan kayu.


Tempat menginap berupa vila dari kayu ini juga disewakan untuk pengunjung. Jika ingin merasakan tinggal di tempat dengan nuansa alam jauh dari keramaian, solusi ini bisa dipilih.


Berikut ini adalah peta tempat yang bisa diakses.



Pemandangan di sana cukup indah dan menyejukkan mata kita.



Tempat ini bisa lebih ditingkatkan lagi dari sisi permainan anak, tempat makan tepi hutan bakau yang romantis, dan hal positif lain yang lebih bisa mengajak partisipasi aktif pengunjung daripada sekedar mengambil gambar.

Satu hal positif lainnya adalah wisata kuliner seputar PIK yang beragam dan menarik!

Selamat berwisata, Sobs!

Ekspedisi ke Gunung Munara

Sebelum saya mendongeng, tonton dulu yuk trailernya berikut ini:

Bagaimana? Seru kaaan?

Nah.. ceritanya, selepas pendakian saya dan teman kantor beberapa bulan lalu ke Gunung Lembu di Purwakarta, saya meminta Gandhi untuk mencari petualangan berikutnya yang ada di seputar Jakarta via internet. Dapatlah dia Gunung Munara yang berlokasi di sekitar Rumpin – Bogor ini. Lokasinya dekat sekali dari tempat tinggal kami di daerah Tangerang Selatan. Hanya sekitar 1 jam seperempat dari BSD City, Tangerang Selatan.

Img2

Selain Gandhi, saya juga mengajak kolega petualang outdoor, Dony Alpha untuk ikutan dalam keseruan ini. Tidak disangka-sangka ternyata sekeluarga pula dia ajak. Luar biasa.

udadony

Putrinya yang paling kecil berusia 4 tahun! Si kecil digendong naik turun oleh ayahnya. Top daddy! Putri kedua masih kelas 2 SD, naik dan turun gunung tanpa mengeluh sama sekali. Sangat menginspirasikan bagi keluarga lain bahwa kegiatan outdoor bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Ingin mencoba? Coba baca artikel tips dan manfaatnya yang pernah saya tulis di sini.

Selain mengajak Gandhi dan Dony, saya mengajak seorang blogger yang belum pernah saya temui secara langsung, yaitu Winny, yang juga mengajak teman-temannya yaitu Riza, Yoshi, dan Bijo, yang juga belum pernah saya temui secara langsung meski sering ngobrol di dunia maya. Saya juga mengajak Andra dan Rizal tetangga di kompleks rumah, selain anak lelaki saya, Rayyan. Kegiatan ini bagus untuk bonding antara saya dan anak sehingga komunikasi tetap bagus dan membiasakan aktivitas positif sehingga tidak melulu bermain gawai.

Untuk pergi ke sana, saya menggunakan bantuan Waze dengan tujuan Situs Gunung Munara, yang membawa saya sekitar 1 jaman dari Rawa Buntu BSD. Jalan ke sana masih ada yang rusak (sekitar 15 – 25 persen dari keseluruhan perjalanan).

rusak

Ketika kalian sudah melihat plang Situs Gunung Munara, masuklah ke gang yang hanya muat satu mobil itu. Untungnya sangat jarang orang menggunakan mobil ke sana. Kebanyakan menggunakan sepeda motor ke sana.

Sesampai di ujung gang, ada lahan untuk parkir yang hanya muat sekiat 4 – 6 mobil saja. Untungnya kami datang ketika masih sepi sehingga tiga mobil bisa parkir dengan mudah. Biaya parkir 3 mobil dan 9 orang dewasa adalah 115 ribu rupiah.

loket

Pastikan nanti tidak perlu membayar apapun lagi ketika pulang. Jangan mau dipungut lagi, karena tidak bagus untuk pariwisata juga.

munara (6 of 15)

Penitipan helm, barang, wc, dan jajanan

Untuk menuju kaki Gunung Munara kami berjalan menyeberangi jembatan dan berjalan di samping sungai. Banyak warga setempat yang memanfaatkan air sungai ini untuk mandi.

papan

Petunjuk arah sangat membantu agar kami tidak tersesat

walk

Menuju kaki gunung

river

Sungai yang menyegarkan mata

bridge2

Menyeberangi jembatan

Perjalanan menuju pos 1 lumayan membuat kami berkeringat. Seru sekali bercanda bersama rekan seperjalanan, sambil menceritakan pengalaman kami sebelumnya. Kami saling bertukar pengalaman sehingga membuat kami menjadi semakin mengenal satu sama lain. Hal ini yang membuat olahraga ini menjadi sangat menyehatkan karena selain bergerak secara fisik kami juga bersosialisasi dan menguatkan arti persahabatan.

 

pos1

Istirahat sejenak di dekat Pos 1

warung

Jajanan lengkap di sepanjang perjalanan. Jangan takut kelaparan atau kehausan

wefie1

Wefie bersama sambil menikmati keindahan alam

rayyan

Rayyan beristirahat sejenak

pos2

Indahnya Indonesiaku

keamanan

Pos 3 – Membayar 5000 rupiah per orang untuk uang keamanan dan kebersihan

me

Menikmati keindahan

landscape1

Panorama View di tengah perjalanan

munara (5 of 15)

Batu belah dari bawah

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tips mendaki batu belah:

  1. Sebaiknya tidak punya phobia terhadap ketinggian. Jika punya foto-foto saja di bawahnya
  2. Sepatu gunung akan lebih baik daripada sandal gunung
  3. Sebaiknya mendaki satu persatu, jangan beramai-ramai menggunakan tali karena sepertinya tidak kuat untuk digunakan beramai-ramai
  4. Jangan mendaki pada saat hujan, karena bahaya petir dan licin
  5. Puncak batu belah hanya nyaman diduduki empat orang. Sebaiknya bergantian dengan orang lain setelah mengambil foto secukupnya

Sekitar 10 menit dari Batu Belah kita dapat mencapai puncak Gunung Munara, yaitu Batu Bintang. Ada spot yang bagus untuk berfoto namun harus sangat berhati-hati.

me2

Ini asli serem hehehe

Setelah turun saya mengambil beberapa gambar dengan tele yang tidak saya bawa naik karena berat hehehe… Berikut ini adalah gambar-gambar yang saya ambil dengan lensa 70-200 mm f2.8.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dan inilah film pendek yang saya buat dengan iMovie dari iPhone bisa memberikan gambaran lengkap perjalanan kami.

Kesimpulan:

Gunung Munara bisa dijadikan alternatif wisata hiking terjangkau yang menyehatkan dan menyenangkan. Jika ada pertanyaan silakan ditanyakan di kolom komentar di bawah ya!

Ada pengalaman menarik di Gunung Munara atau gunung lainnya? Bagi cerita kalian ya!

 

Petualangan ke Gua Lawa Kabupaten Tegal

Libur lebaran kemarin ketika saya sedang jogging dari Desa Banjaranyar ke arah Harjawinangun – Kabupaten Tegal, mata saya terpaku pada papan penanda di pinggir jalan Desa Batuagung yang berbunyi GOA LAWA dengan panah ke kanan. Tanda ini belum ada tahun lalu ketika saya mudik. Akhirnya saya putuskan untuk mengikuti tanda panah tersebut hingga ke gang masuk di samping perumahan desa, dan saya bertanya mengenai jaraknya ke dalam. Rupanya jaraknya dekat dan bisa ditempuh dengan naik ojeg, membawa motor sendiri, atau bahkan membawa mobil pribadi. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba ke sana keesokan harinya dengan anak-anak dan istri.

Di mana sih letaknya Goa Lawa ini tepatnya? Goa Lawa yang ada di postingan ini adalah goa yang berada di Kabupaten Tegal, sekitar 350 km ke arah timur dari Jakarta. Dari Kota Tegal sekitar 30 km ke selatan.

Img1

Lokasi Goa Lawa

Untuk mencari di Google Maps atau Waze arahkan saja ke Batuagung Tegal. Dari situ sudah banyak petunjuk ke Goa Lawa. Jangan keliru dengan Goa Lawa di daerah Banjarnegara ya.

Kami berempat masuk ke sana dikenakan tiket sepuluh ribu rupiah. Jalanannya memang aspal yang agak rusak namun masih aman buat kendaraan. Ada petugas yang mengatur lalu lintas yang sempit, kapan kita bisa masuk ke tempat parkir dan kapan harus menunggu apabila ada mobil yang akan pulang. Mereka berkomunikasi dengan telepon genggam. Ini sangat membantu sehingga tidak menyebabkan deadlock di tengah jalan.

Tempat parkirnya cukup luas untuk motor dan mobil. Ada toilet di atas sungai tidak jauh dari tempat parkir, namun airnya tidak ada, jadi pastikan membawa tisu basah atau air mineral untuk beristinja.

gualawa (3 of 45)

Welcome Banner

gualawa (1 of 7)

View di tempat parkir yang luas

Tips mendaki Goa Lawa:

  1. Berangkat sepagi mungkin agar tidak panas
  2. Toilet di sana seadanya, pastikan membawa tisue basah dan kalau bisa panggilan alam sudah ditunaikan
  3. Menggunakan sun block akan bermanfaat bila matahari terik
  4. Jangan mendaki bila musim hujan karena bisa licin
  5. Sebaiknya menggunakan sepatu agar memudahkan pendakian dan tidak mudah jatuh di sela-sela bebatuan
  6. Membawa bekal minum dan makanan (jika malas, tenang saja karena di sana juga ada yang menjual minuman mineral, rujak, mendoan, lontong, dan indomie)
  7. Sebaiknya minta didampingi oleh porter, misalnya Mas Gowor atau Mas Tahur, untuk menjelaskan tentang sejarah Goa Lawa maupun mendampingi selama pendakian. Anak saya Aila juga kadang dia gendong ketika posisi mendaki atau turun cukup sulit. Tarif tidak dipatok, serelanya saja.
  8. Selalu berhati-hati dan waspada. Jangan bercanda di atas bebatuan karena bila terpeleset bisa bahaya akibatnya
  9. View di gua biasa saja sebenarnya, bisa dilewati kok. Yang paling asyik adalah berfoto di batu terapung atau di puncak batunya.
gualawa (27 of 45)

Berfoto di batu mengapung, kurang cocok buat yang takut akan ketinggian

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

gualawa (2 of 7)

Pemandangan di sepanjang jalan menuju puncak

gualawa (3 of 7)

Kiri kanan bebatuan

gualawa (6 of 7)

Pemandangan panorama puncak

gualawa (28 of 45)

Indahnya negriku

Hal menarik lainnya di sekitar tempat ini:

  1. Tidak jauh dari sini ada pemandian air panas Guci, yaitu sekitar 20 km ke atas.
  2. Sate kambing muda dan teh poci gula batu daerah Lebaksiu
  3. Tahu aci khas Slawi

Saksikan trailernya berikut ini:

Berfoto bersama pemandu dan penanggung jawab lokasi.

Kesimpulan:

  1. Tempat wisata ini murah meriah di sekitar Tegal, bisa jadi alternatif selain ke pemandian air panas Guci yang terkenal
  2. Tidak cocok bila Anda takut akan ketinggian
  3. Tingkat kesulitan untuk pendakian relatif sedang buat pemula. Buat pendaki gunung ini walking in the garden

Pernah berwisata ke sini atau ke gua lain? Bagikan pengalamanmu di komentar ya!

Pendakian ke Gunung Lembu di Purwakarta

Week end minggu lalu saya mengajak anak saya yang duduk di kelas 1 SMP, tetangga di rumah, dan tiga kolega untuk hiking ke Gunung Lembu di Purwakarta.

Evernote Camera Roll 20160529 034949

Tatang, Rayyan, Me, Gandi, Azhari, dan Nanang Zi

Perjalanan kami dimulai dari Senayan sekitar pukul 9 pagi dan baru sampai di base camp sekitar pukul 3 sore karena macet di Cikampek dan berhenti untuk makan siang dan sholat di RM Ciganea sekitar 1,5 jam. Tentu saja kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk makan di tempat ini karena saya dan sekeluarga sudah sering makan di RM Ciganea baik yang ada di rest area Bandung – Jakarta maupun yang ada di BSD. Menu favorit saya adalah ayamnya yang gurih, yang konon dicampur air kelapa sebelum digoreng, dan ikan bilis goreng kering.


Dari sini saya menggunakan aplikasi Google Maps dengan destinasi Gunung Lembu. Kami diarahkan untuk belok kanan di Pasar Anyar Sukatani. Dari sini jalan cukup sempit sehingga kalau berpapasan dengan mobil lain harus bergantian. Jarak dari pasar hingga basecamp lebih kurang sekitar 12 km dengan kondisi menanjak dan sesekali turunan tajam.

Setelah sampai kami segera menyiapkan tas keril dan memasukkan air serta peralatan lainnya. Di basecamp ini sudah disediakan parkir motor dan mobil. Untuk mobil dikenakan 10 ribu bila tidak menginap dan 15 ribu bila menginap.

Saya langsung melapor dan diterima dengan ramah oleh Pak Syamsudin. Saya isi buku tamu dan meninggalkan informasi berupa nomor telepon dan jumlah anggota yang akan naik. Per orangnya dikenakan 10 ribu rupiah. Harga yang cukup murah dan bersahabat.

Evernote Camera Roll 20160529 035745

Bersama Pak Syamsudin di Base Camp Gunung Lembu

Setelah siap kami segera menuju Pos 1 melalui pintu gerbang dengan spanduk selamat datang.

Evernote Camera Roll 20160529 040314
Medannya tidak jauh sebenarnya, namun sudut elevasinya sekitar 45 derajat dengan kondisi licin bila hujan. Nyamuk hutan juga perlu diwaspadai sehingga membawa lotion anti nyamuk sangat disarankan. Menggunakan tongkat gunung cukup membantu untuk melangkah. Jangan menyerah sebelum mencapai Pos 1.

Menjelang sampai pos 1 hujan turun cukup lebat, dan mengingat waktu sudah mendekati maghrib kami memutuskan untuk mendirikan tenda dekat warung dan rumah pohon di pos 1. Pemandangannya bagus, mengarah ke waduk Jatiluhur.

Evernote Camera Roll 20160529 040423
Setelah makan malam, sekitar pukul sembilan kami mulai tidur. Saya terbangun sekitar pukul 3 pagi menikmati terang bulan dan keindahan lampu Sukabumi dan lampu tambak sungai yang mengalir ke waduk Jatiluhur. Keindahan yang luar biasa dan kesempatan kita mengagungkan kekuasaan Ilahi.

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi, supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan, agar kamu mendapat petunjuk,” – (QS.16:15)

Udara di sini tidak sedingin Ciwidey – Bandung atau Guci – Tegal. Suhunya lebih kurang sama dengan di Sukamantri – Bogor, atau Cidahu – Sukabumi. Tidak panas juga, sehingga cukup nyaman untuk camping tanpa perlu jaket dingin.

Wisata Gunung Lembu ini menurut penjual di pos 1 ini baru mulai digalakkan sekitar dua tahun terakhir. Sebagian besar wisatawan datang dari Jakarta. Wisatawan asing yang pernah datang di antaranya dari Jerman, Jepang, Korea, dan Inggris.

Sinyal di Pos 1 ini tidak terlalu bagus. Internet sangat sulit, menelpon sesekali bisa. Komunikasi di daerah ini tergantung provider telko Anda.

Hal yang jarang dibahas di tulisan catatan perjalanan pendakian Gunung Lembu ini adalah:
– Di Pos 1 ini ada sumber mata air. Jadi jangan takut untuk kehabisan air jika nge-camp di sini
– Ada dua warung indomie dengan minuman botol, kelapa muda, dengan balai-balai untuk istirahat. Jadi tidak perlu terlalu banyak membawa cadangan air minum untuk dibawa dari bawah. Lebih menghemat tenaga, bukan? Semangkuk indomie cuma bayar goceng!
– Ada rumah pohon dari bambu yang bisa digunakan untuk selfie dan mengambil gambar waduk Jatiluhur yang indah

Pagi harinya setelah sarapan dan berdoa kami bergerak ke Pos 2. Kami bawa barang berharga dan meninggalkan keril dan tenda di Pos 1. Perjalanan pagi itu sangat menyenangkan karena cuaca sangat cerah. Burung berkejaran di angkasa, beberapa hewan melata dari golongan mollusca seperti cacing berkepala palu dan kelabang raksasa sesekali tampak melewati bebatuan di kaki kami. Saya selalu mengingatkan rombongan di belakang agar jangan sampai mereka terinjak. Kita tidak ingin sebagai tamu menyakiti hewan-hewan yang tidak bersalah yang menjadi tuan rumah gunung ini.

Perjalanan ke Pos 2 tidak semengerikan dari  base camp ke Pos 1. Ada beberapa bonus berupa jalan landai atau menurun. Ini bagian yang disukai pendaki untuk mengambil nafas hehehe..

me2

Bidikan Azhari – Jalan menanjak

WhatsApp-Image-20160530 (2)

Bidikan Azhari – di Pos 2

Ada dua petilasan keramat yang harus dihormati namun tidak dikultuskan agar tidak jatuh ke dosa syirik. Minta hanya kepada Allah SWT, jangan ke tempat keramat. Jaga akidah jangan sampai rusak.

Tidak berapa lama kemudian kami sampai di Pos 3 dan puncak Gunung Lembu di mana tenda bisa didirikan meski jumlahnya tidak sebanyak di Pos 1 (atau di Rompang Ceria).

WhatsApp-Image-20160529 (2)

Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? Dikasih pemandangan indah, harus dijaga ya!

WhatsApp-Image-20160531 (3)

Puncak Lembu 792 MDPL

WhatsApp-Image-20160531

Senangnya berfoto bersama anak naik gunung bersama

IMG_6036

Indahnya Waduk Jatiluhur dari Puncak Lembu

IMG_6035

Berdua bersama Rayyan

 

 

IMG_6034

Indahnya Indonesiaku

Tips mendaki Gunung Lembu

  • Gunung Lembu relatif mudah dinaiki oleh siapa saja, dari usia 10 tahun ke atas mestinya tidak mengalami masalah yang berarti
  • Olah raga jalan atau lari seminggu dua kali selama sebulan akan membantu memperkuat stamina
  • Istirahat yang cukup di malam sebelumnya juga penting untuk melewati tanjakan terutama di Pos 1
  • Tidak perlu bawa makanan dan minuman terlalu banyak karena di setiap pos ada warung indomie dan berbagai minuman, termasuk kelapa muda segar
  • Bawa lotion anti nyamuk, lebih baik yang semprot karena lebih mudah dipakai
  • Tongkat gunung lumayan membantu jika ada
  • Gunakan sendal gunung atau sepatu gunung yang tidak licin. Berhati-hati mendaki jika habis turun hujan
  • Matikan HP bila hujan. Di kuartal awal tahun 2016 ada seorang anak SMP meninggal dunia membawa HP tanpa alas kaki dalam keadaan hujan di dekat puncak. Beberapa orang temannya tidak tersambar karena HP dalam keadaan mati
  • Jangan remehkan gunung serendah apapun. Kesombongan menyebabkan kelengahan, dan kelengahan sumber malapetaka
  • Sebagai tamu, jangan kotori bebatuan dan pepohonan dengan guratan atau tulisan apapun. Jaga keindahan alam dengan tidak merusak dan meninggalkan sampah apapun
  • Membawa kompor kecil dan alat masak bisa menghemat dan memakan sesuai selera kita, namun tidak mandatori karena ada warung

Bonus: jika memungkinkan pulang dari sini bisa singgah ke tempat wisata Resort Tirta Kahuripan yang memiliki edgeless swimming pool di atas awan. Baca ulasannya di artikel selanjutnya. Stay tuned!

Sally D’s Mobile Photography Challenge: Nature (a Few Waterfalls Scenes from my Travels)

This Monday’s challenge is Nature. Sally’s posting is about her beach scenes from her travels, mine is about waterfall. I like beach but like waterfall more 🙂 The weather usually cooler. Beach is usually hot and sunny. Jakarta is hot, that’s why I prefer waterfall which usually located in higher land, with cooler weather.

You can feel the real power of water under the waterfall. Gravity and water are great combination to provide power and beauty at the same time. Every waterfall has its own tale and signature. With someone you love, you can create a romantic atmosphere near it.

Reader, do you have a special experience with any waterfall?

Among these shots, which scene you like most?

21782_10205247782766895_2944177327807750298_n

Curug Nangka

996045_10201576745393255_1932734134_n

Curug Bidadari

1386008_10201576745033246_288885536_n

Curug Bidadari

1452325_10201576715512508_485373324_n

Curug Bidadari

1655559_10202184197059167_1333382602_o

Curug Bidadari

10390572_10203646117046253_2258968958404587956_n

Curug Cibeureum

10603435_10203646116766246_2714310379117273632_n

Curug Cibeureum

11187192_10205274835843205_7595258519243745573_o

Curug Nangka

11990640_10206194725359868_6470463542930090688_n

Tiu Kelep

12238496_10206569178880972_7422879790629789666_o

Curug Cidahu

12247828_10206569184401110_2727640235178966576_o

Curug Cidahu

247574_1977889199672_301361_n

Small Waterfall

252806_1977889919690_611600_n

Curug @ Gunung Bunder

253771_1977890319700_7689336_n

Curug Ngumpet

279871_2126360751368_1120183_o

Guci Waterfall

Jalan-jalan ke De Ranch dan Sari Ater

Setelah menginap di Hotel Jayakarta, kami pindah ke villa di Lembang, dekat De Ranch. Tiga hari dua malam cuma bayar 750 ribu, dengan kapasitas untuk 10 orang. Villanya lengkap dengan kompor gas dan peralatan masak, serta cuma sekitar 1.5 km dari De Ranch. Dapat info ini dari teman kantor.

bandung (147 of 192)

Tempatnya lumayan asri, banyak tanaman. Ada rumah panggung yang berisi banyak kasur, baik di ruang tamu depan TV maupun kamar utama. Kami lebih suka rame-rame di depan TV karena bisa ngobrol dan bercanda bersama.

bandung (149 of 192)

Dengan menggunakan aplikasi Waze mencari alamat ini dari Hotel Jayakarta tidaklah sulit. Sesampai di sana tinggal menelpon penunggu villa lalu dijemput. Sampai di sana menjelang maghrib langsung packing dan bebersih.

Makan malam kami malas keluar karena belum mengenal medan di sana seperti apa. Akhirnya daripada pusing cari makan pake Go Food dari Gojek. Yay! Malam itu perut kenyang tanpa harus keluar rumah atau memasak.

Pagi setelah sholat subuh saya segera mengambil jaket windbreaker dan sneaker untuk olahraga pagi sambil melihat sekeliling.

Pagi itu saya berjalan lebih kurang sekitar 7 km pulang pergi untuk melihat pusat Lembang di mana ada pasar Lembang dan kuliner untuk sarapan pagi. Setelah membeli sejumlah makanan untuk sarapan saya tenteng semua bahan makanan layaknya seorang pemburu yang membawa hasil buruannya kepada keluarganya di rumah. Tidak lupa memperkenalkan enaknya tahu Tauhid yang uempuk dan uenak.

Menurut saya, tahu Tauhid lebih enak daripada tahu susu yang saya beli di Rest Area setelah keluar Bandung. Lebih gurih dan lembut.

Setelah sarapan kami bersiap mengunjungi De Ranch yang dekat letaknya dari villa.

 

bandung (163 of 192)

Aila mencoba naik kuda poni

Tarif masuk ke De Ranch hanya 10 ribu bisa ditukar dengan susu atau yoghurt senilai lebih kurang 3000-3500 rupiah.

Berkunjung ke De Ranch sebaiknya di pagi hari atau sore hari karena pada siang hari matahari bersinar sangat terik. Pastikan membawa sun block agar tidak terpapar sinar mentari yang menyengat.

Setelah puas bermain di sana kami makan siang di Mang Engking cabang Lembang dan sorenya mandi di Sari Ater.

bandung (182 of 192)

Menurut saya makanannya masih lebih enak Mang Engking yang di Depok UI. Kalau viewnya lumayan asri dan hawanya sejuk tanpa AC. Enak sekali buat leyeh-leyeh siang hari sambil tiduran di sini.

Setelah kenyang kami menuju Sari Ater untuk mencoba mandi air panas.

bandung (185 of 192)

Air panas

Secara keseluruhan pemandian Air Panas Guci Tegal Jawa Tengah lebih bagus daripada Sari Ater ini. Airnya lebih hangat dan tidak terlalu bau belerang.

Overall, perjalanan ke Lembang ini menyenangkan. Tempatnya dingin, cocok untuk berlibur keluarga yang tinggal di daerah panas macam Jakarta dan sekitarnya.

Bagaimana pengalaman Anda ketika ke Lembang?

Menginap di Hotel Jayakarta Bandung

Sudah bertahun-tahun lamanya saya tidak menginjakkan kaki ke Kota Bandung. Alasannya sangatlah klise. Bandung di week end adalah kemacetan panjang sejak papan informasi di jalan tol Cipularang menunjukkan arah keluar Pasteur mulai terlihat. Berikut ini adalah salah satu contoh kemacetan yang sempat direkam oleh OkeZone.

pundgd8mxu

Terakhir lewat Cipularang sekitar satu atau dua tahun lalu untuk pergi camping ke Ciwidey keluar Kopo tanpa mampir ke Bandung. Berangkat lancar, pulang macet luar biasa karena bertepatan libur Nyepi.

Belajar dari pengalaman traumatis itu kami berencana jalan-jalan ke Bandung tidak di hari libur nasional. Kebetulan saya dapat cuti besar tahun ini sehingga kami sekeluarga memutuskan untuk cuti di 4 Januari 2016 hingga 8 Januari 2016. Di saat semua orang telah lelah berwisata dari sebelum Natal hingga tahun baru dan kembali bekerja, kami baru mulai berpetualang. Anti mainstream. Jadi boleh dikata kami tidak berkontribusi terhadap lengsernya Dirjen Perhubungan Darat, Pak Djoko Sasono seperti diberitakan di sini.

Strategi ini ternyata sangat tepat. Banyak sekali yang terjebak macet di jalan tol dan di berbagai kota besar karena banyak orang memanfaatkan libur bersama dan panjang di Natal tahun lalu. Kami sendiri yang memilih berlibur setelah tahun baru, merasakan jalan tol yang nyaman dan tempat wisata yang tidak padat di Bandung dan sekitarnya.

bandung (1 of 192)

Bersiap Liburan

bandung (2 of 192)

Perabotan Lenong hahaha…

Kami berangkat jam 9 pagi sempat mengalami sedikit kemacetan di daerah Bekasi karena ada kecelakaan truk terbalik.

bandung (3 of 192)

Kecelakaan di dekat pintu tol Cikarang

Kami memilih menginap di Hotel Jayakarta Bandung yang berbintang 4 dan memiliki rate bagus di Traveloka, 50% diskon dari tarif walk in selama dua malam.

Berikut adalah foto-foto selama menginap di sana.

bandung (137 of 192)

Foto di kamar

Review dari kami:

  • Kamar lumayan OK, AC dingin, ada balkon
  • Kolam renang dingin airnya kurang begitu bersih. Yang asyik kolam whirlpoolnya yang hangat
  • Tempat main buat anak dekat kolam renang lumayan asyik
  • Makanan (sarapan) sangat biasa saja. Mending makan di luar

Paginya saya mencoba mengenal daerah sekitar sambil berolahraga jalan di pagi hari sampai ke Dago Atas. Lumayanlah buat cari keringat.

Overall, kami memberi rating 7/10 untuk pengalaman menginap di sana.

Selama menginap di sana kami mengunjungi beberapa tempat :

  • Seafood HDL Cilaki (cocok buat penyuka seafood porsi jumbo alias makan rame-rame)
  • Mie Akung di Jl. Lodaya (mie yaminnya enak dan toppingnya besar-besar. Pastikan separuh saja mienya, toppingnya setengah atau full. Es duren jangan lupa)
  • Seblak Deu TjengHar (murah dan uenak. Topping siomay keringnya asyik)

bandung (143 of 192).jpg

Bersilaturahim dengan teman SMA (Indah Wulandari) juga saya sempatkan, mumpung lagi ke Bandung.

Kami juga menyempatkan pergi mengunjungi Museum Geologi yang hi tech dan memberikan banyak informasi buat anak-anak. Foto-foto bisa dilihat di postingan berikutnya.

Setelah menginap dua malam di daerah Juanda ini, kami pindah ke villa di Lembang milik temannya teman. Lumayan murah. 750 ribu untuk tiga hari dua malam, bisa untuk 10 orang. Bisa masak pula karena semua peralatan masak sudah disiapkan.

Di sana kami mengunjungi de Ranch dan Sari Ater. Review dan gambar-gambar ada di postingan selanjutnya.

Weekly Photo Challenge: Warmth

In response to The Daily Post’s weekly photo challenge: “Warmth.”

Warmth of Joy

Warmth of Joy

Last week, during my visit to my home town, Tegal, Java, Indonesia, I went to the beach PAI (Pantai Alam Indah) with my kids. When they were playing with sands, I captured some pictures there. This one showing the warmth that sparks from the kids who were playing there. It is the warmth of joy.

Here is the other pics from the journey:

Petualangan ke Pemandian Air Panas Puncak Darajat – Garut

Kali ini kami ingin mengunjungi Pemandian Air Panas Puncak Darajat yang terletak di Garut. Dari Serpong perjalanan sekitar 260 km. Kami berangkat jam 8 pagi dan sampai di Garut sekitar jam makan siang. Sesampai di Nagreg, hasil pencarian di Internet merekomendasikan Nasi Liwet Abah Strawberry. Begitu melihat restonya di pinggir jalan, kami langsung mampir. Tempatnya asyik. Ada permainan anak-anak berupa mendayung di antara dangau-dangau, ATV, dsb. Sangat asri dan menarik untuk dilihat.

Tips makan di sini:

– Menu paketnya itu isinya banyak banget. Nggak pesan tambahan sudah cukup sebenarnya.
– Sambal yang enak adalah sambal dadak. Sambal terasinya agak kemanisan.
– Nasi Liwetnya enak banget. Recommended.

Setelah makan kami mampir di Masjid Iqra tidak jauh dari situ. Ada kolam terapi kaki dari ikan Nilam. Geli-geli sedap gitu deh rasanya.

Terapi Ikan

Terapi Ikan

Dengan bantuan Google Maps, mencari Puncak Darajat di kata kuncinya bisa membawa kami ke sana dengan cepat dan tanpa tersesat.

Img4

Sampai di sana kami tinggal meminta kunci kamar yang sudah dipesan satu hari sebelumnya, dengan tarif 500 ribu per malam. Kami mendapat kamar tipe 1 untuk 4 orang, dengan 1 tempat tidur single bed. Untung saja kami membawa kasur pompa sehingga kami berempat bisa tidur dengan lapang 🙂

Begitu sampai sore harinya, kami langsung berenang. Makan di sana tidak sulit karena ada restoran hotel yang harganya juga tidak terlalu mahal. Kalau membawa kompor portable lumayan juga bisa menghemat untuk memasak indomie atau membakar sosis. Karena menginap di area pemandian, saya berendam air panas lagi jam 12 malam. Udara dingin dikalahkan oleh hangatnya air 🙂 Asyik sekali.

Ada beberapa pemandian air panas di sekitar sini sebenarnya, misal Awit dan Darajat Pass. Puncak Darajat ini yang paling tinggi dan wahana airnya paling banyak. Pemandangannya juga superb.

 

Menjelang check out, kami sempat foto-foto di bawah kolam yang paling bawah, dengan berlatar belakang pemandangan yang indah. Jelas ingin sekali kembali ke tempat yang indah ini. Harga kamar yang 500 ribu rupiah per malam cukup terjangkau, apalagi berada di tengah-tengah kolam, sehingga kami bisa berenang kapan saja.

Buat pecinta Hot Waterboom, Puncak Darajat bisa menjadi alternatif kalau bosan ke Guci di Jawa Tengah. Guci lebih banyak villa dan makanan di sekitar tempat wisata. Kualitas water park sedikit lebih bagus di Puncak Darajat. Kolam lebih luas di Guci. Keunggulan Puncak Darajat adalah di slidingnya yang juara. Guciku memiliki flying fox yang masuk ke dalam air. Kolam lebih luas sehingga tidak terlalu penuh sesak ketika banyak pengunjung.

Mencari oleh-oleh di Garut cukup mudah. Ada chocodot (coklat yang ada dodol di dalamnya), coklat dengan bijih kopi yang renyah, dorokdok atau krupuk kulit, dodol aneka rasa, dsb. Intinya Garut cukup lovely untuk dikunjungi, karena suhu udaranya yang sejuk.

Wish List wisata lainnya (di luar umroh/haji):

– Green Canyon
– Pangandaran
– Gunung Papandayan
– Dieng
– Bromo
– Grojogan Sewu di Tawangmangu
– Borobudur
– Bali
– Malang
– Senggigi di Lombok
– dst…

Selamat berwisata!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.