Life of Pi (2012)


Visually stunning, incredibly breathtaking, and beautifully crafted. Life of Pi is a movie about survival and finding God. Ang Lee brings an original experience of watching an almost unfilmable story in a rich 3D. Superb and deserve 10 / 10.

Sabtu kemarin nonton bertiga bersama istri dan Aila. Entah kenapa, meski belum membaca bukunya (dulu sempat penasaran lihat di Gramedia), aku kok jadi kesengsem pengen banget nonton film ini. Hari Jumat kemarin di kantor sempat lihat review di IMDB dan Rotten Tomatoes dua-duanya sepakat bahwa film ini layak tonton. Jadilah setelah mengambil mobil yang selesai diperbaiki di Pondok Jagung, kami bertiga mampir ke Living World untuk menonton filmnya. Hasilnya aku berikan applause sambil standing ovation setelah filmnya selesai. Simply amazing! Rayyan tidak ikut menonton film ini karena Sabtu dia ada ekstrakurikuler Robotic. Akhirnya tadi setelah arisan keluarga di Pondok Cabe, kami sepakat menonton kembali film ini. Kami semua sangat menyukai keindahan film ini. Luar biasa.

Film ini diangkat dari novel karya Yann Martel yang laris manis dan mendapat penghargaan Man Booker Prize. Filmnya bercerita tentang seorang lelaki India yang mengalami musibah di tengah laut bersama keluarganya, namun akhirnya berhasil selamat setelah terapung di tengah laut selama 227 hari.

Udah? Cuma gitu doang? 10 / 10? Bukannya Cast Awaynya Tom Hanks juga mirip begitu ceritanya?

Okay, alasan mengapa saya begitu suka film ini adalah:

  1. 3Dnya nggak pelit. Banyak sekali film 3D yang hanya dibuat untuk mengeruk keuntungan dengan tiket yang lebih mahal. 3D di film ini sangat bagus dan menunjang keindahan film ini
  2. Sinematografinya superb. Padahal dibuat dengan CGI. Efek komputer. Tapi indahnya luar biasa! Di film ini Spesial FXnya ajib dan memegang peranan luar biasa penting
  3. Mengetengahkan kisah tentang NEVER LOSE HOPE. Pertanyaan pertama yang saya ajukan ke Rayyan setelah menonton film ini adalah, “Rayyan, apa yang bisa kamu ambil dari film tadi?”. Ia menjawab, jangan pernah putus harapan
  4. Di akhir cerita ada twist ending yang cukup shocking, yang mengingatkan kita bagaimana kita menerima agama yang kita anut

Pada intinya tidak ada kebenaran mutlak. Kita meyakini apa yang kita percayai benar. Itulah kekuatan iman. Paduan antara logika, perasaan, dan intuisi. Ilmu pengetahuan hanya berpihak dengan logika. Namun agama, lebih dari itu. Saya sendiri, terlahir sebagai muslim karena orang tua yang muslim. Namun setelah dewasa saya membandingkan dengan agama lain yang ada, dan merasakan bahwa Islamlah yang saya yakini kebenarannya. Saya jatuh cinta dengan Al Quran dan akhlak Rasulullah Muhammad SAW. Karena itulah saya memilih Islam sebagai jalan hidup saya di dunia ini.

Mirip dengan ending dari film ini yang menawarkan dua versi cerita bagaimana Pi terombang-ambing di lautan Pasifik, mana yang lebih Anda sukai untuk dipercayai. Versi ia menjalin hubungan dalam kapal sekoci bersama harimau Benggala yang buas yang indah namun sulit untuk diterima akal ataukah versi yang lebih masuk akal namun brutal?

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

7 respons untuk ‘Life of Pi (2012)

  1. wow…itu kata pertama ane pas nonton,
    ya wow 3d-nya, ga nanggung2 dah..and pasti ceritanya yg ane rasa ‘kontemplatif’..(halah2 bahasanya)

    penasaran juga pengen nyari bukunya nih…hihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s