TEDx Journey to Return @ Jakarta International School


Beberapa hari yang lalu (Sabtu, 13 Agustus 2011) aku menghadiri acara TEDx Jakarta yang diadakan di Jakarta International School di daerah Terogong Jakarta Selatan. Ini yang kedua kalinya aku menghadiri event TEDx. Sebelumnya aku menonton acara ini di @America di Pacific Place. Acara ini sangat aku sukai karena menambah wawasan, ide, atau gagasan kreatif yang mungkin bisa bermanfaat buat kita, entah di pekerjaan kita nantinya atau menimbulkan motivasi untuk berbagi lebih banyak dengan gagasan yang menarik dan tidak biasa.

Tidak seperti acara sebelumnya di @America yang berupa nonton bareng TEDx di luar, acara TEDx kali ini dihiasi banyak pembicara lokal secara live!

Pembicaranya adalah:

  1. Siti Musdah Mulia, yang menyampaikan bahwa agama bisa menjadi alat untuk toleransi dan memahami antar pemeluk agama, tidak menjadi biang konflik
  2. Didik Nini Thowok, penari trans gender, yang menampilkan performanya sebagai wanita yang menari sekaligus dari depan dan belakang! Ia menceritakan perjalanan hidupnya dari kaum minoritas yang kerap dilecehkan hingga menjadi penari transgender yang diakui dunia
  3. John Hardy, entrepreneur yang konsisten berjuang dalam dunia pendidikan yang menyatu dengan alam. Ia mendirikan Green School di mana ruang kelasnya tak berdinding dengan tiang dari bambu dan siswanya bisa melihat langsung makan siangnya sendiri yang ia tanam di sekitar sekolah!
  4. Ewa Wojkowska, berjuang untuk mengembangkan teknologi inovatif yang bisa diterapkan di komuniti lokal sehingga biayanya bisa ditekan dan harganya terjangkau masyarakat
  5. Ridwan Djamaluddin, petinggi BPPT ini memimpin sebuah tim yang mengembangkan sistem peringatan dini tsunami yang bisa digunakan di daerah rawan bencana tsunami. Ia juga memberikan tips-tips apa yang mesti dilakukan ketika gempa terjadi
  6. Derek Sivers, seorang enterpreneur musik yang menjual bisnisnya untuk sosial. Ia berbagi empat hal yang kontra intuitif namun di lapangan sering berguna untuk kesuksesan kita
  7. Jubing Kristianto, gitaris akustik terkenal, menghibur audiens dengan kepiawaiannya bermain gitar
Di samping mereka ada pembicara lain yang memang berasal dari kita, yang datang dengan gagasan gila dan menarik, seperti konsep Legalisasi Ganja, yang menampilkan presentasi manfaat ganja di luar bahaya bila digunakan sebagai narkoba / psikotropika, project SECRET di mana kita belajar jujur dengan sharing rahasia tergelap kita secara anonimous untuk membuat kita lebih menerima diri kita apa adanya, dsb.
Di penghujung acara, yang sayangnya tidak bisa saya ikuti karena ada buka puasa bersama teman-teman SMA, ada Pak Raden yang naik ke panggung dengan dipapah yang mendongeng tentang indahnya berbagi kepada sesama…
Great events! Great Ideas! Benar-benar acara yang sangat inspirasional dan sangat bermanfaat buat otak dan jiwa kita.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Yang menarik dan terkenang di acara ini:
  1. John Hardy yang mengajarkan bahwa kembali ke alam adalah salah satu cara mengajarkan kepada anak cucu tentang merawat bumi yang kita cintai ini
  2. Dhira Narayana memberikan inspirasi berpikir out of the box, membuat rahang kita menganga dengan presentasi argumentatif kontroversifnya yang menampilkan begitu banyak manfaat ganja dalam kehidupan kita padahal kita tahu bahwa ganja itu dilarang karena termasuk narkoba / psikotropika
  3. Ron Gutman, dalam video yang ditayangkan dalam acara, menunjukkan hasil risetnya bahwa orang yang banyak tersenyum mempunyai peluang hidup lebih panjang daripada yang kurang atau tidak suka tersenyum (14 abad yang lalu Muhammad SAW sudah mengajarkan bahwa senyum itu sedekah)
  4. Ewa Wojkowska, mengingatkan kita untuk berkreasi dalam alat yang produktif dan berguna secara nyata buat komunitas masyarakat luas, terutama mereka yang membutuhkan
  5. Derek Sivers mengajarkan 4 hal kontra intuitif yang berdasarkan penelitiannya berguna buat kesuksesan. Oh sudah pernah membaca hal mencengangkan darinya di sini?
  6. Punya beberapa teman TEDx baru! Great place for networking!!
Percayalah, NGGAK RUGI DATANG KE ACARA AWESOME INI!!!! Gratis, dapat ilmu, nambah teman! Pantengin eventnya di sini.
Iklan

Posted on Agustus 25, 2011, in Kontemplasi, Ulasan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. khan utk pengobatan, tumbuhan psikotropika memang sering digunakan. yg dilarang itu khan yg konsumsi umum dan dg dosis yg tidak terkontrol. contoh umumnya itu narkotik yg biasa digunakan dikedokteran / pengobatan medis.
    jadi alangkah tidak tepatnya legalisasi ganja utk umum. sangat tidak briliant.

    • Maksud dia itu untuk industri, obat dsb bisa digunakan tidak hanya kalangan tertentu saja. Bukan untuk konsumsi liar. Tapi memang tidak segampang itu mencegah kebocoran selain untuk fly.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: