Serunya Berkemah di Wisata Mata Air Cimincul Subang

Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk berkemah di tempat camping yang sedang viral. Saya sudah sekitar dua tahun punya rencana berkemah di sini, namun baru punya waktu untuk mencoba setelah teman di group Whatsapp pencinta camping memberikan contact person yang bisa dihubungi untuk berkemah di sini.

Tempat itu adalah wisata Mata Air Cimincul Subang. Lokasinya terletak di antara Subang dan Bandung.

Dari Stasiun Gambir Jakarta, lokasinya sekitar 160 kilometer, dengan durasi perjalanan sekitar 3,5 jam saja.

Apa sih yang membuat saya tertarik untuk berkemah di sini?

  1. Kejernihan kolam renang alami yang bersumber dari mata air. Ini adalah versi mini dari Umbul Ponggok yang di Klaten. Ada sekitar empat kolam yang bisa kita coba, dan di antaranya ada vespa bekas dan motor bekas yang berada di dasarnya untuk kita berfoto ria
  2. Ada sungai jernih dan sawah dengan pematang yang indah

Mari kita lihat apa yang membuat asyik berkemah di tautan dan gambar di bawah:

Saksikan reel Facebook bawah air saya di sini atau di air terjun mini di sini.

Pemandangannya?

Ajib kan?
Kolam Anak
Tepi Sungai
Buat anak-anak
Kolam dewasa
Pelangi di balik tenda

Biaya menginap 50 rb per orang per malam, sudah termasuk biaya listrik, toilet, dan berenang. Tidak bisa camper van, parkir cuma 10 ribu saja.

Toilet lumayan, dalam arti masih jauh dari sempurna. Atap ada yang pecah (luhat gambar di atas, atap sebelah kanan rusak mungkin kejatuhan buah kelapa). Keran air juga terlalu rendah sehingga ember besar untuk mandi tidak bisa masuk. Ini menyulitkan kalau mau mandi. Padahal air banyak dan melimpah.

Lahan berkemah juga tidak terlalu luas. Disarankan kalau banyak membawa anggota keluarga atau teman, pilih jangan di akhir pekan agar bisa menikmati perkemahan tidak terlalu penuh.

Apa saya ingin kembali lagi? Ya. Kolamnya keren banget. Tapi mungkin menunggu toilet dibuat lebih baik lagi dan lahan perkemahan diperluas.

Untuk melakukan pemesanan tempat bisa ke Pak Maulana Nova di 0851-0339-3333 atau email ke novakeec86@gmail.com. Lokasi ada di Jl. Cimincul No. 12, Pasanggrahan, Kec. Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41283.

Kelas Inspirasi Tangerang IV

Setelah merasakan indahnya berpartisipasi menjadi Kakak Inspirator di Kelas Inspirasi Purwakarta yang pertama di akhir tahun 2019, saya ditawari oleh sesama rekan inspirator yang sekarang menjadi Ketua Kelas Inspirasi Tangerang IV, Mas Godir Prayoto. Tawaran yang sangat menarik buat saya pribadi karena acaranya berada di Tangerang, tidak jauh dari tempat tinggal saya di Tangerang Selatan. Kegiatannya juga berlangsung di hari Sabtu pagi, sehingga saya tidak perlu mengambil cuti untuk kegiatan ini.

Buat kalian yang belum tahu tentang Kelas Inspirasi, izinkan saya untuk sedikit menjelaskannya. Kelas Inspirasi adalah sebuah kegiatan satu hari di sekolah dasar yang melibatkan para profesional untuk datang berbagi kisah yang menginspirasi adik-adik SD tersebut terkait tentang meraih cita-cita dan gambaran profesi inspiratornya. Ada anak SD yang bercita-cita menjadi buruh cuci mengikuti pekerjaan ibunya, hanya karena ia tidak mendapatkan role model yang sesuai. Tidak ada informasi cukup mengenai beragamnya profesi yang ada buat mereka. Kelas Inspirasi mencoba berbagi sehari namun selamanya menginspirasi buat generasi muda bangsa kita. Diadakan pertama kali pada 25 April 2012, program ini telah meluas ke banyak kota di seluruh penjuru Indonesia. Dengan tujuh Sikap Dasar yang harus diimplementasikan, para relawan bekerja sama bahu membahu agar kegiatan ini bisa berlangsung dengan sukses.

Teman-teman bisa bayangkan. Ada banyak kepala yang tidak saling kenal satu sama lain, harus berdiskusi mengenai acara dalam satu group Whatsapp. Kegiatan itu membahas mengenai:

  • di mana nanti harus menginap, khususnya buat yang tinggalnya jauh dari sekolah
  • apa ada atribut khusus yang harus dipakai adik-adik SD, misalnya ikat kepala dari pita dengan bintang di tengahnya (haruskah memakai pita, kertas, atau apa)
  • nama adik-adik SD menggunakan stiker atau kertas yang digantung di leher
  • cita-cita ditulis di kertas atau stiker
  • perlukah poster besar bergambar pohon cita-cita untuk ditempel mereka?
  • pembagian kelas yang ada dengan profesi yang kompleks diprioritaskan ke kelas tinggi (programmer lebih cocok untuk kelas 4-6 daripada 1-3, bukan?)
  • bagaimana dengan sarapan di pagi hari dan makan siang setelah acara?
  • transportasi dari penginapan ke lokasi dan dari lokasi ke tempat evaluasi
  • siapa yang akan survey ke sekolah untuk mengetahui ada berapa kelas dan ada berapa murid untuk penjadwalan kelas inspirasi
  • apa ada anak berkebutuhan khusus yang perlu kita ketahui sebelum mengajar di kelas tersebut

Menurut saya, bagian tersulit adalah koordinasi tanpa bertemu langsung dengan kepala yang berbeda-beda, tidak pernah bertemu, mencoba mencari titik kompromi agar terdapat satu kesepakatan mutlak untuk acara hari H. Percayalah, ini sangat tidak mudah dan membutuhkan komitmen khusus. Belum lagi ada beberapa kandidat inspirator yang membatalkan diri mengikuti acara karena sesuatu dan lain hal. Jadwal yang sudah disusun kembali dirombak kembali.

Sebelum acara, ada yang namanya briefing, diberikan oleh panitia Kelas Inspirasi kepada calon inspirator dan dokumentator untuk menggambarkan tentang sekolah, acara kelas inspirasi itu sendiri, pentingnya memahami Sikap Dasar, dan tips bagaimana mengajar di kelas inspirasi. Pada acara tersebut peserta inspirator punya kesempatan saling mengenal lebih dekat dan bekerja sama mempersiapkan acara hari H dengan lebih matang. Dalam acara tersebut juga ada tips mengajar yang sangat bermanfaat buat inspirator perdana yang baru mencoba program ini pertama kalinya. Kang Jaka, dedengkot KI, memperkenalkan kiat BOMBERB (Bang, Outline, Message, Bridge, Example, Recap, dan diakhiri dengan Bang). Jadi awali dan akhiri dengan Bang untuk menarik perhatian audiens. Informasi seperti ini tidak hanya berguna untuk acara di Hari Inspirasi, tetapi juga untuk kapanpun ketika kita memberikan presentasi.

Kegiatan Briefing dan Hari Inspirasi di tiap Kelas Inpirasi masing-masing kota berbeda-beda, menyesuaikan apakah di sekolahnya menerapkan lima atau enam hari belajar. Biasanya yang menggunakan enam hari belajar, Hari Inspirasi dilakukan pada hari Sabtu. Ini menguntungkan buat beberapa Inspirator yang cutinya sudah habis atau tinggal sedikit. Jika sekolahnya menerapkan lima hari belajar, biasanya dilakukan di hari Senin bersamaan dengan upacara bendera.

Berikut ini foto-foto pada saat briefing sebelum hari H.

Setelah briefing beberapa dari kami melakukan kunjungan ke sekolah untuk melihat sekali lagi kondisi jalan masuk, parkir kendaraan, fasilitas sekolah, dan sebagainya.

Malam sebelum acara saya mencoba mengumpulkan beberapa rekan dari Cilegon, Purwakarta, Jakarta, dan lainnya agar berkumpul di Senayan agar bisa saya antar ke rumah salah satu guru yang dijadikan tempat menginap. Kami makan bersama di food court Plaza Senayan.

Di tengah perjalanan sempat nyasar masuk kuburan Sepalapajang yang gelap dan sangat luas itu. Kadang Google Maps tidak punya perasaan sama sekali.

Salah seorang inspirator, Kang Dimmy, malam itu saya ajak menginap di rumah karena kaki dia baru sembuh dari operasi sehingga kasihan bila harus berjalan cukup jauh ke sekolah besoknya.

Malam acara saya masih sempat meneruskan menggambar untuk bahan menerangkan di depan kelas pada hari H.

Akhirnya acara hari H datang juga. Saya dan Kang Dimmy meluncur setelah sarapan dan sholat subuh ke SDN Selapajang Jaya 01 dekat bandara.

Video Ringkasan Kegiatan Kelas Inspirasi di SDN Selapajang Jaya 01

Sambutan Bapak Ibu Guru dan anak-anak luar biasa meriah. Keceriaan tampak di wajah mereka. Salam dan yel yang mereka kuasai menggema di seluruh penjuru gedung sekolah. Hati kami basah dan merasakan kebahagiaan tiada terkira. Dengan berbagi justru kami yang merasa bertambah. Bertambah saudara, bertambah sahabat, dan bertambah rasa bahagia di dalam dada.

Selepas acara kami makan sayur asem dengan ikan dan ayam goreng yang luar biasa enaknya. Begitu sederhana namun begitu dekat. Mereka begitu antusias dengan kegiatan ini dan berharap tidak hanya hari itu kami berbagi. Setelah berpamitan dengan Bapak dan Ibu Guru, kami menuju tengah kota Tangerang untuk melakukan evaluasi kegiatan sekaligus merencanakan untuk Back to School. Masing-masing rombongan belajar memberikan masukan mengenai masalah apa yang dihadapi sekolahnya dan apa yang bisa diberikan pada saat nanti kembali ke sekolah.

Dengan bertambahnya persaudaraan sesama inspirator SDN Selapajang Jaya 01, kami tetap asyik di group Whatsapp. Berbagai rencana untuk membuat kami tetap saling berhubungan dibuat daftarnya dan dijadikan bucket list, dari Umroh Bareng, mencicipi bakso buatan ayah salah satu inspirator di Cikarang, belajar pemrograman bersama saya via online dan juga belajar berenang, naik kapal di Bekasi, main ke TIM, Back to School, yoga, camping, dsb. Artikel selanjutnya di blog ini akan membahas salah satu kegiatan bersama ex relawan Kelas Inspirasi Selapajang Jaya 01.

Semoga kami semua tetap berbagi dan semangat menjalin silaturahmi.

Berkemah di Gunung Sabeulah Puncak 2

Setelah berkemah di Cikole, saya dan keluarga kembali mencoba berkemah di daerah Cipamingkis dan sekitarnya (Puncak 2). Dua kali berkemah di Curug Cipamingkis dan Sukawangi Highland, tidak mengurangi semangat kami untuk mengeksplorasi lebih jauh kawasan ini.

Kali ini saya mengajak beberapa kolega di kantor untuk ikut berkemah bersama di Gunung Sabeulah yang letaknya sedikit di bawah Sukawangi Highland. Rute ke sana cukup banyak alternatifnya, namun saya sarankan melalui Jonggol saja daripada lewat Sentul yang jalurnya sangat terjal dan cukup banyak lubang.

Berkemah di sini pemandangannya indah dan banyak monyet yang bisa kita lihat hidup di pepohonan. Tempat terbaik di atas untuk camper van sayangnya bila hujan tidak bisa diakses karena rawan slip. Sementara di bawah yang juga datar dan luas cukup becek bila hujan. Menurut saya berkemah di sini masih cukup terjangkau biayanya, namun saya lebih suka di Sukawangi yang akses ke bumi perkemahannya relatif mudah dijangkau meski hujan sekalipun.

Mari kita lihat pemandangan alamnya:

Indah sekali, bukan?

Berkemah bersama kolega dan keluarga sangat menyenangkan. Saat itu kami makan liwetan bersama, ngariung together istilah Sundanya. Rahat nemen lah kalau orang Tegal bilang.

Fasilitas:

  • Listrik
  • Toilet
  • Tenda Musholla
  • Warung

Penampakan tendanya:

Biaya:

Untuk reservasi hubungi: Deni (0819-2914-1899).

Jika ada pertanyaan langsung cus di kolom komentar ya!

Berkemah di Kebon Pines – Cikole – Lembang

Beberapa hari lalu keluarga kami mencoba untuk berkemah di daerah Lembang. Tempat yang bernama Kebon Pines Camping Ground ini terletak di daerah Cikole, Lembang, Bandung. Lokasinya bersebelahan dengan Grafika Cikole. Saya sangat menyukai udara Cikole yang dingin, tak jauh berbeda dengan Pengalengan dan Ranca Upas Ciwidey. Kalau dihitung-hitung ini adalah kali kelima kami berkemah di Bandung. Tiga kali di Ranca Upas, sekali di Pengalengan, dan terakhir di Cikole. Dengan berkemah di Cikole, lengkap sudah tempat camping ground favorit yang sudah kami kunjungi.

Perjalanan menuju ke sana, seperti biasa dipandu dengan Waze, yang menyarankan saya untuk mengambil jalur Cipali – Subang. Waktu tempuh lebih kurang sekitar 4 jam dari BSD.

Selain di Ranca Upas, saya sangat menyukai tempat ini. Harganya sangat terjangkau, toiletnya bersih, ada cafenya, dan tamannya luar biasa indah. Langsung saja lihat foto-fotonya, yuk!

Udaranya sangat bersih dan suhunya asyik sekali! Listrik tersedia di banyak pohon. Mau makan tinggal pesan dan bisa diantar ke tenda!

Blok A pemandangannya paling juara dan lokasinya paling datar. Kalau bisa booking blok A, segera book saja ke sana. Untuk booking tempat silakan chat ke Whatsapp : 0851-6320-6361 atau Email : kebonpinestws@gmail.com.

Pembayaran bisa menggunakan QRIS atau debit, artinya tidak hanya menggunakan cash.

Fasilitas di sini:

  • Panahan
  • Paint Ball
  • ATV
  • Toilet dan Musholla
  • Cafe
  • Taman

Direkomendasikan menginap dua malam agar puas maksimal. Kalau mau memasak dan membeli bahan masakan, ke pasar Lembang saja yang jaraknya tidak begitu jauh dari lokasi perkemahan.

Tiket camping per orang hanya 20 ribu, parkir samping tenda 50 rb per malam. Kayu bakar seikat sekitar 25 ribu rupiah.

Jika ada pertanyaan lainnya, silakan tanyakan di komentar ya!

Menjelajah Puncak Halimun

Ini adalah kali ketiga saya berkemah di daerah Caringin, Bogor. Yang pertama di dekat Villa Biru dan yang kedua di Kebun Jati. Lokasi Puncak Halimun ini ada di atas Kopi Daong yang terkenal itu. Jalanan menuju ke lokasi setelah Kopi Daong akan berbatu-batu sehingga kurang cocok untuk kendaraan dengan ground clearance yang rendah.

Jalan penuh bebatuan

Sampai di lokasi, kita akan menemukan pintu gerbang selamat datang dan sebuah kafe di mana kita bisa melakukan registrasi sebelum mendirikan tenda. Waktu itu kami sampai siang hari sehingga memutuskan untuk makan siang di kafenya sebelum tenda digelar. Ada nasi goreng, soto, dan aneka cemilan serta minuman.

Rasanya lumayan dengan harga yang tidak mahal.

Tampak Luar

Pemandangan dari dalam kafe cukup menyenangkan. Ditemani musik kita bisa menikmati pemandangan yang hijau segar di sekeliling kita.

Pemandangan di sekitar Cafe

Setelah makan dan registrasi, kami juga membeli voucher wifi seharga 8 ribu rupiah per 12 jam. Kita juga bisa menyewa berbagai peralatan untuk berkemah.

Harga Penyewaan Alat

Waktu itu per orang kami harus membayar 40 ribu dan kendaraan membayar 60 ribu sehingga total 180 ribu rupiah. Listrik sudah tidak membayar lagi.

Ada empat spot area di Puncak Halimun:

  • Spot Halimun
  • Spot Jengkol
  • Spot Afrika
  • Spot Salak

Dari keempat area ini, semua memiliki pemandangan gunung dan city light di malam hari, kecuali spot jengkol yang pemandangannya lembah dan ngarai yang tak kalah indahnya. Saat kami datang, Spot Halimun sudah penuh, sehingga saya memilih spot Jengkol yang bisa berkemah di sebelah mobil.

Berkemah di Spot Jengkol

Kalau mencari spot yang rata, terbaik di Spot Salak. Namun tidak bisa meletakkan mobil di sebelah tenda. Hanya bisa menurunkan barang lalu mobil harus diparkir di are parkir. Spot Afrika terletak di atas Spot Salak. Spot Jengkol memiliki kelebihan ada beberapa pepohonan sehingga bisa memasang hammock dan agak rindang di siang hari.

Spot Jengkol yang memiliki banyak pepohonan

Bagaimana dengan Spot Halimun? Ini pemandangannya di malam hari dari Spot Africa.

Nice View at Night

Di Spot Halimun kita juga bisa menyewa villa seharga 1,5 juta dengan dua kamar, dapur, ruang tamu, dan kamar mandi.

Ok, bagaimana dengan pemandangan gunung? Sabar. Ada kok. Baca di halaman berikutnya, ya!

Lanjutkan membaca “Menjelajah Puncak Halimun”

Indahnya Berkemah di Sukawangi Highland – Bogor

Liburan telah tiba. Aila dikunjungi sepupunya, Sheva, dari Tegal. Setelah mengajak Sheva dan Eyang berkemah di Bukit Tangkeban, Pemalang, saya kembali mengajaknya untuk mencicipi keindahan daerah Sukawangi, Bogor.

Ciamik, bukan?

Kalau dilihat, pemandangannya sedahsyat tempat berkemah di Bukit Tangkeban, Pemalang, Jawa Tengah.

Ini di Bukit Tangkeban, Pemalang

Bagaimana? Sama-sama dahsyat kan? Buka pintu tenda, yang terlihat keindahan gunung tinggi menjulang.

Lokasi Sukawangi Highland tidak jauh dari Buper Cipamingkis yang pernah saya tulis dua kali di https://wisnuwidiarta.com/tag/cipamingkis/. Dari pintu masuk Cipamingkis tinggal naik sedikit lagi, sekitar 2-3 kilometer kalau kita dari arah Jonggol.

Dari segi fasilitas, buper ini hanya menawarkan toilet, musholla, listrik, kafe buat ngopi cantik, vila yang bisa untuk 20 orang seharga satu juta rupiah, dan pemandangan yang kece badai. Kalau mau main air bisa ke Curug Arca yang dekat sekali dengan buper Sukawangi Highland ini.

Salah satu hal yang berbeda dengan Cipamingkis adalah di sini sinyal internet 4G. Bisa buat nonton Netflix! Kalau di Cipamingkis sinyal sangat lemah untuk semua operator, Wifi hanya ada di pintu masuk. Jadi buat yang FOMO sambil berkemah, jangan takut berkemah di sini. Ingin main air? Bisa ke Curug Arca.

Curug Arca

Pagi-pagi, jangan mager dan tidur. Bangun dan hunting pemandangan cantik seperti berikut ini:

Lanjutkan membaca “Indahnya Berkemah di Sukawangi Highland – Bogor”

Berkemah di Kebun Jati – Caringin – Bogor

Tidak seberapa lama dari pengalaman berkemah di Vila Biru Pancawati Caringin Bogor, saya kembali mencoba camping ground tidak jauh dari situ, yaitu di Vila Kebun Jati, yang sama-sama terletak di Pancawati, Caringin, Bogor. Posisinya lebih tinggi dari Vila Biru, namun masih di bawah Kopi Daong.

Lokasi Perkemahan

Sebenarnya tadinya saya mau mencoba Puncak Halimun yang berlokasi di atas Kopi Daong. Namun tetangga satu RT tiba-tiba mengajak saya ke Kebun Jati pada hari yang sama. Akhirnya saya alihkan ke Kebun Jati, Pancawati, Caringin, Bogor ini. Walhasil ada tiga keluarga dari RT kami yang berkemah di sini.

Untuk menuju ke Vila Biru atau Vila Kebun Jati kita bisa menggunakan Google Maps atau Waze. Perjalanan menuju ke Caringin ini relatif tidak macet setelah keluar dari tol, paling jika hari libur akan bersaing dengan pengunjung yang akan pergi ke Kopi Daong. Tapi dibandingkan ke Puncak saya rasa relatif lancar.

Dari jalan besar menuju lokasi akan ada jalur satu arah, yang untungnya dipandu oleh petugas di sana. Jadi jangan khawatir ketika ada yang mau turun dan naik akan ada petugas yang memberi tanda untuk jalan atau menunggu.

Tempat berkemah dengan pemandangan terbaik ada di dekat pintu masuk dan pos loket tiket menginapnya. Anda akan disuguhkan pemandangan gunung yang menjulang tinggi di siang hari dan lampu perkotaan yang indah di malam hari. Kelemahan tempat ini adalah lokasinya agak miring sehingga hanya menyisakan daerah di pinggiran ujung yang agak datar. Ada akses toilet sekitar tiga pintu di dekat situ.

Pemandangan dekat pintu masuk di siang hari
Pemandangan di malam hari

Fasilitas yang tersedia di sini lebih lengkap daripada di Vila Biru yang saya bahas di postingan sebelumnya. Selain vila, toilet dan listrik, di sini juga banyak kafe dan warung makanan yang buka dari jam 8:00 pagi hingga sore. Bahkan ada tempat penjualan souvenir, kolam renang, mini zoo, dan taman bermain yang Instagramable. Mari kita lihat fasilitas yang menjual makanan dan minuman di Kebun Jati ini.

Lanjutkan membaca “Berkemah di Kebun Jati – Caringin – Bogor”

Berkemah di Caringin – Vila Biru Pancawati

Di seputaran Jakarta, tepatnya daerah Bogor, banyak tempat yang bisa dijadikan untuk berkemah bersama keluarga. Kali ini saya dan teman-teman kantor mencoba berkemah di daerah Caringin, Bogor, tepatnya di dekat Vila Biru daerah Pancawati.

Vila Biru Pancawati

Anda pernah mendengar Kopi Daong yang terkenal itu? Nah kalau kita dari Jakarta, menuju camping ground ini searah menuju Kopi Daong. Ada banyak tempat berkemah lainnya di sekitar daerah ini, misalnya Vila Kebun Jati dan Puncak Halimun. Jaraknya ke Kopi Daong hanya sekitar empat km, atau sekitar 17 menit jauhnya.

Fasilitas berkemah di tempat ini yang menarik buat anak-anak adalah kolam renangnya. Meskipun tidak besar, berenang dekat tempat berkemah buat anak-anak adalah hal yang menyenangkan. Jadi buat kalian yang ada anak-anak kecilnya, berkemah di sini menjadi salah satu pilihan menarik.

Kolam Renang

Berkemah di samping mobil sepertinya tidak bisa dilakukan di sini. Namun ada beberapa spot yang berdekatan dengan tempat parkir mobil. Jadi tidak perlu terlalu jauh memindahkan barang-barang dari mobil ke tempat perkemahan. Ada beberapa saung yang bisa digunakan untuk berkumpul bersama keluarga dan memiliki jangkauan pandangan yang cukup luas.

Saung di atas kolam renang

Selain berkemah, pengunjung juga memiliki pilihan untuk menginap di Vila Biru yang ada di kompleks ini, yang dibandrol mulai dari 500 ribu rupiah.

Vila untuk menginap

Fasilitas di tempat ini cukup lengkap, ada musholla, toilet, dan listrik. Jadi buat yang ingin berkemah dan mendapatkan akses ke fasilitas tersebut tidak perlu khawatir.

Kekurangan tempat ini adalah belum banyak pohon besar rindang yang bisa menaungi tenda. Jadi kalau siang hari perlu tambahan fly sheet agar bisa bersantai di luar tenda tanpa kepanasan. Suhu udara juga tidak sedingin daerah Pengalengan atau Ciwidey Bandung, sehingga tidak perlu mengenakan jaket di malam hari. Pemandangan city light di malam hari bisa terlihat dari beberapa lokasi.

Berkemah bersama-sama banyak keluarga memberikan kehangatan dan menimbulkan keakraban satu sama lain. Saling berbagi makanan dan saling membantu sesama ketika mendirikan tenda adalah hal yang jarang ditemukan di tempat lainnya. Suasana gotong royong sangat kental.

Lanjutkan membaca “Berkemah di Caringin – Vila Biru Pancawati”

Berpetualang ke Situ Cileunca

Seminggu setelah mencoba berkemah di pantai Anyer seperti yang sudah saya tuliskan di sini, kami kembali berpetualang membuka tenda di daerah Bandung Selatan, Situ Cileunca, Pengalengan. Suhu udara yang sejuk dan sedingin Ranca Upas Ciwidey yang sudah tiga kali kami kunjungi adalah salah satu daya tarik mengapa kami memilih untuk berkemah di sini.

Tenda yang kami dirikan

Ada banyak tempat berkemah di sekitar Situ Cileunca, namun beberapa tempat sudah penuh, sehingga pilihan jatuh ke Camping Ground Situ Cileunca Ugahari yang dikelola Kang Dedi dan Kang Jaka. Lokasinya bersebelahan dengan camping ground dan villa De Bloem. Area campingnya memang tidak begitu luas, namun cantik karena berhadapan langsung dengan Situ Cileunca dan memiliki saung yang bisa dimanfaatkan sendiri. Fasilitas toilet tersedia lebih dari 10 pintu dan beberapa di antaranya bisa menggunakan air panas dari water heater. Bisa mandi air panas di suhu dingin adalah salah satu kelebihan tempat ini.

Kami datang sekitar pukul tujuh malam. Udara mulai terasa sejuk, jauh dengan panasnya Tangerang Selatan. Sambutan alam yang bersahabat ini membuat hati saya langsung ceria dan lupa akan capainya mengendarai mobil sekitar 5 jam. Kang Jaka langsung menyambut kami dengan hangat dan membantu mendirikan tenda agar cepat terbangun. Tampak pengalamannya dalam mendirikan tenda cukup terlihat sehingga tidak berapa lama seluruh tenda telah terbangun.

Kang Jaka membantu mendirikan tenda
Tenda telah rapi dipasang
Kamar tidur, semua bawa sendiri
Tampak atas
Api Unggun Ready
Siap berapi unggun
Lanjutkan membaca “Berpetualang ke Situ Cileunca”

Accidentally in Vacation IV : Camping at Anyer Beach

Kegiatan berkemah keluarga Wisnu Widiarta kali ini bisa disebut juga Accidentally in Vacation. Masih ingat kan Accidentally in Vacation sebelumnya? Jadi awalnya kami mau berkemah di tepi pantai Anyer karena mencoba mencari suasana baru setelah selama ini selalu berkemah di dekat pegunungan yang sejuk. Nah pantai menjadi pilihan kami untuk mencari pengalaman yang berbeda.

Suasana di malam hari

Setelah mencoba membandingkan beberapa ulasan berkemah di Anyer dari Youtube, kami memilih untuk berkemah di Pantai Adem karena cukup luas bibir pantainya dan toiletnya sepertinya lumayan bersih dan terawat. Dibandingkan Pantai Cibereum 1 dan 2 juga Pantai Setia, sepertinya Pantai Adem juga menawarkan pasir pantai yang lebih luas.

Sesampainya di Pantai Adem, kami melihat semua bibir pantai sudah ada tenda berdiri. Pengurusnya mengatakan masih bisa camping tapi agak ke tengah, dan listrik mungkin sudah habis. Wah.. telat datang ini mah.. Akhirnya kami keluar lagi dan pergi ke penginapan di sebelah Pantai Adem ini, yaitu penginapan Marina Anyer Villa and Resort. Saya tadinya mau mencari peruntungan di Pantai Cibereum 1 dan 2 atau Pantai Setia sebagai alternatif berikutnya, namun istri saya meminta untuk menanyakannya kepada petugas, siapa tahu bisa berkemah di sana. Setelah saya menanyakannya, ternyata diperbolehkan! Saya diminta untuk menghubungi petugas di Main Office. Penginapan di Marina Anyer sendiri yang semalamnya 2 juta rupiah itu sudah penuh terisi. Rupanya orang-orang sudah haus mencari hiburan setelah berbulan-bulan terisolasi di rumah masing-masing imbas PPKM berjilid-jilid itu.

Penginapan di Marina Anyer Villa and Resort

Begitu sampai di Main Office saya menanyakan biaya, lokasi camping, dan fasilitas yang didapatkan. Kalau di Pantai Adem sebelah, biaya menginap per mobil dan akses listrik adalah 150 ribu rupiah per malam. Nah di sini kami dicharge 250 ribu rupiah dengan tambahan 4 tiket berenang di kolam renang resortnya (yang harganya memang 25 ribu per tiket), sudah termasuk akses listrik dan toilet free 24 jam. Kalau di Pantai Adem masih membayar setiap ke toiletnya, dan kalau sudah malam toiletnya hanya bisa menggunakan yang dekat pintu masuk yang sebenernya cukup jauh dari bibir pantai. Toilet yang diberikan oleh Marina Anyer ada dua tempat. Yang pertama berkesan suram dan sepertinya lama tidak dipelihara, meski masih bisa dipakai. Yang kedua adalah toilet di samping kolam renang yang lebih bersih dan terang. Ada shower air panas juga, meski WC-nya hanya satu, sisanya ruang ganti bilas. Toilet pria, untuk mandi dengan shower tidak ditutup pintu, berbeda dengan yang wanita. Jadi untuk pria ada dua pilihan. Menggunakan ember lalu mandi di WC atau mandi dengan pakaian dalam. Kalau wanita harus menutup pintunya kalau mau menggunakan shower.

Ini toilet yang ada di samping kolam renang dan bisa digunakan oleh campers

Waktu kami datang ada tiga tempat yang bisa kami dirikan tenda. Pertama di sebelah kanan restoran dan sangat berdekatan dengan pantai Adem. Kedua, ada di dekat kolam renang bagian depan dekat saung-saung untuk makan dan menikmati udara laut. Yang ketiga ada tempat dekat kapal berlabuh di dalam teluk buatan. Nah kami lebih memilih di tempat terakhir ini karena tempatnya jadi private buat kami.

Yang biru adalah lokasi kami mendirikan tenda

Kami segera mendirikan tenda agar tidak sampai terlalu malam. Saya sempat mengambil foto di sore hari sebelum matahari terbenam.

Langitnya begitu indah, bukan?
Lanjutkan membaca “Accidentally in Vacation IV : Camping at Anyer Beach”
%d blogger menyukai ini: