FfKamis – Sayang Anak


“Pak, dua minggu lagi harus membayar uang pendaftaran kuliah,” kata Ani lewat telepon.

“Sabar ya, Nduk. Doakan Bapak bisa segera transfer ya!” jawabku seadanya.

Jadi pengemudi ojek daring mendapatkan uang jutaan dalam waktu singkat adalah hal yang mustahil. Tapi aku tak boleh menyerah. Tuhan Maha Kaya. Anakku harus jadi orang besar!

Batas waktu pembayaran datang juga. Tuhan Maha Mendengar doa hamba-Nya.

“Bapaaaak… uangnya sudah kubayarkan! Terima kasih banyak ya Pak. Aku bisa kuliah!”

“Belajar yang baik ya, Nduk!” 

Telepon genggamku berbunyi. Sebuah sms masuk.

Terima kasih atas ginjal barunya ya Pak. Bapak telah menyelamatkan nyawa ayah saya.

Pinggangku terasa nyeri.

——————

Flash fiction ini adalah kontribusi FfKamis dengan topik BARU, mengandung tepat 100 kata. 

Iklan

Posted on Mei 18, 2017, in Fiksi, Flash Fiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. Saya harus berbahagia atau bersedih bacanya? Soalnya miris klo sampai harus jual ginjal untuk keperluan anak kuliah.

  2. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

  3. ya ampun kasih sayang ayah

  4. Nyessek banget bacanya… ga nyangka solusinya seekstrem ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: