Arsip Blog

Review Film Labuan Hati

Semalam kami mendapatkan kesempatan untuk nobar film terbaru Lola Amaria, Labuan Hati. Terima kasih kepada Gilang dari NontonJKT atas undangan nontonnya.


Film ini menawarkan pemandangan spektakuler baik di dataran tinggi maupun di bawah laut di kawasan Labuan Bajo, NTT. Namun sayang konflik yang ditulis Titien Wattimena kurang plausible, cenderung dipaksakan. Kita ingat film 5 cm dulu memang dibuat untuk mengenalkan keindahan Gunung Semeru, namun cerita dan konfliknya mengalir renyah untuk diikuti. Film ini jelas terlihat untuk mempopulerkan wisata di Labuan Bajo, namun cerita yang ditempelkan cenderung memaksakan. Konflik di antara ketiga wanita yang baru bertemu demi seorang lelaki diving master terasa kurang masuk akal.
Layakkah untuk ditonton? Jelas. Jangan terlalu fokus dengan ceritanya. Lihat pemandangan alam yang digeber spektakuler. Alam yang ditunjukkan begitu mengagumkan. Tidak mengherankan Labuan Bajo menjadi lirikan turis lokal maupun mancanegara. Saya harus membuat rencana ke sana nih.. Amazing!


Gambar dari Lepirate.com

Ramon yang bermain sebagai Mahesa sang Dive Master menunjukkan latihan intensifnya untuk menurunkan berat badan dan mengambil sertifikasi menyelam yang lebih tinggi membuat iri penonton.


Gambar dari Bintang.com

Dari sisi akting, Kelly Tandiono (Bia) bermain lebih natural daripada Nadine Chandrawinata (Indi) dan Ully Triani (Maria).
Dari sisi sudut pandang saya sebagai lelaki, Nadine jelas keluar sebagai pemenang (subyektif ini mah) wkwkwkwk..
Overall 6.8 / 10.

Iklan