Category Archives: Tips

Wisata ke Keraton Solo dan Candi Borobudur

Setelah mengalami hari yang penuh petualangan dan silaturahim, paginya kami check out dari hotel untuk mengeksplorasi Solo sebelum mengunjungi Yogyakarta.

Kuliner pilihan kami sebelum ke Yogya adalah soto langganan Pak Jokowi, Soto Gading. Judulnya penasaran hehehe. Seistimewa apakah sotonya. Buat saya, rasanya biasa saja, mirip soto Kudus yang biasa saya santap dekat Blok M. Beginilah penampakannya.

Setelah makan soto, kami mengunjungi Keraton Solo sebelum ke Jogja. Untuk ke sana harus mengenakan sepatu. Jika mengenakan sandal harus dilepas. Jadi kami nyeker masuk ke sana hahaha..

Banyak pohon rindang di pelataran keraton, sehingga lumayan memberikan kesan adem. Mungkin di sinilah para raja berkejaran dengan para selirnya di kala senggang. Sungguh romantis membayangkannya. Seandainya saya yang jadi raja, maka… tiba-tiba lamunan saya sirna berada di dekat istri. Memang ini kejadian magis hahaha..

Di dalam museum di sekitar keraton banyak terdapat pusaka dan senjata yang dipamerkan. Kereta kuda dan gendongan buat permaisuri juga ada. Di beberapa tempat aura mistis dan bau debu terasa mendominasi atmosfir ruangan. Bisa dibayangkan jika berada di sini antara jam 12 malam hingga pukul 4 pagi, berpakaian serba hitam, tanpa alas kaki, berjalan sendiri ambil menyentuh berbagai ornamen benda yang dipamerkan. Musik Conjuring dinyalakan dari smartphone sambil membakar dupa. Berapa kira-kira peluang kita akan menjumpai sesuatu yang gaib? Hiiiy….

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sambil mendengarkan video klip Yogyakarta dari KLA Project, saya mengarahkan Waze ke hotel kami akan menginap di daerah Kaliurang. Sampai di hotel sekitar waktu maghrib. Setelah check in, kami beristirahat sejenak setelah mandi dan sholat. Saya buka Foursquare untuk mencari tempat makanan di sekitar hotel yang peringkatnya cukup tinggi. Ada beberapa alternatif makanan, dan akhirnya kami memilih Crabbys, secara kami berempat suka dengan seafood.

Terus terang harganya lumayan terjangkau, misal jika dibandingkan Holy Crab di Jakarta yang harganya selangit. Tapi cara masaknya mirip, ala Louisiana atau Cajun. Cuma kami lebih suka bumbu tradisional, macam saos padang atau asam manis. Yang paling suka adalah kepiting asap yang makannya dibungkus daun. Well, ini masalah selera sih. Untuk balik lagi kayaknya enggak, bukan karena kapok, tetapi ya itu, lebih suka asap atau tradisional. Bumbunya lebih nendang di lidah kami.

Setelah makan, sebelum ke hotel kami mencoba mampir ke Malioboro pas malam minggu, dan rupanya keputusan yang cukup keliru, karena macet luar biasa. Kami cuma berharap bisa segera pergi dari jalan itu, tanpa sempat berhenti, karena Malioboro jadi lautan manusia. It is a big big no deh bawa mobil sama keluarga pas malam minggu.

Keesokan harinya kami check out dan segera menuju Borobudur. Di tengah perjalanan kami mampir di sebuah warung kecil, dengan nama Soto Pojok, yang ternyata luar biasa enak dan murah di daerah Muntilan. 10 skala 10! Puas dan nikmat! Brongkos dan Sotonya amazing. Tempe mendoannya uenak banget!!

Tidak jauh dari sini kami sampai di Borobodur. Akan banyak sekali penjual cindera mata dan kaos yang menawarkan barang dagangan begitu kita turun mobil. Saran saya, jangan beli kaos di awal. Beli kaos ketika pulang, karena lebih murah! Gunakan topi dan kacamata bila hari terik.

IMG_4990

Berikut ini sedikit movie di Borobudur:

Ini kali kedua saya menginjakkan kaki ke Candi Borobudur. Sebelumnya duluuuu banget pas waktu SD. Sengaja ke sini ingin melihat perubahan yang ada, misalnya adanya museum di sekitar candi. Mengajak anak-anak ke sini agar mereka mengetahui kekayaan budaya nasional, tidak hanya dari buku IPS. Ke Singapura dan Malaysia sudah, masa ke Borobudur yang notabene warisan nenek moyang negeri sendiri kok belum.

Dari Borobudur kami mampir kembali ke Simpang Lima Semarang untuk bertemu dengan teman SD saya dulu, Eko. Sungguh senang perjalanan yang singkat ini bisa bersilaturahim dengan banyak teman dan saudara. Sebelum kembali ke Jakarta, kami singgah ke Tegal terlebih dahulu.

Perjalanan singkat ini membawa banyak kesan yang mendalam buat anggota keluarga. Saya ingin menekankan pentingnya silaturahim dan menghargai kekayaan budaya bangsa.

Ada tips dan pengalaman di Jawa? Bagi dong di komen bawah ini..

 

 

 

Iklan

Jalan-jalan ke Jawa Tengah

Sekitar 10 Agustus 2017 silam, kami sekeluarga pulang kampung ke Tegal untuk mengantar Mom berangkat ke tanah suci via embarkasi Solo. Kebetulan, seorang sepupu dari almarhum ayahku juga minta dibawakan laptop yang dibeli di Jakarta via Tokopedia. Ya sudah, sekali merengkuh dayung, tiga hari capeknya gak ilang-ilang. Hehehe.. Maksudnya sekali jalan, dapat kesempatan silaturahim juga, secara belum pernah bertemu secara langsung dengan mereka.

Img1

Perjalanan menuju Tegal cukup lancar, meski tol Cikampek masih banyak pembangunan. Sampai di Tegal pagi hari, aku langsung bobo membayar tidur yang kurang semalaman.

Sorenya acara pelepasan para calon jemaah haji dari desa kampung halaman, dimulai. Alhamdulillah begitu banyak yang berdatangan ke rumah Mom untuk mendoakan beliau. Semoga beliau menjadi hajjah mabruroh… aamiin Yaa Rabb..

DGRH9602.jpg

Setelah berdoa bersama di masjid bersama segenap pengurus masjid, warga setempat, dan keluarga calon jemaah haji, kami semua berangkat ke Kantor Pemda Kab. Tegal di Slawi untuk berangkat dengan bus bersama-sama sesuai kloter masing-masing.

AYMU2288

Setelah selesai mengantar Mom di pendopo kabupaten, kami berempat melanjutkan perjalanan dari Slawi ke Tegal, sebelum mengarah ke Solo. Seperti ritual setiap mudik, mencicipi kuliner di Warung Senggol dekat Masjid Agung Tegal tidak dilupakan.

GRTV2630

Sate Kambing Muda yang Maknyuss

LCCG5964

Sup Kaki Kambing yang AMAZING

Read the rest of this entry

Berkemah di Situ Gunung

Halo, outdoor lovers! Kali ini saya akan berbagi pengalaman berkemah di tempat baru buat kami, di Situ Gunung, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Seperti biasa saya akan ndongeng, cerita ngalor-ngidul selama kami melakukan perjalanan, so bear with me aja lah ya.

Oh ya, buat kalian yang baru pertama kali mampir dan pengen kepo pengalaman berkemah saya sebelumnya, monggo dibaca di pranala berikut ini:
1. Ranca Upas Ciwidey, Bandung,
2. Sukamantri, Bogor
3. Gunung Lembu, Purwakarta
4. Cipamingkis, Bogor
5. Guci, Tegal
6. Tambang Ayam, Anyer
7. Cidahu, Sukabumi

Berangkat dari Serpong hari Jum’at (12 Mei 2017) sekitar jam 11 siang. Akhirnya berhenti untuk sholat Jum’at dan makan siang dulu di Masjid Al Madinah sebelah Rumah Sehat Dompet Dhuafa di daerah Parung, Bogor. Masjidnya bagus, cukup luas dengan bentuk memanjang, dan toiletnya wangi banget! Ah keputusan tepat untuk singgah dan sholat di masjid ini.

Kami berangkat meninggalkan masjid untuk menuju Sukabumi sekitar pukul 2 siang. Berhenti untuk sholat ashar, sholat maghrib, dan makan nasi goreng kambing dengan total istirahat sekitar dua jam. Kami sampai di lokasi sekitar pukul 8 malam. Itu berarti total di jalan dari Parung ke Sukabumi sekitar 4 jam, sudah termasuk kemacetan di beberapa titik di Sukabumi.

Buat kamu-kamu yang males kena macet atau tidak ada kendaraan pribadi, saya sarankan bisa menggunakan kereta api dari Stasiun Paledang Bogor yang berdekatan dengan Stasiun Bogor. Ada kereta ekonomi AC dan juga eksekutif Pangrango. Turun saja di Stasiun Cisaat, lalu sewa angkot ke lokasi. Memang kalau berkemah rempong ala kami agar ribet juga kalau sewa angkot. Bawaannya banyak. Tenda tidur dua (salah satunya turbo tent yang segede gaban), satu tenda payung untuk masak, flysheet, alas tenda, dua kompor, dua kasur pompa, bantal, selimut, jaket, pakaian ganti, berbagai bahan makanan seperti kentang, mie, sosis, roti, dan alat makan seperti mangkok, piring, gelas, dan sebagainya. Lebih cocok backpackeran kalau mau naik kereta api.

Img4.jpg

Kereta Pangrango

Nah karena sampai di sana sudah malam dan banyak perabotan yang kami bawa, akhirnya kami putuskan malam itu tidak langsung berkemah di area wisata. Untungnya, sekitar 10 meter sebelum pintu masuk ada penginapan, Villa Cemara. Dari salah satu teman pencinta outdoor, kabarnya villa ini pemiliknya cukup ramah (Ibu Tuti), dan memang benar adanya. Buat kalian yang ingin menikmati indahnya Situ Gunung dan Curug Sawer tanpa ingin berkemah, bisa memilih untuk menginap di sini. Saya sarankan untuk booking sebelum datang, karena bisa saja penuh. Untung saja waktu itu kami masih mendapatkan dua kamar kosong di rumah bata. Dua kamar kosong yang tersisa berisi masing-masing tiga dan dua tempat tidur dengan kamar mandi di dalam. Air panas tersedia lho. Biaya menginap di kamar dengan tiga tempat tidur pada malam itu adalah 500 ribu semalam dan yang dua kamar 300 ribu semalam. Karena kami berlima bersama asisten RT, saya mengambil kedua kamar itu, agar kata anak pertama kami, saya dan istri bisa mendapatkan quality time. Hahaha.. dasar bocah kelas 2 SMP sekarang udah ngerti aja.. Sebenarnya bisa sih kami menginap dalam 1 kamar berlima dengan menggelar kasur pompa, namun ya itu.. saya dan istri tidak bisa mendapatkan “quality time”. 

Kebetulan kami juga membawa Wifi Portable dengan Kartu XL dengan kekuatan sinyal yang sangat kuat. Maklum saja di dekat situ ada tower XL. Sinyal Telkomsel kurang begitu kuat di daerah Situ Gunung. Jadi malam itu kami tetap bisa berkomunikasi dengan Whatsapp secara nyaman.

Pagi setelah sarapan kami bersiap-siap dengan memasukkan semua perabotan lenong ke dalam mobil, lalu pergi ke tempat wisata.

WhatsApp Image 2017-05-13 at 8.52.25 AM

Ini tiket masuk di pintu gerbang

WhatsApp Image 2017-05-13 at 8.52.26 AM

Tarif sesuai Peraturan Pemerintah RI

WhatsApp Image 2017-05-13 at 8.52.25 AM (1)

Nah, tarif 29 ribu, namun kami bayar 35 ribu

Meski bandrol tertulis 29 ribu rupiah, namun kami diharuskan membayar 35 ribu rupiah dengan alasan untuk uang kebersihan dan sebagainya. Well, baiklah. Kami berlima hanya empat yang harus bayar, Aila yang masih kelas 1 SD gratis.

Setelah urusan administrasi beres, kami segera bergegas menuju danau. Dari pintu gerbang jaraknya sekitar 700 meter. Bisa naik ojek ke sana, namun kami memutuskan untuk berjalan kaki membakar kalori sambil menikmati sejuknya alam.

Perjalanan menuju danau berbatu-batu seperti terlihat pada gambar di atas. Anak saya yang kelas 1 SD sangat menikmati perjalanan dan tidak memberatkan dia sama sekali.

Begitu sampai di danau, kami semua takjub akan keindahan alam ciptaan Ilahi. Begitu sempurna.

WhatsApp Image 2017-05-23 at 6.38.38 AM

Ada rakit yang bisa digunakan dengan tarif 15 ribu per orang

WhatsApp Image 2017-05-23 at 6.38.36 AM

Mentari baru saja naik dari peraduannya – begitu indah dipandang mata

WhatsApp Image 2017-05-23 at 6.20.13 AM (1)

Pepohonan begitu menghijau tampak asri dipandang mata

Ada toilet dekat danau, jadi jangan kuatir kalau nature calls semua aman 🙂 Warung makanan dan gorengan juga banyak. Termasuk cinderamata juga dijual di situ. Oh  ya dilarang berkemah di sekitar danau. Jangan coba-coba kalau tidak mau diusir hehehe..

Pada awalnya saya berpikir, kenapa sih gak boleh bikin tenda dekat danau? Kan viewnya bagus. Setelah dipikirkan kembali, bayangkan jika ada 100 tenda yang ada di sekitar danau. Maka bila ada yang pagi-pagi sakit perut dan toilet penuh, maka akan banyak ditemui ranjau di rumput dekat danau. Ini sangat mengesalkan bila kamu menginjaknya, kan? Belum lagi kalau malamnya membakar api unggun, maka bekas sisa pembakaran akan mengotori daerah dekat danau. Keputusan yang baik juga sih kalau dipikir-pikir.

Oh ya, gambar di atas ada gambar Pak Miftah, orang tua yang mengenakan ikat kepala. Dia yang mengoperasikan rakit bambu dengan tarif 15 ribu per orang. Kalau mengambil foto di atas rakitnya, kasihlah barang sedikit uang untuk keluarganya.

Nah, pulangnya kami mengambil mobil di Vila Cemara, lalu memarkir mobil di dalam tempat wisata untuk mendirikan tenda. Kalau tidak salah ada sekitar 5 atau 6 camping ground dengan 6 pintu toilet untuk tiap lokasinya. Lahannya bukan luas seperti di Ranca Upas atau di Sukamantri, namun bertingkat-tingkat atau berterasering. Berikut ini adalah penampakan tenda yang kami buat.

Kami membawa dua kasur pompa sehingga punggung tidak sakit. Dingin-dingin empuk hehehe.. Kalau mau pasang listrik, tinggal bayar 100 ribu, dapat lampu penerangan, dan extension. Saya sendiri bawa beberapa kabel extension termasuk lampu USB. Kalau malas masak, bisa order dari warung bawah. Kalau kesulitan membawa perabotan, ada porter kok.

Saya mendapat bantuan dari Mas Yandi yang bisa dihubungi di 0856-60-99-77-17. Silakan hubungi dia kalau mau berkunjung ke Situ Gunung, dia akan bantu semuanya. Saya sangat terbantukan dengan pelayanan dia selama di sana. Mau pisang goreng panas di pagi hari, tinggal SMS, langsung datang. Mau api unggun, tinggal sms, udah tersedia. Asyik deh, berasa di hotel bintang semilyar hehehe..

WhatsApp Image 2017-05-23 at 4.00.27 PM

Yandi —085759976870

Ada makanan apa aja sih di sana? Banyak kok. Jangan kuatir. Seblak, karedok, nasgor, pisgorcokju, dsb.

Malamnya kami makan malam dan membaca buku ditemani api unggun.

WhatsApp Image 2017-05-23 at 4.16.40 PM

Suasana sangat hening, syahdu, dan ada kesempatan untuk menjalin hubungan dengan anggota keluarga. Tidak hanya mal, mal, dan mal.

Pagi harinya, setelah packing, kami mengunjungi wisata air terjun Curug Sawer yang jauhnya sekitar 2 km. Jalannya naik turun, menantang buat mereka yang tidak pernah olah raga. Tapi tenang saja, jika malas jalan dan keringetan, ada jasa ojek sampai ke air terjun seharga 35 ribu per orang. Kalau kami memilih jalan ke sana sambil menikmati udara segar dari pepohonan yang menghijau. Kalau bisa pakai sepatu outdoor agar tidak lecet kena batu.

situgunung-71

Gimana? Udah ngebet belum wisata ke Situ Gunung? Asyik yaaa..

Gini. Kalau alasan gak punya tenda, bisa sewa, bisa pinjam.
Kalau alasan gak punya mobil atau takut macet, bisa naik kereta. Tol langsung ke Sukabumi sedang digarap. Jangan kuatir ya.
Kalau gak suka berkemah tapi ingin ke sana, bisa nginap di villa.
Kalau gak mau nginep, bisa datang pagi sekali, pulang sore. Tapi disarankan menginap, karena danau itu cakep banget pas sunrise.
Tips:

  • Usahakan menginap, minimal semalam
  • Suhu tidak terlalu dingin, tidak membawa jaket hangat tidak apa-apa. Selimut tetap lah
  • Tidak ada nyamuk, namun membawa lotion anti nyamuk bisa berguna untuk mengusir hewan atau serangga kecil lain
  • Warung banyak, mau masak sendiri bisa, mau makan di warung bisa
  • Pakai sepatu hiking lebih asyik daripada pakai sendal jepit ke air terjun
  • Bawa kamera, karena pemandangannya ciamik

Have fun ya!

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Berkemah di Cipamingkis – Bogor

Pengen liburan berkesan bersama teman atau keluarga yang terjangkau dan menarik? Yuk camping ceria di Cipamingkis Bogor! Rekreasi asyik itu tidak harus ke luar negeri, lho. Di Indonesia, begitu banyak tempat wisata menarik yang mudah dan murah dijangkau.

Berikut ini saya sampaikan lima alasan mengapa kamu yang tinggal di kawasan Jabodetabek harus berkemah di sini.

Alasan #1 – Dekat dari Jakarta

Di mana sih Cipamingkis ini? Tempat wisata ini terletak di Desa Wargajaya, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Lokasi Lat Longnya adalah 6° 38′ 24.65″ S  107° 0′ 41.40″ E. Untuk navigasi ke sana bisa menggunakan Waze atau Google Maps, dengan destinasi Curug Cipamingkis. Dari Depok lebih kurang 60 km. Tidak jauh, kan?

Img2

Alasan #2 – Murah Meriah

Tarif masuk tanpa menginap cuma 10 ribu rupiah saja. Kalau menginap 31 ribu per orang dewasa. Parkir motor 2000 rupiah, dan mobil 4000 rupiah. Boleh membawa tenda sendiri atau menyewa dari mereka. Tinggal bilang mau kapasitas berapa orang, akan langsung didirikan, diberi matras dan fly sheet. Kapasitas empat orang cukup membayar 150 ribu semalam. Saya sendiri sudah memiliki 4 tenda sehingga ketika berkemah di sini dengan total 15 orang, saya tinggal mendirikan tenda dan fly sheet.

Mobil atau Motor bisa diparkir di samping tenda. Jadi tidak perlu kesulitan membawa barang untuk dibawa keluar masuk mobil. Listrik kalau mau bisa sewa. Saya sendiri membawa kasur pompa dan menggunakan pompa listrik dengan ikut memompa di warung terdekat.

Alasan #3 – Fasilitas Lengkap

Di sekitar tenda banyak warung yang bisa melayani tamu untuk makan dan minum 24 jam! Dari minuman susu jahe, teh, hingga kopi semua siap! Anda membawa sendiri? Bisa minta air panas. Indomie telur siap, dengan berbagai rasa. Nasi putih dan nasi goreng ada. Gorengan tinggal comot.

cipamingkis (6 of 125)

Warung Makan Berjejer

WhatsApp Image 2017-04-04 at 7.03.30 PM

Memompa kasur tiup di warung

Toilet? Ada 12 pintu. Tinggal pilih saja. Kalau sudah membayar untuk menginap tidak lagi perlu bayar 2000 rupiah per ke kamar mandi.

WhatsApp Image 2017-04-04 at 7.03.29 PM (1)

12 pintu toilet jongkok dengan ember dan air yang mengucur 24 jam nonstop

Musholla? Lengkap dengan sajadah, sarung, dan mukena.

Alasan #4 – Banyak Instagrammable Spot

Ada beberapa spot yang bagus untuk dijadikan tempat selfie:

  • Air terjun

waterfall-1

 

  • Patung kuda

WhatsApp Image 2017-04-04 at 7.21.32 PM

  • Geladak kapal di atas sungai

cipamingkis (65 of 125)

  • Rumah Pohon

cipamingkis (115 of 125)

Alasan #5 – Cocok untuk Segala Usia

Banyak tempat wisata yang hanya cocok untuk pendaki gunung. Tempat ini cocok untuk segala usia. Kami menginap di sini total 14 orang, 9 dewasa, 3 anak, dan 2 balita. Berkemah melatih anak untuk mandiri, tidak takut dengan alam luas, terbiasa menghadapi segala cuaca, memecahkan masalah bersama secara gotong-royong, mengikatkan hubungan batin sesama anggota keluarga, mensyukuri karunia Ilahi akan keindahan alam dan berusaha terus menjaganya, dan banyak lagi alasan positif lainnya.

Nah, tunggu apa lagi? Ayoooo jangan mager! Cuma butuh niat aja kok buat ke sana.

Tips ke sana:

  • Jangan lupa bawa perlengkapan camping jika punya, jika tidak bisa sewa
  • Membawa kompor portable dan bahan makanan akan lebih menghemat
  • Membawa kendaraan dengan CC besar akan membantu karena banyak tanjakan terjal (30 derajat)
  • Lampu tenda akan membantu menghemat listrik (bohlam usb, dsb)
  • Payung dan jas hujan sebaiknya dibawa
  • Sendal gunung akan membantu ke air terjun, jangan sandal jepit biasa
  • Karena tidak ada sinyal provider saat tulisan ini ditulis di area camping, pastikan orang rumah atau keluarga tahu agar tidak khawatir. Semoga provider telko segera memberi akses buat warga setempat dan pengunjung yang datang.

Selamat berlibur dan terima kasih sudah mampir di sini. Oh ya kalau ada pertanyaan jangan ragu tanyakan di kolom komentar di bawah, ya!

Kumpulan Skenario Werewolf

Masih ingat social game Werewolf yang pernah saya posting sebelumnya di sini? Nah kali ini saya ingin berbagi ribuan skenario untuk permainan ini, khususnya buat yang mau jadi Moderator.

Ada dua jenis skenario yang saya bagikan, yaitu versi Werewolf Simplicities dan Ultimate Werewolf. Simplicity5 artinya role untuk Simplicity dengan pemain 5 orang. Ultimate8 artinya role untuk Ultimate Werewolf dengan 8 orang. Setiap file terdiri atas 300 kombinasi skenario yang total nilainya 0, artinya seimbang antara kekuatan sisi baik maupun sisi buruk.

Nilai skor yang digunakan menggunakan informasi dari Wikipedia Ultimate Werewolf dan sebagian saya sesuaikan terutama untuk Simplicities yang scoring-nya tidak begitu jelas di panduannya.

[SIMPLICITY]
Apprentice Seer=4
Blabbermouth=2
Blood Wolf=-4
Bomber=3
Cupid=-3
Drunker=3
Fool=1
Framer=-2
Guardian Angel=3
Hunter=2
Little Girl=2
Lone Wolf=-5
Lycan=-1
Mason=2
Mayor=2
Seer=7
Spellcaster=2
Villager=1
Virgin=3
Voodoo Lady=-2
Wolf Cub=-8
Werewolf=-6

[ULTIMATE]
Apprentice Seer=4
Aura Seer=3
Beholder=2
Big Bad Wolf=-9
Bloody Mary=1
Bodyguard=3
Bogeyman=-6
Chupacabra=4
Count Dracula=-2
Cult leader=1
Cupid=-3
Cursed=-3
Dire Wolf=-4
Diseased=3
Doppelganger=-2
Dream Wolf=-5
Drunk=3
Fruit Brute=-3
Ghost=2
Hunter=3
Insomniac=3
Leprechaun=5
Little Girl=2
Lone Wolf=-5
Lycan=-1
Martyr=3
Mason=2
Mayor=2
Minion=-6
Nostradamus=1
Old Man=0
Pacifist=-1
Priest=3
Prince=3
Private Investigator=3
Sasquatch=-2
Seer=7
Sorcerer=-3
Spellcaster=1
Tanner=1
The Count=5
Thing=3
Tough Guy=3
Troublemaker=2
Vampire=-7
Village Idiot=2
Villager=1
Werewolf=-6
Witch=4
Wolf Cub=-8
Wolf Man=-9

 

Silakan unduh skenarionya di sini.

Oh ya jika ada masukan role yang seharusnya berdampingan dengan role lain namun tidak ada di skenario, kasih tahu ya, agar program generatornya bisa saya update.

Img1

Tampilan Skenario Generator

Review Social Game Werewolf a.k.a Mafia

Setiap kali kita jalan-jalan menginap ke suatu tempat bersama keluarga besar atau pas mudik hari raya, sering kita bingung mau ngapain pas ngumpul bareng. Demikian juga pas ngumpul bareng sama teman-teman pas reunian atau pas ada acara gathering kita suka bingung mau ngapain. Nah pemecah suasana atau pengisi waktu luang kebersamaan kita bisa dilakukan dengan jalan main game yang menyenangkan. Kalau pegang gawai masing-masing, semua asyik sendiri, tidak ada interaksi satu sama lain. Mendingan kalau pegang iPad atau HP, jangan main sendiri-sendiri pas ngumpul. Lebih asyik main social game, di mana banyak orang bisa berpartisipasi aktif dan bisa mengakrabkan satu sama lain.

Nah, pada postingan kali ini saya ingin membahas mengenai permainan Werewolf yang sepertinya sedang hangat dibicarakan dan dimainkan para seleb di Indo. Bagaimana sih mainnya?

Jadi gini. Kita tinggal di sebuah desa di mana ada werewolf di antara kita. Tujuan permainan ini adalah jika kamu bukan werewolf, kamu bersama warga desa lainnya harus menemukan semua werewolf untuk diamankan. Sedangkan jika kamu kena kutuk menjadi werewolf, kamu harus memangsa semua warga hingga minimal perbandingan jumlah warga dan werewolf adalah 1:1. Di antara warga desa ada yang punya kekuatan cenayang, yaitu Seer. Dia bisa mengetahui seseorang itu werewolf atau bukan. Ada juga Guardian Angel atau Bodyguard yang bisa mengamankan pemain lainnya dari serangan werewolf. Permainan ini harus dipimpin oleh seorang moderator dan setidaknya lima orang pemain. Ada banyak varian dari permainan ini, dengan role yang mirip-mirip. Untuk permainan werewolf simplicity series, rolenya tidak banyak, namun cocok untuk pemain 5 – 10 orang. Sedangkan jika pemainnya lebih dari 10 orang, bisa menggunakan Ultimate Werewolf yang rolenya bisa sampai puluhan, dan bisa dimainkan hingga sekitar 70 orang.

Ini contoh penampakan kartu simplicity series:

Kartu simplicity series juga memiliki ekspansion atau tambahan untuk menambah kompleksitas permainan ketika pemainnya bertambah, misal sampai 20 orang. Saya membeli yang versi simplicity yang lebih murah dan sederhana, karena ingin mencoba mendapatkan feeling permainannya dulu. Harganya sekitar 60-80 ribu rupiah, bisa beli di toko online kok. Google aja : beli kartu werewolf, otomatis kamu bisa membeli dari pranala yang tersedia.

Kalau ini adalah penampakan packaging yang ultimate.

Img5

Berikut ini adalah tampilan kartu-kartunya:

Img6

Harga yang ultimate versi orisinil harganya sekitar 360 ribu rupiah, sementara yang menjual KWnya sekitar 160 ribu rupiah. Silakan lihat role lengkap yang ditawarkan ultimate di pranala ini.

Gimana? Penasaran? Coba tengok video tutorial dari Raditya Dika berikut ini:

Di channel Youtube banyak sekali contoh memainkan permainan ini. Tinggal pilih saja.

Oh ya, selain dimainkan secara langsung, permainan ini juga bisa dimainkan di Whatsapp melalui group (masih perlu moderator), atau memanfaatkan bot di telegram (tidak perlu ada moderator karena perannya digantikan bot). Masing-masing ada kelebihan dan kekurangan. Main bertemu langsung membutuhkan moderator, harus berkumpul pada tempat yang sama. Kalau mau main di WA, masih perlu moderator, tetapi bisa di tempat yang berbeda-beda. Kalau main di Telegram dengan bot bisa main tanpa moderator, namun tentu saja dinamika permainan yang dikembangkan moderator biasa kurang terasa, karena pada akhirnya akan membosankan dilayani bot. Lebih seru kalau moderatornya manusia, jago bercerita dan improvisasi, dan bisa mengatur keseimbangan permainan selama mungkin.

Saya sendiri membuat program kecil sederhana yang dibuat dengan Object Pascal (Delphi) untuk membantu Administrator melakukan tugasnya.

Img7

WishCraft adalah ID saya dalam permainan Hearthstone  yang sudah saya mainkan selama lebih kurang dua setengah tahun terakhir.

Aplikasi ini bisa membantu menghitung keseimbangan permainan. Setiap role memiliki nilai positif dan negatif. Positif dimiliki sisi baik, negatif dimiliki oleh sisi buruk. Kalau kita lihat di wikipedia, beberapa role yang ada nilainya sebagai berikut:

Villager=1
Werewolf=-6
Mayor=2
Bodyguard=3
Hunter=3
Mason=2
Seer=7
Wolf Cub=-8
Sorcerer=-3
Cursed=-3
Apprentice Seer=4
Prince=3
Witch=4
Drunk=3

Kita ambil contoh kasus permainan dengan 5 orang:

Img10

Aplikasi akan menghitung dari role yang akan dimainkan, seberapa seimbang. Semakin mendekati 0 maka permainan akan seimbang. Dengan alat bantu ini kita tidak ngawur memilih komposisi role yang akan dipakai, karena bisa saja sudah tidak seimbang dari permainan belum dimulai. Dengan alat ini pula setiap permainan bisa kita ubah komposisi peran yang akan dimainkan sehingga moderator akan menambahkan efek twist tak terduga.

Saya sendiri ketika bertindak sebagai moderator menikmati betul peran ini karena bisa menentukan dinamika permainan. Peran drunker di versi ultimate bisa kita gunakan untuk menyeimbangkan permainan ketika sudah mulai berat sebelah. Role yang tidak dimainkan bisa ditanyakan pada malam hari seolah-olah role itu ada, padahal tidak ada. Ini bisa digunakan untuk menambah kompleksitas permainan, terutama jika pemainnya sedikit.

Dengan alat bantu ini moderator juga dibantu menentukan suara terbanyak ketika vote berlangsung, otomatis bisa mengubah role Cursed yang dimakan serigala menjadi werewolf berikutnya, dan seterusnya. Jika bermain whatsapp aplikasi ini juga menghasilkan beberapa kalimat yang bisa disalin dari aplikasi ke web.whatsapp.com sehingga moderator pekerjaannya lebih ringan.

Mari kita lihat cuplikan permainan yang saya mainkan bersama teman-teman sepulang kerja, ketika penentuan siapa yang akan dipilih untuk disingkirkan dari permainan karena diduga serigala jadi-jadian.

Buat yang suka naik gunung dan berkemah, permainan ini juga bisa dimainkan untuk menambah seru suasana.

Gimana, asyik gak? Pernah mainin juga? Ayo ceritakan pengalamanmu bermain Werewolf di kolom komentar di bawah ini.

Tunggu review saya berikutnya untuk Spyfall dan Resistance yang mirip dengan game ini. Insya Allah coming soon!

Petualangan ke Gua Lawa Kabupaten Tegal

Libur lebaran kemarin ketika saya sedang jogging dari Desa Banjaranyar ke arah Harjawinangun – Kabupaten Tegal, mata saya terpaku pada papan penanda di pinggir jalan Desa Batuagung yang berbunyi GOA LAWA dengan panah ke kanan. Tanda ini belum ada tahun lalu ketika saya mudik. Akhirnya saya putuskan untuk mengikuti tanda panah tersebut hingga ke gang masuk di samping perumahan desa, dan saya bertanya mengenai jaraknya ke dalam. Rupanya jaraknya dekat dan bisa ditempuh dengan naik ojeg, membawa motor sendiri, atau bahkan membawa mobil pribadi. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba ke sana keesokan harinya dengan anak-anak dan istri.

Di mana sih letaknya Goa Lawa ini tepatnya? Goa Lawa yang ada di postingan ini adalah goa yang berada di Kabupaten Tegal, sekitar 350 km ke arah timur dari Jakarta. Dari Kota Tegal sekitar 30 km ke selatan.

Img1

Lokasi Goa Lawa

Untuk mencari di Google Maps atau Waze arahkan saja ke Batuagung Tegal. Dari situ sudah banyak petunjuk ke Goa Lawa. Jangan keliru dengan Goa Lawa di daerah Banjarnegara ya.

Kami berempat masuk ke sana dikenakan tiket sepuluh ribu rupiah. Jalanannya memang aspal yang agak rusak namun masih aman buat kendaraan. Ada petugas yang mengatur lalu lintas yang sempit, kapan kita bisa masuk ke tempat parkir dan kapan harus menunggu apabila ada mobil yang akan pulang. Mereka berkomunikasi dengan telepon genggam. Ini sangat membantu sehingga tidak menyebabkan deadlock di tengah jalan.

Tempat parkirnya cukup luas untuk motor dan mobil. Ada toilet di atas sungai tidak jauh dari tempat parkir, namun airnya tidak ada, jadi pastikan membawa tisu basah atau air mineral untuk beristinja.

gualawa (3 of 45)

Welcome Banner

gualawa (1 of 7)

View di tempat parkir yang luas

Tips mendaki Goa Lawa:

  1. Berangkat sepagi mungkin agar tidak panas
  2. Toilet di sana seadanya, pastikan membawa tisue basah dan kalau bisa panggilan alam sudah ditunaikan
  3. Menggunakan sun block akan bermanfaat bila matahari terik
  4. Jangan mendaki bila musim hujan karena bisa licin
  5. Sebaiknya menggunakan sepatu agar memudahkan pendakian dan tidak mudah jatuh di sela-sela bebatuan
  6. Membawa bekal minum dan makanan (jika malas, tenang saja karena di sana juga ada yang menjual minuman mineral, rujak, mendoan, lontong, dan indomie)
  7. Sebaiknya minta didampingi oleh porter, misalnya Mas Gowor atau Mas Tahur, untuk menjelaskan tentang sejarah Goa Lawa maupun mendampingi selama pendakian. Anak saya Aila juga kadang dia gendong ketika posisi mendaki atau turun cukup sulit. Tarif tidak dipatok, serelanya saja.
  8. Selalu berhati-hati dan waspada. Jangan bercanda di atas bebatuan karena bila terpeleset bisa bahaya akibatnya
  9. View di gua biasa saja sebenarnya, bisa dilewati kok. Yang paling asyik adalah berfoto di batu terapung atau di puncak batunya.
gualawa (27 of 45)

Berfoto di batu mengapung, kurang cocok buat yang takut akan ketinggian

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

gualawa (2 of 7)

Pemandangan di sepanjang jalan menuju puncak

gualawa (3 of 7)

Kiri kanan bebatuan

gualawa (6 of 7)

Pemandangan panorama puncak

gualawa (28 of 45)

Indahnya negriku

Hal menarik lainnya di sekitar tempat ini:

  1. Tidak jauh dari sini ada pemandian air panas Guci, yaitu sekitar 20 km ke atas.
  2. Sate kambing muda dan teh poci gula batu daerah Lebaksiu
  3. Tahu aci khas Slawi

Saksikan trailernya berikut ini:

Berfoto bersama pemandu dan penanggung jawab lokasi.

Kesimpulan:

  1. Tempat wisata ini murah meriah di sekitar Tegal, bisa jadi alternatif selain ke pemandian air panas Guci yang terkenal
  2. Tidak cocok bila Anda takut akan ketinggian
  3. Tingkat kesulitan untuk pendakian relatif sedang buat pemula. Buat pendaki gunung ini walking in the garden

Pernah berwisata ke sini atau ke gua lain? Bagikan pengalamanmu di komentar ya!

Ritual Lebaran ala Inyong de La Ortega

Setiap keluarga muslim memiliki tradisi lebaran yang berbeda-beda, namun tetap satu yang sama, yaitu merayakan pada tanggal 1 Syawal. Sebagai seorang Ortega alias Orang Tegal Asli, berikut inilah kebiasaan bertahun-tahun yang biasa saya dan keluarga lakukan.

Mudik hari kedua Lebaran. Dulu jamannya mudik naik kereta atau bis jaman kuliah atau belum punya kendaraan, saya biasa mudik seminggu sebelum lebaran. Tapi setelah membawa kendaraan sendiri dan merasakan macetnya mudik dua hingga tiga kali lipat durasi mudik normal, saya memilih lebaran hari pertama di Jakarta. Kebetulan saudara dari ayah banyak yang tinggal di Bekasi.

11154746_10205155531900681_6291920890372167557_o

Keluarga istri dari Ibu di Pondok Cabe. Jadi hari pertama setelah sholat Ied di kompleks perumahan (sekaligus jadi tukang foto DKM Masjid), kami bersilaturahim ke Pondok Cabe, Legoso (keluarga ayah mertua), dilanjutkan ke Bekasi. Capek memang, tapi puas kalau bisa menyambung silaturahim dari orang tua kami.

11018411_10205813970001222_2783941833899786137_n

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yang ingin rizqinya diperluas dan umurnya ditambah, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”

Nah setelah beres urusan silaturahim di hari pertama, baru hari kedua lebaran jalan ke Tegal. Secara statistik sepuluh tahun terakhir hari kedua lebaran ini jalanan sampai ke Tegal lancar jaya. Menurut saya mudik itu adalah silaturahim. Silaturahim tidak harus pada hari H, jika ternyata harus bermacet ria. Kita jadi berkontribusi pada pemborosan bahan bakar dan polusi udara. Belum kalau harus membatalkan puasa. Sulit untuk buang air kecil atau besar. Padahal pakaian kita harus bersih kalau mau sholat. Saya tidak menyalahkan mereka yang memilih bermacet ria demi mengejar momen hari pertama lebaran di kampung halaman. Mudik adalah pilihan. Menghindari macet adalah pilihan yang saya ambil untuk mudik lebaran.

Kuliner Lebaran

Lebaran tanpa ketupat sepertinya kurang afdhol. Baik di Jakarta maupun di Tegal ketupat selalu siap. Di Jakarta karena kami bukan keluarga tukang masak tapi tukang makan, jadinya ketupat dan aneka lauknya kita outsource. Istri sudah punya langganan di kantornya yang bisa membuat ketupat lembut dan sayur besan ala Betawi yang mirip lodeh dengan sayur terubuk.

Hayo siapa yang belum tahu terubuk? Ini gambarnya.

Screen Shot 2016-07-06 at 12.55.12 AM

Terubuk alias Saccharum edule Hasskarl

Tampilannya setelah dimasak adalah seperti ini:

terubuk

Asli, enak banget!

Nah, kalau di Tegal, ini yang biasa saya cicipi untuk melepas rindu.

Kupat Glabed

Screen Shot 2016-07-06 at 1.20.34 AM

Harganya murah dan nikmat! Ingin tahu resepnya? Coba tengok di sini. Yang saya suka tempatnya di depan Masjid Agung Tegal, khas Randugunting.

Sate Kambing Muda Balibul

Screen Shot 2016-07-06 at 1.25.36 AM

Balibul merupakan singkatan dari bawah lima bulan. Artinya kambing muda, yang berarti dagingnya super empuk. Langganan saya biasanya di Pasar Senggol Pak Gendhut, Tirus, Sari Mendho, atau di Lebaksiu. Gulai kambingnya juga uenak tenan. Dinikmati sambil nyuruput teh poci gula batu.

Apa lagi?

1. Sate ayam Farad Sidjan. Lokasi di depan Stasiun Tegal
2. Warung Makan Moro Tresno di Pasar Senggol, dekat Alun-alun / Masjid Agung Tegal (ada sauto – soto pakai  tauco, nasi lengko, nasi gule, sop buntut, dan asem-asem, dan sate kambing –> One stop shopping, cocok kalau sebentar di Tegal. Satu warung banyak pilihan kuliner)
3. Kupat Glabed, yang enak ada di dekat Masjid Agung atau di dekat Sate Ayam Farad Sidjan, di depan Stasiun Tegal, atau di Randu Gunting
4. Sauto Amir, di daerah Tegal Wangi, Kab. Tegal
5. Es Sagwan, di Jalan AR Hakim

Oleh-oleh Khas Tegal

Apa saja sih oleh-oleh khas Tegal?

-Laktopia, mirip bakpia, cari di Jalan Veteran, atau daerah Paweden
-Kacang bogares dan pilus
-Krupuk anthor
-Telur asin (nggak cuma Brebes yang punya telor asin)
-Bawang merah ukuran besar (di Guci)
-Tahu Aci

Tempat Wisata di Tegal

Langganan saya adalah Guciku di Pemandian Air Panas Guci di Kabupaten Tegal dan Pantai Alam Indah di Kota Tegal.

Screen Shot 2016-07-06 at 1.37.56 AM

8-pai

Pantai Alam Indah

Nah, mumpung Lebaran, izinkan saya mengucapkan:

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1437H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Kalau kamu sendiri ritual lebarannya ngapain aja?

Pendakian ke Gunung Lembu di Purwakarta

Week end minggu lalu saya mengajak anak saya yang duduk di kelas 1 SMP, tetangga di rumah, dan tiga kolega untuk hiking ke Gunung Lembu di Purwakarta.

Evernote Camera Roll 20160529 034949

Tatang, Rayyan, Me, Gandi, Azhari, dan Nanang Zi

Perjalanan kami dimulai dari Senayan sekitar pukul 9 pagi dan baru sampai di base camp sekitar pukul 3 sore karena macet di Cikampek dan berhenti untuk makan siang dan sholat di RM Ciganea sekitar 1,5 jam. Tentu saja kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk makan di tempat ini karena saya dan sekeluarga sudah sering makan di RM Ciganea baik yang ada di rest area Bandung – Jakarta maupun yang ada di BSD. Menu favorit saya adalah ayamnya yang gurih, yang konon dicampur air kelapa sebelum digoreng, dan ikan bilis goreng kering.


Dari sini saya menggunakan aplikasi Google Maps dengan destinasi Gunung Lembu. Kami diarahkan untuk belok kanan di Pasar Anyar Sukatani. Dari sini jalan cukup sempit sehingga kalau berpapasan dengan mobil lain harus bergantian. Jarak dari pasar hingga basecamp lebih kurang sekitar 12 km dengan kondisi menanjak dan sesekali turunan tajam.

Setelah sampai kami segera menyiapkan tas keril dan memasukkan air serta peralatan lainnya. Di basecamp ini sudah disediakan parkir motor dan mobil. Untuk mobil dikenakan 10 ribu bila tidak menginap dan 15 ribu bila menginap.

Saya langsung melapor dan diterima dengan ramah oleh Pak Syamsudin. Saya isi buku tamu dan meninggalkan informasi berupa nomor telepon dan jumlah anggota yang akan naik. Per orangnya dikenakan 10 ribu rupiah. Harga yang cukup murah dan bersahabat.

Evernote Camera Roll 20160529 035745

Bersama Pak Syamsudin di Base Camp Gunung Lembu

Setelah siap kami segera menuju Pos 1 melalui pintu gerbang dengan spanduk selamat datang.

Evernote Camera Roll 20160529 040314
Medannya tidak jauh sebenarnya, namun sudut elevasinya sekitar 45 derajat dengan kondisi licin bila hujan. Nyamuk hutan juga perlu diwaspadai sehingga membawa lotion anti nyamuk sangat disarankan. Menggunakan tongkat gunung cukup membantu untuk melangkah. Jangan menyerah sebelum mencapai Pos 1.

Menjelang sampai pos 1 hujan turun cukup lebat, dan mengingat waktu sudah mendekati maghrib kami memutuskan untuk mendirikan tenda dekat warung dan rumah pohon di pos 1. Pemandangannya bagus, mengarah ke waduk Jatiluhur.

Evernote Camera Roll 20160529 040423
Setelah makan malam, sekitar pukul sembilan kami mulai tidur. Saya terbangun sekitar pukul 3 pagi menikmati terang bulan dan keindahan lampu Sukabumi dan lampu tambak sungai yang mengalir ke waduk Jatiluhur. Keindahan yang luar biasa dan kesempatan kita mengagungkan kekuasaan Ilahi.

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi, supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan, agar kamu mendapat petunjuk,” – (QS.16:15)

Udara di sini tidak sedingin Ciwidey – Bandung atau Guci – Tegal. Suhunya lebih kurang sama dengan di Sukamantri – Bogor, atau Cidahu – Sukabumi. Tidak panas juga, sehingga cukup nyaman untuk camping tanpa perlu jaket dingin.

Wisata Gunung Lembu ini menurut penjual di pos 1 ini baru mulai digalakkan sekitar dua tahun terakhir. Sebagian besar wisatawan datang dari Jakarta. Wisatawan asing yang pernah datang di antaranya dari Jerman, Jepang, Korea, dan Inggris.

Sinyal di Pos 1 ini tidak terlalu bagus. Internet sangat sulit, menelpon sesekali bisa. Komunikasi di daerah ini tergantung provider telko Anda.

Hal yang jarang dibahas di tulisan catatan perjalanan pendakian Gunung Lembu ini adalah:
– Di Pos 1 ini ada sumber mata air. Jadi jangan takut untuk kehabisan air jika nge-camp di sini
– Ada dua warung indomie dengan minuman botol, kelapa muda, dengan balai-balai untuk istirahat. Jadi tidak perlu terlalu banyak membawa cadangan air minum untuk dibawa dari bawah. Lebih menghemat tenaga, bukan? Semangkuk indomie cuma bayar goceng!
– Ada rumah pohon dari bambu yang bisa digunakan untuk selfie dan mengambil gambar waduk Jatiluhur yang indah

Pagi harinya setelah sarapan dan berdoa kami bergerak ke Pos 2. Kami bawa barang berharga dan meninggalkan keril dan tenda di Pos 1. Perjalanan pagi itu sangat menyenangkan karena cuaca sangat cerah. Burung berkejaran di angkasa, beberapa hewan melata dari golongan mollusca seperti cacing berkepala palu dan kelabang raksasa sesekali tampak melewati bebatuan di kaki kami. Saya selalu mengingatkan rombongan di belakang agar jangan sampai mereka terinjak. Kita tidak ingin sebagai tamu menyakiti hewan-hewan yang tidak bersalah yang menjadi tuan rumah gunung ini.

Perjalanan ke Pos 2 tidak semengerikan dari  base camp ke Pos 1. Ada beberapa bonus berupa jalan landai atau menurun. Ini bagian yang disukai pendaki untuk mengambil nafas hehehe..

me2

Bidikan Azhari – Jalan menanjak

WhatsApp-Image-20160530 (2)

Bidikan Azhari – di Pos 2

Ada dua petilasan keramat yang harus dihormati namun tidak dikultuskan agar tidak jatuh ke dosa syirik. Minta hanya kepada Allah SWT, jangan ke tempat keramat. Jaga akidah jangan sampai rusak.

Tidak berapa lama kemudian kami sampai di Pos 3 dan puncak Gunung Lembu di mana tenda bisa didirikan meski jumlahnya tidak sebanyak di Pos 1 (atau di Rompang Ceria).

WhatsApp-Image-20160529 (2)

Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? Dikasih pemandangan indah, harus dijaga ya!

WhatsApp-Image-20160531 (3)

Puncak Lembu 792 MDPL

WhatsApp-Image-20160531

Senangnya berfoto bersama anak naik gunung bersama

IMG_6036

Indahnya Waduk Jatiluhur dari Puncak Lembu

IMG_6035

Berdua bersama Rayyan

 

 

IMG_6034

Indahnya Indonesiaku

Tips mendaki Gunung Lembu

  • Gunung Lembu relatif mudah dinaiki oleh siapa saja, dari usia 10 tahun ke atas mestinya tidak mengalami masalah yang berarti
  • Olah raga jalan atau lari seminggu dua kali selama sebulan akan membantu memperkuat stamina
  • Istirahat yang cukup di malam sebelumnya juga penting untuk melewati tanjakan terutama di Pos 1
  • Tidak perlu bawa makanan dan minuman terlalu banyak karena di setiap pos ada warung indomie dan berbagai minuman, termasuk kelapa muda segar
  • Bawa lotion anti nyamuk, lebih baik yang semprot karena lebih mudah dipakai
  • Tongkat gunung lumayan membantu jika ada
  • Gunakan sendal gunung atau sepatu gunung yang tidak licin. Berhati-hati mendaki jika habis turun hujan
  • Matikan HP bila hujan. Di kuartal awal tahun 2016 ada seorang anak SMP meninggal dunia membawa HP tanpa alas kaki dalam keadaan hujan di dekat puncak. Beberapa orang temannya tidak tersambar karena HP dalam keadaan mati
  • Jangan remehkan gunung serendah apapun. Kesombongan menyebabkan kelengahan, dan kelengahan sumber malapetaka
  • Sebagai tamu, jangan kotori bebatuan dan pepohonan dengan guratan atau tulisan apapun. Jaga keindahan alam dengan tidak merusak dan meninggalkan sampah apapun
  • Membawa kompor kecil dan alat masak bisa menghemat dan memakan sesuai selera kita, namun tidak mandatori karena ada warung

Bonus: jika memungkinkan pulang dari sini bisa singgah ke tempat wisata Resort Tirta Kahuripan yang memiliki edgeless swimming pool di atas awan. Baca ulasannya di artikel selanjutnya. Stay tuned!

Ulasan Buku “BLOGGING: HAVE FUN AND GET THE MONEY”

Semalam saya mencoba mencari buku yang ditulis oleh Carolina Ratri ini di Toko Buku Gunung Agung Senayan City. Ketika datang ke sana bukunya ternyata belum masuk. Dari pencarian di komputer, buku ini tidak dapat ditemukan, baik dengan menggunakan judul maupun pengarang.

IMG_5453

Menurut pramuniaga yang melayani saya dengan penuh kasih sayang antusias, kecepatan sebuah buku masuk ke tiap gerai buku berbeda-beda. Menurut hukum fisika, kecepatan sebuah benda berbanding lurus dengan jarak tempuh dan berbanding terbalik dengan waktu tempuh. Jika waktu tempuh pengiriman buku lama karena macet atau ban kempes, maka kecepatan masuknya buku ini bisa rendah juga. Walah ini kok malah membahas pelajaran fisika, ya?

OK, kembali ke laptop.  Saya termasuk orang yang kalau udah kebelet pengen sesuatu, harus kejadian. Jadi meski semalam saya gagal membawa pulang buku Blogging: Have Fun and Get the Money (BHFGM) ini, saya harus mendapatkannya hari ini. Padahal pagi tadi saya harus berada di German Center BSD yang jaraknya jauh dari kantor untuk keperluan BCP, dan baru sore kembali ke kantor di Senayan. Kalau mau beli buku langsung berarti harus menunggu pulang kantor dan bermacet-macet ria ke toko buku lain, misal Gramedia Plaza Semanggi atau Gramedia Pondok Indah. Hmm.. sayang waktu terbuang percuma hanya untuk mendapatkan buku ini di tangan. Mau tidak mau harus pintar-pintar memanfaatkan teknologi di era digital seperti yang pernah saya tulis sebelumnya.

Dari dalam kereta Commuter Line arah Stasiun Palmerah, saya langsung Googling mencari info telepon Gramedia Plaza Semanggi.

IMG_5462

Langsung saya telepon dan memastikan stok bukunya tersedia. Alhamdulillah, ada! Satu stok bahkan disimpan ke Customer Service agar dipastikan saya mendapatkan buku ini. Maklum ini buku masih hot, dan para blogger atau mereka yang ingin terjun ke dunia blogging bisa kalap ingin mendapatkan buku ini. Saya tentu saja tidak mau kehabisan.

Ketika berjalan menuju gedung kantor saya bekerja, langsung saya buka aplikasi GOJEK, pilih Go Mart, kemudian memasukkan Gramedia Semanggi.
IMG_5465

Setelah selesai menekan tombol ORDER, wajah kurir GOJEK muncul di layar HP saya.

IMG_5466

Sembari menunggu buku, saya melanjutkan pekerjaan saya, menghadiri meeting, membalas e-mail, dan sebagainya. Tidak lama kemudian buku yang saya tunggu-tunggu akhirnya hadir juga. Alhamdulillah!

Senyum manis Abang Gojek

Senyum manis Abang GOJEK menyerahkan buku yang diidam-idamkan!

Setelah jam kerja berakhir langsung saya buka plastik pembungkusnya dengan perlahan dan penuh kehati-hatian agar tidak menggores cover buku yang cantik ini. Sebelum membaca saya coba membuka-buka halamannya untuk melihat kualitas kertas, font tulisan yang digunakan, ilustrasi gambar dalam buku, dan tentu saja daftar isi.

Inilah komentar saya dari sekilas pandang untuk mendapatkan kesan pertama, apakah buku ini tampak meyakinkan atau tidak. Sebagai seorang penulis buku yang bukunya pernah hadir di Gramedia dan Gunung Agung, saya tentu saja tertarik untuk membandingkan dengan buku yang pernah saya tulis dulu tentang dunia pemrograman beberapa tahun yang lalu, setidaknya dari segi fisik, bukan dari konten.

  1. Cover Buku
    Gambar ilustrasi cukup OK, menggambarkan seluk beluk dunia blogging. Judulnya ditulis dalam Bahasa Inggris, yang mencoba memberikan efek keren dan gaul, namun memiliki drawback juga. Pembaca yang tidak teliti dan melihat di rak buku dan menghindari buku asing, akan mengira ini buku yang menggunakan Bahasa Inggris. Coba bandingkan bila judulnya Asyiknya Ngeblog dan Dapat Duit! Saya rasa masih dapat efek gaulnya dan konsisten dengan isi bukunya yang memang menggunakan Bahasa Indonesia.
  2. Font yang digunakan enak dilihat, konsisten dengan pembagian seksi buku, termasuk penggunaan bahasa asing.
  3. Gambar ilustrasi mayoritas tetap jelas dilihat, meski sudah dicetak dalam bentuk buku. Biasanya ketika kita menulis buku di komputer, gambar ilustrasi memang jelas. Namun ketika dicetak gambarnya kabur. Penulis rupanya cukup teliti dalam memastikan gambar tetap enak dilihat meski ukurannya kecil.

Sampai tahap ini, saya merasa yakin (believe) dengan buku ini, meski baru sekilas. Percayalah, jika sering membaca buku, Anda akan mudah memutuskan untuk terus membaca atau tidak meski hanya melihat sekilas (padahal buku yang saya baca gak banyak-banyak amat hahahahahahahahahahahaha….Hush! Cukup menertawakan diri saya, kita fokus lagi ke buku ini).

Dari sisi konten penulis mengawali dengan cukup baik mengenai mengapa kita harus blogging, apa saja manfaatnya, dan ajakan blogging yang menghasilkan keuntungan secara finansial. Di bab pertama ini penulis mengajak kita blogging for fun hingga bisa mendapatkan banyak keuntungan, tanpa melupakan blogging for living with heart.

Di chapter 2, saya mendapatkan banyak sekali tips bagaimana kuatnya blog personal kita jika topik yang dibahas mengerucut pada topik tertentu. Istilahnya penulis adalah blog ber-niche. Jujur saya sudah mulai ngeblog dari jaman Friendster (duh ketahuan deh tuanya), Multiply jaya hingga sekarat dan mati, sampai akhirnya mengekspor kontennya ke WordPress ini. Dari dulu sampai sekarang hingga akhirnya saya baca buku ini, saya sempat tidak peduli dengan blog yang isinya mengerucut seperti ini. Saya hanya peduli bahwa saya akan berbagi apapun yang saya pikir bermanfaat atau apapun yang secara pribadi saya sukai. Ternyata dengan memiliki blog yang fokus topiknya akan memiliki banyak manfaat, misalnya lebih mudah dijadikan tambang uang, lebih mudah menjaring pembaca yang loyal, dan tentu saja membuat kita lebih fokus dalam menulis. Chapter 2 ini ditutup dengan gong yang sangat kuat, tips dasar SEO (Search Engine Optimization) alias bagaimana blog kita bisa dioptimalkan agar peringkat blog kita menjadi maksimal ketika dicari dari mesin pencari, misalnya Google.

Di chapter 3 kita diajak untuk meningkatkan kualitas kita dalam menulis. Berbagai tips menulis yang jarang kita dengar diberikan di sini.

Di chapter 4 penulis membahas mengenai Job Review, yaitu order ngeblog berbayar dari seseorang atau perusahaan sesuai pesanan. Aih indahnya ketika fase ini bisa kita dapatkan. Jangan kedip ketika baca bab ini. Eh.. gak mungkin ya kalau gak kedip? Maksud saya fokus baca di bagian ini karena banyak harta karun buat kita dapat penghasilan dari blogging. Ingat-ingat ya, chapter 4!

Di chapter 5, penulis menampilkan hasil wawancara dengan para blogger yang punya pengalaman mendulang uang dari blognya. Banyak tips penting dibagikan di sini. Highlight yang penting dan implementasikan!

Pada chapter 6, penulis membahas tentang cara mendapatkan uang dengan Ad Sense dan afiliasi dengan blog e-commerce macam Amazon, Lazada, dan Bilna. Ini jurus baru yang pernah saya endus di blog langganan saya, namun baru kali ini dipreteli jeroannya oleh penulis. Penting untuk disimak!

Terakhir, pada chapter 7, penulis memberikan tips untuk merawat blog yang kita kelola dengan memeriksa ada tidaknya pranala yang terputus, selalu terus meremajakan isinya, terus belajar agar materinya bertambah, dan terus berbagi kepada pembaca. Terakhir kita diminta bersilaturahim dengan sesama blogger, baik di dunia maya maupun dunia nyata.

Kesan saya terhadap buku yang memiliki 245 halaman ini adalah sangat positif! Saya merekomendasikan buku ini kepada siapa saja yang suka ngeblog, khususnya mereka yang ingin blognya bisa mendatangkan keuntungan, terutama secara finansial. Buku ini akan saya baca secara lebih mendalam lagi untuk membantu saya merapikan dan menyiapkan blog saya agar lebih menarik dan bisa mendatangkan keuntungan selain kepuasan pribadi. Jika ada yang mau pinjam buku ini, akan saya tolak mentah-mentah. Saya akan memintanya untuk membeli langsung di toko buku, karena buku ini akan bermanfaat dijadikan referensi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Ini bukan masalah pelit atau tidak, tapi memang buku ini terlalu sayang untuk tidak dimiliki.