Arsip Blog

FfKamis – Sayang Anak

“Pak, dua minggu lagi harus membayar uang pendaftaran kuliah,” kata Ani lewat telepon.

“Sabar ya, Nduk. Doakan Bapak bisa segera transfer ya!” jawabku seadanya.

Jadi pengemudi ojek daring mendapatkan uang jutaan dalam waktu singkat adalah hal yang mustahil. Tapi aku tak boleh menyerah. Tuhan Maha Kaya. Anakku harus jadi orang besar!

Batas waktu pembayaran datang juga. Tuhan Maha Mendengar doa hamba-Nya.

“Bapaaaak… uangnya sudah kubayarkan! Terima kasih banyak ya Pak. Aku bisa kuliah!”

“Belajar yang baik ya, Nduk!” 

Telepon genggamku berbunyi. Sebuah sms masuk.

Terima kasih atas ginjal barunya ya Pak. Bapak telah menyelamatkan nyawa ayah saya.

Pinggangku terasa nyeri.

——————

Flash fiction ini adalah kontribusi FfKamis dengan topik BARU, mengandung tepat 100 kata. 

FfKamis – Rencana Busuk

“Ti, kamu sudah siap?”

“Siap, Bos! Saya masuk dari jendela belakang!”

“Mbel, kamu bagaimana?”

“Saya masuk dari kamar pembantu, Bos!”

“Dhung, kamu jangan sampai ketiduran lagi!”

“Iya Bos! Saya nanti masuk dari kamar anaknya yang TK!”

“Bagus kalau begitu. Yul, kamu periksa keadaan ya. Memungkinkan apa tidak kita masuk malam ini?”

Anak kesayangan Bos itu langsung memeriksa TKP. Tak lama kemudian ia berhasil memasuki rumah yang menjadi sasaran mereka.

Tiba-tiba terdengar suara memekakkan telinganya. Ia langsung melesat kabur.

“Bos, malam ini kita libur lagi. Mereka lagi pada ngaji.”

Genderuwo dan anak buahnya semua mengeluh kesal sambil menghilang di kegelapan malam.


___________________________

FfKamis ini bertemakan LIBUR, mengandung tepat 100 kata, tidak termasuk Kuntilanak, Wewe Gombel, Endas Glundung, dan Tuyul. Gambar nyomot dari Pixabay.

#FfKamis – Kereta Terakhir

Aku berlari menaiki tangga stasiun di depanku. Jantungku berdegup kencang. Semoga kereta terakhir masih ada. Rapat berjam-jam membuatku lupa akan waktu.

Peron menuju Serpong sudah sepi. Penumpang sudah habis. Hanya petugas kebersihan yang kulihat masih sibuk mengepel lantai.  

Kuambil gawaiku untuk melihat pemberitahuan di media sosial hingga tak terasa tiba-tiba keretaku datang. Senang rasanya bisa duduk. Karena penat, aku jatuh tertidur. Pulas. 

Ketika aku bangun, semua tampak hening. Tiba-tiba bahuku ditepuk dari belakang. 

“Mas, turun mana?” seseorang bertanya.

Aku balikkan badan, mataku terbelalak tanpa mampu menjawab.

“Mas, ini Stasiun Tanah Kusir. Serpong masih jauh!” kata pocong itu sambil meloncat pergi.


______

Cerita fiksi ini ditulis ketika melewati Kuburan Tanah Kusir di atas kereta yang melaju di malam Jumat sebagai kontribusi Flash Fiction tiap hari Kamis dengan topik Hening. Jumlah kata tepat 100, termasuk pocong.

#FFKamis-Pemimpin Jagoanku

Img1.jpg

“Kamu mau nyoblos siapa, Run?” tanya Bobi pada Harun.

“Jelas nomor empat lah!” jawab Harun bangga.

“Kenapa? Pemimpin itu harus seiman dengan kita, Run!” tanya Bobi sengit.

“Ya idealnya sih begitu. Tapi kalau ada yang lebih bagus, ada perkecualian lah!”

“Ingat Run, kalau perintah ini saja kamu langgar, bagaimana dengan perintah lainnya!”

“Bukankah sesuatu itu jika tidak diserahkan pada ahlinya hasilnya akan hancur berantakan?”

“Betul, tapi yang nomor satu kan belum tentu tidak ahli? Kita harus berprasangka baik, dong!”

“Pokoknya nomor empat harga mati!!”

“Nomor satu lebih layak!!”

Keesokan harinya mereka tidak tampak di semua TPS karena sibuk saling mencoblos.


Flash Fiction Kamis ini bertemakan PEMIMPIN, dengan tepat 100 buah kata. Gambar dari Pixabay.

#FFKamis – Penyanyi Dangdutku

“Nem, kamu punya koleksi Ridho Rhoma, nggak?” tanya Siti.

“Gak punya, Sit. Idolaku mah cuma penyanyi dangdut sekitaran kampung kita.”

“Ah kamu mah nggak greget! Masak andalanmu cuma penyanyi kelas kampung? Aku punya koleksi Ridho Rhoma, Rita Sugiarto, Inul Daratista, dan Cita Citata di kamarku, Nem. Kapan pun aku ingin mendengar suara mereka, tinggal aku setel pake VCD Player!”

“Sombong kali kau, Sit! Nanti aku tunjukkan koleksiku yang pastinya jauh lebih dahsyat dari punyamu!” gerutu Inem sambil mengeluyur pulang.

Malamnya Inem memandang dengan bahagia koleksi idola kelas kampungnya.

img2“Siti, koleksiku adalah pita suara penyanyi idolaku. VCD? Mana greget?” katanya bangga.


Kisah fiksi ini adalah kontribusi #FFKamis dengan topik IDOLA. Gambar dari Pixabay. Jumlah kata tepat 100 buah kata.

#FfKamis: Tuhan, Jangan Kau Tolong Aku

Dadang memandang ke luar jendela pesawat yang ia naiki. Awan gelap dengan sesekali petir menyambar.

“Mohon sabuk pengaman dikenakan kembali karena cuaca di luar sedang kurang baik.”

Dua pramugari cantik lalu lalang memeriksa sabuk pengaman semua orang.

Tiba-tiba pesawat menukik drastis ke lautan lepas diiringi teriakan para penumpang.

Semua gelap.

Ketika terbangun, Dadang memandang seorang wanita cantik di dekatnya.

“Siapa saja yang selamat?” tanya Dadang perlahan.

“Hanya kita berdua yang beruntung, Pak.”

“Di mana kita berada?”

“Kita terdampar di sebuah pulau terpencil di Samudra Pasifik. Semua penumpang lainnya tewas.”

Dadang berdoa dalam hati semoga tidak ada seorangpun yang menyelamatkan mereka.


___________________

Flash Fiction Kamis ini mengandung tepat 100 kata dengan topik Keberuntungan.

#FFKamis – Om Ultah Om!

Lusa Riana ulang tahun. Aku masih belum tahu hadiah apa yang paling tepat kuberikan kepadanya. Koleksi lingerie Victoria Secret sudah sering aku belikan. iPhone 7 plus dan iPad Mini generasi terbaru juga sudah. Tas jangan ditanya. Itu adalah hadiah tiap bulan. Mengapa sekarang begitu sulit mencari ide hadiah ulang tahun?

img2

Tiba-tiba iPhoneku berbunyi. Riana menelpon.

“Om, lusa kita jadi ketemu di hotel biasa?”

“Tentu jadi, Sayang! Jam 20:00 malam ya?”

“Ok!”

Tiba-tiba iPhoneku berbunyi kembali. Yane menelpon.

“Om, lusa bisa kan menemaniku ke Bandung?”

“Bisa dong, Sayang! Kita berangkat pagi jam 6 ya. Soalnya malam Om ada meeting di Jakarta.”

Huff, nyaris saja!


Kisah fiksi 100 kata ini sebagai kontribusi FFKamis yang sedang berulang tahun yang ke-4. Happy Bday, MFF! Gambar dari Pixabay.

FFKamis – Jodoh yang Tak Kunjung Tiba

“Bu, carikan aku jodoh. Aku ingin menikah”. Tiba-tiba saja Sundari berkata kepada ibunya.

“Kamu sukanya tipe yang  kayak gimana sih?”

“Gak aneh-aneh kok Bu. Ganteng, dada bidang, mapan, dan baik hati”.

“Hemm.. siapa ya? Anak Bu Condro bulan depan tunangan. Anak Bu Rinto masih mau sekolah S2. Ibu bingung juga nih.”

“Pokoknya Ibu harus carikan. Aku sudah ingin sekali menikah. Malu aku Bu sama teman-temanku. Ibu mau aku dianggap perawan tua?”

“Iya.. Ibu akan bantu sebisa Ibu ya, Nak. Kamu sabar dong”.

“Kalau susah, Om Anto buat aku saja ya Bu?”

“Dasar anak durhaka!!! Itu jodohku! Calon ayahmu. Enak aja!”


img1

Flash Fiction yang menggunakan tepat 100 kata ini adalah kontribusi FFKamis dengan tema Jodoh.

FfKamis – Malam Seribu Candi

“Gimana kerjaanmu? Udah kelar?” tanya Bondowoso kepada salah satu anak buahnya.“Beres Bos. Dikit lagi..”

“Yang lain bagaimana? Masih bisa tepat waktu, kan?”

“Tenang saja Bos. Asal belum terang, ini mah kerjaan gampang!” jawab si Botak.

Malam semakin pekat. Ribuan anak buah Bondowoso bekerja keras membangun bangunan secepat kilat.

“Bagaimana dengan permintaanku, Mas?” tanya Jonggrang pada Bondowoso.

“Tenang Cintaa.. Seribu candi yang kau minta sudah selesai.”

“Tapi.. bagaimana mungkin?”

“Dayangmu yang berniat curang sudah kutangkap semuanya. Anak buahku bisa menyelesaikan tugasnya.”

Roro Jonggrang tak kuasa menolak pinangan Bondowoso. Ia tak sadar di dunia pararel lainnya, nasib kembarannya tak seberuntung dirinya.


_______________________

Cerita fiksi mini FFKamis bertajuk Malam Buta ini mengandung tepat 100 kata dan diunggah 5 menit sebelum batas waktu yang ditentukan panitia.

#FFKamis: Belanja Tak Ternyana

“Rini, sudah siap kita pergi belanja pagi ini?” tanya Ruli.

“Sudah, Yah. Aku pakai baju pink ini aja ya Yah” jawab Rini meminta izin.

“Pakai apa yang kamu suka, Nak. Ayah percaya pada pilihanmu.”

Sesampai di bangunan besar berwarna cerah itu Ruli memarkir mobilnya dekat pintu masuk.

“Kita akan beli sesuatu yang selama ini kamu inginkan, sayang. Kejutan!” jawab Ruli sambil tersenyum.

“Bisa minta daftar pilihannya, Mbak?” tanya Ruli kepada salah satu pekerja di sana.

“Bapak mau katalog berdasarkan kecantikan, pendidikan, atau best value?” tanyanya sambil menyodorkan iPad.

“Rini, kamu mau ibu baru yang mana, sayang? Ayah percaya pada pilihanmu.”

Img1


Cerita fiksi ini adalah salah satu kontribusi Flash Fiction Kamis dengan topik belanja. Jumlah kata tepat 100 buah. Gambar dari sini.