#FFKamis – Tragedi Kolak Biji Salak


Setiap tahunnya, selama bulan Ramadan, hanya takjil kolak biji salak buatan tetanggaku yang kunanti. Ketika azan berkumandang, beduk ditabuh bertalu-talu, dan doa berbuka puasa dipanjatkan, kolak buatan Rina yang cantik itu sudah siap untuk kusantap.

Sore itu, Ramadan hari ke-18, rumahnya sudah banyak orang. Luar biasa pikirku. Banyak sekali ternyata yang menyukai kolak biji salak buatan Rina.

bijisalak.jpg

“Mbak, antri beli kolak juga ya?” tanyaku pada seorang wanita di depan rumahnya.

“Nggak, Mas. Loh belum tahu ya? Rina ditemukan meninggal di dapurnya tadi siang. Kolaknya tumpah berceceran di lantai dapurnya”.

Aku diam terpaku memikirkan harus berbuka puasa pakai apa hari itu.


Jumlah kata dalam flash fiction Kamis ini yang bertema Takjil adalah tepat 100 kata. Gambar di ambil dari sini.
Iklan

Posted on Juni 23, 2016, in Fiksi, Flash Fiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 23 Komentar.

  1. endingnya unpredictable 😅😅

    • Itu yang saya cari setiap bikin FlashFiction Mas. Jumlah katanya terbatas, harus ada twist di belakang. Beda sama cerpen biasa. Makanya kalau ada tantangan bikin FF dan saya gak dapat ide twist, biasanya saya skip.

      Thx a lot buat komennya.

  2. Klo ak sdh menduga endingnya saat ada kata2 banyak orang…

  3. Lho mas saya kok baru tahu biji salak bisa di buat kolak? Emang enak?

    Lugu pikirannya ha ha ha…. Mikirin kolaknya.

  4. turut berduka untuk bu rina…..ini pak wisnu pasti akan buat biji salak dan menjadi penerus bu rina…

  5. kalau nggak ada biji salak…. biji nangka juga enak 😀

  6. Waduh! Seramnyo! 😐

    Salam kenal mas Wisnu! -dari temennya Winny Marlina-
    Haha.

    Cheers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: