Ulasan Buku “BLOGGING: HAVE FUN AND GET THE MONEY”

Semalam saya mencoba mencari buku yang ditulis oleh Carolina Ratri ini di Toko Buku Gunung Agung Senayan City. Ketika datang ke sana bukunya ternyata belum masuk. Dari pencarian di komputer, buku ini tidak dapat ditemukan, baik dengan menggunakan judul maupun pengarang.

IMG_5453

Menurut pramuniaga yang melayani saya dengan penuh kasih sayang antusias, kecepatan sebuah buku masuk ke tiap gerai buku berbeda-beda. Menurut hukum fisika, kecepatan sebuah benda berbanding lurus dengan jarak tempuh dan berbanding terbalik dengan waktu tempuh. Jika waktu tempuh pengiriman buku lama karena macet atau ban kempes, maka kecepatan masuknya buku ini bisa rendah juga. Walah ini kok malah membahas pelajaran fisika, ya?

OK, kembali ke laptop.  Saya termasuk orang yang kalau udah kebelet pengen sesuatu, harus kejadian. Jadi meski semalam saya gagal membawa pulang buku Blogging: Have Fun and Get the Money (BHFGM) ini, saya harus mendapatkannya hari ini. Padahal pagi tadi saya harus berada di German Center BSD yang jaraknya jauh dari kantor untuk keperluan BCP, dan baru sore kembali ke kantor di Senayan. Kalau mau beli buku langsung berarti harus menunggu pulang kantor dan bermacet-macet ria ke toko buku lain, misal Gramedia Plaza Semanggi atau Gramedia Pondok Indah. Hmm.. sayang waktu terbuang percuma hanya untuk mendapatkan buku ini di tangan. Mau tidak mau harus pintar-pintar memanfaatkan teknologi di era digital seperti yang pernah saya tulis sebelumnya.

Dari dalam kereta Commuter Line arah Stasiun Palmerah, saya langsung Googling mencari info telepon Gramedia Plaza Semanggi.

IMG_5462

Langsung saya telepon dan memastikan stok bukunya tersedia. Alhamdulillah, ada! Satu stok bahkan disimpan ke Customer Service agar dipastikan saya mendapatkan buku ini. Maklum ini buku masih hot, dan para blogger atau mereka yang ingin terjun ke dunia blogging bisa kalap ingin mendapatkan buku ini. Saya tentu saja tidak mau kehabisan.

Ketika berjalan menuju gedung kantor saya bekerja, langsung saya buka aplikasi GOJEK, pilih Go Mart, kemudian memasukkan Gramedia Semanggi.
IMG_5465

Setelah selesai menekan tombol ORDER, wajah kurir GOJEK muncul di layar HP saya.

IMG_5466

Sembari menunggu buku, saya melanjutkan pekerjaan saya, menghadiri meeting, membalas e-mail, dan sebagainya. Tidak lama kemudian buku yang saya tunggu-tunggu akhirnya hadir juga. Alhamdulillah!

Senyum manis Abang Gojek
Senyum manis Abang GOJEK menyerahkan buku yang diidam-idamkan!

Setelah jam kerja berakhir langsung saya buka plastik pembungkusnya dengan perlahan dan penuh kehati-hatian agar tidak menggores cover buku yang cantik ini. Sebelum membaca saya coba membuka-buka halamannya untuk melihat kualitas kertas, font tulisan yang digunakan, ilustrasi gambar dalam buku, dan tentu saja daftar isi.

Inilah komentar saya dari sekilas pandang untuk mendapatkan kesan pertama, apakah buku ini tampak meyakinkan atau tidak. Sebagai seorang penulis buku yang bukunya pernah hadir di Gramedia dan Gunung Agung, saya tentu saja tertarik untuk membandingkan dengan buku yang pernah saya tulis dulu tentang dunia pemrograman beberapa tahun yang lalu, setidaknya dari segi fisik, bukan dari konten.

  1. Cover Buku
    Gambar ilustrasi cukup OK, menggambarkan seluk beluk dunia blogging. Judulnya ditulis dalam Bahasa Inggris, yang mencoba memberikan efek keren dan gaul, namun memiliki drawback juga. Pembaca yang tidak teliti dan melihat di rak buku dan menghindari buku asing, akan mengira ini buku yang menggunakan Bahasa Inggris. Coba bandingkan bila judulnya Asyiknya Ngeblog dan Dapat Duit! Saya rasa masih dapat efek gaulnya dan konsisten dengan isi bukunya yang memang menggunakan Bahasa Indonesia.
  2. Font yang digunakan enak dilihat, konsisten dengan pembagian seksi buku, termasuk penggunaan bahasa asing.
  3. Gambar ilustrasi mayoritas tetap jelas dilihat, meski sudah dicetak dalam bentuk buku. Biasanya ketika kita menulis buku di komputer, gambar ilustrasi memang jelas. Namun ketika dicetak gambarnya kabur. Penulis rupanya cukup teliti dalam memastikan gambar tetap enak dilihat meski ukurannya kecil.

Sampai tahap ini, saya merasa yakin (believe) dengan buku ini, meski baru sekilas. Percayalah, jika sering membaca buku, Anda akan mudah memutuskan untuk terus membaca atau tidak meski hanya melihat sekilas (padahal buku yang saya baca gak banyak-banyak amat hahahahahahahahahahahaha….Hush! Cukup menertawakan diri saya, kita fokus lagi ke buku ini).

Dari sisi konten penulis mengawali dengan cukup baik mengenai mengapa kita harus blogging, apa saja manfaatnya, dan ajakan blogging yang menghasilkan keuntungan secara finansial. Di bab pertama ini penulis mengajak kita blogging for fun hingga bisa mendapatkan banyak keuntungan, tanpa melupakan blogging for living with heart.

Di chapter 2, saya mendapatkan banyak sekali tips bagaimana kuatnya blog personal kita jika topik yang dibahas mengerucut pada topik tertentu. Istilahnya penulis adalah blog ber-niche. Jujur saya sudah mulai ngeblog dari jaman Friendster (duh ketahuan deh tuanya), Multiply jaya hingga sekarat dan mati, sampai akhirnya mengekspor kontennya ke WordPress ini. Dari dulu sampai sekarang hingga akhirnya saya baca buku ini, saya sempat tidak peduli dengan blog yang isinya mengerucut seperti ini. Saya hanya peduli bahwa saya akan berbagi apapun yang saya pikir bermanfaat atau apapun yang secara pribadi saya sukai. Ternyata dengan memiliki blog yang fokus topiknya akan memiliki banyak manfaat, misalnya lebih mudah dijadikan tambang uang, lebih mudah menjaring pembaca yang loyal, dan tentu saja membuat kita lebih fokus dalam menulis. Chapter 2 ini ditutup dengan gong yang sangat kuat, tips dasar SEO (Search Engine Optimization) alias bagaimana blog kita bisa dioptimalkan agar peringkat blog kita menjadi maksimal ketika dicari dari mesin pencari, misalnya Google.

Di chapter 3 kita diajak untuk meningkatkan kualitas kita dalam menulis. Berbagai tips menulis yang jarang kita dengar diberikan di sini.

Di chapter 4 penulis membahas mengenai Job Review, yaitu order ngeblog berbayar dari seseorang atau perusahaan sesuai pesanan. Aih indahnya ketika fase ini bisa kita dapatkan. Jangan kedip ketika baca bab ini. Eh.. gak mungkin ya kalau gak kedip? Maksud saya fokus baca di bagian ini karena banyak harta karun buat kita dapat penghasilan dari blogging. Ingat-ingat ya, chapter 4!

Di chapter 5, penulis menampilkan hasil wawancara dengan para blogger yang punya pengalaman mendulang uang dari blognya. Banyak tips penting dibagikan di sini. Highlight yang penting dan implementasikan!

Pada chapter 6, penulis membahas tentang cara mendapatkan uang dengan Ad Sense dan afiliasi dengan blog e-commerce macam Amazon, Lazada, dan Bilna. Ini jurus baru yang pernah saya endus di blog langganan saya, namun baru kali ini dipreteli jeroannya oleh penulis. Penting untuk disimak!

Terakhir, pada chapter 7, penulis memberikan tips untuk merawat blog yang kita kelola dengan memeriksa ada tidaknya pranala yang terputus, selalu terus meremajakan isinya, terus belajar agar materinya bertambah, dan terus berbagi kepada pembaca. Terakhir kita diminta bersilaturahim dengan sesama blogger, baik di dunia maya maupun dunia nyata.

Kesan saya terhadap buku yang memiliki 245 halaman ini adalah sangat positif! Saya merekomendasikan buku ini kepada siapa saja yang suka ngeblog, khususnya mereka yang ingin blognya bisa mendatangkan keuntungan, terutama secara finansial. Buku ini akan saya baca secara lebih mendalam lagi untuk membantu saya merapikan dan menyiapkan blog saya agar lebih menarik dan bisa mendatangkan keuntungan selain kepuasan pribadi. Jika ada yang mau pinjam buku ini, akan saya tolak mentah-mentah. Saya akan memintanya untuk membeli langsung di toko buku, karena buku ini akan bermanfaat dijadikan referensi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Ini bukan masalah pelit atau tidak, tapi memang buku ini terlalu sayang untuk tidak dimiliki.

2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 470.000 kali di 2014. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 20 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 180,000 times in 2013. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 8 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

19,000 people fit into the new Barclays Center to see Jay-Z perform. This blog was viewed about 97,000 times in 2012. If it were a concert at the Barclays Center, it would take about 5 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Statistik Blog Wisnu Widiarta

Frekuensi kunjungan ke blog tertinggi di Juli 2012. Trendnya menaik

Alhamdulillah, dari bulan Oktober 2010 mulai menulis di WordPress, kecenderungan view situs ini meningkat dengan baik. Puncaknya total diakses 9785 kali di bulan Juli 2012.
Mari kita lihat artikel yang paling banyak dibaca di situs ini.

Artikel teratas yang paling sering dibaca orang

Artikel nomor 1 yang paling banyak dibaca ternyata reviewku di Michael Resort Gunung Bunder. Berarti resort yang terletak di kaki Gunung Salak ini cukup terkenal dan banyak dicari orang. Ini juga menunjukkan orang banyak yang menggunakan internet untuk informasi liburannya. Berarti kalau makin banyak tulisan seperti ini bisa mendongkrak kunjungan.

Artikel kedua adalah Sistem Informasi Persuratan yang memberikan freeware aplikasi Sisurat. Di mana-mana barang gratis pasti banyak diminati. Kalau teman-teman punya blog dan ingin banyak dikunjungi berarti salah satu triknya adalah memberikan aplikasi gratis. Pastikan aplikasinya tidak bervirus, bermanfaat, dan tidak melanggar hak cipta.

Artikel ketiga adalah review film The Grey yang aku sandingkan dengan sahabat Rasul Umar Bin Khattab. Ini kemungkinan besar beliau memang banyak yang menyukai dan melakukan pencarian di Google lalu nyangkut di artikel ini. Berarti, menggunakan judul yang tepat bisa mendongkrak kunjungan ke situs.

Berikutnya adalah tips jalan-jalan ke luar negeri. Rupanya banyak golongan menengah yang ingin jalan-jalan murah ke luar negeri. Lagi-lagi tentang jalan-jalan. Jelas menulis blog tentang traveling adalah salah satu cara tepat mencari pembaca.

Kartu kredit Permata tanpa disangka masuk peringkat yang cukup tinggi. Mungkin mulai banyak pengguna kartu kredit yang ingin berhati-hati daripada terkena jebakan Batman. Ini indikasi yang menarik tentunya, dan harapannya positif. Tidak melulu masalah belanja tapi ada juga prinsip kehati-hatian sebelum menggunakan kartu kredit tertentu agar tidak dijebak oleh bank yang berorientasi pada uang semata.

Berikutnya lagi-lagi tentang jalan-jalan. Memberikan ulasan untuk jalan-jalan definitely cara yang baik untuk berbagi informasi di internet. Banyak juga pengunjung tempat wisata yang berbagi informasi, sehingga tidak hanya 1 orang saja yang berbagi informasi ini.

Terakhir adalah 10 aplikasi favorit di iPad. Rupanya pengguna iPad banyak juga yang mencari referensi aplikasi apa yang wajib dipunyai. Daripada membeli lalu kecewa (atau jailbreak? :p) lebih baik mencari masukan dari pengguna yang sudah menggunakannya.

Kesimpulannya adalah artikel jalan-jalan atau kunjungan wisata masih menjadi primadona di blog ini. Lainnya adalah tentang freeware dan teknologi atau gadget.

Berikutnya profil asal pengunjung situs.

Asal kunjungan

Secara sebagian besar blog ini ditulis dalam Bahasa Indonesia, maka pengguna terbanyak jelas ada di Indonesia, lalu tersebar di seluruh dunia. Yang menarik, tidak ada orang dari Cina yang mengunjungi situs ini. Kemungkinan besar karena memang internet di sana disensor, termasuk Google sekalipun! Orang Greenland juga tidak ada yang mengunjungi situs ini. Penduduknya memang di bawah 60 ribu orang. Jauh beda dengan Jakarta yang mencapai 10 juta orang 🙂 Karena dinginnya Greenland orang rata-rata tinggal di daerah pantai, dan mungkin hal yang menarik buat mereka adalah sesuatu yang menghangatkan tubuh mereka  dan bukan blog ece-ece seperti ini hehehe… Yang jelas sih kendala bahasa, meski google bisa translate hampir semua situs di dunia ini. Sebagian besar Afrika juga tidak ada yang mengakses situs ini. Sepertinya hanya Nigeria dan Afsel saja yang pernah. Mungkin yang lainnya boro-boro internetan. Cari makan dan air saja sudah sulitnya minta ampun. Jadi penasaran, kalau aku buat tulisan berbahasa Inggris tentang diamond di Afrika, apakah warna arsirannya akan lebih banyak dari sekarang? We’ll see!

Kesimpulannya pengunjung situs ini jelas yang bisa berbahasa Indonesia atau mau menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atau punya ketertarikan dengan Indonesia. Dan itu berarti orang Indonesia sudah pergi ke mana-mana ke daerah yang diarsir di atas. Wah hebat juga ya?

Bagaimana dengan blog Anda?

Blog vs Blog Mikro

Aku tergerak menulis postingan ini setelah membaca postingan kawan lama di Multiply, Rifky si Jampang. Dia tergerak untuk menulis postingannya untuk mengikuti kontes “Blogger Return Contest”. Postingan ini sendiri tidak aku maksudkan untuk ikut kontes tersebut. Ada beberapa alasan mengapa aku tidak berminat mengikuti kontesnya (tak perlulah aku tulis di sini 🙂 ), namun aku tertarik untuk menulis issue yang diangkat dalam kontes tersebut yang mengklaim bahwa semakin populernya microblogging seperti Tumblr dan Twitter atau jejaring sosial seperti Facebook dengan statusnya maka  kecenderungan netters untuk menulis dalam blog menjadi menurun. Klaim ini seharusnya dibuktikan dengan penelitian yang serius, melibatkan banyak data yang tepercaya agar meyakinkan.

Agar tidak terjebak dengan hanya klaim, aku melakukan penelitian kecil-kecilan untuk mencari informasi di internet apa memang benar blog mikro akan membunuh blog? Salah satu situs hasil pencarian di Google, membawaku ke sini. Dalam grafik yang ditampilkan pada suatu kurun waktu tertentu di tahun 2009, pengunjung unik WordPress melonjak tajam ketika jumlah pengunjuk unik Twitter membentuk suatu garis datar. Artinya, kebutuhan orang untuk mencari informasi lengkap dan lebih tepercaya melalui situs blog, masih tetap tinggi. Jika sebuah blog memang menarik dan memiliki konten yang bermutu, maka ia akan punya penggemarnya sendiri. Orang juga cenderung untuk melakukan penelitian yang bersumber dari blog, bukan dari blog mikro. Mengapa? Karena blog menawarkan informasi yang lebih lengkap dan banyak referensi yang mendukung argumentasi dari artikelnya. Dengan blog, informasi yang diperoleh jauh lebih lengkap.

Apakah blogging lebih baik daripada mikroblogging? Tidak juga! Mereka sebenarnya saling bersimbiosis. Keduanya punya kekuatan yang berbeda dan saling dapat menunjang. Mari kita lihat karakteristik keduanya.

Blog biasa:

  1. Pada umumnya tidak ada batasan dalam jumlah karakter yang ditulis
  2. Membutuhkan waktu khusus untuk sengaja menulisnya dan untuk membacanya
  3. Lebih lengkap dalam mengekspresikan gagasan atau lebih lengkap dalam memberikan informasi atau pengetahuan untuk dibagikan kepada masyarakat dunia. Biasanya ditulis dengan lebih cermat dan membutuhkan pemikiran yang cukup dalam sebelum menuliskannya

Mikroblog:

  1. Pada umumnya terbatas dalam jumlah karakter yang ditulis
  2. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sengaja menulisnya dan untuk membacanya
  3. Informasi yang diberikan lebih bersifat responsif dan merupakan lintasan dalam benak penulisnya pada saat informasinya ditulis

Dari karakteristiknya, keduanya tidak saling menggantikan. Siapa sih yang suka microblogging?

  1. Orang yang memang tidak suka atau merasa tidak bisa menuangkan gagasannya atau berbagi ilmu via tulisan panjang,
  2. tidak punya banyak waktu untuk duduk meluangkan waktu menuliskan sesuatu
  3. Putus asa merasa telah menulis panjang lebar namun tidak ada yang membaca tulisannya. Ingat film Julie and Julia?

Untuk yang pertama, sebenarnya bisa karena memang tidak berbakat, atau memang tidak punya minat untuk belajar melakukannya (baca: malas belajar). Mungkin memang budaya menulis kurang dikembangkan di sekolah dasar. Untuk yang kedua, tanpa kedisiplinan memang sulit untuk sengaja menulis artikel panjang. Dengan kesibukan yang luar biasa orang cenderung tergoda untuk aktif di blog mikro dan tidak mengasah kemampuan untuk menulis panjang. Untuk yang ketiga sebenarnya Multiply adalah salah satu jejaring sosial yang menarik, karena setiap kita posting ada Message Board yang menuliskan semua postingan yang baru ditulis di antara sesama bloggers atau yang aktif diberikan komentar. Aku sendiri sempat menggunakan Multiply selama sekitar 4 tahun. Namun karena adanya bugs, tampilan yang kurang menarik, dan sempat dihentikannya akunku sementara karena dituduh menyebarkan konten yang mengandung hak cipta (padahal aku sendiri yang membuatnya), dan menyebabkan terhapusnya semua kontak, akhirnya aku berpindah ke WordPress. Untuk tetap menarik teman membaca postinganku di sini, aku mengatur agar setiap kali posting di sini bisa otomatis muncul di Facebook, Twitter, dan Yahoo!. Memang jumlah komentar yang muncul tidak sebanyak yang aku dapatkan di Multiply, tapi aku tidak mau dibatasi keinginan menulisku karena jumlah komentar. Motivasiku menulis di blog adalah berbagi. Mottoku adalah sharing is knowing how to love, and loving is knowing how to share. Dalam agama Islam, perintah pertama kepada Nabi Muhammad adalah iqra, artinya bacalah! Kita membaca karena ada sesuatu untuk dibaca (baik yang tersirat maupun yang tersurat). Tulisan mengabadikan apa yang ingin kita baca dan membuat kita bisa berbagi apa yang bisa dibaca itu kepada sesama. Tulisan yang panjang tentu saja berpotensi memberikan lebih banyak informasi daripada tulisan singkat, bukan?

Sekarang mari kita lihat karakteristik blog mikro.  Blog mikro cocok untuk:

  1. ngobrol ngalor ngidul
  2. sekedar saling menyapa antara netters
  3. berbagi tips
  4. berbagi cerita yang sedang trend
  5. curhat cepat
  6. humor singkat
  7. sastra singkat seperti pantun
  8. jualan
  9. sebagai tautan ke Blog!

Bagaimana dengan blog sendiri? Apa saja yang cocok?

  1. Tulisan karya sastra panjang, seperti cerpen, cerber, puisi panjang
  2. Artikel argumentatif atau persuasif
  3. Berita yang lengkap
  4. Tutorial lengkap tentang hobi (fotografi, pemrograman, masak, dsb)
  5. Ulasan tentang berbagai hal yang biasanya mengandung tips dan saran
  6. Jualan

Bagaimana membuat orang lain membaca blog kita? Salah satunya dengan melempar tautannya ke mikroblog! Postinganku di WordPress ini aku link ke Twitter dan Facebook. Sekali posting di WordPress maka otomatis tautan dan sedikit bagian awal dari blog akan muncul di Facebook dan muncul dalam tautan mini di Twitter. Dalam situs ini, disebutkan bahwa 3.5 milyar konten (blog, berita, dan sebagainya) diposting di Facebook setiap minggunya. Terbukti bahwa blog mikro menjadi sarana efektif untuk membagikan informasi yang lebih lengkap!

Jadi sebenarnya blog dan mikroblog tidak saling membunuh, tapi bisa saling membutuhkan, dan punya tujuan yang berbeda. Bahwa semakin sibuk seseorang, biasanya akan lebih produktif dengan blog mikro. Dalam lima hari terakhir aku lembur di kantor sampai pagi tapi aku tetap melakukan blogging  untuk menulis ulasan film yang aku tonton pada saat makan siang atau malam hari. Memang postingan microblogging untuk menuliskan apa yang terlintas dalam pikiran atau hati secara cepat frekuensinya lebih banyak. Biasanya memang informasi yang tidak ingin aku rincikan aku lempar ke Facebook. Misal kuliner dengan menampilkan foto yang resolusinya tidak terlalu tinggi (menggunakan kamera Blackberry) dan memberikan ulasan singkat. Berbeda ketika aku meniatkan untuk dituliskan dalam blog. Aku akan membawa kamera SLRku untuk memfoto objek yang akan aku posting. Kualitas gambar bisa lebih bagus, dan biasanya aku berikan sentuhan tone dengan Adobe Lightroom. Film yang hanya ingin aku ulas ratingnya, aku hanya lempar via GetGlue yang terkait langsung dengan Facebook. Untuk film yang benar-benar ingin aku ulas, aku akan tuliskan lebih panjang di WordPress.

Kesimpulan akhir, menurutku blog dan blog mikro berjalan beriringan, saling bersimbiosis, dan memiliki fungsi uniknya sendiri-sendiri yang diperlukan oleh semua manusia yang ingin tetap eksis di dunia maya 🙂 Keduanya juga dijadikan sarana untuk komersial dengan cara yang berbeda.

Selamat menulis, blog panjang ataupun yang mikro!