Arsip Blog

5 Hal Positif dari film The Last Word (2017)

Nonton film ini semalam atas undangan dari Mbak Angela Ponggeng, Movie Distribution and Marketing Indonesia Entertainment Group di CGV Grand Indonesia. Saya sangat senang mendapat kesempatan menonton film yang berisi harta karun. Harta apa sih? Pesan moral yang bagus, yang bisa memotivasi diri kita agar lebih baik. Ada banyak jenis film, dari yang hanya buat seru-seruan gak ada isinya, tapi menghibur, sampai ke film yang bisa memberikan pencerahan hidup kita. Kamu tipe apa? Penikmat film asal “rame”, atau bisa menerima segala macam bentuk film yang beragam? Saya sendiri suka hampir semua genre film. Bring it on. Semakin aneh, semakin unik, semakin nge-twist, saya makin suka.

Img2

Film The Last Word termasuk film yang bila kita serius nikmati, akan membawa pesan yang sangat-sangat dalam. Film ini menceritakan tentang Harriet Lauler (diperankan Shirley MacLaine, saudara perempuan Warren Beatty), seorang wanita usia lanjut yang sempat meraih kesuksesan sebagai pebisnis di bidang periklanan yang kesepian. Ia mencoba bunuh diri dengan pendekatan OD, namun gagal. Ketika anggurnya tumpah di meja makan membasahi koran, tak sengaja ia melihat tulisan obituari orang lain yang baru meninggal. Ia membayangkan dirinya yang mati, namun ia tak dapat menemukan hal-hal positif yang dapat dituliskan untuknya. Akhirnya ia mencoba meminta Anne Sherman (diperankan Amanda Seyfried), wartawan “Bristol Gazette”, yang biasa menulis obituari, untuk menuliskan obituarinya selagi ia masih bernafas!

Img3

Ternyata menuliskan obituari buat seseorang yang masih hidup macam Harriet yang control freak dan menyebalkan ini bukan pekerjaan trivial. Dari mantan suami, kolega, anak, dan semua temannya tidak ada yang memberikan komentar positif akan kehidupan Harriet.

Dari sinilah titik balik kehidupan Harriet dimulai. Ia tahu bahwa obituari yang bagus harus berisi tentang kenangan indah keluarga dan koleganya terhadap dirinya. Ia juga harus punya pengaruh positif dalam kehidupan seseorang dan ia harus punya sesuatu yang positif yang menggambarkan dirinya untuk dikenang selamanya. Nah di sinilah kita harus belajar. Usia seseorang tak pernah kita ketahui. Kita tak tahu kapan harus pergi meninggalkan dunia ini. Obituari apakah yang kita inginkan orang tulis ketika kita meninggal nanti? This is the very JLEB moment for each of us. Kita mau dikenang sebagai orang yang baik? Jahat? Tidak amanah? Menyebalkan? Adakah legacy yang kita tinggalkan buat masyarakat? Adakah ilmu yang bermanfaat? Banyakkah manfaat kita buat sesama? Film bergenre drama komedi ini seakan menampar kita, woy sampai detik ini kamu nyebelin apa ngangenin sih orangnya? Apakah kamu mau menunggu jadi renta baru mau taubat?

Img4

Harriet akhirnya mendapatkan realita pahit sebagai titik tolak dalam hidupnya untuk mencoba mengisi sisa hidupnya dengan kenangan yang indah. Berhasilkah dia untuk mendapatkannya di akhir hidupnya? Ataukah justru dia semakin terpuruk dan tenggelam dalam kesinisan perangainya?

Film dengan durasi 108 menit ini tidak hanya menampilkan sisi drama, namun juga komedi. Beberapa adegan akan membuat kita terbahak atau tersenyum dan seakan sesekali menertawakan diri kita sendiri.

Ada setidaknya 5 hal positif yang bisa saya bawa pulang setelah menonton film ini:

1 – Jangan takut mengambil resiko

Salah satu favorit quotes dalam film ini adalah:

“Are you willing to take a risk to do something stupid?”  …. or…..

“Are you willing to take a risk to do something great?”

2 – Hidup adalah saat kita menuliskan cerita yang akan dibaca orang lain ketika kita mati kelak

Tuliskan jalan cerita hidup kita sepositif mungkin, mulai sekarang, jangan menunggu tua.

3 – Beranilah untuk gagal

Jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar. Belajar menjadi lebih baik, belajar mencari cara lain untuk mencapai mimpi kita, dan belajar keluar dari zona nyaman.

4 – Bersikaplah santun kepada sesama

Mengumpat dan berkata yang buruk akan menimbulkan aura negatif. Berkata sopan dan baik lebih mulia untuk menyampaikan hal yang sama daripada memilih kata-kata kotor yang menyakiti orang lain.

5 – Pada akhirnya, bukan harta yang membuat kita bahagia, namun orang terdekat kita, yaitu keluarga

Harriet mencoba bunuh diri di usia tua jauh dari suami dan anak kandungnya. Semua terjadi karena pilihan hidupnya. Akankah kita membiarkan kita berlaku semaunya asal kita happy? Mentang-mentang : ini diri saya kok. Saya ya emang begini. Ini alasan saja sebenarnya agar kita tidak mengubah tingkah laku buruk kita. Jangan dong ah. Kalau buruk ya kita perbaiki. Bisa kok, meski sulit di awalnya.

Saksikan film yang tayang di CGV dan Cinemaxx mulai Rabu depan, 19 April 2017, sebagai tontonan alternatif selain film seru yang  mulai tayang pada hari ini, The Fate of The Furious. Film horor asyik, film kebut-kebutan juga asyik. Tapi hidup kita bukan cuma yang asyik-asyik. Kita butuh pencerahan dalam hidup, untuk meningkatkan kualitas hidup kita.

Selamat menonton!

Iklan

6 + 1 Alasan Kamu Wajib Nonton Finding Dory

Alasan #1: Finding Dory dibuat oleh Pixar yang sukses besar membuat film-film legendaris berikut ini. Jika sebuah perusahaan film sukses besar dengan membuat banyak cerita yang orisinil dan mencerahkan, peluang karya terbarunya berkualitas tinggi tentunya sangat besar, bukan?

Alasan #2: Ada banyak karakter baru yang keren, lucu, imut, dan menggemaskan yang tidak ada di Finding Nemo!

Alasan #3: Finding Dory diawali dengan film pendek berjudul Piper yang visualisasinya sangat REALISTIS. Perhatikan kualitas deburan ombaknya. SUPER DETAIL! Jangan sampai telat masuk bioskop agar tidak kelewatan film pendek ini.

piper

Alasan #4: Seperti halnya The Good Dinosaurs yang didistribusikan juga dalam bahasa Indonesia (Dinosaurus yang Baik), Finding Dory juga memiliki distro dalam bahasa Indonesia di beberapa bioskop (Mencari Dory). Silakan cari di situs bioskop kesayangan Anda, pastikan judulnya Mencari Dory.

Perilisan dalam versi bahasa Indonesia ini merupakan salah satu misi Walt Disney Indonesia agar Finding Dory dapat diterima luas oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan dan membuat film ini dekat dengan anak-anak.

dubber1

Raffi Ahmad dan Syahrini ikut bergabung dengan dubber profesional dalam mengisi sulih suara bahasa Indonesia. Mereka mengisi dua tokoh baru dari film Finding Dory, Bailey dan Destiny. Bailey adalah seekor paus bluga, sedangkan Destiny adalah seekor hiu paus. Kedua ikan ini akan membantu Dory untuk membantu menemukan keluarganya.

Alasan #5: Peringkat Finding Dory di IMDB dan Rotten Tomatoes sangat tinggi. Kita tahu bahwa kedua situs tersebut sering dijadikan parameter untuk menentukan sebuah film layak tonton atau tidak.

Img5

Rotten Tomatoes memberikan CERTIFIED FRESH

Img6

IMDB memberikan rating di atas 8 dari 16 ribu penonton yang memberikan suaranya

Alasan #6: Banyak pesan moral yang bagus untuk keluarga, bukan hanya untuk anak-anak saja.

  1. Just Keep Swimming. Teruslah berenang. Teruslah bergerak. Apapun kesulitan yang kau hadapi dalam hidup ini, jangan berhenti berenang. Jangan berhenti bergerak. Hanya dengan berenang -> bergerak -> berusaha kita bisa mendapatkan solusi dari masalah yang kita punya. Menyerah hanya untuk mereka yang kalah.
  2. There’s always another way. Selalu ada jalan keluar. Man jadda wa jada. Kita mungkin perlu mundur selangkah untuk maju beberapa langkah dan mencapai apa yang kita inginkan. Siapa yang bersungguh-sungguh ia akan mendapatkannya.
  3. Loyalty. Dulu, Dory membantu Marlin menemukan anaknya, Nemo. Sekarang Marlin dan Nemo gantian menolong Dory menemukan orang tuanya. Meskipun Marlin dan Nemo tahu kalau Dory punya ingatan jangka pendek dan peluang untuk menemukan kedua orang tuanya sangatlah kecil, namun kesetiaan persahabatan merekalah yang membuat mereka tidak berhenti berusaha agar sahabatnya menemukan keluarganya.
  4. Trust among family member. Kepercayaan dalam keluarga. Baik Dory maupun orang tuanya saling percaya satu sama lain bahwa mereka adalah satu keluarga, dan mereka tidak menyerah satu sama lain. Masing-masing berupaya agar mereka bisa bertemu kembali. Orang tua belajar bahwa mereka harus mempercayai kemampuan anaknya, bagaimanapun kondisi anaknya itu.

Sebenarnya 6 alasan di atas sudah cukup buat Kamu nonton film keluarga ciamik ini. Tapi sebagai bonus karena Kamu sudah membaca sampai sini, jadi inilah bonus alasan supaya Kamu tidak cari alasan lain untuk tidak menonton film ini.

Anak-anak di bawah umur 13 tahun tidak cocok menonton film horor. Masak anak TK dan SD diajak nonton film Conjuring 2 sih?

valak

Selamat menonton yaaa!

Weekly Photo Challenge: Admiration

This week’s challenge is Admiration.

I always admire, salute, and have full respect to all the people who work hard to make a living for their family. You can see passion, perseverance, and hope. There is a beauty in it.

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ فَيَحْتَطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَأْتِيَ رَجُلًا فَيَسْأَلَهُ أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَهُ

By him in whose hand is my soul, if one of you were to carry a bundle of firewood on his back and sell it, that would be better for him than begging a man who may or may not give him anything.

Source: Sahih Bukhari 1401, Grade: Muttafaqun Alayhi 

admiration

Selling goods

981845_10200575156234152_1050242770_o

Water scavenger

379714_10200575089432482_32766103_n

Fishing

These pics were taken using my Canon 550D and 70-200 mm f/2.8 non IS lens.

Kondangan Tanpa Mempelai

Beberapa menit yang lalu, setelah membayar seporsi sate padang Ajo Ramon di depan Pasar Santa, saya memesan GO-JEK untuk membawa saya ke Stasiun Palmerah. Saya lirik foto pengemudinya di aplikasi, sebut saja Tono, berbadan cukup gempal dan berewokan. Mirip Syeh Puji. 

Telepon genggam saya tidak lama kemudian berdering dengan ring tone Mission Impossible edisi Banana Minion.

“Pak, saya sudah di Pasar Santa”, katanya.

“Saya di depan Sate Padang Ajo Ramon, Mas. Ke sini ya!”, jawab saya.

Tak lama kemudian ia muncul tanpa mengenakan jaket kebesaran Gojek yang berwarna hijau itu. Tanp disangka wajahnya tidak mirip dengan yang ada di foto dan tubuhnya jauh lebih kecil. 

“Loh, kok beda dengan di foto Mas?”, tanya saya.

“Saya anaknya Pak Tono, Pak.”

“Loh.. Bapaknya ke mana?”

“Beliau sakit Pak. Demam karena kehujanan dan biasanya ambil sewa malam. Saya menggantikan beliau.”

Entah kenap di titik itu saya tidak melihat seseorang melanggar aturan perusahaan Gojek. Saya yakin manajemen Gojek tidak akan mengizinkan ID pengemudi digunakan oleh orang lain, meski itu anak kandungnya. Jika ada masalah, reputasi Gojek dipertaruhkan oleh orang yang mungkin tidak layak menjadi pengemudi Gojek karena untuk menjadi pengemudi atas nama perusahaan besar seperti ini pasti ada pelatihan dan syaratnya. Saya bisa menolak order kali ini dan bisa mengancam untuk melaporkannya kepada pihak manajemen Gojek. Entah kenapa nurani saya melihatnya sebagai seorang anak yang berbakti dan mencoba menyambung hidup untuk sedikit membantu dapur ibunya dan membeli obat untuk ayahnya. Saya teringat diri saya waktu SMA dulu. Mulai bekerja mencari uang tambahan buat kos dan makan dengan memberikan les kepada anak SD. Kuliah dulu nyambi ngajar Visual Basic di Nurul Fikri Mampang, dekat si pengemudi ini tinggal.

“Pak, saya tidak tahu jalan ke sana”

“Sudah gak papa. Kita pakai Waze saja.”

“Bisa ya, Pak?”

“Iya..saya juga tidak terlalu hapal.”

Suara Septi dalam Bahasa Indonesia mulai cerewet memberi tahu kapan mesti belok kanan dan kiri. 

Tiba-tiba di lampu merah depan Bundaran Senayan seorang polisi menghentikan kami. 

“Mas, ini jalur cepat. Harusnya ambil sebelah kiri di jalur lambat. Parkir dulu motornya di depan lalu masuk ke kantor dulu”, kata Polisi tadi.

Saya menunggui motor sementara anak itu masuk pos. Beberapa waktu kemudian dia muncul.

“Ditilang, Mas?”, tanya saya penuh selidik.

“Nggak Pak. Kondangan saja”.

Oh ini toh istilah lain dari salam tempel atau damai itu indah.. Kondangan tapi tanpa mempelai.

“Kena berapa?”, tanya saya.

“Tadinya dia sebutkan semua pasal pelanggaran saya Pak. Lalu dia bilang bayar saya seratus ribu, nanti dibantu. Saya keluarkan dompet saya, dan saya bilang kalau baru keluar, dan cuma ada 35 ribu rupiah. Saya gak percaya semuanya diambil Pak. Saya minta maaf ya Pak. Karena saya gak tahu jalan Bapak jadi terhambat seperti ini”, katanya dengan penuh hormat dan penyesalan.

Dinamika ibukota. Semua butuh uang. Ada yang berusaha dengan cara membantu orang lain, dan ada juga yang menyusahkan orang lain. Semua akan mendapatkan balasannya.

Diam-diam saya kagum kepadanya. Tidak ada umpatan. Tidak ada makian. Tetap berusaha melayani saya sebaik mungkin. Kami pun melanjutkan perjalanan. Mbak Septi kembali memberikan navigasi. Seandainya dia tahu masalah ini, dia mungkin akan minta maaf memberikan kami petunjuk untuk mobil, bukan untuk motor. Kami memaafkanmu, Septi. It is Ok.

Sesampainya di Stasiun Palmerah dia berkata dengan senyumnya, “Jadi 12 ribu rupiah Pak!”

Saya berikan uang 50 ribu rupiah, “Mas, kembalinya ambil untuk tips.”

Dia menolak, “Jangan, Pak! Tidak usah, ini salah saya”.

“Ambillah, Mas. Tidak apa-apa. Salam saja untuk Bapak, bilang semoga cepat sembuh.”

Dia begitu berterima kasih dan mendoakan saya untuk berhati-hati saat melangkahkan kaki menuju tangga stasiun.

Saya teringat QS Al Fatir ayat 2 yang tadi pagi dibahas di salah satu group WA saya.

مَّا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِن بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ketika langkah kaki saya menaiki anak tangga, saya doakan ia menjadi anak sholeh yang berbakti kepada orangtuanya sembari memberikan bintang 5 kepada Pak Tono dengan pesan : Semoga cepat sembuh, ya Pak.

  

Weekly Photo Challenge: Trio

Trio

Trio Seashells

A seashell or sea shell, also known simply as a shell, is a hard, protective outer layer created by an animal that lives in the sea. The shell is part of the body of the animal. Empty seashells are often found washed up on beaches by beachcombers. The shells are empty because the animal has died and the soft parts have been eaten by another animal or have rotted out or change a new home, perhaps?

Those shells are located inside my table in the living room as accessories. We see the beauty of the shape while realizing that living organisms has dwelt those solid shells for a period of time.

Just like our body, our shell of our soul, someday we will leave it, we don’t know when. Our skeleton will remain six feet under, our soft tissues will be gone, and our soul will return to The Creator.

Every soul will taste death, and you will only be given your [full] compensation on the Day of Resurrection. So he who is drawn away from the Fire and admitted to Paradise has attained [his desire]. And what is the life of this world except the enjoyment of delusion.

 

Img2.jpg

Qur’an, Ali Imran:185.

 

Phoneography and Non-SLR Digital Photo Challenge: Nature (In the Mountain)

The first Monday’s challenge in June is Nature.

Imagine you were walking on a mountain… 5 degree Celsius of temp. Not many people you see around you. Only plants, rock, and skies. It is always a great place for such a contemplation. Thinking about God, universe, and the life itself..

 

Nature

Nature

Phoneography and Non-SLR Digital Devices Photo Challenge: Black and White (The Bird)

The third Monday’s theme is Black and White. I present you a bird that is in a cage. Its life is just simple, like black and white. It cannot fly away. For me, capturing a bird inside a cage is a kind of slavery to an animal… God creates their wings to fly, not to jump in a short distance…

Hi bird, I wish you had a colorful life.. not a sad life, in black and white…

Locked Up

Locked Up

Camping di Ranca Upas – Ciwidey – Bandung

Libur panjang Nyepi kemarin kami habiskan dengan berkemah di Ranca Upas, Ciwidey, Bandung. Tadinya mau camping bersama rekan kantor, Dony Alpha, yang sudah pernah ke sana duluan beberapa waktu lalu. Sayang anak-anaknya sedang sakit, jadi terpaksa batal ke Ciwidey. Karena sudah direncanakan akhirnya kami tetap berkemah, berlima minus istri yang mendapat tugas ke luar kota selama tiga hari. Malam sebelum keberangkatan, istri tercinta belanja makanan untuk dimasak selama camping. Tadinya mau sharing juga sama keluarga Dony, namun karena ada force majeur, bekalnya jadi terasa berlimpah 🙂

Bekal Makanan

Bekal Makanan

Saya, Rayyan, Aila, Angga (adik istri), dan Mbak Saroh bangun pukul 4 pagi untuk mempersiapkan segala sesuatunya, seperti sholat, sarapan, dan memasukkan barang-barang ke mobil. Apa saja yang kami bawa ke sana?

  • Tenda untuk 5 orang merk Turbo Tent, beli di Ace Hw. Pengen tahu speknya?
  • Kompor gas portable, beli di Ace Hw juga, dengan 4 kaleng gas dari Lotte Mart, sekalengnya sekitar 10 ribuan
  • Piring, gelas, mangkok, dan sendok buat piknik
  • Teflon buat menggoreng, panci kecil untuk masak indomie
  • Poci tanah liat dengan gula batu untuk ngeteh di suhu dingin 🙂
  • Beberapa bed cover dan pakaian antidingin berupa jaket tebal untuk menghangatkan badan
  • Aqua galon dan pompanya. Selama 3 hari 2 malam, untuk minum dan masak kami menghabiskan sekitar 3/4 galon. Ada Alfamart dekat Ranca Upas, sekitar 4 km dari BuPer. Jadi kalau membutuhkan cemilan, kopi, stmj, indomie, senter, kaos, sandal, dsb, bisa ke sini. Butuh cash? Bisa pakai BCA Tunai di situ. Nggak punya BCA? Pastikan mengambil uang di daerah Soreang, mumpung masih banyak ATM
  • Alat bantu penerangan. Kami membawa 1 lampu emergency yang ada di rumah yang biasa digunakan kalau mati listrik, 1 senter besar, 2 senter kecil, 1 lampu badai dengan baterai, dan 1 head lamp. Berguna kalau mau pipis ke WC atau mengambil barang di dalam tenda di malam hari
  • Terpal dan tambang untuk membuat bivak. Semakin lebar semakin baik.
  • Berbagai alat masak untuk menanak nasi, dsb
  • Pakaian ganti, kupluk, long john, dan pakaian renang (ada kolam air panas lho)

Apa saja yang kami tidak bawa dan kami harap membawanya?

  • Meja lipat kecil untuk makanan. Sebenarnya sudah disiapkan di garasi, tetapi karena barang-barang sudah masuk, tidak jadi dibawa karena bingung membawanya 🙂
  • Alas duduk dari plastik. Ruang vestibule di depan tenda bisa diberi alas duduk dari plastik ini untuk menampung barang-barang atau tambahan 1 orang. Kami membawa tikar lipat yang agak rentan terhadap air, jadi tidak bisa untuk duduk.
  • Keset untuk membersihkan kaki sebelum masuk tenda (akhirnya beli di Alfamart seharga 11 ribuan)
  • Ember dan gayung. Sebenarnya di depan Alfamart jual, namun maghrib sudah tutup. Jadi batal beli. Ember berguna untuk mencuci piring atau peralatan masak lainnya, membasuh kaki, dsb
  • Radio/TV dengan batere. Ketika hari sepi, mendengarkan musik atau berita sangat menghibur. Untung tetangga membawa radio sehingga kami bisa ikut terhibur
  • 1 tambahan kompor. Menggunakan 1 kompor portable untuk memasak air, nasi, dan lauk pauk untuk 5 orang, terasa sangat lama. Kalau misalnya ada 2 kompor, satu bisa untuk memasak nasi dan lainnya bisa memasak indomie atau lauk pauk lainnya.

Walhasil pukul 6 pagi berangkat dari rumah menuju tol Serpong, JORR, Cikunir, Cikampek, Cipularang, dan keluar di Kopo. Sempat berhenti satu jam untuk berbagai keperluan di Rest Area Cikampek.

Setelah keluar tol Kopo, kami merasa hari itu jalanan cukup macet ditambah ada kampanye PKS. Tapi kami menikmati saja perjalanan ini. Sampai Soreang sekitar pukul 1 siang. Kami memutuskan untuk sholat dan makan siang di Restoran Mawar di daerah Soreang. Ikan Gurame Saus Kacangnya dan Karedok Leuncanya maknyus!

Setelah makan dan sholat kami langsung menuju perkemahan Ranca Upas yang mulai mendung. Kami harus tiba sebelum hujan turun. Tidak berapa lama perjalanan yang menanjak itu akhirnya sampailah sudah. Berlima untuk 3 hari 2 malam dan mobil kami membayar 125 ribu rupiah. Karena berlima akhirnya kami menyewa satu tenda lagi dengan alasnya untuk dua malam sebesar 200 ribu rupiah. Petugas di sana membantu memasangkan tenda kami dan tenda sewaan, termasuk sebuah terpal untuk dijadikan bivak tempat berteduh ketika memasak di dekat tenda. Memiliki tenda sendiri benar-benar menghemat biaya untuk keperluan tenda.

Pagi hari setelah subuh, saya berjalan-jalan membawa kamera untuk mengambil gambar pemandangan di sekitar tenda sambil mengumpulkan beberapa informasi untuk dibagikan kepada anggota keluarga lainnya.  Nah sekarang kita lihat fasilitas-fasilitas yang ada di sana.

Fasilitas yang ada di Buper ini adalah:

  • Paint Ball (cocok kalau jumlah pesertanya banyak – dijamin seru karena perangnya bernuansa hutan)
  • Outbound (flying fox, rumah pohon, bungee trampolin, jembatan burma, dsb juga cocok kalau pesertanya banyak)
  • Kolam renang air panas (tiketnya 15 ribu per orang. Sayang tempat bilasnya sedikit, padahal yang datang banyak)
  • Penangkaran rusa (bisa membeli wortel seharga 5000 untuk diberi makan ke rusanya)
  • Sewa sepeda gunung (20 ribu per jam – asyik bisa membakar kalori memutari kompleks yang luas ini)
  • Trekking ke bukit

Dari pintu masuk yang ada tiketnya, di sebelah kiri sering digunakan untuk motocross. Saya sempat mengambil gambar aksi motor dan mobil offroad yang berlaga di situ.

Setelah puas menonton mereka berlaga, saya dan Rayyan menyewa sepeda dan membakar kalori selama hampir satu jam, naik tanjakan yang melelahkan namun sangat mengasyikkan!

Melihat-lihat pemandangan sekitar tempat camping adalah salah satu cara untuk memanfaatkan waktu di sana. Berikut ini adalah beberapa gambar yang saya ambil di tempat Berenang air panas dan beberapa tempat lainnya.

Kesan waktu mengunjungi kolam renang adalah airnya tidak kotor, lumayan lah. Airnya hangat, tidak panas, jadi tidak menyakiti kulit. Sayang tempat bilasnya kurang banyak. Dan waktu itu perosotannya sedang diperbaiki sehingga mengurangi potensi fun yang ada. Untuk perusahaan atau outbond dengan banyak peserta, Ranca Upas menjadi salah satu pilihan yang menarik.

Bagi Aila, yang paling menyenangkan di sini selain berenang di air panas adalah memberi makan rusa. Untuk melihat rusa tidak perlu membayar. Jika ingin memberi makan, bias membeli wortel seharga 5000 per plastiknya.

Di hari ketiga, setelah sarapan dan saying good bye ke rusa-rusa yang lucu, kami menyempatkan diri ke Situ Patenggang yang tidak jauh dari buper ini. Keluar tinggal belok kanan dalam waktu lima belas menit sudah sampai. Kami juga sempat mengambil foto di perkebunan the Walini yang menghijau.

Tidak jauh dari Walini, sampailah kami ke Situ Patenggang. Tempatnya sangat indah, apalagi kalau dikunjungi bersama kekasih hati. Berikut ini adalah hasil jepretan di sana.

Singkat cerita, liburan yang menyenangkan bersama keluarga tidak harus di hotel mewah berbintang lima. Berkemah di bawah jutaan bintang mensyukuri ciptaan Tuhan lebih bermakna. Berkemah melatih anak-anak hidup berdampingan dengan alam, melatih kemandirian, menguatkan fisik, dan banyak hal positif lainnya.

Berkemah di Ranca Upas Ciwidey merupakan pilihan yang menarik buat anak-anak karena ada fasilitas penangkaran rusa dan kolam renang air panas. Di sekitar buper juga ada tempat wisata Kawah Putih (yang in shaa Allah akan dikunjungi di lain waktu), kebun teh Walini, dan Situ Patenggang yang menawarkan keindahan alam.

Pembaca, apakah punya kandidat tempat berkemah yang menarik untuk Keluarga lainnya? Bagikan di komentar ya..

Phoneography Challenge, the Phone as Your Lens: Black and White (Someone is Sleepy)

Phoneography Challenge, the Phone as Your Lens: Black and White (Someone is Sleepy)

An old cigarette street vendor was sitting on railroad in sleepy mode, waiting for customers. Life is tough, though.

The picture was taken here using Nokia Lumia and edited using Fotor for Win8 as my contribution for this challenge.

Sepiring Nasi Putih dan Azab Kubur

Kejadian ini diangkat dari kisah nyata. Untuk melindungi individu yang terlibat dalam cerita ini, saya akan menyamarkan identitas dengan nama lain. Jika ada kesamaan kisah dengan nama para tokoh, mungkin Anda memang terlibat dalam konspirasi ini.
Pada suatu siang yang mendung, Woko, Setio, Nowo, dan Donal makan siang di restoran favorit mereka, Itasuki. Resto ini menurut mereka paling enak kuah sambal coklatnya. Woko pernah makan di SukaSuki yang murah meriah, namun kualitas kuahnya tidak bisa menyaingi kuantitasnya. Setelah memesan berbagai topping untuk kuah tomyam, mereka memesan minum masing-masing. Setio yang masih kelaparan rupanya butuh tambahan kalori berupa nasi putih. Makanan ditutup dengan desert yang yummy, cakwe mayonnaise. Enak banget buat mengakhiri makan siang yang penuh dengan peluh itu.
Setelah sampai di kantor mereka segera membagi jatah yang harus dibayar masing-masing. Setelah diteliti rupanya Setio menemukan bahwa tambahan nasi putih tidak tertagih. Akhirnya Woko dan Setio memutuskan untuk kembali ke Itasuki setelah jam kantor untuk membayar nasi putih yang lupa ditagihkan. Banyaknya pengunjung siang itu membuat pelayan saji lupa menambahkan ke tagihan. Mereka tahu bahwa mereka harus berjalan kembali dari kantor ke restoran hanya untuk membayar nasi putih yang sebenarnya cukup melelahkan. Namun mereka sadar bahwa ada hak restoran Itasuki di sana. Setio khawatir nasi yang ia makan akan menjadi api karena mengandung hak orang lain. Mereka khawatir Allah SWT akan menanyakan integritas mereka di liang kubur kelak. Mereka tidak mau diazab dalam kubur hanya karena sepiring nasi. Sangat tidak sebanding.
Sepulang kerja Woko dan Setio langsung pergi ke Itasuki. Woko langsung masuk, menyeruak di tengah meja kasir yang kala itu dipenuhi pekerja Itasuki.
Woko, dengan mimik serius, bertanya kepada salah seorang wanita di meja itu, “Bisa saya bicara dengan supervisor Anda?”
Wanita itu menjawab, “Maaf, supervisornya sedang tidak ada.” Sebersit kekhawatiran mulai timbul di raut wajahnya.
Woko, “Baiklah, bisa saya bicara dengan Anda? Mohon Mbak bisa ke meja di pojok sana. Saya mau protes dengan tagihan siang tadi”.
Wanita itu menjawab dengan penuh tanda tanya. Salah apa mereka hingga mendapat keluhan dari pelanggan.
“Silakan duduk, Pak”, kata wanita itu dengan rasa waswas.
“Mbak tahu, tagihan siang ini bisa mengakibatkan kami mendapat siksa kubur?”, sergap Woko dengan intonasi tegas dan mimik serius.
Wanita itu terbengong-bengong, mulutnya menganga, antara bingung dan panik.
“Kami tadi memesan 5 nasi, namun hanya ditagihkan 4 nasi saja”, jelas Woko.
Wanita itu mulai tertawa kecil, ada lega di wajahnya.
“Mbak, kami serius. Tolong jangan tertawa. Mungkin buat Mbak sepiring nasi putih tidak ada artinya. Namun itu sangat besar artinya buat kami, Mbak. Apa yang kelak akan kami jawab di depan Allah SWT, akan nasi putih yang kami makan namun tidak kami bayar? Bahkan saya pernah mendengar cerita ada yang disiksa di dalam kubur mulutnya hingga berdarah hanya karena seseorang mengambil bambu kecil dari pagar rumah orang lain tanpa izin. Apalagi sepiring nasi putih? Itu bisa menjadi api dalam tubuh kami, Mbak! Tolong anggap serius permohonan kami, beritahu berapa yang harus kami bayar untuk sepiring nasi putih ini?”
Wanita itu kembali tertawa lepas, seolah sejuta beban hilang dari pundaknya.
“Maaf, ya Pak. Tadi pengunjung ramai sekali datang, sehingga mungkin pelayan kami ada yang lupa menambahkannya”, kata wanita itu.
“Iya, saya juga melihat, Mbak. Sepertinya banyak yang ulang tahun hari ini.”, kata Woko sambil cengengesan, merasa keusilannya berbuah manis. Di satu sisi hutang mereka lunas, di sisi lain wanita yang rupanya sedang hamil itu tidak mbrojol di tempat.
Setio hanya geleng-geleng kepala cengar-cengir melihat keisengan Woko yang sepertinya sudah akut itu. Akhirnya setelah nasi putih itu dibayarkan, mereka berdua meninggalkan restoran dengan hati lega. Mereka yakin bahwa amal kecil seperti ini tidak boleh diremehkan, karena bisa jadi dengan amalan yang kecil ini menjadi penentu apakah mereka layak masuk surgaNya kelak atau tergelincir ke dalam neraka yang mengerikan. Mereka hanya berharap Allah SWT sudi menerima amalan kecil ini dan dikategorikan sebagai ladang ibadah.
Itasuki Kuah Tomyam

Itasuki Kuah Tomyam

Berikut ini adalah ayat Al Quran yang selalu terbayang dalam pikiran Woko sepulang dari restoran.