Belajar Berenang


Setelah bertahun-tahun ingin belajar berenang, alhamdulillah setelah mengambil kursus di sini, dalam 4 kali pertemuan, Sabtu-Minggu-Sabtu-Minggu, akhirnya mengerti juga teknik berenang dengan gaya dada. Selama ini sebenarnya sudah bisa meluncur ke ujung namun nafasnya selalu berantakan, dan ngos-ngosan. Baru setelah dibimbing Mas Kurniawan, instruktur renang yang melatihku, akhirnya bisa mengatur nafas dengan baik.

Yang membedakan materi renang yang diajarkan dengan materi renang dari pelatih lain adalah masalah survival. Di sini murid tidak difokuskan untuk menguasai gaya tertentu, tetapi bagaimana bisa bertahan selama mungkin di air. Gaya dada dipilih karena pertimbangannya paling sedikit usaha yang dilakukan,  karena fokus pada tangan, meluncur, dan kaki secara berulang-ulang. Peserta renang diajak untuk betah di air, meskipun dalam. Dalam empat pertemuan saja, saya banyak sekali mendapatkan ilmu. Izinkan saya untuk berbagi apa yang sudah saya pelajari dalam empat pertemuan yang digaransi uang kembali bila kita tidak bisa berenang, atau diganti dua pertemuan tambahan.

Pertemuan pertama sebelum mulai dilakukan sessi wawancara. Saya ditanya mengenai motivasi mengapa belajar berenang. Saya jawab karena sunnah rasul.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i).

Panjang ceritanya mengapa sudah setua ini baru belajar berenang. Tapi saya tidak pernah mau putus asa. Saya harus bisa berenang. Jika saya mau berusaha sekuat tenaga. Man jadda wa jada. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, ia akan mendapatkannya. Mas Kurniawan mengatakan bahwa motivasi saya cukup baik untuk belajar berenang. Motivasi bisa merupakan katalis untuk kita bisa belajar dan tidak mudah menyerah. Setelah menanyakan berbagai hal, dijelaskan bahwa kursus berenang ini adalah survival atau bertahan hidup. Bayangkan bila kapal karam, bantuan tercepat datang dua jam, bagaimana caranya bertahan selama mungkin di air, tanpa kehabisan nafas. Inilah goal dari latihan berenang ini.

Pertemuan pertama masuk ke kolam dangkal. Diajari untuk mengambil konsep dasar berenang : ambil nafas dengan mulut, buang dengan hidung. Kita diminta berdiri, ambil nafas, tenggelamkan kepala ke dalam air, buang semua nafas dengan hidung, naik lagi, ambil nafas dengan mulut, buang dengan hidung. Hal ini dilakukan per siklus yaitu diulang selama 10 kali. Latihan dilakukan dengan 5 siklus tanpa henti. Setelah itu diajarkan konsep buoyancy. Semakin banyak lemak dan gendut, buoyancynya cenderung positif, artinya lebih mudah mengambang di air. Yang menarik di pertemuan ini adalah kita diajarkan masuk ke dasar kolam dengan jalan mengambil nafas lalu buang sebagian sebelum masuk ke dalam air. Ternyata dengan demikian bisa dengan mudah ke bawah kolam. Jika nafas tidak dibuang maka paru-paru akan penuh udara dan kita berat sekali untuk masuk ke dalam air karena ditolak oleh air untuk mengapung. Setelah itu diajari juga mengambil nafas lalu buang perlahan sambil mengapung saja di permukaan air.

Pertemuan berikutnya mengulang yang diajarkan pada pertemuan pertama, sambil belajar meluncur, belok, dan kembali lagi. Mulailah gaya dada diajarkan. Masuk ke kolam dalam mulai diperkenalkan. Masuk ke dalam kolam dengan nafas dibuang sebagian, masuk ke paling dasar, jongkok seperti gaya bersiap aba-aba, lalu ketika nafas mau habis, menolak ke atas untuk mengambil nafas. Setelah itu diajarkan juga ambil nafas, masuk ke dalam kolam dalam, tangan dikembangkan seperti huruf T, badan akan terangkat, sesaat sebelum keluar dari air buang nafas sedikit, kepakkan kedua tangan untuk mengeluarkan kepala, ambil nafas, lalu masuk kembali. Lakukan 1 siklus. Sempat panik karena takut tenggelam, untung bisa diraih pelatih. Inilah pentingnya belajar berenang di kolam dalam dengan pengawasan tim profesional. Tapi ini tidak menjadikan trauma, namun saya anggap sebagai proses belajar.

Pada pertemuan ketiga goalnya adalah bisa berenang dengan gaya dada hingga ke ujung kolam. Sulit sekali karena reflek saya adalah berenang dengan gaya katak. Masuk air ke mulut sudah biasa hehehe.. Namun pantang menyerah. Setiap sebelum mulai berenang saya berdoa memohon kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dalam belajar.

Radhitu billahi rabba.. wa bil islami diina wa bil Muhammadin Nabiyya Warasullah Rabbi zidni ilma, war zuqni fahma….

Menjelang akhir sesi ketiga saya ditantang untuk gaya dada tepi ke tepi.. Mental saya belum siap.

Pertemuan terakhir, tadi pagi, saya memutuskan untuk fokus di kolam dangkal, memperbaiki nafas, dan memastikan bisa dari tepi ke tepi kolam dangkal tanpa berhenti di tengah-tengah, nafas tidak terengah-engah, menggunakan kaki hanya sekali, tangan sekali, meluncur sekali. Alhamdulillah akhirnya bisa bolak-balik tanpa berhenti di tengah. Saatnya mencoba di kolam dalam. Pertama saya tidak ada keberanian sama sekali untuk mencoba. Akhirnya saya pemanasan dulu. Saya masuk ke dasar kolam, naik ke atas, saya lakukan beberapa kali. Saya mencoba nyaman di bawah sana. Lalu saya mencoba gaya survival, masuk buat T, buang nafas sedikit sesaat sebelum keluar, kepakkan tangan, ambil nafas, dan seterusnya. Lalu saya mencoba meluncur dari tepi ke tepi siku-siku lainnya. Barulah setelah itu saya punya keberanian untuk mencoba dari tepi ke tepi di kolam dalam. Bismillah.. alhamdulilah setelah menenangkan diri dan membiasakan di kolam dalam, timbullah keberanian itu, dan akhirnya bisa bolak-balik dengan gaya dada di kolam dalam. Saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kefahaman dalam berenang ini. Saya juga berterima kasih sekali kepada Mas Kurniawan yang sabar dan terus memberikan semangat dalam melatih berenang. Saya tidak menyangka bahwa akhirnya saya bisa juga. Meski usia sudah hampir 40 tahun, saya tidak malu belajar berenang karena saya ingin sekali bisa.

Jika Anda belum bisa berenang, percayalah, tidak perlu waktu lama untuk belajar, kalau niat kita benar-benar kuat.

If you want to learn to swim, you have throw your self in the water. -Bruce Lee-

Tips belajar berenang:

– Pilih guru profesional. Belajar harus didampingi orang yang ahli agar bisa menjaga kita dan memberikan rasa nyaman
– Gunakan kacamata renang agar mata tidak perih
– Gunakan sun block sebelum berenang untuk mencegah iritasi, pakai ulang setiap jam. Lebih baik jika menggunakan pakaian renang agar tidak belang kulitnya

Iklan

Posted on Maret 15, 2015, in Kontemplasi and tagged , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. saya juga belum bisa berenang 😦

  2. wah saya jg lom bs nih pak’ malah malu sama kponakan yg udh pd jago..

  3. Fahmi Reza Anshori

    Salam kenal. Nama saya Fahmi, 23 tahun. Saya berasal dari Batu. Saya ingin konsultasi tentang kendala yang saya alami ketika belajar berenang. Kebetulan saya saat ini belajar berenang dengan guru privat saya total sampai saat ini sebanyak 11 kali pertemuan dgn fokus gaya dada. Namun hasilnya, saya hanya bisa meluncur dan menggerakan kaki ala kaki katak tanpa koordinasi gerakan tangan yang sesuai. Meskipun guru privat saya sudah memberikan arahan & contoh berkali-kali di dalam kolam namun tetap saja tidak ada hasilnya. Saya tetap kesulitan untuk mengkoordinasi gerakan tangan dan mengangkat kepala diatas guna mengambil napas. Tiap kali mau angkat kepala, saya selalu tenggelam.Saya sudah coba berulang-ulang memperbaiki kesalahan dalam gaya renang, termasuk melihat cara guru privat saya melakukan gerakan renang dengan benar, namun tetap saja saya cenderung tenggelam. Akhirnya saya hampir frustasi dan sempat berpikir “kayaknya saya ditakdirkan ngga bakalan bisa renang ini”.Yang ingin saya tanyakan, apakah metode ala BRDC bisa efektif diterapkan kepada orang yg mengalami kesulitan berenang seperti saya?Mohon pencerahannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: