Jalan-jalan ke De Ranch dan Sari Ater

Setelah menginap di Hotel Jayakarta, kami pindah ke villa di Lembang, dekat De Ranch. Tiga hari dua malam cuma bayar 750 ribu, dengan kapasitas untuk 10 orang. Villanya lengkap dengan kompor gas dan peralatan masak, serta cuma sekitar 1.5 km dari De Ranch. Dapat info ini dari teman kantor.

bandung (147 of 192)

Tempatnya lumayan asri, banyak tanaman. Ada rumah panggung yang berisi banyak kasur, baik di ruang tamu depan TV maupun kamar utama. Kami lebih suka rame-rame di depan TV karena bisa ngobrol dan bercanda bersama.

bandung (149 of 192)

Dengan menggunakan aplikasi Waze mencari alamat ini dari Hotel Jayakarta tidaklah sulit. Sesampai di sana tinggal menelpon penunggu villa lalu dijemput. Sampai di sana menjelang maghrib langsung packing dan bebersih.

Makan malam kami malas keluar karena belum mengenal medan di sana seperti apa. Akhirnya daripada pusing cari makan pake Go Food dari Gojek. Yay! Malam itu perut kenyang tanpa harus keluar rumah atau memasak.

Pagi setelah sholat subuh saya segera mengambil jaket windbreaker dan sneaker untuk olahraga pagi sambil melihat sekeliling.

Pagi itu saya berjalan lebih kurang sekitar 7 km pulang pergi untuk melihat pusat Lembang di mana ada pasar Lembang dan kuliner untuk sarapan pagi. Setelah membeli sejumlah makanan untuk sarapan saya tenteng semua bahan makanan layaknya seorang pemburu yang membawa hasil buruannya kepada keluarganya di rumah. Tidak lupa memperkenalkan enaknya tahu Tauhid yang uempuk dan uenak.

Menurut saya, tahu Tauhid lebih enak daripada tahu susu yang saya beli di Rest Area setelah keluar Bandung. Lebih gurih dan lembut.

Setelah sarapan kami bersiap mengunjungi De Ranch yang dekat letaknya dari villa.

 

bandung (163 of 192)
Aila mencoba naik kuda poni

Tarif masuk ke De Ranch hanya 10 ribu bisa ditukar dengan susu atau yoghurt senilai lebih kurang 3000-3500 rupiah.

Berkunjung ke De Ranch sebaiknya di pagi hari atau sore hari karena pada siang hari matahari bersinar sangat terik. Pastikan membawa sun block agar tidak terpapar sinar mentari yang menyengat.

Setelah puas bermain di sana kami makan siang di Mang Engking cabang Lembang dan sorenya mandi di Sari Ater.

bandung (182 of 192)

Menurut saya makanannya masih lebih enak Mang Engking yang di Depok UI. Kalau viewnya lumayan asri dan hawanya sejuk tanpa AC. Enak sekali buat leyeh-leyeh siang hari sambil tiduran di sini.

Setelah kenyang kami menuju Sari Ater untuk mencoba mandi air panas.

bandung (185 of 192)
Air panas

Secara keseluruhan pemandian Air Panas Guci Tegal Jawa Tengah lebih bagus daripada Sari Ater ini. Airnya lebih hangat dan tidak terlalu bau belerang.

Overall, perjalanan ke Lembang ini menyenangkan. Tempatnya dingin, cocok untuk berlibur keluarga yang tinggal di daerah panas macam Jakarta dan sekitarnya.

Bagaimana pengalaman Anda ketika ke Lembang?

Iklan

Jalan-jalan ke Kampung Gajah dan Kampung Daun

Beberapa waktu yang lalu kami sekeluarga memutuskan untuk pergi ke Bandung setelah mungkin sekitar 3-4 tahun tidak pergi ke sana. Alasannya adalah trauma. Trauma dengan macet di Bandung dan Puncak. Jadi kami sangat menghindari pergi ke Puncak atau ke Bandung. Sehari sebelumnya, pas hari Jumat, saya bertanya kepada teman-teman di kantor. Ke mana lagi ya liburan di seputar Jakarta? Taman Mini bosen. Dufan bosen. Tenda Mongolia sudah. Michael Resort sudah. Sentul dan sekitarnya sudah. Ragunan bosen. Taman Safari sudah. Gunung Bunder dan air terjunnya sudah. Anyer gitu-gitu aja. Ujung Genteng, Tanjung Lesung, dan Sawarna kejauhan. Musti cuti 1 atau 2 hari di luar Sabtu Minggu supaya tidak terlalu lelah dan liburannya cukup dinikmati. Mal bosen. Museum? Di TMII bosen. Di luar TMII biasanya tidak terawat, bau debu, dan auranya Conjuring. Trus aku lebih suka outdoor. Mau camping lagi musim hujan. Akhirnya ada yang menganjurkan ke Kampung Gajah di Lembang. Setelah google, foto-fotonya sepertinya asyik. Ya sudah Sabtu habis subuh langsung google cari hotel. Sari Ater yang ada air panasnya habis. Full booked. Akhirnya nemu di Setiabudi, Banana Inn Hotel yang berbintang 4. Not bad, affordable, gak terlalu jauh dari kota, dan gak terlalu jauh juga dari Kampung Gajah. Dekat Paris Van Java kalau mau ke mal.

Berikut adalah foto-foto di hotel.

Hari pertama kami berencana ke Tangkuban Perahu, namun karena hujan dan sudah sore dianjurkan tidak ke sana oleh teman yang tinggal di Bandung. Diusulkan pagi harinya saja, baru ke Kampung Gajah. Jadi sore itu kami berenang saja di hotel.

Paginya setelah sarapan mereka berenang lagi di hotel setelah sarapan. Akhirnya keluar hotel pas check out dan langsung ke Kampung Gajah. Sayang di sana hujan terus sehingga sebagian besar permainan outdoor tidak dioperasikan. Akhirnya kami hanya mencoba naik robot Bumblebee (sangat tidak sepadan dengan harganya, 150 ribu rupiah hanya untuk 2 putaran). Mesinnya dari motor Mio yang tidak bertenaga dengan beban berat di atasnya. Menurut saya, tidak perlu dicoba. Anak-anak sih senang. Tapi harganya semahal itu, sangat tidak layak untuk dicoba. Yang kedua kami mencoba Rumah Teror, di man pengunjung wahana naik kereta di atas rel masuk ke ruangan super gelap, dengan boneka, pocong, dan petugas berpakaian yang mencoba menakut-nakuti kami. Sebagai penggemar film Conjuring dan Insidious, wahana ini tampak menggelikan ali-alih menakutkan. Hanya saya dan Rayyan yang mencoba. Aila dan mamahnya lihat-lihat baju di toko. Tipikal para wanita. Sigh.

Setelah itu kami cabut untuk makan siang di Kampung Daun. Begitu parkir dan mencoba reservasi, menunggu antrian ke-10. Akhirnya sambil menunggu reservasi saya memesan 3 kerak telor, bala-bala, ketan bakar, pisang aroma, dan segelas bandrek. Suhu yang dingin dibalut hujan yang tak berhenti dibalas dengan kenikmatan bandrek hangat dengan kelapa dan jagung muda. Rasanya AMAZING.

Setelah kami mendapat giliran, di dekat air terjun, perut kami sudah kenyang, sehingga hanya memesan minum saja. Harga makanannya cukup mahal. Tempatnya sangat bagus. Romantis dan indah. Yang dijual di sini adalah keindahannya. Setelah puas berfoto-foto, kami pulang ke Jakarta, dengan tidak lupa memakan dengan nikmat ikan wader garing dan ayam goreng Ciganea di Rest Area tol. AMAZING. Murah dan super nikmat.

Kesimpulan:

– Pesan hotel jauh-jauh hari, lewat online lebih murah daripada telpon langsung ke hotelnya
– Bawa kasur pompa supaya tidak perlu bayar extra bed
– Ke Kampung Gajah, datanglah di musim panas. Jangan musim hujan. Tidak seperti di Trans Studio yang tertutup, aman segala cuaca.
– Ke Kampung Daun enaknya minum-minum dan makan cemilannya. Makan di luar yang enak dan murah, mampir ke Kampung Daun untuk dapat suasananya

Selamat berlibur.

Kalau ada yang punya alternatif fotografi outdoor di Jakarta atau tempat wisata seputar Jakarta lainnya, mohon dishare di komentar yaa.. TIA.