Arsip Blog

Nobar The Last Word (2017)

Besok malam film The Last Word akan tayang Premiere khusus undangan saja.

Saya memiliki dua tiket gratis bagi siapapun yang berminat nonton di CGV Grand Indonesia besok malam jam 18:30.

Film bergenre drama komedi ini dibintangi Amanda Seyfried dan Shirley MacLaine.


Saksikan trailernya di https://youtu.be/AthlyFc79T0

Oh ya kalau tertarik gabung nobar, share artikel ini di Facebook status kalian (publik akses) atau Twitter atau Instagram ya.. share link status kalian di komentar di bawah ini dengan email dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Ceritanya bagaimana seorang penulis obituari diminta menuliskan kehidupan seorang wanita tua yang ngeselin dan begitu banyak yang membencinya. Seru kan?

See you there!

Update: quota sudah habis 🙂

Sepiring Nasi Putih dan Azab Kubur

Kejadian ini diangkat dari kisah nyata. Untuk melindungi individu yang terlibat dalam cerita ini, saya akan menyamarkan identitas dengan nama lain. Jika ada kesamaan kisah dengan nama para tokoh, mungkin Anda memang terlibat dalam konspirasi ini.
Pada suatu siang yang mendung, Woko, Setio, Nowo, dan Donal makan siang di restoran favorit mereka, Itasuki. Resto ini menurut mereka paling enak kuah sambal coklatnya. Woko pernah makan di SukaSuki yang murah meriah, namun kualitas kuahnya tidak bisa menyaingi kuantitasnya. Setelah memesan berbagai topping untuk kuah tomyam, mereka memesan minum masing-masing. Setio yang masih kelaparan rupanya butuh tambahan kalori berupa nasi putih. Makanan ditutup dengan desert yang yummy, cakwe mayonnaise. Enak banget buat mengakhiri makan siang yang penuh dengan peluh itu.
Setelah sampai di kantor mereka segera membagi jatah yang harus dibayar masing-masing. Setelah diteliti rupanya Setio menemukan bahwa tambahan nasi putih tidak tertagih. Akhirnya Woko dan Setio memutuskan untuk kembali ke Itasuki setelah jam kantor untuk membayar nasi putih yang lupa ditagihkan. Banyaknya pengunjung siang itu membuat pelayan saji lupa menambahkan ke tagihan. Mereka tahu bahwa mereka harus berjalan kembali dari kantor ke restoran hanya untuk membayar nasi putih yang sebenarnya cukup melelahkan. Namun mereka sadar bahwa ada hak restoran Itasuki di sana. Setio khawatir nasi yang ia makan akan menjadi api karena mengandung hak orang lain. Mereka khawatir Allah SWT akan menanyakan integritas mereka di liang kubur kelak. Mereka tidak mau diazab dalam kubur hanya karena sepiring nasi. Sangat tidak sebanding.
Sepulang kerja Woko dan Setio langsung pergi ke Itasuki. Woko langsung masuk, menyeruak di tengah meja kasir yang kala itu dipenuhi pekerja Itasuki.
Woko, dengan mimik serius, bertanya kepada salah seorang wanita di meja itu, “Bisa saya bicara dengan supervisor Anda?”
Wanita itu menjawab, “Maaf, supervisornya sedang tidak ada.” Sebersit kekhawatiran mulai timbul di raut wajahnya.
Woko, “Baiklah, bisa saya bicara dengan Anda? Mohon Mbak bisa ke meja di pojok sana. Saya mau protes dengan tagihan siang tadi”.
Wanita itu menjawab dengan penuh tanda tanya. Salah apa mereka hingga mendapat keluhan dari pelanggan.
“Silakan duduk, Pak”, kata wanita itu dengan rasa waswas.
“Mbak tahu, tagihan siang ini bisa mengakibatkan kami mendapat siksa kubur?”, sergap Woko dengan intonasi tegas dan mimik serius.
Wanita itu terbengong-bengong, mulutnya menganga, antara bingung dan panik.
“Kami tadi memesan 5 nasi, namun hanya ditagihkan 4 nasi saja”, jelas Woko.
Wanita itu mulai tertawa kecil, ada lega di wajahnya.
“Mbak, kami serius. Tolong jangan tertawa. Mungkin buat Mbak sepiring nasi putih tidak ada artinya. Namun itu sangat besar artinya buat kami, Mbak. Apa yang kelak akan kami jawab di depan Allah SWT, akan nasi putih yang kami makan namun tidak kami bayar? Bahkan saya pernah mendengar cerita ada yang disiksa di dalam kubur mulutnya hingga berdarah hanya karena seseorang mengambil bambu kecil dari pagar rumah orang lain tanpa izin. Apalagi sepiring nasi putih? Itu bisa menjadi api dalam tubuh kami, Mbak! Tolong anggap serius permohonan kami, beritahu berapa yang harus kami bayar untuk sepiring nasi putih ini?”
Wanita itu kembali tertawa lepas, seolah sejuta beban hilang dari pundaknya.
“Maaf, ya Pak. Tadi pengunjung ramai sekali datang, sehingga mungkin pelayan kami ada yang lupa menambahkannya”, kata wanita itu.
“Iya, saya juga melihat, Mbak. Sepertinya banyak yang ulang tahun hari ini.”, kata Woko sambil cengengesan, merasa keusilannya berbuah manis. Di satu sisi hutang mereka lunas, di sisi lain wanita yang rupanya sedang hamil itu tidak mbrojol di tempat.
Setio hanya geleng-geleng kepala cengar-cengir melihat keisengan Woko yang sepertinya sudah akut itu. Akhirnya setelah nasi putih itu dibayarkan, mereka berdua meninggalkan restoran dengan hati lega. Mereka yakin bahwa amal kecil seperti ini tidak boleh diremehkan, karena bisa jadi dengan amalan yang kecil ini menjadi penentu apakah mereka layak masuk surgaNya kelak atau tergelincir ke dalam neraka yang mengerikan. Mereka hanya berharap Allah SWT sudi menerima amalan kecil ini dan dikategorikan sebagai ladang ibadah.
Itasuki Kuah Tomyam

Itasuki Kuah Tomyam

Berikut ini adalah ayat Al Quran yang selalu terbayang dalam pikiran Woko sepulang dari restoran.

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013)

Film epik nasional yang diangkat dari karya besar karangan Buya Hamka ini cukup patuh dengan novelnya. Disutradarai oleh Sunil Soraya dan dibiayai oleh keluarga Soraya (Ram Soraya, Rocky Soraya, dan Sunil Soraya sendiri), film berdurasi 2 jam 45 menit ini akan memaku penonton di kursinya. Yang pria akan berkaca-kaca, yang wanita akan banjir air mata.

Ceritanya berkisah tentang kisah cinta antara Zainuddin dan Hayati yang berlatarbelakang budaya minang. Ibu Zainuddin bukan orang Minang sementara ayahnya Minang tulen. Karena budaya Minang menganut garis matrilinieal maka Zainuddin yang tidak beribu orang Minang dianggap tidak layak untuk menikahi Hayati. Harta tiada, adat pun tak tentu rimbanya. Kasih yang tak sampai, seperti cinta Sitti Nurbaja dengan Samsulbahri. Cinta mereka kandas dengan diusirnya Zainuddin, sang pendatang, dari Desa Batipuh tempat mereka tinggal. Apakah mereka akan bersatu kelak di kemudian hari? Saksikan kisah cinta yang mengharukan ini di bioskop kesayangan Anda.

Mengapa film ini menjadi istimewa? Mari kita lihat satu persatu.

1. Sinematografinya yang meski tidak sempurna (ada beberapa adegan yang terasa under exposure), namun menggambarkan dengan sangat baik keindahan alam Minang

2. Akting yang luar biasa dari para pemainnya, terutama Herjunot Ali yang berperan sebagai Engku Zainuddin.

3. Kepatuhan akan cerita aslinya. Sebagai karya adaptasi dari novel, film ini tidak menghilangkan bagian penting dari novelnya. Apa yang saya bayangkan cukup baik divisualisasikan dalam bentuk motion picture.

4. Pemilihan dialog yang indah, sesuai dengan  karya sastra aslinya. Terima kasih kepada para penulisnya, Donny Dhirgantoro, Riheam Junianti, Sunil Soraya, dan Imam Tantowi yang bekerja keras membuat dialognya enak dinikmati

5. Setting yang cukup baik, terutama kostum dan kendaraannya. Meskipun ada anachronism di beberapa tempat, seperti musik pesta, ban mobil klasik, dsb, itu semua bisa dimaklumi

Buat Anda pecinta film, jangan lewatkan film ini! Pastikan bawa perbekalan karena film ini cukup panjang, hampir 3 jam. Bawa cemilan atau cemolan, juga tissue atau sapu tangan.

Flight (2012)

Film paling gres dari Robert Zemeckis (Forrest Gump, Cast Away) ini dibintangi oleh Denzel Washington (Training Day, American Gangster). Ceritanya lumayan simple. Denzel memerankan sebagai Kapten Whip Whitaker, pilot sebuah maskapai penerbangan. Suatu pagi ia menerbangkan pesawat yang naas, mekaniknya ada masalah sehingga menyebabkan pesawatnya menukik tajam. Beruntung naluri dan kemampuan terbang yang luar biasa yang dimilikinya membuat sebagian besar penumpang dan awak selamat. Ia menjadi pahlawan dan buah bibir nasional sampai ditemukan kadar alkohol yang cukup tinggi dalam darahnya. Akankah ia dipenjara atau ia berdusta dalam hidupnya.

Film ini lumayan mudah untuk dicerna. Temponya juga sedang, tidak membosankan dan tidak pula terlalu cepat. Banyak dialog humor yang mengocok perut, seperti di rumah sakit ketika Kapten Whitaker bertemu dengan pasien lain penderita kanker di rumah sakit. Ketika si pasien kanker meminta rokok, ia menyalahkan dirinya sendiri dengan berkata, “Seharusnya aku tidak merokok, karena kankerku bisa kena kanker”. LOL. Juga ketika adegan John Goodman mengantarkan kokain pesanan Denzel Washington yang mengocok perut. Coba simak beberapa dialognya yang kocak abis:

 

Harling Mays: What the hell kind of meds they giving you? Alprazolam: that’s generic xanax. Hydrocodone: that’s generic Vicodin. Probably Canadian. Where’s the dihydromorphine? Is this amateur hour? Get that doctor in here; you just saved a hundred people! 
Whip: Harling! Did you bring my smokes? 
Harling Mays: Yes I did. I got your medicines, and yes I got your smokes right here. Here’s a fresh carton. Hell, if I was you, I’d fire up right here in the damn room.

Harling Mays: Oh! Oh, almost forgot- I got you some stroke mags. Been in the hospital, know what you need. Got Juggs, Hot Milfs and Eat Ass Masters. You just stroke it all day- you’re a hero. If I was you, I’d just lay here, pulling on that thing all day long.

Akting yang prima dari Denzel membuatnya mendapatkan nominasi Best Actor di Academy Award yang akan diumumkan beberapa jam lagi. Ia akan bersaing keras dengan Daniel Day Lewis yang menggondol actor terbaik di Choice Movie Awards untuk perannya di Lincoln.

Inti dari film ini adalah alkohol itu sangat buruk akibatnya, sehingga di Islam alkohol diharamkan. Hal yang kedua adalah mengenai integritas, menyatakan konsistensi antara fakta dan yang diucapkan dengan lisan. Itulah pesan moral yang hendak dibawa dalam film berdurasi 138 menit ini.

Selamat menonton 🙂

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Les Miserables (2012)

Film ini diangkat dari novel karya Victor Hugo yang sangat terkenal di jamannya. Mas Victor ini asli Perancis, lahir tahun 1802, kira-kira ketika Pangeran Diponegoro mencapai sweet seventeen. Karyanya yang berjudul Les Miserables ini artinya lebih kurang adalah orang-orang yang menderita, telah difilmkan puluhan kali di lebih dari 40 negara. Les Miserables pernah difilmkan Holywood sebelumnya sekitar tahun 1998. Saya termasuk yang suka sekali dengan film ini. Ketika film ini kembali difilmkan oleh Tom Hooper yang sukses dengan film The King’s Speech (2010), saya kembali tertarik untuk menontonnya. Beda dengan film sebelumnya, versi kali ini dibuat dalam bentuk musikal. Buat mereka yang susah menghayati film musikal, mungkin sebaiknya menonton (dulu) yang versi 1998.

Kisahnya bercerita tentang seorang lelaki bernama Jean Valjean yang dipenjara selama 20 tahun karena mencuri sepotong roti untuk keluarganya.  Begitu keluar dari penjara, ia mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan karena riwayatnya yang pernah menjadi narapidana. Sampailah ia pada sebuah rumah milik pendeta yang memberikan ia makanan dan minuman. Keesokan paginya ia kabur membawa peralatan makan perak milik si pendeta dan tertangkap oleh polisi yang membawanya kembali ke rumah pendeta, karena ia mengaku tidak mencurinya melainkan diberi oleh sang pendeta. Tanpa diduga sang pendeta membenarkan apa yang dikatakan Valjean bahkan menambahkan beberapa peralatan yang dikatakannya tertinggal. Tersentuh oleh kasih sayang sang pendeta, Valjean bertekad ingin menjadi orang yang baik mulai saat itu. Dari situlah cerita mulai bergulir di mana ia terus memberikan cinta kasih kepada sesamanya, termasuk kepada seorang wanita bernama Fantine yang terpaksa melacurkan dirinya demi membebaskan anaknya yang ia titipkan pada orang lain karena masalah hutang. Berbagai konflik datang silih berganti hingga akhir hayatnya, termasuk inspektur polisi bernama Javert yang diperankan Russel Crowe, yang terus memburunya karena Valjean tidak melaporkan secara rutin ke kepolisian setelah ia bebas. Cerita lengkapnya akan lebih asyik kalau Anda menonton langsung sendiri filmnya.

Keunggulan film ini ada pada kehebatan akting dan suara Hugh Jackman (Wolverine) yang memerankan Jean Valjean dan Anne Hathaway (Dark Knight Rises) yang memerankan Fantine. Keduanya diganjar Golden Globe 2013 belum lama ini karena totalitas aktingnya. Susah loh, berakting sambil menyanyi. Kalau nggak jago, hasilnya menyonyo. Sacha Baron Cohen menjadi satu-satunya aktor yang bisa membuat kita tertawa dalam kepedihan film ini. Casting yang luar biasa. Sacha memerankan tokoh lelaki yang dititipi anak Fantine yang bernama Cosette.

Oh ya, pernah lihat video Susan Boyle yang mencengangkan umat manusia di ajang acara Britain Got Talent ini? Nah lagunya yang fenomenal dan grande yang berjudul I Dreamed a Dream itu dinyanyikan dengan super duper totally amazing oleh Anne Hathaway pada adegan yang sangat luar biasa pas. Dulu ketika mendengarkan videonya Susan Boyle aku tahu ini lagu sedih tapi belum pernah merasakan pasnya lirik lagu ini selain di adegan Fantine berduka dengan nasibnya yang kurang beruntung itu. Pada saat film menjelang berakhir, aku ambil iPad dari tas, buka iTunes, search Susan Boyle, Pilih I Dreamed a Dream, Klik Buy, isi password, lalu aku masukkan iPad kembali ke tas. Setelah film selesai lagunya selesai terunduh dan aku putar sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Superb, bikin merinding dan hati banjir.

Well, di samping kepiawaian Tom Hooper mengarahkan film ini, ada beberapa hal yang menurut saya agak kurang. Pertama, hampir seluruh dialognya dibuat musikal. Padahal banyak film lain yang musikal hanya di beberapa bagian penting. Dengan durasi 2 jam 37 menit, beberapa adegan memang tampak membosankan kalau dinyanyikan. Dengan sedikit editing untuk menjadikan film ini di sekitar 2 jam, hasilnya mungkin akan lebih lovable. Russle Crowe sebenarnya cocok menjadi inspektur polisi Javert yang kaku itu. Namun sayang kemampuan tarik suaranya paling pas-pasan dibalik aktor lainnya.

Eniwei baswei, buat Anda pecinta film berkualitas, jangan lewatkan film ini. Siapkan tissue atau minimal jangan pake You Can See agar lengan baju bisa digunakan untuk menyeka butiran air mata yang akan menggenangi sudut pelupuk mata dan rongga hati Anda. Lebay? No. Totally recommended, 8/10. Ketika review ini ditulis, film ini mendapat 8 nominasi Oscar. Kita lihat nanti dapat berapa Februari nanti.

Saya cuplikkan lirik lagu I Dreamed a Dream yang sangat saya suka ini.

I Dreamed a Dream

I dreamed a dream in times gone by
When hope was high
And life worth living
I dreamed that love would never die
I dreamed that God would be forgiving
Then I was young and unafraid
And dreams were made and used and wasted
There was no ransom to be paid
No song unsung No wine untasted

But the tigers come at night
With their voices soft as thunder
As they tear your hope apart
And they turn your dream to shame

He slept a summer by my side
He filled my days with endless wonder
He took my childhood in his stride
But he was gone when autumn came

And still I dream he’ll come to me
That we’ll live the years together
But there are dreams that cannot be
And there are storms we cannot weather
I had a dream my life would be
So different from this hell I’m living
So different now from what it seemed
Now life has killed the dream I dreamed

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

The Impossible (2012)

Semalam nonton bersama keluarga film yang diangkat dari kisah nyata tentang tsunami di tahun 2004. Ceritanya berkisah tentang sebuah keluarga, suami, istri, dan 3 orang anak lelaki yang berlibur ke Thailand. Ketika tsunami terjadi mereka semua sedang di kolam renang tidak jauh dari pantai. Mereka berlima tersapu ombak dan terpisah satu sama lain. Film ini menceritakan bagaimana mereka berlima akhirnya bisa dipersatukan kembali melalui perjuangan dan harapan.

Film ini berbeda dengan  film fiksi yang dibintangi Matt Damon, Here After, yang juga diawali tsunami di Thailand. Here After lebih kompleks dan terdiri atas beberapa cerita pararel yang saling berkaitan. The Impossible ceritanya lebih sederhana, namun karena dibangun dari kisah nyata, kita bisa ikut merasakan jika seolah-olah berada pada posisi mereka. Dihantam ombak, ditimpa bangunan, tertusuk dahan kayu, terkena pecahan kaca, terhimpit mobil, paru-paru kemasukan lumpur, dan sebagainya. Lolos dari tsunami peluangnya sangat kecil. Sekeluarga terdiri dari 5 orang dan semuanya selamat, mendekati mustahil, The Impossible. Namun bagi kita yang beriman, tidak ada yang mustahil dalam rencana Allah SWT. Ada hikmah di balik setiap tragedi.

Dari film ini kita mendapat pelajaran bahwa dalam kondisi bencana, kita diuji apakah kita masih peduli pada sesama atau hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Kita belajar untuk tidak egois dan mementingkan sesama daripada kepentingan diri sendiri. Dan kita semua belajar mempersiapkan hari kematian kita masing-masing, agar setiap detiknya senantiasa bermakna.

Film The Impossible menghadirkan kualitas akting prima dari Ewan Mc Gregor dan Naomi Watts yang menjadi orang tua dalam keluarga tersebut. Tom Holland (Billy Elliot) yang berperan sebagai anak pertama mereka juga menunjukkan kualitas akting prima.

Sebuah film yang sangat mengharukan dan mengajarkan kepada kita untuk peduli pada sesama serta menghargai setiap detik sisa umur kita.

Recommended for family, 7 / 10.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

A Separation (2011)

Film dari negeri Iran ini bercerita tentang berpisahnya Nader (Peyman Moadi) dan Simin (Leila Hatami) karena hal yang menurut saya sebenarnya sepele dan terlalu mengada-ada. Simin menggugat cerai Nader karena Nader membatalkan rencana mereka hijrah ke luar negeri demi kehidupan yang lebih baik, khususnya masa depan anak mereka, Termeh. Nader terpaksa membatalkan rencana yang sudah disiapkan sebelumnya karena ayahnya menderita alzheimer atau sakit pikun. Karena Termeh anak mereka tidak mau ikut bersama ibunya, akhirnya Simin pindah ke rumah orangtuanya. Untuk merawat ayah Nader selama Nader bekerja dan Termeh sekolah, Simin membantu Nader mencarikan pembantu rumah tangga yang akan datang di pagi hari dan pulang ketika Nader tiba di rumah. Razieh (Sareh Bayat) diterima sebagai pembantu di rumah mereka dan mulailah konflik muncul. Suatu siang Nader pulang cepat dan mendapati Razieh tidak berada di rumah. Ayahnya terjatuh dari tempat tidur dalam keadaan terikat. Nader murka dan mengusir Razieh yang ternyata sedang hamil. Suami Razieh murka dan menuntut Nader ke pengadilan. Apakah yang terjadi berikutnya? Bagaimana kondisi Razieh? Jika Nader dipenjara, siapa yang merawat anak dan ayahnya? Saksikan filmnya untuk mengikuti jalan ceritanya yang akan sangat menguras emosi Anda.

Di film ini kita bisa belajar banyak. Seorang istri seharusnya patuh pada suaminya selama perintahnya tidak menentang aturan Allah SWT. Dalam film ini hanya karena sang istri membangkang (nusyuz) keseluruhan kehidupan mereka menjadi kacau balau. Sebagai ayah dan suami, seharusnya ia mempertahankan integritas dengan selalu jujur, walau akibatnya pahit. Ada adegan bahwa ia seharusnya jujur namun merahasiakannya. Talak atau cerai adalah perbuatan yang dibenci Allah SWT, diperbolehkan hanya dalam kasus tertentu. Perceraian mengorbankan anak yang biasanya tidak bersalah. Merawat orang tua adalah wajib hukumnya, dan Nader memberikan contoh yang baik.

Film ini memenangkan Oscar dan Golden Globe sebagai film asing terbaik. Sutradaranya, Asghar Farhadi, mendapat banyak sekali penghargaan atas film ini. Dibawakan dengan sangat rinci, sangat natural, dan menghipnotis kita yang menontonnya, film ini menduduki peringkat 101 dari 250 film terbaik sepanjang masa IMDB, mengalahkan Die Hard dan The Avengers.

Dari segi akting, Peyman Moadi, Leila Hatami, Sareh Bayat, dan Shahab Hosseini (suami Razieh – Hojjat) bermain sangat natural. Two thumbs up.

Film ini layak tonton bagi semua keluarga, khususnya keluarga Islam. 8/10.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Sang Penari (2011)

Film yang disutradarai Ifa Isfansyah (Harap Tenang Ada Ujian, Garuda di Dadaku) ini menceritakan tentang kisah cinta sepasang anak manusia yang bernama Srintil dan Rasus. Srintil diperankan oleh pendatang baru Prisia Nasution sedangkan Rasus diperankan oleh Oka Antara (Perempuan Berkalung Sorban, Hari untuk Amanda).

-Penggalan cerita berikut mungkin mengurangi kenikmatan Anda menonton filmnya. Silakan lewati jika ingin mendapatkan pengalaman menonton tanpa mengetahui garis besar ceritanya-

Dari kecil Srintil suka menari dan mengagumi ronggeng (penari yang dipercaya titisan roh nenek moyang yang memiliki kharisma dan kecantikan serta kepandaian untuk menari). Di Dukuh Paruk, tempat mereka tinggal, adanya ronggeng merupakan perwujudan penghormatan terhadap nenek moyang mereka, Eyang Secamanggala. Kuburannya jadi tempat sesembahan, sebuah praktek syirik yang masih melekat di tahun 1960-an. Setelah ayah Srintil membuat banyak warga desa mati – termasuk ronggeng yang ada saat itu – dengan tempe bongkreknya yang beracun, praktis Dukuh Paruk zonder ronggeng. Kedua orang tua Srintil yang juga mati setelah memakan bongkrek di depan warga desa yang marah, membuat Srintil menjadi yatim piatu. Praktis hidupnya bersama paman dan bibinya serta berteman akrab dengan Rasus. Menginjak dewasa, Srintil semakin bertekad ingin menjadi ronggeng. Ia ingin menebus dosa kedua orangtuanya yang menyebabkan banyak orang mati dengan menjadi ronggeng. Ronggeng dianggap mewakili kesuburan dan restu dari nenek moyang serta memberi kegembiraan dan kebahagiaan bagi penghuni desa. Tidak hanya menari, seorang ronggeng juga harus mau melayani lelaki manapun yang mau membayarnya dengan harga mahal, baik emas maupun bentuk lain misal hewan ternak. Para istri lelaki itu juga mendukung suaminya untuk meniduri ronggeng sebagai lambang prestige dan jaminan kesuburan dan kemakmuran bagi suaminya. Cita-cita Srintil menjadi ronggeng menjadi bumerang terhadap kisah kasihnya dengan Rasus. Tentu saja Rasus tidak ingin kekasihnya menjadi ronggeng, yang dia katakan seperti pohon kelapa, bisa dipanjat oleh setiap lelaki yang menginginkannya. Namun tekad Srintil menjadi ronggeng begitu kuat, sehingga Rasus menjadi prioritas kedua dalam hidupnya dan hatinya terbelah dua. Ronggeng atau Rasus. Rasus yang kecewa dengan pilihan Srintil yang enggan menghapus cita-citanya menjadi ronggeng membuatnya ingin bergabung dengan tentara. Cintanya tak pernah hilang, hatinya hanya untuk Srintil. Sementara Srintil, mencintai kehidupan ronggeng dan Rasus. Hingga akhirnya datang masa ketika PKI masuk ke desa-desa, termasuk Dukuh Paruk. Srintil dan banyak penduduk desa lainnya yang hanya ikut-ikutan diciduk oleh tentara.

Apakah Rasus berhasil membebaskan Srintil? Apakah mereka akhirnya dapat hidup bersama? Silakan tonton film ini yang cukup fresh, dan tidak mencoba mengekor film-film lokal yang terjebak dalam dunia supranatural dan selangkangan. Film ini bersetting di jaman PKI di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Penggunaan bahasa lokal yang medok oleh Oka Antara, menurut saya cukup meyakinkan. Prisia Nasution yang lebih sering menggunakan kalimat lengkap berbahasa Indonesia justru mengganggu. Porsi bahasa ngapak-ngapak Oka lebih banyak dan cekoknya lumayan meyakinkan. Prisia kadang menggunakan bahasa Indonesia lengkap, yang jarang diucapkan oleh orang Tegal maupun dari daerah Purwokerto. Bahasa Indonesia terkadang digunakan, biasanya untuk menekankan suatu kata, seperti kita menggunakan Bahasa Inggris dalam percakapan. Seandainya porsi Srintil dalam pengucapan kalimat lebih banyak menggunakan bahasa Jawa, maka akan lebih meyakinkan.

Penggunaan kendaraan dan setting perumahan dikerjakan dengan cermat dan memberikan gambaran tahun 1960-an. Ifa dan kru patut diacungi jempol untuk hal ini. Keluguan Rasus dari belum menjadi tentara hingga bertambahnya kepercayaan dirinya juga diperankan dengan baik oleh Oka. Slamet Raharjo yang memerankan dukun ronggeng juga tampil total seperti biasa. Cengkok Melayunya yang dia gunakan di film-film berbudaya Sumatra, lebur dengan logat bahasa Jawa yang cukup meyakinkan.

Bila Anda penikmat film (atau pengguna bahasa ngapak-ngapak), maka Sang Penari akan memberikan nuansa baru yang berbeda dengan film-film lokal lainnya. Jika Ifa terus mendobrak dengan film-film berkualitas seperti ini, ia akan kutulis di hatiku mendampingi Joko Anwar yang menjadi favoritku dengan Pintu Terlarangnya.

Meskipun belum membaca trilogi novel aslinya yang ditulis oleh Ahmad Tohari, namun menonton film ini cukup puas dengan skor 8/10. Mungkin salah satu rahasianya adalah Salman Aristo yang menjadi salah satu penulis skenario yang mengadaptasi novel ini. Salman Aristo yang sukses dengan Ayat-ayat Cinta dan Laskar Pelangi rupanya menjadi salah satu faktor yang membuat film ini enak dinikmati.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Priben? Wis oh ditonton filme. Apik wis dijamin. Nyong ora goroh. Oh ya, aja nggawa bocah cilik nonton film kiye.Ora pantes ditonton daning cah cilik.

The King’s Speech (2010)

Luar biasa! Kisah persahabatan dua manusia yang berbeda kasta yang abadi dan dikenang sepanjang masa. Film ini menceritakan biopik Duke of York alias Raja George VI Inggris, ayahanda Ratu Elizabeth II. Raja George atau oleh keluarga dekatnya dipanggil Bertie, gagap sejak umur 5 tahun. Padahal selain abangnya, ia juga kandidat raja berikutnya. Nah bagaimana mau jadi raja, kalau pidato aja gelagepan. Berbagai ahli terapis gagap sudah dicoba namun selalu gagal, hingga suatu ketika istrinya yang bernama Elizabeth (diperankan Helena Bonham Carter), memintanya untuk mencoba Lionel Logue. Lionel yang berasal dari Australia ini diperankan oleh Geoffrey Rush dengan akting yang sama gilanya dengan Colin Firth yang memerankan Duke of York. Emosi kita dibawa naik dan turun, terkadang tertawa geli, melihat kelucuan-kelucuan yang timbul saat terapi berlangsung. Pada awalnya, sang Raja tidak percaya dan putus asa dengan Lionel. Namun setelah melihat bahwa ia sempat tidak gagap berkat petunjuknya, akhirnya ia pasrah dan kembali pada Lionel.

Cerita yang sangat menawan, disutradarai dengan sangat baik oleh Tom Hooper yang sebelumnya membesut The Damn United. Film ini mendapat 12 nominasi Oscar 2011, dengan kategori sebagai berikut:

Best Achievement in Art Direction
Eve Stewart
Judy Farr
Best Achievement in Cinematography
Danny Cohen
Best Achievement in Costume Design
Jenny Beavan
Best Achievement in Directing
Tom Hooper
Best Achievement in Editing
Tariq Anwar
Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score
Alexandre Desplat
Best Achievement in Sound Mixing
Paul Hamblin
Martin Jensen
John Midgley
Best Motion Picture of the Year
Iain Canning
Emile Sherman
Gareth Unwin
Best Performance by an Actor in a Leading Role
Colin Firth
Best Performance by an Actor in a Supporting Role
Geoffrey Rush
Best Performance by an Actress in a Supporting Role
Helena Bonham Carter
Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen
David Seidler

Untuk British Independent Award, penghargaan yang sudah dimenangkan jatuh kepada:

Best Actor
Colin Firth
Best Screenplay
David Seidler
Best Supporting Actor
Geoffrey Rush
Best Supporting Actress
Helena Bonham Carter

Best British Independent Film

Di Golden Globe, Colin Firth menggondol Best Performance by an Actor in a Motion Picture – Drama!

Skor 8/10.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Black Swan (2010)

Kalau Anda menyukai Requiem for A Dream dan Wrestler, film ini adalah salah satu masterpiece besutan Darren Aronofski. Natalie Portman diganjar best actress di pelbagai penghargaan, termasuk Golden Globe! Beautifully Dark!

Filmnya bercerita tentang balerina bernama Nina yang terpilih sebagai Ratu Balerina dan menjadi tokoh utama pementasan Swan Lake. Ia yang sangat menjiwai memerankan White Swan merasa tertantang ingin menjadi sempurna dengan sekaligus memerankan sebagai Black Swan yang kepribadiannya gelap. Lambat laun ia mengalami halusinasi seiring kemampuannya membawakan peran Black Swan! Tekanan dari ibunya yang sangat protektif dan atasannya yang menghendaki kesempurnaan dirinya membuatnya ia sulit membedakan antara realita dan halusinasi…

9/10. Luv this movie a lot. Jagoin Natalie buat Oscar 2011!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.