Nyaris Tertipu Untuk Kedua Kali


Beberapa tahun yang lalu…

Sahabat Gue: “Wis, ada peluang proyek nih…”.
Gue: “Proyek apaan?”
Sahabat Gue: “Justru itu.. Elo bisa dateng nggak ntar malem? Ntar gue ketemuin sama temen Gue. Dia bakal jelasin semua ke elo.”
Gue: “Ok, boleh juga. Ntar malem di mana?”
Sahabat Gue menyebutkan waktu dan tempat.
Gue: “Ok, Insya Allah, gue ke sana deh”.

Sampai di tempat, banyak banget orang yang datang. Gue dah mulai curiga. Wah kok disuruh bayar tiket. Apaan nih..
Ternyata.. itu pertemuan MLM, guys..
Sebenernya kalo gue diundang dari awal dan dikasih tahu mau diundang ke acara MLM, gue akan lebih appreciate. MLM menurut gue punya potensial untuk menjadikan seseorang sukses. Cuma MLM bukan sesuatu yang GUE PILIH untuk cari makan atau meraih sukses. Gue diberi kebebasan oleh Tuhan, untuk mencari rezeki yang halal, terserah GUE. Mau MLM, jadi pedagang, jadi karyawan, atau apa kek, terserah GUE. Dan saat ini, MLM bukan prioritas utama di kepala GUE.
Jadilah GUE kecewa ama sahabat gue. Harapannya mau ngerjain proyek IT, ternyata datang ke pertemuam MLM. Gue merasa tertipu.

Dan semalam, kejadian serupa hampir terulang. Sahabat gue yang lain, yang dah lama nggak ketemu, ngajakin ketemuan sama orang alumni UI, yang sempat kerja di luar negeri, dan mau ngomongin bisnis, dalam dunia IT. Gue diajak untuk ketemuan di sebuah tempat di daerah Sudirman. Pas gue nyampe di pelataran, kok gue ngliat banyak orang datang, di dadanya ada PIN tersematkan. Waaaah… gak beres nih.. Akhirnya gue putuskan untuk cabut dan makan di Semanggi. Sorry bro, kalo kamu mau nawarin MLM, mestinya bilang MLM. Jadi gue gak kehilangan waktu bermain ama anak GUE. Gue dah seharian kerja, dan satu hal yang gue pengen lakukan sebelum tidur adalah bermain dengan dia, nanyain sekolah TPAnya gimana, dapat bintang dari Bu Gurunya apa nggak, main bola bentar, ato nonton sebentar DVD Spiderman ama dia. Pas gue balik dari Mal Semanggi, anak gue baru aja tidur. Gue cuma bisa cium pipinya sambil berbisik doa mau tidur ke dia. Gue sedih banget, hari itu gue nggak sempet main ama dia. Alhamdulillah, paginya sebelum ngantor, gue sempet main ama dia, kasih hadiah kecil yang sangat dia sukai. Gue sempet lihat senyumnya sebelum gue ngantor dan datang di kantor pagi-pagi.

Intinya sih gue mau bilang, bisnis itu dimulai dari TRUST. Percaya satu sama lain. Dan itu dibangun dari kemampuan seseorang memegang AMANAH dan menepati JANJI yang dia sebutkan.

Gue lebih respek ama mantan boss gue yang secara terang-terangan memberikan info tentang MLM. Ngajak ke pertemuannya. Bahkan gue sempat beli produknya, karena pengen dapat manfaatnya. Karena dia nggak pernah NIPU gue.

-carimakanajasusahbangetsihjack-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.