Berbuat Baiklah, Meski Pada Akhirnya Semua Orang Akan Menyesal

Saya punya teori. Boleh percaya boleh tidak. Tapi saya yakin semua orang akan menyesal. Terutama dalam kepercayaan yang saya anut sebagai seorang muslim. Loh kok? Semua orang? Bukannya yang jahat saja? Tidak. Yang baik juga.

regret

Ok kita kembali kepada Al Qur’an, Al An’am ayat 31.

Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu.

Coba kita lihat lagi di Al Fajr 15-26.

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,

dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”.

 

Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya.

dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

Nah, di Surat Saba juga disebutkan di ayat 31-33.

 

Dan orang-orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya”. Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadap kan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman”.

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah: “Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa”.

Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “(Tidak) sebenarnya tipu daya(mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya”. Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.

Bagaimana dengan orang yang baik? Mari kita simak cerita salah satu sahabat Rasul berikut seperti yang ada di artikel islami tentang penyesalan ini. Lanjutkan membaca Berbuat Baiklah, Meski Pada Akhirnya Semua Orang Akan Menyesal

Weekly Photo Challenge: Admiration

This week’s challenge is Admiration.

I always admire, salute, and have full respect to all the people who work hard to make a living for their family. You can see passion, perseverance, and hope. There is a beauty in it.

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ فَيَحْتَطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَأْتِيَ رَجُلًا فَيَسْأَلَهُ أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَهُ

By him in whose hand is my soul, if one of you were to carry a bundle of firewood on his back and sell it, that would be better for him than begging a man who may or may not give him anything.

Source: Sahih Bukhari 1401, Grade: Muttafaqun Alayhi 

admiration
Selling goods
981845_10200575156234152_1050242770_o
Water scavenger
379714_10200575089432482_32766103_n
Fishing

These pics were taken using my Canon 550D and 70-200 mm f/2.8 non IS lens.

Kondangan Tanpa Mempelai

Beberapa menit yang lalu, setelah membayar seporsi sate padang Ajo Ramon di depan Pasar Santa, saya memesan GO-JEK untuk membawa saya ke Stasiun Palmerah. Saya lirik foto pengemudinya di aplikasi, sebut saja Tono, berbadan cukup gempal dan berewokan. Mirip Syeh Puji. 

Telepon genggam saya tidak lama kemudian berdering dengan ring tone Mission Impossible edisi Banana Minion.

“Pak, saya sudah di Pasar Santa”, katanya.

“Saya di depan Sate Padang Ajo Ramon, Mas. Ke sini ya!”, jawab saya.

Tak lama kemudian ia muncul tanpa mengenakan jaket kebesaran Gojek yang berwarna hijau itu. Tanp disangka wajahnya tidak mirip dengan yang ada di foto dan tubuhnya jauh lebih kecil. 

“Loh, kok beda dengan di foto Mas?”, tanya saya.

“Saya anaknya Pak Tono, Pak.”

“Loh.. Bapaknya ke mana?”

“Beliau sakit Pak. Demam karena kehujanan dan biasanya ambil sewa malam. Saya menggantikan beliau.”

Entah kenap di titik itu saya tidak melihat seseorang melanggar aturan perusahaan Gojek. Saya yakin manajemen Gojek tidak akan mengizinkan ID pengemudi digunakan oleh orang lain, meski itu anak kandungnya. Jika ada masalah, reputasi Gojek dipertaruhkan oleh orang yang mungkin tidak layak menjadi pengemudi Gojek karena untuk menjadi pengemudi atas nama perusahaan besar seperti ini pasti ada pelatihan dan syaratnya. Saya bisa menolak order kali ini dan bisa mengancam untuk melaporkannya kepada pihak manajemen Gojek. Entah kenapa nurani saya melihatnya sebagai seorang anak yang berbakti dan mencoba menyambung hidup untuk sedikit membantu dapur ibunya dan membeli obat untuk ayahnya. Saya teringat diri saya waktu SMA dulu. Mulai bekerja mencari uang tambahan buat kos dan makan dengan memberikan les kepada anak SD. Kuliah dulu nyambi ngajar Visual Basic di Nurul Fikri Mampang, dekat si pengemudi ini tinggal.

“Pak, saya tidak tahu jalan ke sana”

“Sudah gak papa. Kita pakai Waze saja.”

“Bisa ya, Pak?”

“Iya..saya juga tidak terlalu hapal.”

Suara Septi dalam Bahasa Indonesia mulai cerewet memberi tahu kapan mesti belok kanan dan kiri. 

Tiba-tiba di lampu merah depan Bundaran Senayan seorang polisi menghentikan kami. 

“Mas, ini jalur cepat. Harusnya ambil sebelah kiri di jalur lambat. Parkir dulu motornya di depan lalu masuk ke kantor dulu”, kata Polisi tadi.

Saya menunggui motor sementara anak itu masuk pos. Beberapa waktu kemudian dia muncul.

“Ditilang, Mas?”, tanya saya penuh selidik.

“Nggak Pak. Kondangan saja”.

Oh ini toh istilah lain dari salam tempel atau damai itu indah.. Kondangan tapi tanpa mempelai.

“Kena berapa?”, tanya saya.

“Tadinya dia sebutkan semua pasal pelanggaran saya Pak. Lalu dia bilang bayar saya seratus ribu, nanti dibantu. Saya keluarkan dompet saya, dan saya bilang kalau baru keluar, dan cuma ada 35 ribu rupiah. Saya gak percaya semuanya diambil Pak. Saya minta maaf ya Pak. Karena saya gak tahu jalan Bapak jadi terhambat seperti ini”, katanya dengan penuh hormat dan penyesalan.

Dinamika ibukota. Semua butuh uang. Ada yang berusaha dengan cara membantu orang lain, dan ada juga yang menyusahkan orang lain. Semua akan mendapatkan balasannya.

Diam-diam saya kagum kepadanya. Tidak ada umpatan. Tidak ada makian. Tetap berusaha melayani saya sebaik mungkin. Kami pun melanjutkan perjalanan. Mbak Septi kembali memberikan navigasi. Seandainya dia tahu masalah ini, dia mungkin akan minta maaf memberikan kami petunjuk untuk mobil, bukan untuk motor. Kami memaafkanmu, Septi. It is Ok.

Sesampainya di Stasiun Palmerah dia berkata dengan senyumnya, “Jadi 12 ribu rupiah Pak!”

Saya berikan uang 50 ribu rupiah, “Mas, kembalinya ambil untuk tips.”

Dia menolak, “Jangan, Pak! Tidak usah, ini salah saya”.

“Ambillah, Mas. Tidak apa-apa. Salam saja untuk Bapak, bilang semoga cepat sembuh.”

Dia begitu berterima kasih dan mendoakan saya untuk berhati-hati saat melangkahkan kaki menuju tangga stasiun.

Saya teringat QS Al Fatir ayat 2 yang tadi pagi dibahas di salah satu group WA saya.

مَّا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِن بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ketika langkah kaki saya menaiki anak tangga, saya doakan ia menjadi anak sholeh yang berbakti kepada orangtuanya sembari memberikan bintang 5 kepada Pak Tono dengan pesan : Semoga cepat sembuh, ya Pak.

  

Tak Kan Pernah Sama

Pengajian Ustad Nuzul Dzikri.

Apakah sama orang yang berilmu dengan orang tak berilmu? Tak akan pernah sama..

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Az Zumar : 9)

Sudah fitrah manusia melakukan sesuatu yang menguntungkan buat kita. Termasuk ketika kita mengaji, kita beribadah, kalau tahu itu menguntungkan, pasti akan kita lakukan. Dan tahu tidaknya menguntungkan itu karena kita menuntut ilmu.

Sudah fitrah manusia jika ingin pergi ke suatu tempat yang kita ingini kita ingin segera sampai. Jika kita semua ingin ke surga sudah tentu kita akan menyiapkan segala sesuatunya untuk segera ke sana.

Jika seseorang jatuh cinta kepada orang lain, maka jika orang yang ia cintai mengirimkan surat, sudah fitrahnya kita akan segera buka surat cinta itu. Allah SWT telah mengirimkan surat cintanya berupa Kitab Al Quran, Ar Rahmah. Cintakah kita pada Allah? Sudahkah kita baca surat cinta dari Allah? Sudahkah kita paham maknanya? Jika kita nggak ngerti, sudahkah kita bertanya kepada yang ngerti? Cintakah kita pada Allah SWT? Sudah hapalkah   Asmaul Husna? Sudah berapa tahun kita menjadi hamba Allah? Padahal siapa yang menghapal keseluruhan 99 nama Allah dan mengerti makna dan mengimplementasikan konsekuensinya dalam kehidupan sehari-hari akan dijamin masuk surga. Sudah berapa lama jadi umat Rasul? Apa makanan kesukaan beliau? Katanya cinta? Kok gak kepo?

Kita bisa bilang kita cinta pada Allah SWT namun cinta butuh bukti. Jangan sampai mulut kita berkata cinta namun didustakan Allah di hadapanNya kelak.

Salah satu tolak ukur kecintaan kita pada Allah SWT adalah seberapa dekat kita dengan Al Quran.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Al Mujadilah : 11

Sudah berapa banyak persiapan kita belajar untuk akherat kita? Apakah cuma mengandalkan khutbah Jum’at? Apakah cuma Youtube sekali-sekali? Kalau untuk sukses di dunia belajar 6 tahun ilmu dunia saja susah sekali, bagaimana untuk ilmu akherat yang lamanya tak terhingga?

Dari Abu Umama, Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa pergi ke masjid dan ia tidak menginginkan kecuali mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya maka pahala baginya adalah seperti orang yang naik haji yang sempurna hajinya.”

Pertanyaan: bolehkan seorang ustazah mengambil kuliah sampai s3 dan memberikan tauziah ilmu agama dengan menelantarkan suami dan anaknya meski suaminya ridho?

Jawab:

Islam agama yang proporsional. Prioritaskan yang fardhu ‘ain ketimbang yang fardhu kifayah. Pendidikan Anak jangan diserahkan sepenuhnya kepada pondokan atau pesantren saja atau apalagi kepada pembantu. Ibu rumah tangga adalah pemimpin bagi anak dan urusan rumah tangga yang nanti akan ditanya oleh Allah SWT mengenai tanggungjawabnya. Urusan pesantren harus melihat kesiapan anak. Jangan pukul rata kepada semua anak karena belum tentu si anak ridho. Bahkan bisa merasa dibuang.. Kalau cocok silakan namun harus dikomunikasikan dengan anak, jangan korbankan anak karena obsesi orang tua.

Weekly Photo Challenge: Trio

Trio
Trio Seashells

A seashell or sea shell, also known simply as a shell, is a hard, protective outer layer created by an animal that lives in the sea. The shell is part of the body of the animal. Empty seashells are often found washed up on beaches by beachcombers. The shells are empty because the animal has died and the soft parts have been eaten by another animal or have rotted out or change a new home, perhaps?

Those shells are located inside my table in the living room as accessories. We see the beauty of the shape while realizing that living organisms has dwelt those solid shells for a period of time.

Just like our body, our shell of our soul, someday we will leave it, we don’t know when. Our skeleton will remain six feet under, our soft tissues will be gone, and our soul will return to The Creator.

Every soul will taste death, and you will only be given your [full] compensation on the Day of Resurrection. So he who is drawn away from the Fire and admitted to Paradise has attained [his desire]. And what is the life of this world except the enjoyment of delusion.

 

Img2.jpg

Qur’an, Ali Imran:185.

 

Allah Maha Baik

Pengajian malam ini bersama Aa Gym di Masjid Daarut Tauhid.
Selalulah berprasangka baik kepada Allah SWT.  

 Contoh:

Ada ajudan yg selalu berpikir semua yg terjadi adalah yang terbaik dari Allah SWT. Suatu ketika raja sedang berburu jempolnya digigit sampai buntung ama macan. Ajudan bilang ini pasti yang terbaik. Raja kesal ajudan dimasukkan ke dalam penjara. Beberapa waktu kemudian Raja berburu lagi tapi tertangkap suku kanibal. Pas mau dipersembahkan raja ketahuan buntung jempolnya lalu dilepas karena dianggap cacat. Saat itulah raja menyadari buntungnya jempolnya adalah yang terbaik dari Allah. Dia kembali ke istana mengeluarkan ajudanny dan mengaku salah. Dia bertanya bagusnya apa buatmu masuk penjara? Ajudannya bilang kalau gak di penjara ia akan menemani raja dan mati dibunuh suku kejam itu.

Alhamdulillah kita jadi manusia.
Coba jadi penguin. Jadi lelaki nungguin telor tiga bulan. Coba jadi nyamuk. Cari nafkah jiwanya selalu terancam. Belum makan kadang sudah mati. Udah makan dikejar karena dendam.

Fa bi ayyi alaa i rabbi kumaa tukadzdzibaan.. Nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan.

Termasuk waktu kejadian dulu gonjang-ganjing Aa nikah lagi. Kejadian itu justru menambah kedekatan Aa dengan Allah SWT. Kota di mana DT sedang dibangun masjid yang bagus. Bisnis lebih profesional dst.

Contoh lain ttg permainan sepakbola. Masalah goal mah biasa. Itu masalah takdir. Yang indah adalah bagaimana para pemain memiliki koordinasi tinggi, kombinasi tekanan darah, adrenalin, jantung, motorik, dst. Itulah keindahan yang sebenarnya.

Alkisah ada orang kaya yang tanahnya luas, tinggal sepetak milik kakek miskin. Si kaya hidupnya sengsara karena mikirin rumah kecil itu. Pas dikunjungi si kakek lagi bersyukur alhamdulillah. Diucapkan salam sama si kaya, si kakek menjawab salam sambil alhamdulillah. Karena berarti dia memiliki telinga yg bisa mendengar. Bersyukur bisa melihat tamunya. Akhirnya si kaya sadar kesengsaraannya karena ia kufur nikmat.

Meskipun hujan, datang ke majelis taklim insya Allah banyak manfaatnya. Malaikat datang mengampuni dosa-dosa, sesuatu yang mungkin tidak didapat ketika kita hanya baca via internet, radio, dan remote distance learning lainnya.

Weekly Photo Challenge: Wall

This week’s challenge is WALL. My wall in my living room has three calligraphs that say: Allah SWT, Muhammad SAW, and Ayatul Kursi (Al Baqarah: 255).

My Wall

Here is the meaning of Ayatul Kursi:

“Allah! There is no god but He – the Living, The Self-subsisting, Eternal. No slumber can seize Him Nor Sleep. His are all things In the heavens and on earth. Who is there can intercede In His presence except As he permitteth? He knoweth What (appeareth to His creatures As) Before or After or Behind them. Nor shall they compass Aught of his knowledge Except as He willeth. His throne doth extend Over the heavens And on earth, and He feeleth No fatigue in guarding And preserving them, For He is the Most High. The Supreme (in glory).”

Here is a youtube video contains 10 different qiraat of the ayat: