Tips Berkemah Keluarga Untuk Pemula

Indonesia bertaburan tempat yang indah untuk berkemah bersama keluarga. Seiring dengan bertambahnya lokasi perkemahan yang mendapatkan dukungan baik dari pihak swasta maupun pemerintah daerah, maka makin populerlah wisata berkemah yang ramah untuk keluarga.

Suasana pagi di Gunung Papandayan

Paparan gawai elektronik yang sudah membuat generasi milenial mager alias “malas gerak”, jalan-jalan ke mal yang lama-lama membosankan, dan plesiran mewah di vila dan hotel berbintang yang tidak menantang, semuanya membuat liburan berkemah keluarga menjadi pilihan berlibur yang unik.

Apa saja sih manfaatnya berkemah itu?

  • Mensyukuri karunia Tuhan atas alam yang begitu indah
  • Menyadarkan bahwa kita harus merawat alam ini dengan sebaik-baiknya agar terus memberikan manfaat bagi makhluk hidup di sekitarnya
  • Melatih kemampuan problem solving, atau pemecahan masalah dengan lebih baik
  • Memberikan efek relaksasi dan kedamaian dengan suasana tenang jauh dari hingar bingar keramaian dunia
  • Mendekatkan hubungan keluarga dan bekerja sama satu sama lain
  • Melatih anak-anak kemandirian dan kepedulian dengan alam sekitar
  • Menyehatkan badan karena udara yang segar dan aktivitas luar ruang di sekitar bumi perkemahan
  • Menyalurkan hobi fotografi alam dan pemotretan langit di malam hari
Tenda dalam Kelompok

Di zaman COVID-19 ini, menggunakan perbekalan milik sendiri terasa lebih nyaman dan aman. Kita tidak tahu tenda yang disewakan itu bersih atau tidak. Izinkan saya memberikan tips berkemah dengan peralatan yang kita punyai sendiri.

Lanjutkan membaca Tips Berkemah Keluarga Untuk Pemula

Berkemah di Kala New Normal

Dunia telah berubah. Covid-19 membawa warna yang berbeda dengan dunia kita sebelumnya. Inilah masa di mana kita menikmati setiap jengkal sudut rumah kita dalam waktu yang panjang. Ketika tempat umum ditutup di mana-mana, hanya rumah kita yang bisa kita nikmati sepanjang hari.

Bagi pencinta kehidupan luar rumah, khususnya para campers, berada di rumah berbulan-bulan akan menimbulkan kerinduan berkemah yang luar biasa. Bau rumput yang segar oleh embun pagi. Suara burung berkicauan di atas pepohonan di sekitar kita. Hangatnya mentari pagi yang menyapa malu-malu dari balik bukit nan indah. Wanginya semerbak teh atau kopi yang menemani pisang goreng atau roti panggang yang siap disantap untuk sarapan pagi. Semuanya menimbulkan kerinduan yang luar biasa.

Camping di Sukamantri Camping Ground
Pagi di Sukamantri

Di tengah bahaya ancaman Virus Corona, apakah kita masih bisa hidup berdampingan dengan aman? Bagaikan Pi dengan Richard Parker di film besutan Ang Lee, Life of Pi?

In the movie Life of Pi, was Richard Parker the illusion or the ...
Pi menerapkan physical distancing agar tidak menjadi korban

Saya bermaksud memberikan saran dalam melakukan kegiatan luar ruang, khususnya berkemah, di masa New Normal seperti saat ini:

Pilih Tempat dengan Protokol Kesehatan

Cari info orang yang bisa dihubungi apakah BuPer-nya sudah siap untuk digunakan. Jika sudah, tanyakan apa protokol keamanan dalam New Normal ini. Berkemah dengan jarak yang tidak berdekatan merupakan hal yang dianjurkan agar lebih aman dan kondusif. Tapi bila tidak ada aturan yang jelas dari pihak penyelenggara BuPer, orang yang tidak peduli bisa memasang tenda dekat dengan kita.

Tempat-tempat yang sering dijadikan kerumunan seperti api unggun, kebersihan toilet umum, dan warung makan di daerah BuPer harus diatur protokol keamanannya. Bila tidak diatur, sebaiknya Anda hindari tempat seperti ini demi keamanan dan kesehatan kita.

Jangan Lupa Masker

Ketika Anda terpaksa harus berbincang-bincang dengan orang lain dalam jarak dekat, selalu kenakan masker. Masker adalah wujud bahwa Anda menghargai orang lain di zaman New Normal seperti sekarang ini. Masker kain cukup saya kira untuk dipakai.

Bawa Hand Sanitizer dan Sabun Cuci Tangan

Selalu sediakan sabun cuci tangan ketika pergi ke toilet umum dan letakkan hand sanitizer di dekat tenda kita untuk membersihkan tangan sebelum beraktifitas. Setelah menyentuh keran, gunakan Hand Sanitizer untuk membersihkan tangan Anda sebelum keluar toilet.

Atur Jarak Antar Tenda

Atur jarak tenda dengan teman atau keluarga kita, juga dengan orang dari pihak luar. Jika perlu gunakan tali rafia untuk menentukan batas aman agar orang lain tidak meletakkan tenda terlalu dekat dengan tenda kita.

Atur jarak dan konsultasikan dengan pihak penyelenggara

Hindari Kegiatan Kontak Fisik dengan Banyak Orang

Saat ini banyak komunitas berkemah yang mengadakan berkemah bersama dalam jumlah besar dengan kegiatan yang seringkali berdekatan satu sama lain. Di waktu sebelum COVID-19, hal ini tidak masalah. Namun di masa New Normal yang baru akan berlaku ini, menghindari acara seperti ini justru disarankan, kecuali mereka benar-benar mengubah acaranya agar tetap aman. Pastikan ketua acara mereka punya aturan yang jelas untuk hal ini. Ini juga berlaku ketika foto bersama. Jaga jarak setidaknya satu meter antar keluarga. Jangan terlalu dekat.

Memasak Sendiri Lebih Baik

Jika memungkinkan, masaklah sendiri untuk keluarga inti. Hal ini tetap paling aman dibandingkan berbagi makanan dengan banyak orang atau membeli di warung makan yang tidak jelas standar kesehatannya. Sebelum pandemik, berbagi makanan sudah biasa dan seru. Namun sekarang harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Pastikan yang memasak menggunakan masker. Selalu mencuci tangan sebelum memasak. Gunakan alat makan sendiri dan tidak dicampur dengan keluarga lainnya.

Bawa kompor portable

Hindari Kolam Renang tanpa Kaporit

Beberapa BuPer menyediakan kolam renang. Tanpa kaporit, bakteri dan virus bisa hidup bebas, meski air dibuat mengalir. Sedapat mungkin hindari air menggenang yang memungkinkan virus tinggal secara lama di sana.

Pastikan Berjemur dan Beraktivitas Fisik

Matahari pagi adalah sumber vitamin D. Berjemurlah di pagi hari untuk kesehatan kita, jangan mager dengan tidur saja di dalam tenda. Lakukan aktivitas fisik yang menyehatkan badan.

Berolahraga

Demikianlah usulan saya untuk tetap beraktivitas di luar ruang dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Jika ada masukan lain, tambahkan di kolom komentar, ya!

Tetap Bahagia di Kala Pandemik Corona

Ah.. sebenarnya saya ingin sekali kembali berbagi mengenai pengalaman berkemah dan kegiatan luar ruang. Namun apa daya dalam masa pandemik Covid-19 ini, semua tempat rekreasi ditutup dan kita semua dianjurkan untuk di rumah saja.

Mulai sekarang, saya ingin mencoba berbagi mengenai berbagai hal yang saya temukan di Internet dan saya sukai. Siapa tahu kamu juga menyukainya atau bisa memberikan saran ini kepada teman atau keluargamu!

Kalau kamu pernah main semacam Win, Lose, or Draw, ada permainan digital sederhana yang hanya membutuhkan browser dan koneksi Internet. Sebaiknya kamu melakukannya di laptop atau PC, minimal tablet. Kalau dari smartphone akan kesulitan menggambar, khususnya yang jarinya jempol semua :D.

Sudah siap? Ayo buka browsernya, langsung ketik https://skribbl.io/

Masukkan nama kamu di bagian kiri atas (nama alias yang biasa saya pakai WishCraft). Di sebelahnya ada bahasa yang digunakan (defaultnya English, ada 26 pilihan bahasa ketika tulisan ini ditulis). Sayang bahasa Indonesia belum ada, padahal Tagalog sudah ada.

Di bagian bawah nama, ada avatar yang bisa kamu personalisasi untuk menggambarkan dirimu selama bermain. Tombol dadu di sebelah kanan atas digunakan untuk mengacak avatar sehingga kamu tidak perlu bersusah-payah mencari yang paling keren.

Setelah puas menentukan avatarmu, kamu siap bermain. Bila ingin bermain dengan sembarang orang di Internet, kamu bisa langsung klik tombol Play! Jika ingin bermain bersama teman-temanmu sendiri dan menggunakan kata-kata pilihanmu, tekan tombol Create Private Room. Nanti kamu diberi kesempatan untuk menentukan alamat unik URL untuk bermain (tinggal dibagikan ke semua teman-temanmu), lamanya menggambar, dan bahasa yang akan digunakan.

Aturan mainnya bagaimana? Intip di halaman berikutnya.

Berkemah di Gunung Papandayan

Beberapa waktu yang lalu di awal bulan Oktober 2019, saya sekeluarga dan 30 orang lain yang sebagian besar adalah teman kantor, pergi berkemah ke Gunung Papandayan di Garut. Teman-teman di kantor menyewa bus sementara saya dan satu keluarga lain membawa mobil sendiri karena pergi bersama keluarga. Dari Serpong kami berangkat sekitar pukul setengah sebelas malam dan sampai di Garut menjelang subuh. Jalanan cukup lancar, tidak ada kemacetan yang berarti. Panduan kami hanya Waze saja sampai ke Camp David Papandayan.

Di Sumedang, selepas tol Cileunyi, kami mampir makan tahu Sumedang yang masih hangat dan tahunya baru keluar dari pabrik. Jam menunjukkan sekitar pukul tiga pagi dini hari. Sungguh nikmat sekali. Azan subuh berkumandang ketika kami sudah dekat Garut dan kami memenuhi panggilan untuk menunaikan kewajiban sholat subuh berjamaah di Masjid Al Kholil.

Kami menikmati pemandangan indah daerah Garut dan sekitarnya. Ketika melewati daerah Mekarbakti, saya berhenti dulu di tengah jalan sambil mengambil gambar.

Sebuah bukit di pagi hari di daerah Mekarbakti Garut

Perjalanan menuju Camp David Papandayan cukup menanjak dan membuat mesin mobil terkadang harus bertahan di gigi satu. Di kiri dan kanan jalan semakin lama semakin jauh dari perumahan warga. Akhirnya kami tiba di Camp David yang memiliki lahan parkir beraspal halus dan sangat luas. Saya yakin campur tangan pemerintah daerah setempat yang memungkinkan fasilitas yang membanggakan ini bisa tersedia.

Gerbang Selamat Datang

Bila kita pergi ke base camp gunung lain, keindahan mungkin baru bisa dinikmati setelah kita mendaki. Ini tidak berlaku bagi Gunung Papandayan. Dari lahan parkirnya saja keindahannya sudah terlihat. Toilet bersih berjajar. Warung makan dan penyewaan mendaki gunung banyak tersedia. Tempat untuk berfoto-foto ada.

Lahan parkir yang super luas dengan latar belakang gunung nan indah

Jalan-jalan ke Surabaya dan Museum Angkut Malang

Bertepatan dengan Hari Pahlawan tahun lalu, kami sekeluarga terbang ke Surabaya untuk menghadiri pernikahan teman kantor dan bersilaturahim dengan beberapa sahabat yang tinggal di Surabaya. Kesempatan ini juga kami ambil sekalian berlibur ke Malang.

Lokasi pernikahan terletak di Gedung Minangkabau (Gebu Minang) di daerah Kebonsari.

Gebu Minang

Kami menginap di hotel dekat lokasi, yaitu di Hotel Best Western Papilio. Hotel ini selain dekat dengan lokasi acara juga memiliki kolam renang edgeless yang cukup tinggi.

Berfoto bersama penganten

Seterusnya ada di laman 2.

5 Cara Cerdas Mengamankan Sosial Media Anda

Kehidupan kita zaman sekarang tidak lepas dari penggunaan Sosial Media. Saking hebatnya, akun Facebook, Google, Twitter,LinkedIn, dan sebagainya juga bisa digunakan untuk mendaftarkan diri kita di penyedia layanan aplikasi lain. Mau daftar suatu situs kadang ditawarkan : Sign Up with Facebook, Sign Up with Google, dan sebagainya.

Ilustrasi mengakses IG via FB
Login Instagram via Facebook

Nah bagaimana bila situs layanan itu berkaitan dengan finansial? Bila akun sosial media kita mudah diretas, maka kita tidak hanya terkena risiko reputasi di sosial media namun juga terpapar risiko finansial.

Jika akun Facebook kita sudah teretas, banyak hal yang bisa terjadi.

  • Pembajak menggunakan akun kita untuk berjualan dan langsung mendapatkan calon pembeli dari ribuan friends kita
  • Pembajak berpura-pura membutuhkan uang atau pulsa dan semua teman kita berpotensi tertipu
  • Semua aplikasi yang login menggunakan Facebook berpotensi teretas juga

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk lebih mengamankan akun sosial media kita? Memang benar bahwa penjahat selalu mencari jalan untuk membobol akun kita. Namun bila kita memaksimalkan apa yang kita bisa untuk mengamankan akun kita, mengapa tidak?

Berikut ini adalah beberapa cara sebagai ikhtiar tambahan untuk mengamankan akun sosial media kita selain hanya mengandalkan satu password untuk semua atau hanya password semata.

Lanjutkan membaca 5 Cara Cerdas Mengamankan Sosial Media Anda

Jakarta Culinary Feastival (2018)

Dari tanggal 1 hingga 4 November 2018 ini Ismaya Group mengadakan acara buat para pencinta kuliner di Jakarta, yaitu Jakarta Culinary Feastival.

Acara ini diadakan di pelataran Mal Senayan City dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Untuk jelasnya bisa dilihat di peta berikut ini:

peta

Di acara pesta kuliner ini pengunjung tidak hanya mendapat kesempatan untuk mencicipi berbagai kuliner, namun juga bisa melihat para chef terkenal mendemonstrasikan keahliannya memasak makan. Tidak hanya itu pengunjung juga bisa belajar memasak, melakukan foodography, live music, talk show, dan sebagainya.

Lanjutkan membaca Jakarta Culinary Feastival (2018)

Aplikasi Penting buat Para Petualang

Saya suka sekali berpetualang, mengunjungi daerah yang baru, terutama yang menarik untuk dikunjungi. Namun dalam proses perencanaan perjalanan, panduan selama perjalanan, sampai di tempat tujuan, hingga kembali ke rumah, semuanya membutuhkan aplikasi. Nah izinkan saya berbagi kepada kalian, wahai petualang zaman now, aplikasi yang saya sukai dan saya sering gunakan untuk berpetualang. Saya terinspirasi tulisan kawan blogger Mas Febriyan Lukito dalam salah satu tulisannya tentang travel blogger profesional mengenai hal ini.

Ceritakan juga di komentar aplikasi apa yang kalian pakai namun tidak saya sebutkan di sini ya. Siapa tahu saya tertarik juga untuk menggunakannya.

Menentukan Tujuan Wisata

Sebelum pergi, saya biasa mencari informasi tujuan wisata mana yang ingin dikunjungi. Apakah wisata pantai atau gunung. Di dalam atau luar negeri. Berkemah atau di hotel. Backpacking atau tidak, dan seterusnya. Ada beberapa aplikasi yang biasa saya gunakan.

googleAplikasi Google for Mobile. Apa saja yang biasa saya lakukan dengan aplikasi ini?

  1. Bisa mencari dengan fitur suara (OK Google, ….)
  2. Mencari ulasan tempat yang ingin dikunjungi
  3. Melihat gambar-gambar yang tujuan wisata
  4. Dan banyak lagi lainnya

Setelah tujuan wisata positif ditentukan, kini menentukan jarak tempuh ke sana. Untuk mengetahui jarak dua titik, saya menggunakan Google Maps.

google Maps

Setelah tahu jarak dan rute alternatifnya, kini menentukan aplikasi untuk menuju lokasi. Lanjutkan membaca Aplikasi Penting buat Para Petualang

Pembaruan Aplikasi KataBaku ver.1.1

Alhamdulillah, pembaruan dari aplikasi gratis pemeriksa kata baku yang pertama telah diunggah sini.

Perubahan yang dilakukan adalah penambahan beberapa ratus pasang kata baru dan kata yang salah telah diganti di bagian bawah naskah yang disalin. Jadi penulis naskah bisa membandingkan sebelum dan sesudah diganti.

katabaku_1_1

Beberapa fitur di basis data yang mungkin belum kalian ketahui:

  • Mencari kata tertentu dengan cepat. Pindahkan tetikus ke bagian kanan dari judul “Salah” atau “Benar”, klik tunggal pada segitiga hitam untuk mencari kata atau menyaringnya

filter

Bagaimana dengan menampilkan semua kata yang dimulai dengan kata “re”?

Pilih custom.

filter_1

re% artinya semua kata yang diawali dengan “re”. %re% artinya kata yang di tengahnya mengandung kata “re”, dst.

filter_2

Ayo, ditunggu masukan untuk menambah fitur aplikasinya, ya!

 

A Quite Place (2018) – Horor Tanpa Hantu yang Mengguncang Bioskop

Ketika trailernya dibagikan via whatsapp di Group Movie Lover oleh sesama moviegoer, saya langsung tertarik untuk menontonnya. Premisnya menarik, if they hear you, they hunt you. Eh, kamu dah lihat trailernya belum sih?

Orang awam banyak yang mengira kalau film horor itu film berhantu. Banyak yang salah kaprah. Film horor itu ya film yang menakutkan, bukan hanya karena hantu atau hal supranatural, tetapi apapun yang menimbulkan kengerian dan membuat kita takut, masuk kategori film horor. Nah, A Quiet Place adalah salah satu film horor terbaik dalam lima tahun terakhir yang tidak mengandung hantu seekorpun. Iya. Gak ada Valak, gak ada badut rese yang muncul suka-suka, atau orang kesurupan ketekuk-tekuk badannya. Nggak. Nggak ada itu semua.

ghostbusters-animated-movie
Dijamin, gak ada hantu sama sekali di film ini

Teyyusss, adanya apa dong? Lanjutkan membaca A Quite Place (2018) – Horor Tanpa Hantu yang Mengguncang Bioskop