Dadang memandang ke luar jendela pesawat yang ia naiki. Awan gelap dengan sesekali petir menyambar.
“Mohon sabuk pengaman dikenakan kembali karena cuaca di luar sedang kurang baik.”
Dua pramugari cantik lalu lalang memeriksa sabuk pengaman semua orang.
Tiba-tiba pesawat menukik drastis ke lautan lepas diiringi teriakan para penumpang.
Semua gelap.
Ketika terbangun, Dadang memandang seorang wanita cantik di dekatnya.
“Siapa saja yang selamat?” tanya Dadang perlahan.
“Hanya kita berdua yang beruntung, Pak.”
“Di mana kita berada?”
“Kita terdampar di sebuah pulau terpencil di Samudra Pasifik. Semua penumpang lainnya tewas.”
Dadang berdoa dalam hati semoga tidak ada seorangpun yang menyelamatkan mereka.
Flash Fiction Kamis ini mengandung tepat 100 kata dengan topik Keberuntungan.


Hahaha… kirain kisah sedih… trnyata humor
Selalu ada keberuntungan dibalik sebuah musibah. Ya gak? Wkwkwk
Dadang apa yang ada dibenakmu?
Ketergantungan di siang hari dan kehangatan di malamnya.. hahaha
🙈🙉🙊
Ini si Dadang kayaknya lagi ngimpi, atau itu nyata tapi sebenarnya dia udah mati dan cewek yang diliatnya itu adalah seorang bidadari. 😄
Semua kemungkinannya enak kan? Hahahaha
Agak sedih sih kalau itu cuma mimpi. 😄
Hahaha.. pengaruh Westworld nih!
Haha bisa jadi, kebanyakan berasumsi saya. 😄
Emangnya dadang yakin kalau perempuan itu bukan yang suka sesama jenis? 😀
Nah kalau iya, dia akan berdoa lagi semoga segera diselamatkan hahahaha
itu bangke pesawat di Iceland, cakep tu kalo ada aurora malem-malem
Om dadang, coba liat itu mbaknya kaki nepak apa enggak? Punggungnya bolong apa enggak? 😀
Hahaha.. kata Om Dadang mau dilihat ntar malem wkwkwkwk