The Conjuring (2013)


Buat para pecinta film horor, film ini tidak boleh dilewatkan sama sekali. Mengapa film ini begitu heboh, fenomenal, dan bercokol di bioskop-bioskop sebulan lebih ditonton oleh banyak orang? Bukan sekedar hype menurut saya. Film yang diarahkan oleh James Wan (Insidious, Saw) ini bertutur secara runtut dan apik mengenai dua demonologist (pengusir setan) yang benar-benar ada, Ed dan Lorraine Warren. Mereka berdua dikisahkan bekerja dengan jujur, dalam arti kalau memang ada penjelasan rasional di balik kejadian ganjil dalam suatu rumah, maka mereka tidak akan mengarang ada hantunya. Sebaliknya kalau memang diduga ada penampakan atau gangguan makhluk halus, mereka akan mulai mengumpulkan bukti sebagai syarat pengusiran setan.

Kekuatan dari cerita ini adalah pendalaman karakter kedua tokoh utama, penuturan cerita yang dimulai dari awal hingga gangguan demi gangguan yang semakin intens dan memberikan banyak kejutan dalam beberapa adegan. Penonton diajak turut serta seolah ikut dalam pekerjaan Ed dan Lorraine sehingga apa yang mereka alami seolah-olah dialami pula oleh penonton. Fakta bahwa cerita ini diangkat dari kisah nyata membuat semua adegan menjadi semakin believable bagi para penonton.

Selain kepiawaian James Wan menyutradarai film ini, kru terpenting berikutnya adalah penata musik, Joseph Bishara. Ia juga menjadi suara sang iblis. Musik yang digubah olehnya benar-benar menambah kengerian atmosfer rumah yang berhantu itu. Adegan-adegan menegangkan seluruhnya ditunjang oleh musik yang mencekam. Bayangkan film horor bisu – tidak mungkin menakutkan sama sekali.

Film ini sampai-sampai dikategorikan R karena teror dan kekerasan yang berkelanjutan. Biasanya film yang mendapat kategori R ini karena ada adegan sex, kata-kata menyumpah, atau adegan yang berdarah-darah. Film ini mendapatkan rating tersebut murni karena menakutkan. James Wan justru senang dengan kategori ini, sekalian dijadikan promosi filmnya.

Film ini saya beri nilai 9/10. Two thumbs up! Tidak sabar menunggu karya James Wan berikutnya, Insidious Chapter 2.

Selamat menonton!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Posted on Agustus 25, 2013, in Ulasan and tagged , . Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. Nggak serem ah! #prett

  2. Memang film ini penataan sound effect nya memang jago. Tapi kalo dibandingkan dengan Insidious, lebih serem Insidious.

  3. I think it is to scary for me! 😉

  4. Coba rumah itu ada di Indonesia ya, para pemburu hantu di sini senang bukan kepalang. Mungkin dijadikan tempat wisata kali, saking seringnya syuting di situ.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: