Jalan-jalan ke Surabaya dan Museum Angkut Malang

Bertepatan dengan Hari Pahlawan tahun lalu, kami sekeluarga terbang ke Surabaya untuk menghadiri pernikahan teman kantor dan bersilaturahim dengan beberapa sahabat yang tinggal di Surabaya. Kesempatan ini juga kami ambil sekalian berlibur ke Malang.

Lokasi pernikahan terletak di Gedung Minangkabau (Gebu Minang) di daerah Kebonsari.

Gebu Minang

Kami menginap di hotel dekat lokasi, yaitu di Hotel Best Western Papilio. Hotel ini selain dekat dengan lokasi acara juga memiliki kolam renang edgeless yang cukup tinggi.

Berfoto bersama penganten

Seterusnya ada di laman 2.

Malang, A Nice Place To Visit

Sabtu kemaren dapat undangan dari Poltekom (Poltek Kota Malang) untuk memberikan sedikit pengalaman dalam rangka review kurikulum mereka. Acaranya juga dihadiri oleh Frans Thamura, jtechnopreneur (Java Technology Enterpreneur) yang sudah malang melintang dalam dunia Java di Indonesia. Ada juga Alex dari Sun Microsystem Indonesia yang juga datang dari Jakarta. Acara dimulai dari sekitar jam 10 pagi hingga jam 5 sore. Cukup melelahkan, tapi menyenangkan karena bisa berkumpul dengan orang-orang pintar yang berbagi pengalaman dalam suatu acara diskusi. It’s nice to see with Poltekom Guys yang penuh semangat dan dedikasi dalam dunia pengetahuan seperti Pak Beski Nur, Pak Khoir, dan Pak Prayoga.Malamnya aku menginap di Hotel Montana I di kota Malang. Mirza, salah satu anak magang di kantorku dulu, datang untuk menemaniku jalan-jalan. Tadinya mau makan malam di Rawon Nguling. Tapi dah tutup. Akhirnya makan tahu campur deket situ. Karena hujan, ternyata perut masih terasa lapar. Ya sudah sate ayam dan ayam goreng kalasan menemani kami di tengah derasnya hujan kota Malang.

Pagi setelah sholat subuh, kami berdua bermain Warcraft jaringan menggunakan jaringan wireless point to point. Setelah bermain 5 ronde, akhirnya kami berdua mandi dan turun sarapan, sambil kopi darat dengan Cak Nono. Beliau orangnya ramah dan easy going. Wawasannya tentang bahasa memang tidak perlu diragukan. Senang sekali bisa berkenalan dengan beliau sambil sarapan pagi. Kapan-kapan ketemuan lagi ya cak..

Setelah kopi darat dengan Cak Nono, aku dan Mirza meluncur ke Batu dan Songgoriti naik motor. Wah asyik banget lihat-lihat kota Malang. Banyak pohon besar yang mengingatkan jalan-jalan di Bandung. Kampusnya besar-besar dan hijau sekali. Di Songgoriti hujan turun sehingga kami mampir di warung penjual jagung di atas lembah di mana kami bisa melihat atap-atap rumah dari kejauhan. Nice view!

Setelah itu meluncur turun ke hotel untuk kopi darat dengan pakar Pascal dari Malang, salah satu yang meluncurkan program Jardiknas, Bisma Jayadi. Kebetulan orang nomor satu Poltekom juga datang untuk mengantarku ke Bandara, sehingga kami berempat bersama Mirza ngobrol bersama, sambil menikmati nikmatnya Rawon Nguling yang terkenal itu. Sayang waktuku cuma setengah hari untuk jalan-jalan di Malang di Minggu itu karena pesawat mesti berangkat 15.30 WIB.

Kesanku, Malang adalah kota wisata yang insya Allah ingin aku kunjungi lagi. Indah seperti Bandung, tetapi nggak semacet Bandung hehehe. Apalagi daerah Selecta dan Songgoriti menawarkan nuansa eksotis yang tak akan terlupakan.

Malang, I’m gonna miss you.