Berkemah di Situ Gunung

Halo, outdoor lovers! Kali ini saya akan berbagi pengalaman berkemah di tempat baru buat kami, di Situ Gunung, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Seperti biasa saya akan ndongeng, cerita ngalor-ngidul selama kami melakukan perjalanan, so bear with me aja lah ya.

Oh ya, buat kalian yang baru pertama kali mampir dan pengen kepo pengalaman berkemah saya sebelumnya, monggo dibaca di pranala berikut ini:
1. Ranca Upas Ciwidey, Bandung,
2. Sukamantri, Bogor
3. Gunung Lembu, Purwakarta
4. Cipamingkis, Bogor
5. Guci, Tegal
6. Tambang Ayam, Anyer
7. Cidahu, Sukabumi

Berangkat dari Serpong hari Jum’at (12 Mei 2017) sekitar jam 11 siang. Akhirnya berhenti untuk sholat Jum’at dan makan siang dulu di Masjid Al Madinah sebelah Rumah Sehat Dompet Dhuafa di daerah Parung, Bogor. Masjidnya bagus, cukup luas dengan bentuk memanjang, dan toiletnya wangi banget! Ah keputusan tepat untuk singgah dan sholat di masjid ini.

Kami berangkat meninggalkan masjid untuk menuju Sukabumi sekitar pukul 2 siang. Berhenti untuk sholat ashar, sholat maghrib, dan makan nasi goreng kambing dengan total istirahat sekitar dua jam. Kami sampai di lokasi sekitar pukul 8 malam. Itu berarti total di jalan dari Parung ke Sukabumi sekitar 4 jam, sudah termasuk kemacetan di beberapa titik di Sukabumi.

Buat kamu-kamu yang males kena macet atau tidak ada kendaraan pribadi, saya sarankan bisa menggunakan kereta api dari Stasiun Paledang Bogor yang berdekatan dengan Stasiun Bogor. Ada kereta ekonomi AC dan juga eksekutif Pangrango. Turun saja di Stasiun Cisaat, lalu sewa angkot ke lokasi. Memang kalau berkemah rempong ala kami agar ribet juga kalau sewa angkot. Bawaannya banyak. Tenda tidur dua (salah satunya turbo tent yang segede gaban), satu tenda payung untuk masak, flysheet, alas tenda, dua kompor, dua kasur pompa, bantal, selimut, jaket, pakaian ganti, berbagai bahan makanan seperti kentang, mie, sosis, roti, dan alat makan seperti mangkok, piring, gelas, dan sebagainya. Lebih cocok backpackeran kalau mau naik kereta api.

Img4.jpg
Kereta Pangrango

Nah karena sampai di sana sudah malam dan banyak perabotan yang kami bawa, akhirnya kami putuskan malam itu tidak langsung berkemah di area wisata. Untungnya, sekitar 10 meter sebelum pintu masuk ada penginapan, Villa Cemara. Dari salah satu teman pencinta outdoor, kabarnya villa ini pemiliknya cukup ramah (Ibu Tuti), dan memang benar adanya. Buat kalian yang ingin menikmati indahnya Situ Gunung dan Curug Sawer tanpa ingin berkemah, bisa memilih untuk menginap di sini. Saya sarankan untuk booking sebelum datang, karena bisa saja penuh. Untung saja waktu itu kami masih mendapatkan dua kamar kosong di rumah bata. Dua kamar kosong yang tersisa berisi masing-masing tiga dan dua tempat tidur dengan kamar mandi di dalam. Air panas tersedia lho. Biaya menginap di kamar dengan tiga tempat tidur pada malam itu adalah 500 ribu semalam dan yang dua kamar 300 ribu semalam. Karena kami berlima bersama asisten RT, saya mengambil kedua kamar itu, agar kata anak pertama kami, saya dan istri bisa mendapatkan quality time. Hahaha.. dasar bocah kelas 2 SMP sekarang udah ngerti aja.. Sebenarnya bisa sih kami menginap dalam 1 kamar berlima dengan menggelar kasur pompa, namun ya itu.. saya dan istri tidak bisa mendapatkan “quality time”. 

Kebetulan kami juga membawa Wifi Portable dengan Kartu XL dengan kekuatan sinyal yang sangat kuat. Maklum saja di dekat situ ada tower XL. Sinyal Telkomsel kurang begitu kuat di daerah Situ Gunung. Jadi malam itu kami tetap bisa berkomunikasi dengan Whatsapp secara nyaman.

Pagi setelah sarapan kami bersiap-siap dengan memasukkan semua perabotan lenong ke dalam mobil, lalu pergi ke tempat wisata.

WhatsApp Image 2017-05-13 at 8.52.25 AM
Ini tiket masuk di pintu gerbang
WhatsApp Image 2017-05-13 at 8.52.26 AM
Tarif sesuai Peraturan Pemerintah RI
WhatsApp Image 2017-05-13 at 8.52.25 AM (1)
Nah, tarif 29 ribu, namun kami bayar 35 ribu

Meski bandrol tertulis 29 ribu rupiah, namun kami diharuskan membayar 35 ribu rupiah dengan alasan untuk uang kebersihan dan sebagainya. Well, baiklah. Kami berlima hanya empat yang harus bayar, Aila yang masih kelas 1 SD gratis.

Setelah urusan administrasi beres, kami segera bergegas menuju danau. Dari pintu gerbang jaraknya sekitar 700 meter. Bisa naik ojek ke sana, namun kami memutuskan untuk berjalan kaki membakar kalori sambil menikmati sejuknya alam.

Perjalanan menuju danau berbatu-batu seperti terlihat pada gambar di atas. Anak saya yang kelas 1 SD sangat menikmati perjalanan dan tidak memberatkan dia sama sekali.

Begitu sampai di danau, kami semua takjub akan keindahan alam ciptaan Ilahi. Begitu sempurna. Lanjutkan membaca Berkemah di Situ Gunung

Weekly Photo Challenge: The World Through Your Eyes

Ahh.. this week’s challenge is not that trivial, at least for me.

IN A NEW POST CREATED SPECIFICALLY FOR THIS CHALLENGE, SHARE A PICTURE OF THE WORLD THROUGH YOUR EYES.

A few tips reinforcing what Ming taught us on Tuesday:

  • Observe a scene first before lifting your camera to your eye.
  • Ask yourself: What is the subject? What will you (not) include in the frame?
  • Look for natural lines or frames in the shot to guide the viewer’s eye.
  • Try different angles: Get low on the pavement. Look down from above.

I remember couple of weeks ago, I took some pictures with those tips in my mind. Hopefully the pic I pick is suitable with the theme.

Water Scavenger
A water scavenger, fight today for tomorrow

For the last three weeks challenges (including this week), fleeting and curves, somehow I could manage to fit the themes using pics from one photo hunting session. I will put a note that whenever I go for photo hunting, I have to take pictures with different themes as many as possible.

I was a little bit ducking when taking the water scavenger’s pic. I took the picture using my tele lense, 70-200 mm, f2.8.

Some people may think that he’s doing a disgusting job. But personally, I pay respect for the man. He’s not stealing or taking someone’s right. Comparing to those corruptors, this job is more noble. In my belief, God prefer this kind of job than stealing or begging, especially when he does it for his family.

Abu Hurairah narrated that Prophet Muhammad (peace be upon him) said: “You spent one Dinar for the fight for the sake of God, one Dinar to liberate a slave, one Dinar to a poor person, and one Dinar to support your family. The most rewarded Dinar is the one that you spent on your family.” (Muslim)

Sa`d ibn Abi Waqqas narrated that the Prophet said: “Everything you spend for the sake of God gets you a reward, even when you feed your wife with your hand.” (Al-Bukhari)

Abu Mas`ud Al-Badri narrated that the Prophet said: “If a man supports his family with the intention to get a reward from God, he will be rewarded the reward of charity.” (Al-Bukhari)

Weekly Photo Challenge: Fleeting

This week’s challenge is Fleeting.

Freezing a fleeting moment
Freezing a fleeting moment

Couple weeks ago I woke up early in the morning and grabbed my camera after Fajr prayer. I asked my brother in law, Angga, to go with me. We went to Pamulang Lake, close to his house, and found a man catching fishes with his net. I asked him about the man’s name, but he doesn’t know exactly. He just knows that he is called Ki Jongkok (squat). Before he throws his net, he always in a squat position. Since he was quite far from the lake side, I used a tele lense (70-200 mm) to captured his fleeting action when throwing the net.

I uploaded this image to Pixoto and got the best of the week photo last week by the community. This is the second image that got some award from Pixoto community. Here is the first image.

Talking about fleeting moment, actually this entire life is a fleeting moment, compare to the eternal life of after life. Before our time come, we should give the best to the world, according our believe, of course.

Quran surah Al Ashr (The Declining Day):

بسم الله الرحمن الرحيم

103:1
By  time,
103:2
Indeed,  mankind  is  in  loss,
103:3

Except  for  those  who  have  believed  and  done  righteous  deeds  and  advised  each other  to  truth  and  advised  each  other  to  patience.

Quran surah Al Mu’minun (The Believers):
23:112

[ Allah ]  will  say,  “How  long  did  you  remain  on  earth  in  number  of  years?”

23:113

They  will  say,  “We  remained  a  day  or  part  of  a  day;  ask  those  who  enumerate.” (Fleeting moment, right?)

23:114
He  will  say,  “You  stayed  not  but  a  little  –   if  only  you  had  known.
23:115
Then  did  you  think  that  We  created  you  uselessly  and  that  to  Us  you  would  not  be returned?”
The verses were quoted from here.