Mama (2013)

Mama menurutku adalah film horor terbaik sejak aku menonton Insidious. Film yang baru saja memenangkan Palm Springs International Film Festival ini membawa nama besar Guilllermo del Toro sebagai Executive Producernya. Dua kali aku tonton di bioskop tidak membuatku bosan dan tetap menikmati jalan ceritanya.

Film ini bercerita mengenai dua orang anak, kakak beradik keduanya perempuan, bernama Victoria dan Lily. Keduanya dibawa pergi oleh ayahnya ke sebuah kabin di tengah hutan di sebuah musim dingin. Ayahnya berencana untuk membunuh mereka setelah ia membunuh dua rekannya dan istrinya. Namun di dalam kabin itu sesuatu menyelamatkan kedua anak itu dan membunuh ayah mereka. Sejak saat itu mereka berdua tumbuh besar dirawat makhluk itu. Lima tahun berlalu, paman mereka yang tak pernah berhenti berusaha mencari keberadaan mereka akhirnya berhasil membawa mereka pulang. Namun demikian, makhluk yang memelihara mereka juga ikut bersama kedua anak kecil tersebut. Bagaimanakah paman mereka dan pasangannya bisa bertahan dari makhluk yang juga menyayangi kedua anak itu? Akankah mereka menjadi korban dari makhluk itu? Saksikan film yang menyeramkan dan banyak memberikan kekagetan dalam beberapa adegannya.

Yang saya suka dari film ini adalah:

  1. Casting yang baik. Semua pemainnya bermain bagus dan meyakinkan, termasuk pemeran Victoria dan Lily
  2. Cerita yang menyentuh hati sekaligus menimbulkan ketegangan
  3. Tempo yang pas, tidak lambat dan tidak terlalu cepat, sehingga pendalaman karakter tokoh pentingnya cukup pas buat penonton

Bagi mereka yang kecewa dengan film yang ditulis Guillermo del Toro sebelumnya, Don’t Be Afraid of the Dark, jangan khawatir, film ini akan dicintai penggemar film horor. 8/10, recommended for horror lover!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Shutter Island (2010)


Film besutan Martin Scorcese ini akan membuat Anda tegang dari awal hingga akhir. Tokoh utamanya adalah anak kesayangan Scorcese yaitu Dicaprio. Ia beradu akting dengan Ben Kingsley (Gandhi, Sneaker) yg berperan sebagai kepala rs jiwa di sebuah pulau terpencil. Dicaprio memerankan seorang US marshalls yg menyelidiki hilangnya seorang pasien dari rumah sakit jiwa yang membuat Alcatraz seperti Disneyland. Lambat laun ia mencurigai adanya konspirasi yg membuat pasien di sana diterapi secara kejam hanya supaya mereka menjadi penurut. Berhasilkah ia memecahkan kasusnya atau ia justru menjadi segila para pasien di sana?

Awas… spoiler…

Film ini mengingatkanku pada film thriller Joko Anwar, Pintu Terlarang. Bedanya, Pintu menjelaskan sedikit cerita sebenarnya, sedang Shutter Island menjelaskan cukup gamblang. Padahal film seperti Pintu dan Sixth Senselah yang lebih memukul penonton dengan twist yang tak terlupakan.

Anyway, film ini mendapat skor 8.5 / 10 ala Wisnu.
Gak nyesel nonton midnite di premiere.

Edge of Darkness (2010)

Film yang dibintangi Mel Gibson ini penuh dengan konspirasi tingkat tinggi. Kepulangan anaknya dari Boston ke Massachusetts bukannya menjadi ajang pertemuan kangen-kangenan. Anaknya ditembak mati di beranda rumahnya ketika mereka berdua mau ke dokter. Kemarahan luar biasa menggelegak dan menguasai Mel Gibson. Sedikit demi sedikit petunjuk ia dapatkan dan mendapatkan bahwa anaknya bukan korban salah tembak penjahat yang mengincar dirinya, namun memang mengincar anaknya.

Siapa sajakah yang terlibat dalam konspirasi ini? Akankah ia bisa membuktikan siapa yang bersalah? Ataukah ia menjadi korban konspirasi itu.
Melihat film ini, Mel Gibson memang sudah terlihat menua. But he’s still got it.

Saksikan di teater kesayangan Anda.

Sherlock Holmes (2009)

Film yang baru saja mendapatkan Golden Globe untuk kategori aktor terbaik ini memang sangat layak tonton buat para pencinta film. Menceritakan salah satu adaptasi berani dan menghibur besutan mantan suami Madonna, Guy Ritchie. Holmes digambarkan tidak hanya cerdas dalam memecahkan masalah tapi juga digambarkan nakal dan jago berkelahi. Mirip dengan karakternya di Iron Man, cerdas, kaya, dan jago berantem dengan kostumnya tentu saja. Castingnya sempurna dan tidak heran mendapatkan penghargaan Golden Globe.

Masih ingat film Air America? Yang dibintangi Mel Gibson dan Robert Downey Jr beberapa tahun lalu? Di sini Mel Gibson masih jadi aktor utama dan Downey hanya jadi side kick. Tapi lihat Downey yang nakal telah menjadi aktor matang dan kuat karakternya. Jude Law sekarang giliran jadi side kicknya. Luar biasa.

Aku sendiri merasa meskipun filmnya menghibur dan cerdas, terasa agak terlalu panjang. Sangat berbeda ketika menonton Avatar (yang memang berbeda genre), menonton hampir 2,5 jam tidak berasa.

Anyway, kalau belum nonton, segera tonton! VCD ori atau DVD ori juga ok kok.