#FFKamis – Cintaku Pupus di Waru Doyong


“Dek, sudah tak tahan Mas untuk meminang dirimu” kata Tanto dengan mupeng.

“Sabar ya Mas. Inilah mengapa aku mengajakmu pulang kampung sekarang. Sudah saatnya keluargaku mengenalmu, Mas sayang..” timpal Rianti dengan penuh kelembutan.

“Tapi.. apa ayahmu mau menerimaku yang supir bus ini sebagai menantunya? Apalagi Mas sudah punya istri.”

“Jangan kuatir Mas. Cinta kita akan menaklukan kekerasan ayahku. Percayalah padaku.”

“Dek, kok kita berhenti di sini?” tanya Tanto keheranan.

“Ini kampungku, Mas. Biarpun rumah di sini sempit-sempit tapi kami saling berdekatan satu sama lain.”Img3

Keesokan harinya warga kampung menemukan Tanto tergeletak pingsan di sebuah tempat pemakaman umum Desa Waru Doyong.


Kontribusi Flash Fiction Kamis  berjumlah 100 kata dengan topik Kampung. Gambar dari sini.
Iklan

Posted on Juli 21, 2016, in Fiksi, Flash Fiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: