#FFKamis – Kebaya Pertama


Suara dering telepon mengagetkan Rina di kamarnya.

“Hai Tamara! Apa kabar?”
“Baik, Rin! Eh elo jadi kan datang di Metro TV pagi ini?”
“Jadi doong.. Eh gue baru mau pake kebaya nih buat syuting.”
“Oke kalau gituu.. ketemu di sana yaa, Cyiin?”
“Okeeee.. byeeeee!” tutup Rina.

Rina memilih bra,  celana dalam, dan kebaya bermotif batik yang dia beli secara online. Kebaya ini adalah kebaya pertama yang ia pakai seumur hidupnya.

Sesampainya di studio TV, seorang lelaki memberikan sebuah map berisi naskah yang harus ia pelajari.

“Rinaldi Indrawan?” tanyanya ragu.
“Iya, Mas. Panggil saja saya Rina,” kata Rina sambil tersipu malu.

Img1


Tulisan fiksi ini ditulis sebagai bentuk kontribusi #FFKamis dengan topik Kebaya. Jumlah kata harus tepat 100, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Gambar diambil dari sini.

 

 

Iklan

Posted on April 21, 2016, in Fiksi, Flash Fiction and tagged , . Bookmark the permalink. 19 Komentar.

  1. Hahahaha saya suka ceritanya…

  2. itu laki jadi banci “gara-gara kebaya” hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: