Menanti Wahana Baru di Dunia Fantasi di Penghujung 2019

Sabtu kemarin saya, istri, dan anak kedua kami berjalan-jalan ke Dunia Fantasi di Taman Impian Jaya Ancol. Theme Park yang sudah saya kunjungi sejak kecil ini selalu membawa kenangan nostalgia, terutama ketika masa kuliah dulu bersama teman sekampus. Acara ini terselenggara atas undangan Dunia Fantasi dalam acara Blogger Day 2019.

Cukup lama saya tidak mengunjungi tempat wisata ini bersama keluarga. Setiap kali saya datang, selalu ada kegembiraan yang terasa bersama keluarga. Bercanda bersama. Makan dan minum bersama. Saling melempar teka-teki sambil mengantri wahana. Hal-hal kecil menggembirakan yang jarang kami rasakan karena saling sibuk dengan kegiatan masing-masing kini menjadi begitu terasa.

Berjalan dari satu wahana ke wahana lain juga menyehatkan badan karena membakar kalori yang selama ini tertumpuk dari kurangnya aktivitas sehari-hari. Jelas sekali bahwa berekreasi ke Dunia Fantasi menyehatkan jasmani dan rohani kita.

Aila dan Mamah berdua

Yang menarik dari kunjungan kami ke Dufan kali ini adalah adanya cluster baru bernama Dunia Kartun, di mana ada beberapa wahana yang tidak bisa digunakan anak-anak, kini ada versi anak-anaknya.

Dunia Kartun Dufan

Yang sudah dibuka sejak Juni 2019 kemarin adalah wahana berikut:

Wahana Dunia Kartun

Yang akan dibuka di akhir tahun ini ada dua, yaitu:

Haunted House dan Fantastique

Yang menarik dari Haunted House:

Haunted Coaster

Konon, akan ada tiga roller coaster berpenumpang 20 orang di Haunted Coaster ini. Wahana dalam ruangan tercepat se-Indonesia ini bakal mengocok adrenalin kita. Tracknya akan terpanjang se-Asia Tenggara. Sepertinya seru banget, dan gak sabar menunggu Desember ini.

Pengalaman kami bertiga kemarin dari pukul 10 pagi hingga pukul 8 malam sangat memuaskan. Tempat sholat dan tempat makan banyak, sehingga meski bermain, kita tetap bisa asyik beribadah dan tidak kelaparan. Simak video keseruan kami kemarin berikut ini.

Video Keseruan Wisnu Family

Ini beberapa foto yang kami abadikan.

Zig Zag alias Bom Bom Car
Turbo Drop
Para Layang
Karavel
Pintu Masuk Karavel
Baling-baling
Ontang-anting

Acara pertunjukan Color of Kingdom yang dekat dengan Hello Kitty show, akan digantikan dengan cerita baru yaitu Magic Unicorn dalam waktu dekat ini.

Color of Kingdom

Selain Dunia Kartun kami juga berbasah ria di Arung Jeram, lagu legendaris di Istana Boneka, menikmati Bianglala melihat Jakarta Utara di malam hari, dan juga serunya Dynamic Motion Simulator yang memutar Mysterious Island.

Di Istana Boneka
Sebelum naik Arung Jeram
Film DMS
Istana Boneka
Indahnya Dufan

In syaa Allah Desember ini kami ingin sekali menjajal keseruan wahana baru Dufan! Yuk ketemuan di sana!

Iklan

Nanjak ke Gunung Munara dan Gunung Gede

Dalam waktu seminggu, saya mendaki dua gunung berbeda. Dua minggu lalu saya mengajak anak yang masih kelas 4 SD untuk trekking ke Situs Gunung Munara di dekat Rumpin. Buat saya dan anak saya yang SMA kelas 2, ini perjalanan kami yang kedua. Perjalanan sebelumnya pernah saya tuliskan di Ekspedisi Gunung Munara. Tapi buat si kecil dan istri, ini adalah pengalaman mereka yang pertama kali. Saya sengaja mengajak si kecil untuk mengenal dunia trekking. Rencana berikutnya akan saya ajak ke gunung lainnya, insya Allah. Perjalanan kali ini juga ditemani oleh Mas Heru, rekan dari sesama pengguna Quora.

Video Perjalanan ke Munara

Alhamdulillah setelah sempat masuk angin karena sarapan seadanya, Aila si kecil, bisa disemangati untuk melanjutkan perjalanan. Kakaknya dan Mas Heru kami persilakan untuk jalan duluan, dan kami menyusul.

Setelah sempat menikmati Pop Mi dan rujak buah, semangat kami bertambah, dan makin semangat jalan menuju puncak. Sungguh menyenangkan bisa kembali ke Situs Gunung Munara ini untuk pemanasan sebelum ke Gunung Gede.

Makan rujak buah segar sekali!
Di puncak bersama istri dan anak

Seminggu berikutnya, saya dan anak pertama, Rayyan, beserta 18 orang lainnya nanjak ke Gunung Gede via Gunung Putri dan turun melalui jalur yang sama. Dulu saya dan teman kantor nanjak via Cibodas dan turun di Putri sekitar beberapa tahun yang lalu. Sekarang baru pertama kali nanjak dari Putri dan lumayan menantang juga jalurnya.

Trailer Perjalanan

Perjalanan dimulai dari Senayan, sekitar pukul 11 malam dengan menggunakan sebuah Elf carteran dan sebuah Grand Max. Penumpang naik Elf, kerilnya diletakkan di Grand Max. Kami tiba di basecamp Gunung Putri (dekat terminal) sekitar pukul 2:30 pagi dini hari karena agak macet yang disebabkan karena ada perbaikan jalan sebelum Puncak.

Sebelum berangkat

Setelah sampai, ada insiden dengan hilangnya dua tas milik dua orang anggota kami. Kami tidak tahu siapa yang mengambilnya, kedua tas ini raib ketika kami baru pada bangun tidur setelah sampai di basecamp. Untung saja teman-teman yang lain bisa meminjamkan semua barang yang hilang dan mereka tetap bisa naik. Di sini memang rasa persahabatan dan kekompakan tim diuji.

Di basecamp

Tidak ada yang berani mandi karena suhu bak mandi sudah seperti es batu mencair. Setelah sarapan yang disediakan Ibu pemilik base camp, kami mulai nanjak sekitar jam 7:45 pagi. Briefing diberikan oleh Oniel dan kami berdoa bersama sebelum bergerak ke Pos 1.

Berdua bersama Rayyan

Enaknya nanjak dari Putri, setiap pos dan pos bayangan ada warung yang menjual Pop Mi, semangka, gorengan, energen, kopi, dan minuman mineral. Tidak perlu takut kehabisan bekal, asal bawa uang secukupnya. Air mineral 600 cc dibandrol 15 ribu, Pop Mi 15 ribu, energen/kopi 7 ribu, dan gorengan unyu 2 ribuan.

Sampai di Surken sudah waktu ashar. Kami disambut kabut yang dingin. Kami berjalan menuju tenda yang sudah disiapkan oleh porter.

Sampai di Surken

Malamnya setelah makan kami tidur, dan bangun pukul 4:30 untuk menuju puncak Gede. Meski masih mengantuk namun kami tetap semangat menuju puncak.

Beramai-ramai berfoto bersama
Gembira di puncak

Suhu yang dingin saya lawan dengan pop mi yang hangat dan tersedia di Puncak Gede 🙂

Sebelum turun kami berfoto bersama dengan seluruh tim.

Berfoto bersama di pagi yang cerah

Alhamdulillah kami sampai di Senayan dengan selamat sekitar pukul 9 malam. Setelah unloading barang-barang, kami berpamitan satu sama lain untuk kembali ke rumah masing-masing.

Gede, kau selalu kami rindu!

Berkemah (lagi) di Curug Cipamingkis dengan Suasana Baru

Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman kantor memutuskan untuk berkemah di Curug Cipamingkis. Ada beberapa keluarga yang ikut, total sekitar 30-an orang, dengan berbagai usia. Ini adalah kunjungan kami yang kedua, setelah kunjungan bersama mertua sebelumnya yang pernah saya bahas di artikel tentang Curug Cipamingkis ini dua tahun lalu. Kali ini tiap orang harus membayar 60 ribu rupiah untuk menginap semalam (sewa lahan), berenang di dua kolam renang, dan ke air terjun.

Acara kali ini dihadiri beberapa keluarga teman saya di kantor dan di Quora. Total ada sekitar 30-an orang yang memeriahkan acara kali ini.

Ada banyak perubahan yang terjadi dalam dua tahun terakhir. Warung tenda yang masih beratapkan kayu kini sudah diganti yang lebih resmi dengan atap baja ringan.

Sebelah kiri, dua tahun lalu, masih terpisah per warung. Kini sudah menyambung dengan toilet umum di tengah

Begini penampakan warung yang terletak di samping water park buat anak-anak.

Warung dan Water Park

Di samping warung dan di tepi sungai, dulu masih bisa mendirikan tenda persis di tepi sungai tanpa harus menyeberang. Sekarang harus menyeberang sungai. Di tempat saya mendirikan tenda kini menjadi lahan parkir berbatu koral yang dipecah-pecah, dan di tepi sungai diberi villa berbentuk tenda dalam tiga warna.

Perbedaan yang cukup signifikan

Berikut penampilan lebih dekat ketiga villa yang berwarna ngejreng dan beratap seperti tenda itu.

Saat kami ke sana, air sungai masih kering karena sudah cukup lama tidak hujan. Meskipun demikian pasokan air untuk mandi dan kolam renang sangat aman.

Sungai dan Jembatan Cinta di Cipamingkis

Saya dan Dony Alpha membawa masing-masing lima tenda untuk dipergunakan kawan lain yang belum memiliki tenda. Tenda berbagai jenis warna dan ukuran semuanya bisa digunakan dengan baik untuk tidur. Mau lihat penampakannya?

Tenda Beramai-ramai dan Keceriaan Anak-anak

Inilah penampakan tenda-tenda kami.

Mau lihat kolam renangnya seperti apa? Nih monggo…

Kolam renang baru di Curug Cipamingkis

Meskipun dingin, tapi lama-lama tubuh kita akan menyesuaikan kok. Saya sendiri sengaja membawa baju renang one piece agar tidak terlalu dingin. Sangat menyenangkan dan bisa mengisi waktu dengan olahraga ketika berkemah di Curug Cipamingkis ini.

Setelah sorenya berenang, malamnya ibu-ibu memasak dan anak-anak menonton film, bermain Nintendo Switch, dan bermain board games.

Menonton film bersama

Ibu-ibu memasak, dipimpin oleh Mbak Sum dari keluarga Ridwan yang sudah terkenal pembuat nasi kebuli enak.

Tenda tidak perlu boring. Dengan sedikit sentuhan lampu, bisa menyegarkan suasana menjadi lebih meriah
Memasak di depan tenda kerlap-kerlip

Bagaimana dengan keseruan lainnya?

Kami juga berfoto di rumah pohon dan air terjun. Secara ringkas, trailer version dari acara ini bisa dilihat di video berikut.

Video Trailer Camping Bareng

Oh ya, meski masih tidak ada sinyal semua provider, tapi ada Wifi di dekat kantor Pos Depan Cipamingkis. Silakan serahkan gadget Anda, nanti password wifinya diisikan 🙂 Gratis kok.

Demikian yang bisa saya sampaikan kali ini mengenai kunjungan kedua ke Curug Cipamingkis. Sangat menyenangkan sekali karena yang ikut sangat ramai dan semua berpartisipasi dalam menyemarakkan acara seru ini. Board game dari Splendor, Exploding Kitten, Donuts for Go Nuts, hingga Werewolf semuanya dimainkan dengan semangat.

Saya merekomendasikan tempat ini untuk berlibur bersama keluarga dan menyatu dengan alam.

Quora World Meetup Tangerang Selatan di Tandon Ciater – 22 Juni 2019

Hari Sabtu yang lalu, tepat tanggal 22 Juni 2019, saya menjadi host untuk acara Quora World Meetup 2019 tahunan resmi yang diakui oleh Quora International. Setiap tahunnya, Quora International memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk mengadakan pertemuan pada pekan Quora World Meetup, di setiap kotanya. Asal memenuhi kuota 10 orang dan melaporkan kepada Quora kita akan melakukan pertemuan pada batas tanggal waktu yang ditentukan mereka, maka pertemuan itu menjadi resmi diakui oleh Quora International.

Tahun lalu acaranya berlangsung di Sarinah dan Galeri Nasional, yang sebelumnya pernah saya tuliskan di Quora World Meetup 2018. Nah, tahun ini saya ingin menyehatkan para Quorawan dan Quorawati. Awalnya saya hanya ingin bertemu sapa dengan mereka lalu main Board Game sepuasnya. Namun tempat yang tersedia kalau tidak di kafe ya restoran. Padahal kalau di sana ada komitmen uang dan tempatnya pun terbatas. Akhirnya saya punya ide untuk mengadakan di Tandon Ciater. Alasannya adalah:

  • Tandon Ciater hanya perlu membayar parkir kendaraan. Tak ada biaya masuk apapun;
  • Belum banyak orang Tangerang Selatan yang tahu fasilitas umum yang bisa digunakan untuk bersosialisasi dan berolahraga ini;
  • Ada rumah Blandongan di dalam area tandon yang bisa dipinjam untuk berkumpul dan bermain board games (paling patungan ala kadarnya untuk uang kebersihan dan listrik);
  • Sebelum bertemu, semua peserta bisa berolahraga berjalan kaki sejauh 2-3 putaran untuk memperlancar peredaran darah, dan mengingatkan Quorawan bahwa jawaban sehat didapatkan dari badan yang sehat;
  • Akhirnya sekitar satu setengah bulan sebelumnya, saya membuat pertanyaan di Quora tentang Meetup ini. Tak diduga antusiasme rekan-rekan di Quora begitu besar. Dokter Sandra dan dokter Alrein menyatakan kesanggupannya untuk datang. Bahkan dokter Sandra bersedia berbagi informasi bagaimana melakukan CPR jika diperlukan sewaktu-waktu di rumah kita. Pembicara lainnya saya minta Winner Wijaya, sutradara muda yang berhasil membuat film dokumenter Ojek Lusi (Lumpur Sidoarjo) yang memenangkan penghargaan dan nominasi Piala Citra, untuk ikut berbagi pengalamannya.

Setelah Quora International menerima proposal dari kami, akhirnya saya mengirimkan informasi alamat sebagai koordinator untuk menerima merchandise dari Quora. Beberapa minggu kemudian, merchandise berupa bendera Quora World Meetup, gelas stainless steel, stiker, label, dan poster saya terima.

Akhirnya tibalah hari-H yang dinanti-nanti. Kami berkumpul jam 7:45 pagi di Tandon Ciater, saling berkenalan, lalu melakukan pemanasan sebelum berjalan bersama-sama mengelilingi tandon.

Setelah berfoto bersama, kami berjalan mengelilingi tandon sambil berfoto-foto di beberapa titik. Rayner Wijaya, adik Winner, membawa drone untuk mengabadikan Tandon Ciater dari angkasa. Hingga tulisan ini ditulis videonya belum saya dapatkan, sehingga akan disusulkan nanti bila telah tersedia.

Memulai acara Quora World Meetup di Tandon Ciater Tangerang Selatan

Setelah selesai berjalan mengelilingi Tandon Ciater, karena matahari semakin menyengat, akhirnya dari rencana tiga putaran, kami memutuskan untuk menyudahi hanya dua putaran saja. Waktu bertambah karena banyak sesi foto-foto yang dilakukan selama memutari tandon.

Setelah memasukkan semua barang-barang ke dalam Rumah Blandongan Tandon Ciater, kami segera melakukan sesi perkenalan satu sama lain.

Setelah perkenalan satu sama lain, acara pertama adalah pemberian informasi mengenai teknik CPR oleh dr Sandra Suryadana.

Hal yang ditekankan oleh beliau adalah CCC ABC:

  • Clear the area
  • Check for consciousness
  • Call for Help
  • Air way
  • Breath
  • Circulation
Pemberian materi Teknik CPR oleh dr Sandra Suryadana

Setelah pemberian materi dan praktik, Winner Wijaya memberikan sedikit pengalamannya bagaimana ia membuat film dokumenter Ojek Lusi.

Setelah itu saatnya kami bermain Board Games! Saya, Oliver, Aldio, dan Sherly menjadi Game Master untuk mengajari rekan-rekan bermain Board Game. William Mamudi mengajarkan cara bermain Bridge. Saya sendiri menjadi Moderator untuk Game Werewolf yang terkenal.

Selain gelas dari Quora, Freddy menyumbangkan 10 mug bertuliskan Quora yang bagus sekali. Saya langsung membuat program kecil untuk mengundi yang beruntung. Terima kasih banyak ya Freddy!

Mug Quora

Setelah acara selesai, kami memberikan kenang-kenangan kepada Bapak Sutikno selaku pengurus Tandon Ciater berupa kaos Quora.

Pemberian kenang-kenangan kepada Bapak Sutikno

Berikut ini adalah ringkasan video kompilasi yang dibuat Winner dan adiknya Rayner.

Terima kasih banyak kepada Bapak Sutikno dan jajaran yang telah memberikan kesempatan kepada kami, Quorawan dan Quorawati yang berkumpul di Tangerang Selatan untuk bisa bersilaturahmi satu sama lain. Semoga kemesraan dan keceriaan ini terus mengingatkan kami semua pentingnya berbagi ilmu, melalui platform Quora atau dalam kehidupan kami sehari-hari.

Sampai jumpa di pertemuan Quora selanjutnya!

Jalan-jalan ke Surabaya dan Museum Angkut Malang

Bertepatan dengan Hari Pahlawan tahun lalu, kami sekeluarga terbang ke Surabaya untuk menghadiri pernikahan teman kantor dan bersilaturahim dengan beberapa sahabat yang tinggal di Surabaya. Kesempatan ini juga kami ambil sekalian berlibur ke Malang.

Lokasi pernikahan terletak di Gedung Minangkabau (Gebu Minang) di daerah Kebonsari.

Gebu Minang

Kami menginap di hotel dekat lokasi, yaitu di Hotel Best Western Papilio. Hotel ini selain dekat dengan lokasi acara juga memiliki kolam renang edgeless yang cukup tinggi.

Berfoto bersama penganten

Seterusnya ada di laman 2.

Quora World Meetup di Galeri Nasional dan Sarinah

Karena menulis artikel di blog Quora tidak sefleksibel di WordPress, khususnya dalam mengatur tata letak tulisan dan gambar, maka saya putuskan sisa foto dalam acara Quora World Meetup di Galeri Nasional saya posting di Wordress ini.

Galeri Nasional merupakan salah satu lembaga museum dan pusat kegiatan seni rupa yang bertujuan untuk melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan koleksi seni rupa sebagai sarana edukasi – kultural dan rekreasi, serta sebagai media peningkatan kreativitas dan apresiasi seni. Untuk mencapainya sangat mudah karena terletak di seberang stasiun Gambir, tepatnya di Jl. Medan Merdeka Timur No. 14.

Boleh dibilang, pemilihan tempat ini sebagai pertemuan para anggota komunitas Quora adalah hal yang tepat karena sifatnya edukatif sekaligus rekreasional. Banyak di antara kita yang belum tahu mengenai tempat ini dan banyak mendapatkan hal baru di sini.

Lanjutkan membaca Quora World Meetup di Galeri Nasional dan Sarinah

Berpetualang ke Kandang Godzilla di Tebing Koja

Kandang Godzilla

Sudah beberapa lama saya penasaran dengan Kandang Godzilla yang terletak di Tebing Koja, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten. Akhirnya secara spontan ketika tidak ada kegiatan, saya mengajak anak dan istri ke sana. Toh lokasi hanya sekitar 1,5 jam dari rumah.

peta

Sebenarnya tempat yang menarik untuk dijadikan objek wisata ini dulunya tempat untuk menggali pasir dan bebatuan. Setelah lama ditinggal karena sudah tidak lagi menghasilkan, seorang fotografer yang tersesat di sini mengabadikan pemandangannya dan akhirnya viral di Internet.

me

Tanah milik Pak Njen Jaelani ini tadinya bebas untuk umum tanpa dipungut biaya masuk, namun beberapa pengunjung justru mengusulkan agar dipungut biaya, mungkin maksudnya untuk setidaknya menyediakan beberapa fasilitas untuk pengunjung.

Banyak yang bertanya, di mana Godzilla-nya? Lanjutkan membaca Berpetualang ke Kandang Godzilla di Tebing Koja