Bermain Werewolf Tetap Seru di Kala Corona Menyerbu

Gimana gaes? Suntuk gak sih, gak bisa ke mana-mana seperti sekarang ini? Kalian sendiri ngapain aja? Saya tebak yah! Kamu pasti melakukan salah satu atau salah banyak dari hal berikut:

  1. Nonton TV atau film streaming (HOOQ, Iflix, Netflix, atau dari situs bajakan ilegal)
  2. Youtube-an seharian
  3. Rebahan sambil baca buku
  4. Main sama kucing atau simpenan piaraan lainnya
  5. Ngemil
  6. Main game
  7. Zoom sama teman main atau sama teman kantor

Nah, selama masa PSBB ini, saya dan beberapa teman memutuskan bermain game sosial Werewolf yang pernah saya tulis ulasannya di Werewolf Review. Saya juga mengupgrade tool sebagai Admin sehingga sekarang ada visualnya.

Sebagai moderator, saya bisa cepat mengingat siapa dapat role apa saja, dan setiap malam atau siangnya bisa punya catatan tersendiri, seperti alasan tersingkirkan atau pilihan Cupidnya siapa saja, dan seterusnya.

Rolenya bisa di-customize, yang saya pasang adalah:

Apprentice Seer=4
Aura Seer=3
Beholder=2
Big Bad Wolf=-9
Bloody Mary=1
Bodyguard=3
Bogeyman=-6
Chupacabra=4
Count Dracula=-2
Cult leader=1
Cupid=-3
Cursed=-3
Dire Wolf=-4
Diseased=3
Doppelganger=-2
Dream Wolf=-5
Drunk=3
Fruit Brute=-3
Ghost=2
Hunter=3
Insomniac=3
Leprechaun=5
Lone Wolf=-5
Lycan=-1
Martyr=3
Mason=2
Mayor=2
Minion=-6
Nostradamus=1
Old Man=0
Pacifist=-1
Priest=3
Prince=3
Paranormal Investigator=3
Sasquatch=-2
Seer=7
Sorceress=-3
Spellcaster=1
Tanner=1
The Count=5
Tough Guy=3
Troublemaker=2
Vampire=-7
Village Idiot=2
Villager=1
Werewolf=-6
Witch=4
Wolf Cub=-8
Wolf Man=-9

Skenario juga bisa diacak sebanyak kita suka:

Untuk menambah keseruan, saya sengaja menggunakan Zoom agar bisa saling melihat satu sama lain. Saya juga bisa berbagi layar untuk menampilkan timer waktu diskusi di siang hari atau menampilkan susunan kartu pemain di akhir permainan sehingga bisa tahu siapa dapat role apa saja.

Werewolf dengan Zoom

Oh ya, pakai Skype juga bisa sih. Yang penting bisa melihat tampang masing-masing. Siapa yang jago bohong dan intimidasi. Hahaha..

Gimana, kalian sudah pernah mencobanya juga kah?