Mengetuk Nurani Melalui Film Drone (2017)

Film terbaru yang diimpor Indonesia Entertainment Group berjudul Drone yang dibintangi oleh Sean Bean (Lord of The Rings, Game of Throne). Film ini mengingatkan pada film serupa, Eye in the Sky (Helen Mirren, Aaron Paul, Alan Rickman). Meskipun temponya tidak secepat Eye in the Sky, Drone tetap mengingatkan kita akan arti kemanusiaan.

drone.jpg

Drone di kedua film di atas bukanlah drone yang menyenangkan. Kita mungkin sehari-hari familiar dengan drone untuk mengambil video atau foto kegiatan outdoor. Drone dalam film ini digunakan untuk memantau dan jika perlu membunuh sasaran tertentu, baik akan mencelakai orang tidak berdosa di sekitarnya atau tidak. Para korban tak berdosa yang sering disebut collateral damage, membuat kita berpikir, sesungguhnya kita tengah mencegah korban jiwa yang lebih besar dengan cara yang baik atau tidak. Teroris sering berkilah bahwa korban sipil yang terjadi akibat aksi mereka adalah collateral damage, demi menghentikan kezhaliman yang lebih besar. Di sini kita bertanya, sebenarnya pelaku penembak dengan drone ini berprinsip sama dengan teroris atau tidak? Jika untuk mengatasnamakan pembasmian teroris lalu memakan korban rakyat jelata yang tak berdosa, maka apakah kita tidak sekejam teroris itu sendiri? Mengapa kita tidak mengambil langkah yang lebih jantan? Tantang langsung, dan usir yang tidak berkepentingan, agar tidak menjadi korban tak berdosa.

Ceritanya gini… Lanjutkan membaca Mengetuk Nurani Melalui Film Drone (2017)

Zero Dark Thirty (2012)

Film yang disutradarai oleh Kathryn Bigalow ini diangkat dari kisah nyata pengejaran manusia terheboh sepanjang sejarah, yakni Osama Bin Laden. Film dibuka dari rekaman suara telepon para korban aksi terorisme 9/11, pengejaran Osama, dan diakhiri pembantaian Osama Bin Laden dan beberapa orang keluarganya.

Mengenai film, secara teknis filmnya berupaya keras menuturkan untuk mencoba netral dan memberikan informasi sepenting mungkin ala dokumenter. Di awal film, temponya berjalan cukup lambat di bagian penyiksaan tawanan. Jessica Chastain berperan sebagai Maya, agen CIA yang sangat besar kemungkinannya bukan tokoh nyata. Maya mungkin mewakili karakter bernama Jen dari sebuah buku yang berjudul No Easy Day: The Firsthand Account of the Mission that Killed Osama Bin Laden. Dalam buku itu, bekas anggota Navy SEAL Matt Bissonnette, yang menerbitkan buku dengan nama “Mark Owen,” menyebutkan bahwa Jen direkrut sejak lulus kuliah dan bekerja di bagian Bin Laden selama lima tahun, dan dia yang merangkaikan potongan puzzle menjadi utuh.

Film yang menyangkut aksi CIA ini memiliki banyak kemungkinan. Pikiran saya adalah:

  1. Tidak ada yang tahu apakah film ini jujur atau tidak, kecuali Sutradara atau pemerintah AS yang bekerja sama dengan Kathryn
  2. Tak ada yang pernah tahu seberapa besar dari cerita itu yang benar
  3. Jika memang Osama Bin Laden benar-benar pelaku terorisme, apakah pembantaian yang dilakukan tentara AS / CIA juga dapat dibenarkan?
  4. Tidakkah setiap pelaku kriminal berhak untuk diadili secara wajar di depan hukum?
  5. Saya membenci terorisme, tetapi saya juga membenci ketidakadilan dan standar ganda pemerintah AS
  6. Tindakan sewenang-wenang dari Pemerintah AS bisa jadi akan memaksa timbulnya sequel dari film ini…

Sepertinya film ini dibuat untuk:

  1. Memberikan kelegaan bagi korban terorisme 9/11
  2. Menaikkan rating Obama – ketika film ini akan diluncurkan, menjelang pilpres AS
  3. Menutup malu pemerintah AS yang bertahun-tahun tidak dapat mencari Osama (masih ingat film Where in the World is Osama Bin Laden?)

Melihat adegan pembantaian Osama dan keluarganya, mengingatkan saya pada adegan G 30 S/PKI, ketika pasukan Cakrabirawa membunuhi satu demi satu jendral yang dianggap terlibat dalam Dewan Jendral.

Saya hanya berharap:

  1. terorisme lenyap dari muka bumi ini
  2. Amerika tidak menjadi polisi dunia yang menerapkan standar gandanya
  3. keadilan dikedepankan dalam tindak kriminal

Menonton film ini, siapkan minuman dan makanan ringan yang cukup mengingat durasinya 157 menit atau 2 jam 37 menit.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Terlepas dari pro kontra film ini, hal yang menarik adalah:

  1. Kegigihan dan keuletan Maya (10 tahun mencari jejak Osama) menunjukkan persistensi akan membuahkan hasil
  2. Teknologi yang dimiliki Amerika benar-benar canggih. Sangat berbeda dengan yang dimiliki TNI 🙂
  3. Ada salah satu petinggi CIA yang beragama Islam. Entah dia benar-benar muslim ataukah seperti Snouck Hurgronje, untuk memahami pikiran musuh caranya adalah berpikir dan bertindak seperti musuh. Wallahu ‘Alam