Sholat Socially


Pernah melihat personal information atau user profile di internet? Misalnya yang bisa kita lihat di yahoo, isinya lebih kurang begini:

Nick : Doel
Gender : male
Sexual Preferences : female
Status : Available but looking
Smoke : Socially
Drink : socially

Nah kalau membaca kata socially, itu mestinya si Doel kadang merokok dan minum alkohol hanya kalau ketemu teman dan bukan kebiasaan atau nyandu. Nah, pernahkah teman-teman melihat teman kita melakukan hal ini, bukan untuk merokok atau minum alkohol? Mereka melakukannya untuk sholat! Tentu saja mereka tidak mengakui serta merta. Polanya begini.. kalau sehari-hari, jika sudah waktu sholat, yang sosial itu nggak sholat. Tapi pas kita semua lagi jalan misal ke mal dan kebetulan kita ke mesjid sama-sama, trus separuh dari kita sholat, yang sosial tadi ikutan sholat. Trus pas jumatan juga ikut sholat, tapi yang lima kali sehari itu ditinggalkan begitu saja. Ini yang aku sebut orang yang sholat, tapi cuma socially. Sholat kalau pas ramai-ramai saja. Begitu waktu hanya antara dia dan Tuhannya, cuek aja. Duh! Udah kaya minum alkohol dan merokok saja.
Padahal sholat itu merupakan tiang agama, sarana curhat antara seorang hamba dengan Tuhannya. Sebuah media untuk mencegah kekejian dan kemungkaran. Sebuah cara ampuh bersama kesabaran untuk memecahkan berbagai masalah pelik. Sebagai salah satu refleksi syukur kita kepada Rabb kita. Dan mereka melakukannya hanya secara sosial..

Mahalnya harga sebuah hidayah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s