Delphi vs Java


Terus terang saya pengguna Delphi dari Delphi 1 hingga sekarang Delphi
10 (2006). Saya beli lisensi Borland Delphi Studio 2006 Profesional
(IDEnya support untuk 4 Bahasa yaitu Delphi .Net, Delphi Win32, C#,
dan C++), seharga lebih kurang 1000 USD (dulu kursnya jadi sekitar 8
jutaan). Sekarang Turbo Profesional lebih murah, harganya cuma sekitar
400 USD. Bahkan Turbo Explorer gratis untuk dipakai keperluan komersial!

Untuk Java, saya mengenalnya dari tahun 1996, dan intensif digunakan
dalam production sejak tiga tahun terakhir. OOPnya menurut hemat saya
lebih baik daripada Delphi, namun keduanya lebih mirip untuk
disandingkan, ketimbang menyandingkan C++ dengan Java.

Sekarang bicara Java dengan Delphi. Belajar Java setelah tahu Delphi,
menurut hemat saya, tidaklah selalu merupakan proses migrasi. Setelah
mengenal kedua bahasa tersebut (sekaligus IDEnya), belajar Java
setelah Delphi adalah ekspansi, dan sebaliknya. Ada beberapa nature
project yang lebih cocok menggunakan Delphi, ada yang cocok dengan
Java, dan ada pula yang lebih perfect kalau menggabungkan keduanya.
Sudah jelas bahwa Delphi sangat matang dalam hal visual inheritance,
RAD untuk prototyping, productive component reusability (lihat betapa
mudahnya membuat komponen baru dengan TFrame secara visual, atau
hardcore dengan unit inheritance dengan abstraksi dan pemodelan).

Sebaliknya, Java menawarkan konsep write once run everywhere, fully
open source, IDEnya bermacam-macam, banyak sekali yang gratis
(Eclipse, NetBeans, JDev, dsb). Dari sisi GUI Development, saat ini
yang cukup mudah dipakai bagi programmer Delphi adalah NetBeans 5.5.
Eclipse 3.2 dengan plug in VE masih cukup sulit digunakan jika
dibandingkan dengan NetBeans 5.5. IDE terbaik saat ini menurut saya
adalah IntelliJIdea, yang sayangnya komersial. Java biasanya saya
gunakan untuk aplikasi enterprise, misalnya untuk messaging, queue
handling, web server, dsb. Meskipun untuk desktop juga bisa dengan
komponen Swingnya. Namun saya lebih suka membuat aplikasi desktop di
Delphi, ketimbang dengan Java.

Untuk saya pribadi, ketika ada project berbasis windows dan GUI, saya
pilih Delphi. Untuk project transaction based di mana yang muncul di
layar console adalah log transaksi dan aplikasi enterprise digunakan,
saya pilih Java, terutama kalau mesti jalan di luar platform windows.
Dan ketika mungkin, saya pakai Delphi untuk front end application, dan
Java disisi back end sekaligus koneksi pooling ke RDBMS.

Alhamdulillah, ini sekalian promosi, saya baru saja menulis sebuah
buku Dari Pascal ke Java, yang sudah diterima oleh sebuah penerbit di
Bandung dan siap untuk diterbitkan. Semoga buku tersebut bisa
bermanfaat untuk rekan-rekan semua yang ingin belajar Java, untuk
ekspansi, dan BUKAN untuk migrasi semata-mata. Terima kasih banyak
juga untuk Mas Totok yang sudah mengenalkan saya dengan penerbitnya.

Bagaimana dengan nasib Delphi? Saya sih masih yakin, Delphi akan terus
ada (bahkan roadmap Delphi yang diutarakan pada saat Borland Developer
Day dulu di Cilantro, akan ada Delphi for Vista). Mungkin nanti, bila
kemampuan IDE Java untuk Desktop Application sudah secanggih Delphi
saat ini, mungkin saya bisa konsen di Java. Itupun jika Delphi
berhenti berinovasi. Namun selama itu belum terjadi, dan kebutuhannya
di windows, SPEED jadi ukuran (baik develoment maupun executablenya),
maka Delphi adalah jodoh saya. Hehehe..

Iklan

Posted on Januari 17, 2007, in Pemrograman, Ulasan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: