Arsip Blog

Nobar The Last Word (2017)

Besok malam film The Last Word akan tayang Premiere khusus undangan saja.

Saya memiliki dua tiket gratis bagi siapapun yang berminat nonton di CGV Grand Indonesia besok malam jam 18:30.

Film bergenre drama komedi ini dibintangi Amanda Seyfried dan Shirley MacLaine.


Saksikan trailernya di https://youtu.be/AthlyFc79T0

Oh ya kalau tertarik gabung nobar, share artikel ini di Facebook status kalian (publik akses) atau Twitter atau Instagram ya.. share link status kalian di komentar di bawah ini dengan email dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Ceritanya bagaimana seorang penulis obituari diminta menuliskan kehidupan seorang wanita tua yang ngeselin dan begitu banyak yang membencinya. Seru kan?

See you there!

Update: quota sudah habis ūüôā

Fenomena Mukidi dan Kecerdasan Buatan

Img6

Jika kalian pengguna Whatsapp mestinya sedang bolak-balik mendapat kiriman humor yang tokohnya Mukidi. Saya tidak tahu siapa yang awalnya mengirimkan cerita dengan tokoh Mukidi ini sehingga menjadi viral di dunia maya. Saya mencoba menyelami bagaimana Mukidi berpikir atau bagaimana kehidupan Mukidi sambil iseng bermain-main perangkat lunak yang biasa digunakan untuk memecahkan masalah kecerdasan buatan, yaitu Prolog (Programming in Logic).

Bahasa pemrograman Prolog berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya yang procedural atau berorientasi objek yang ada di pasaran. Alih-alih membangun solusi di atas fungsi atau objek, prolog bermain dengan predikat. Setiap predikat bisa berisi satu atau lebih klausul.

Kembali ke Mukidi. Kalau kita baca dari situs ini,  Mukidi ternyata punya istri bernama Markonah dan punya dua anak, Mukirin dan Mukiran.

Kita bisa tuliskan dengan bahasa Prolog untuk mendaftarkan fakta-fakta berikut ini:

ayah(mukidi, mukirin). //Mukidi ayah Mukirin
ayah(mukidi, mukiran).  //Mukidi ayah Mukiran
suami(mukidi, markonah). //Mukidi suami Markonah
istri(A, B) :- suami(B, A). //Jika A istri B, maka B suami A

Dengan asumsi mereka orang tua kandung, kita bisa katakan (secara nalar):

ibu(SIMBOK, ANAK) :- suami(BAPAK, SIMBOK), ayah(BAPAK, ANAK).

Predikat di atas dapat dibaca sebagai berikut :

SIMBOK adalah ibu dari ANAK jika ada seorang BAPAK yang merupakan suami dari sang SIMBOK dan sang BAPAK tersebut adalah ayah dari ANAK.

bersaudara(A, B) :- ibu(SIMBOK, A), ibu(SIMBOK, B).

A dikatakan bersaudara dengan B jika SIMBOK ibu si A dan juga ibu si B.

Hanya dengan predikat di atas, kita bisa bertanya kepada komputer

  • Siapa saja anak Markonah?
?- findall(ANAK, ibu(markonah, ANAK), JAWABAN).
JAWABAN = [mukirin, mukiran].
  • Siapakah ibu Mukirin?
?- ibu(SIMBOK, mukirin).
SIMBOK = markonah
  • Siapa saudara Mukiran?
?- bersaudara(SAUDARA, mukiran).
SAUDARA = mukirin
  • Apakah Markonah adalah ibu Mukiran?
 ?- ibu(markonah, mukiran).
true.

Mari kita nikmati humor tentang Mukidi berikut ini:

MUKIDI DAN GAJAH

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.00. Bel sekolah berbunyi dan para siswa pun langsung berlarian memasuki kelasnya masing-masing. Termasuk Mukidi. Mukidi memang sangat dikenal oleh para guru di sekolah itu. Anaknya sih nggak bandel-bandel amat. Namun dia sangat populer sebagai anak yang nyebelin banget.

Siang itu Mukidi duduk di paling depan. Karena salah satu bangku teman yang ada di depan tidak masuk. Maka dari itu Mukidi berniat duduk di paling depan. Kebetulan pelajaran hari itu adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Ini adalah mata pelajaran yang paling disukai oleh Mukidi. Nah pada kesempatan itu, Guru Mukidi berkeinginan untuk membuat teba-tebakan nama hewan. Berikut dialognya

Guru: “Anak-anak, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf G ?”.

Mukidi berdiri dan menjawab : “Gajah, bu guru !”

Guru: “Bagus, pertanyaan berikutnya. Apa nama binatang yang dimulai dengan huruf ‘D’ ?”

Semua murid diam, tapi Mukidi kembali berdiri :”Dua gajah, Bu Guru…”

….gerrr sak kelas

Guru :”Mukidi, kamu berdiri di pojok sana !

Ayo anak-anak kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang dimulai dengan huruf “M”?

Semua murid diam.

Tapi lagi-lagi Mukidi menjawab dengan tenang “Mungkin Gajah…”

Guru:”Mukidi, kamu keluar dan berdiri di depan pintu !”

Mukidi keluar dengan suuedihhh. Guru melanjutkan.

Guru :”Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yang dimulai dengan huruf “J”?

semua diam.

Tak lama sayup-sayup terdengar suara Mukidi dari luar kelas

Mukidi : “Jangan-jangan Gajah

Saking kesalnya, Bu Guru menyuruh Mukidi pulang….

Guru : “Sekarang anak-anak, binatang apa yang diawali dengan huruf P ?”

Sekali lagi semua murid terdiam.

Tiba-tiba HP bu Guru berdering.

Guru: “Ya hallo…”

HP : ‘Maaf bu, saya Mukidi. Jawabannya: Pasti Gajah

Apa yang bisa kita buat dengan Prolog untuk humor di atas?

Oke mari kita daftarkan semua fakta yang dianggap Mukidi hewan yang valid.

hewan("gajah").
hewan("dua gajah").
hewan("mungkin gajah").
hewan("jangan-jangan gajah").
hewan("pasti gajah").

Karena Bu Guru suka tebak-tebakan dengan huruf depan, maka kita bisa membuat predikat sebagai berikut:

huruf_depannya(HURUF, SUATU_KATA) :-  sub_string(SUATU_KATA, 0, 1, _, HURUF).

Inilah pertanyaan Ibu Guru jika disampaikan dalam bahasa Prolog:

?- hewan(Binatang), huruf_depannya("g", Binatang).
Binatang = "gajah"

Pertanyaan lainnya adalah sebagai berikut bisa kita lihat dari software SWI Prolog versi 7.2.3:

Img5

Pertanyaan dari Bu Guru

Gimana? Keren gak si Mukidi eh Prolog? Asyik ya?

Ok, humor terakhir:

MUKIDI PROFIL ANAK MUDA MASA DEPAN

Hari pertama waktu Mukidi dites baru masuk SD kelas 1 dia sudah protes sama Ibu Guru: ‚ÄúBu, Saya seharusnya duduk di kelas 3.‚ÄĚ

Bu Gurunya heran, ‚ÄúKenapa kamu yakin begitu?‚ÄĚ

Mukidi menjawab dengan mantap: ‚ÄĚSoalnya saya lebih pintar dari kakak saya yang sekarang kelas 3.‚ÄĚ

Akhirnya Bu Guru membawa Mukidi ke ruang Kepala Sekolah. Setelah diceritakan oleh Bu Guru, Pak KepSek lansung mencoba menguji Mukidi dengan berbagai materi pelajaran murid kelas 3 SD.

Kepsek : “Berapa 16 dikali 26?”

Mukidi : “416.”

Kepsek : “Perang Diponegoro berlangsung tahun berapa?”

Mukidi : “1825-1830.”

Kepsek : “Siapa penemu lampu bohlam?”

Mukidi : “Thomas Alfa Edison ”

Kepsek : “Hewan yang memakan daging dan tumbuhan termasuk golongan apa?”

Mukidi : “Omnivora.”

Setelah beberapa pertanyaan, Pak Kepsek bilang ke Ibu Guru: ‚ÄúKelihatannya Mukidi memang cerdas, saya rasa bisa masuk di kelas 3.‚ÄĚ

Tapi Ibu Guru masih belum yakin. “Coba saya tes lagi Pak‚ÄĚ, kata Bu Guru.

Ibu Guru : “Benda apakah yg huruf pertamanya K huruf terakhirnya L, yg bila dipakai menjadi tegang, dan setelah dipakai lemas?” (mendengar pertanyaan seperti itu Pak KepSek melongo kaget)

Mukidi : K…………L (jawab Mukidi mantab)

Ibu Guru : “OK, sekarang apakah yg huruf pertamanya M huruf terakhir K, di tengah benda itu ada kacangnya?” (Pak KepSek makin melongo sambil melap keringat di jidatnya)

Mukidi : M……….K!

Ibu Guru : “OK, berikutnya. Kegiatan apakah yang biasa dilakukan anak remaja di kamar mandi dengan gerakan yang berulang ulang? Huruf pertamanya M huruf terakhir I.” (Pak KepSek makin salah tingkah denger pertanyaan Bu Guru)

Mukidi : M…………….I

Ibu Guru : “Kegiatan apakah yg biasa dilakukan pria dan wanita yang lagi pacaran di malam hari, huruf pertamanya N huruf terakhir T.” (Pak kepSek nyaris pingsan ?? denger pertanyaan terakhir)

Mukidi : N………………T

Sebelum Bu Guru melanjutkan pertanyaan berikutnya, pak kepsek memotong,,,,     “Ibu Guru, Mukidi masukin ke Universitas aja. Saya yang lulusan S-2 aja salah terus nebaknya”

Berfikir Positif dan jadilah seperti Mukidi!

Ayo… apa jawaban keempat pertanyaan Mukidi di atas.. tulis di komentar yaaaa!

Mari berpaling sejenak dari demam Mukidi.
6 Prinsip Menjalani Hidup:

– Menerima rejeki apa adanya.

– Usaha sendiri untuk  memenuhi kebutuhan hidup.

– Kesempatan yang datang jangan pernah disia-siakan.

– Inginkan kebahagiaan hidup di atas harta.

– Demi keluarga sisihkan pekerjaan kita.

– Impian harus diraih dengan jalan yg baik.

Untuk mempermudah mengingat keenam prinsip hidup di atas, kita bisa buat singkatannya menjadi:
“MUKIDI” …

Cara Orang Minta Maaf

Allah SWT berfirman dalam Al Quran,

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
(Al Baqarah – 263).

Ada banyak cara orang minta maaf, salah satunya dengan memanfaatkan merk atau topik yang lagi ngetrend. Kreatif. Berikut adalah contohnya:

Dear Bapak & Ibu, Bersihkan hati menyambut bulan yang suci. Walaupun hati tidak sebening XL dan secerah MENTARI. Banyak khilaf yang membuat FREN kecewa, kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS-kan dari ROAMING dosa. Dan kita hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya yang selalu membuat kita HOKI dalam mencari kartu AS selama hidup, karena kita harus FLEXI-bel untuk menerima semua pemberianNya dan menjalani MATRIX kehidupan ini. Semoga amal kita tidak ESIA-ESIA.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Semoga Ramadhan ini menjadi BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah), bersama kita PREMIUM (Prei Makan dan Minum), SOLAR (Sholat yang Rajin), MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman yang Banyak, Tahan Nafsu Amarah) dan PERTAMAX (Perangi Tabiat Maxiat). Mohon Maap Lahir Batin.

Ada yang mau menambahkan?

Humor Berbahasa Jawa

Alkisah di sebuah perusahaan besar di kawasan Keprabon, tengah melakukan beberapa tes wawancara untuk ” tidak” menerima calon karyawan baru, tentu saja salah satu prasyaratnya adalah harus berbahasa EJD (Ejaan Jawa yg nDaksempurna).

Bagi yang tidak memahaminya nggih nyuwun sewu … (mohon mangap)
Boso Jawi … Meniko

G : Kowe nduwe omah opo ora…..?
a : dereng….
G : Wah kowe ora iso ketompo nang kene
a : Lho kok ngaten……..?
G : Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang perusahaan.
a : Ah.. mboten kok, Sak janipun tiyang sepuh kuloniku sampun sugih.
G : Yo malah ora ketompo
a : Lho kok ngaten…..?
G : Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang nongkrong ae.

G : Kowe nduwe motor opo ora….?
b : Mboten.
G : Ora ketompo
b : Lho kok mboten ketompo ?
G : Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit.
b : Sak janipun gadhah, ning tasih ten kampung, gampil mangke kulo beto ngriki.
G : Wah malah ra ketompo….
b : lho kok ngoten
G : Tempat parkire wis ra cukup.

G : Kow√© wis lulus sarjana tenan…..?
c : sampun pak….
G : Ora ketompo, k√©n√© iki gol√©k sing SMA a√©, luwih manutan lan b√©n mbayar√© murah c : Sak janipun kulo tasih badhe skripsi G : Malah ora ketompo…..
c : Lho kados pundi to….?
G : Mengko kow é kerjo mung ngetik skripsi, lék wis lulus mesti golék kerjo neng perusahaan liyo.

G : Kowé seneng guyon opo ora ?
d : Mboten pak, kulo serius n ék nyambut gawé.
G: Ra ketompo…..
d : waa……kok ngoten?
G : Engko konco koncomu lan anak buahmu podho stress.
d : Sak jané nggih sekedhik sekedhik seneng guyon.
G : Malah ora ketompo.
d : Lho kok……
G : Engko kowé mung email emailan sing
lucu…….

G : Kowé mau mréné numpak opo ?
e : Nitih mobil
G : Kowé ora ketompo
e : Sebabipun ?
G : Saiki BBM mundhak terus, mengko kow√© njaluk mundhak bayar terus e : Wo, kulo wau namung mbonc√®ng, kok G : Tambah ora ketompo e : Lho, lha kok … ?
G : Mengko mung gawéné mboncéng mobil kantor.
Ngrusuhi !

G : Anakmu akèh opo sithik ?
f : Kathah pak
G : Kowé ora ketompo
f : Sebabipun ?
G : Nyambut gawemu ora jenjem, mung mikir gawe uanaaaaaak terus f : Lha wong namung anak adopsi, kok.
G : Tambah ora ketompo
f : Lho, lha kok … ?
G : Gawé anak baé aras2en, opo manèh nyambut gawé

G : Kowé wis ngerti gawéyanmu durung ?
h : Dèrèng
G : Kowé ora ketompo
h : Sebabipun ?
G : Arep nyambut gaw é kok ora ngerti gaweyané ?
h : Oo, n√®k damelan niku mpun ngertos kok G : Tambah ora ketompo h : Lho, lha kok … ?
G : Kowé rak mung arep keminter, to ?

G : Kowe ngerti kahanan kantor k éné durung
k : Dèrèng
G : Kowé ora ketompo
k : Sebabipun ?

G : Arep nyambut gaw é kok ora ngerti kantoré ?
k : Wo, sekedhik2 mpun ngertos kok
G : Tambah ora ketompo
k : Lho, lha kok … ?
G : Kowé senengané ngudhal-udhal wewadi kantor, to ?

G : Kowé kerep loro ?
m : Mboten
G : Kowé ora ketompo
m : Sebabipun ?
G : Mesthi kerep mbolos, wong arang2 gering
m : Wah, sakjanipun nggih asring
G : Tambah ora ketompo m : Lho, lha kok … ?

G : Kantor iki ora nompo karyawan pileren.

G : Kowé biso main Internét ?
n : mBoten
G : Kowé ora ketompo
n : Sebabipun ?
G : Perusahaan ora nompo BI (Buta Internet)
n : Wah, sakjanipun nggih saged
G : Tambah ora ketompo n : Lho, lha kok … ?

G : Mesthi ora bakal nyambut gawé, kakèhan dolanan Internet, to?
Ngenték-entekké pulsa !

G : Kowe waras opo ora?
o : Lha, kulo nggih waras to Pak.
G : Ra ketompo…….
o : Kenging nopo …..?
G : Mengko kowe mesthi ora krasan neng kene.
o : Niku rumiyin Pak, sakmeniko sampun rodo edan.
G : Malah ra ketompo……
o : Pripun to niki….?
G : Mengko aku duwe saingan……….