Arsip Blog

Review Film Pengabdi Setan (2017)

Impian Joko Anwar untuk membesut film Pengabdi Setan puluhan tahun silam tercapai sudah. Inilah film horor yang menginspirasikan dirinya untuk membuat film. Sutradara yang terkenal dengan Pintu Terlarangnya ini merayu Rapi Film yang memiliki hak ciptanya agar diperkenankan menjadi sutradaranya. Akhirnya film yang juga dibiayai oleh CJ Entertainment ini tayang juga di bioskop.

Beberapa teman saya mengatakan, film asli Pengabdi Setan yang dibintangi Ruth Pelupessy dan HM Damsjik dulu adalah salah satu film menakutkan di masa kecil mereka. Saya sendiri sudah menonton versi lamanya dan penasaran dengan versi Joko Anwar ini.

Dibandingkan film dulunya, film yang dibesut Mas Joko ini cukup berbeda. Meski intinya sama namun beberapa detail diubah, termasuk ada twist ending di film ini, tipikal Joko Anwar. Lebih kurang konon ada setidaknya 9 hal yang berbeda antara film dulu dengan remake-nya ini. Apa saja? Ah nanti malah spoiler. Pokoknya kalau kamu dulu sudah pernah nonton, jangan takut bosen nonton filmnya karena bedaaaaaaaa…

Kisahnya sebenernya sederhana. Ada sebuah keluarga muslim yang jauh dari ajaran agama, terdiri dari sepasang suami istri dan empat orang anak. Sang Ibu sedang sakit keras, dan beberapa anggota keluarga sering menjumpai penampakan di kamar ibunya. Ketika ibunya meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, masalah mereka justru semakin bertambah pelik. Teror makhlus halus yang menyerupai ibunya muncul terus-menerus. Berhasilkah mereka melawan makhluk gaib ini? Saksikan sendiri ya di bioskop kesayangan Anda!

Img1

Terus terang saya menyukai film ini. Bahkan ini film Joko Anwar yang paling menarik menurut saya. Castingnya penuh wajah segar tapi aktingnya bagus-bagus! Menurut Joko Anwar, castingnya gak sembarangan. Tiap karakter memiliki 30-40 orang kandidat. Hasilnya memang terlihat luar biasa. Anak-anak keluarga itu, dari yang remaja sampai ke yang paling kecil, mainnya bagus dan natural. Endi Arfian yang blasteran Jawa Jerman bisa memerankan peran untuk usianya dengan pas.

Img2

Adik yang paling bungsu yang paling nggemesin. Mainnya natural sekali. Namanya M. Adhiyat. Baru kelas 1 SD tapi sudah main film dengan bagus.

Img3

Dari sisi setting dan properti semuanya dibuat sesuai jamannya di tahun 80-an. Sangat teliti dan rinci, seperti kostum, gaya rambut, aksesoris rumah, dan transportasi umumnya.

Faktor horornya sendiri ada setidaknya dua jump scares yang membuat saya berteriak di bioskop. Karakter dan pendalaman cerita dibeberkan perlahan dan kengerian dibangun dari awal hingga puncaknya. Joko Anwar terlihat sangat serius dan bisa dibilang cukup berhasil membuat penonton ketakutan.

Meskipun film ini wajib ditonton bagi mereka para pencinta horor, film ini juga memiliki beberapa kekurangan. Ada beberapa plot hole yang tampak di sana-sini dan ending yang terlalu luas untuk diinterpretasikan, kecuali sebagai sinyal akan adanya sequel.

Dua anak bungsu keluarga ini yang diperankan oleh Nasar Annuz dan M. Adhiyat bisa menghidupkan film dengan baik

Secara overall saya beri nilai 8/10. Puas!! Lebih seram dari Gerbang Neraka dan Jaelangkung yang dibesut Mantovani.

Iklan